
Miranda masih syok mendengar perkataan Tommy tapi jantungnya mulai berdebar tak karuan karena hal tersebut. Miranda bangkit dan berdiri lalu dia berlari menjauh. Naomi menatap Rex dan memberi kode. Dia pun langsung juga iku mengejar Miranda sehingga Rex dan Tommy di tinggal berdua.
Rex dan Tommy hanya bisa saling pandang.
Naomi berhasil mengejar Miranda.
“Ada apa Miranda?”
“Aku ... aku sangat kaget tadi.” Miranda mencoba menahan debaran di jantungnya yang di rasakannya sangatlah tak karuan.
Naomi melihat wajah Miranda yang bersemu merah. Dia jadi ingat saat Rex dahulu pernah menciumnya. Naomi lalu tersenyum.
“Bukan karena napas buatan tadi kan? Atau memang karena itu ya?” Naomi tersenyum di hadapan Miranda.
“Ah ... tidak mungkin. Mana mungkin aku gara-gara hal tadi saja. Dia kan cuma menolongku bukan menciumku.”
“Kalau begitu kenapa kau panik, seharusnya biasa saja kan?” Naomi mulai menggoda Miranda agar jujur.
“Tidak kok.”
“Baiklah. Begini Miranda, kita tak akan pernah tahu kapan dan dimana serta dengan siapa kita akan jatuh cinta. Tapi jangan membohongi diri sendiri dan perasaan diri sendiri. Okey.”
“Iya.”
Naomi dan Miranda kembali ke hotel. Malam harinya mereka hendak makan malam bersama. Kali ini Naomi berdandan lebih feminim. Naomi mengenakan dress putih selutut dengan kalung manis menghiasi lehernya. Sepatu high heelsnya pun senada dengan dressnya. Untuk Miranda, dia mengenakan dress hitam panjang dengan belahan panjang ke pahanya. Nampak terlihat eksotis dan menawan. Terlihat juga kesan seksi.
Keduanya turun ke bawah ke lantai bawah di dekat restoran di hotel tersebut. Kedua pria sudah menunggu di meja makan. Malam itu mereka hendak makan bersama. Saat kedua gadis tersebut mendekat, mata Rex tak lepas ke arah Naomi yang terlihat menawan dan tersenyum manis. Dia terlihat seperti bidadari saja. Rex menarik kursi untuk Naomi agar bisa duduk bersama di sebelahnya. Beda lagi dengan Tommy, baru kali ini dia melihat Miranda nampak berbeda yang di kenakannya. Tommy juga menarik kursi agar Miranda bisa duduk.
Kini masing-masing dengan pasangannya duduk. Makanan yang dipesanpun sudah datang. Mereka makan bersama dengan sesekali canda dan gurauan.
Ditengah saat-saat makan bersama, musik mulai mengalun merdu. Rex mengajak Naomi untuk berdansa, Naomi pun mau. Mereka berdua berdansa. Dan Tommy serta Miranda hanya bisa diam dan menyelesaikan makannya.
Setelah selesai makan, keduanya diam dan bingung hendak mengatakan apa. Hanya bisa sesekali memandang.
“Maukah putri berdansa denganku?” ajak Tommy.
Miranda terdiam sambil melihat kearah Tommy kemudian dia pun mengangguk dan berdansalah Miranda dan Tommy berdua.
Keduanya melekat dengan dekat. Karena musik mengalun slow dan merdu. Memang khusus untuk para pasangan saja musik tersebut dan membuat suasana akan semakin romantis. Tommy memegang pinggang Miranda. Baru kali ini dalam hidupnya menyentuh seorang putri dan malam ini Miranda semakin cantik saja. Tommy terpukau.
Miranda sendiri memegang pundak Tommy saat musik mengalun. Tubuh keduanya mendekat karena musik yang romantis.
__ADS_1
Tommy pun berbisik.
“Mau berjalan-jalan santai di luar Putri?”
“Baiklah.”
Keduanya keluar dan melihat pemandangan pantai di malam hari. Hotelnya memang sangat dekat dengan pantai. Oleh sebab itu jika berjalan sebentar saja maka akan sampai. Keduanya duduk di dekat pasir putih sambil melihat bintang dan bulan yang indah di atas langit. Deburan ombak dan hembusan angin menemani saat-saat mereka ini.
Hembusan angin laut membuat Miranda menjadi dingin. Tommy menyadarinya dan dia memberikan jasnya kepada Miranda agar tak kedinginan. Miranda menerima dengan suka cita.
“Maafkan sikap ku tadi siang ya. dan makasih karena telah menolongku.” Miranda tersenyum.
“Tak masalah Putri. Anda tak menampar hamba saja sudah cukup baik.” Tommy sangat berterus terang.
“Hahahaha ... kau lucu juga ya.” Miranda tersenyum dan membuat Tommy jadi berdebar juga melihat senyuman dan tawa dari Miranda. Dia kelihatan cantik dan manis.
Keduanya berbincang-bincang yang ringan-ringan saja. Waktu semakin larut dan semakin dingin saja. Tommy mengajak kembali agar mereka bisa istirahat karena pasti Rex dan Naomi juga sudah kembali ke kamarnya.
Miranda pun setuju.
Keduanya berjalan bersisian berdua. Saat sedang berjalan berdua. Sekelompok pria mabuk melewati mereka. Dan mereka tertarik dengan kecantikan Miranda.
“Hey Nona. Kenalan dulu dong?” ucap si baju coklat.
“Jangan kau sentuh dia.”
“Galak amat. Sikat aja gaes.”
Mereka pun baku hantam dengan Tommy. Tommy pun tak masalah karena dia jago bertarung. Miranda berdiri agak menjauh. Dia sangat cemas melihat banyaknya orang yang menyerang Tommy.
Saling adu jontos pun terjadi. Tapi mereka kewalahan menghadapi Tommy. Apalagi mereka semua hanya mabuk jadi mudah di kalahkan Tommy.
Setelah semua kalah dan bonyok, Tommy kembali ke sisi Miranda. Saat baru saja berjalan, seorang berbaju cream langsung bangkit dan menikam perutnya Tommy. Tommy yang tak menyangka dan tak punya persiapan pun akhirnya jatuh kena tikam.
Miranda histeris dan berteriak. Dia segera berlari ke arah Tommy.
“Tom, kau tak apa kan? Bertahanlah aku akan menolongmu.” Miranda segera menelepon tapi tak di angkat nomer Naomi dan menelepon Rex juga sama saja. Akhirnya dia mengirim pesan chat ke Naomi.
Seorang kawanan pemabuk tadi pun menarik tubuh Miranda dan mereka semua membawa Miranda ikut serta dengan mereka. Tommy pingsan tak bisa menolong Miranda kembali.
Syukur saja Naomi segera mengecek ponselnya. Dia menerima pesan Miranda. Naomi segera memanggil Rex dan pergilah mereka menyusuri pantai mencari Tommy dan Miranda. Saat di temukan ternyata Tommy terkapar dan ada luka di perutnya. Rex dan Naomi segera menolong Tommy. Tapi mereka tak menemukan Miranda.
__ADS_1
Miranda sendiri di bawa ke sebuah rumah kosong yang cukup jauh. Kelima pemabuk tadi menyekap Miranda. Awalnya mereka hendak bergantian memperkosa Miranda. Tapi yang berbaju jingga berkata kalau itu tak baik. Maka malam itu Miranda masih selamat.
Esoknya. Setelah semalam Tommy tak sadar diri. Kini dia sadar dan melihat kalau dirinya saat ini ada di rumah sakit. Dia berusaha bangkit dan merasakan rasa sakit yang nyeri di dekat perutnya.
Naomi dan Rex masuk ke ruangan rawat pasien dimana Tommy terbaring. Saat masuk mereka melihat Tommy sadar.
“Kau sadar Tom? Apa yang terjadi?” Rex langsung bertanya.
“Miranda dimana Tom?” kali ini Naomi karena dia sudah panik tak melihat Miranda dimana pun.
“Maafkan hamba. Tadi malam ada sekelompok pemabuk menggangu kami, kemudian aku berkelahi dengan mereka. aku pikir setelah mengalahkan mereka kami bisa kembali. ternyata mereka curang dan menikamku. Sepertinya Putri Miranda mereka bawa kabur. Maafkan hamba.” Tommy merasa bersalah.
Naomi dan Rex sekarang mengerti. Rex segera meminta Tommy memberikan ciri-ciri para penculik Miranda. Dan memerintahkan para anak buahnya menyebar mencari Miranda.
“Sudah Tom. Tak apa-apa. Kita berdoa semoga Miranda baik-baik saja. Kau sudah berusaha dengan baik.” Naomi menghibur, dia tahu pasti Tommy menyalahkan dirinya sendiri.
Rex tak mau tahu, semua anak buahnya harus segera menemukan Miranda. Dan mereka pun segera melaksanakan perintahnya.
Di tempat lain Miranda ketakutan. Sepanjang malam dia terjaga karena takut akan di perlakukan tak baik. Miranda berdoa semoga dia cepat di temukan. Miranda melihat keponselnya. Walau pun ada sinyal dan hapenya hidup tapi dia tak tahu ini dimana. Miranda merasa asing di tempat tersebut. Dia kemudian teringat. Oh iya, share lock saja. Miranda mengaktifkan share locknya dan memberikan share locknya ke pesan chat di hape Naomi. Dia berdoa semoga di temukan.
Saat seperti itu, malah pria berbaju coklat masuk dan marah saat melihat Miranda memegang ponselnya.
“Dasar cewek gak guna!” ia ambil ponsel Miranda. Miranda kaget bukan main. Dia ketakutan. Kemudian ponsel Miranda di lemparnya dan di hancurkannya dengan di pijak-pijak dengan kuat. Ponsel pun akhirnya hancur. Miranda hanya berharap pesan share locknya sudah di terima oleh Naomi.
Pria itu marah dan mendekati Miranda. Miranda semakin takut saja.
“Kau musti dikasi pelajaran ya.” ia ambil tali pinggangnya dan mencambuk tubuhnya Miranda berkali-kali. Miranda kesakitan dan akhirnya pingsan.
Bersambung....
Kasiannya Miranda. Semoga lekas tertolong.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
__ADS_1
Kasi komen yang positif ya kak :D Komentarnya mana komentarnya hehehe :D
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D