
Rex, Naomi dan Ahmed saling pandang. Jadi mereka akan di tinggalkan di pulau ini kah?
Begitu Lou Han mengatakan putaran di mulai maka mereka pun di tinggalkan di pulau tersebut. Lou Han dan Aiko pun pergi dengan menggunakan kapal pesiar. Semua peserta kebingungan. Beberapa orang ninja memberikan sebuah pesan ke tiap peserta. Karena Rex, Naomi dan Ahmed satu tim jadi mereka pun mendapatkan satu pesan tersebut.
Setelah para ninja memberikan pesan, mereka pun segera meninggalkan para peserta dan berjaga di tiap posnya. Rex, Naomi dan Ahmed saling tatap kemudian Rex membuka pesan yang ia terima. Ia hendak membaca apa isi pesan tersebut.
Isi pesannya : “Bertahanlah selama mungkin dan berhati-hatilah untuk setiap jebakan yang ada. Makanan bisa di cari di tengah hutan di kotak bertanda X. Tugas misi kalian adalah mencari permata biru di tengah hutan yang ada. Clue air, gunung, goa. Senjata akan kalian temukan di kotak Y yang ada di tengah hutan. Good luck.”
Begitulah pesan yang di terima. Rex, Naomi dan Ahmed memandang satu sama lain. Kemudian mereka melihat peserta lain juga mulai masuk ke dalam hutan. Sepertinya mereka juga sudah langsung menjalankan misinya. Rex, Naomi dan Ahmed pun ikut memasuki ke dalam hutan.
Sepanjang perjalanan masuk ke hutan masih aman dan baik saja. Tak ada apa pun atau pun bahaya yang mengancam. Mereka saat ini bisa lega. Kemudian setelah berjam-jam waktu bergulir terus hingga sekarang sudah sore hari. Naomi, Ahmed dan Rex kelelahan. Sepertinya isi dalam hutan ini luas. Begitu banyak pohon-pohon dan tanaman liar yang ada. Mereka beristirahat sebentar dan duduk di dekat bawah pohon.
“Sudah berjam-jam, masih tak ada apa pun. Bagaimana sekarang?” Ahmed menatap Naomi dan Rex.
Naomi sama sekali tak tahu apa pun. Karena kisah kakeknya dahulu kalau kakeknya hanya melakukan pertarungan antara satu lawan satu dengan putaran beberapa kali hingga akhirnya tertinggal satu pemenang. Sepertinya karena sudah bertahun-tahun sehingga The Death Battle sekarang berubah peraturannya. Kali ini terlihat seperti perburuan. Semalam balapan dan sekarang perburuan.
Rex melihat ke Naomi yang tengah berpikir.
“Nao....”
“Hem....” Naomi melihat ke arah Rex.
“Menurutmu bagaimana dengan yang dikatakan oleh Ahmed?”
“Aku tak ada ide. Cuma sekarang udah sore hari. Kita perlu tempat berteduh untuk tidur dan perlu makanan.”
“Jadi kita akan mencari kotak X atau kotak Y, bagaimana?”
“Kita perlu makan namun perlu senjata juga. Namun posisi kotak saja kita tak tahu. Hanya di bilang di tengah hutan. Kita sudah berjalan jauh memasuki hutan. Bahkan peserta lain pun tak kelihatan. Menurutmu bagaimana?” Naomi malah balik bertanya.
__ADS_1
Rex kemudian tengah berpikir. Jika mau mereka bisa memakan semua tanaman yang ada di pulau ini. Namun karena semua pohon dan tanaman di sini kelihatan berbeda dari tanaman biasa yang mereka jumpai. Jadi hendak makan tananam atau buah di sini sangatlah meragukan. Takutnya beracun.
Rex melihat ke arah Naomi dan Ahmed bergantian. Terlihat Ahmed dan Naomi kelelahan. Dan mungkin sebentar lagi akan kelaparan karena malam akan segera tiba. Mereka juga harus mencari tempat berlindung dan tempat tidur.
Rex berdiri dan mengamati sekeliling. Ia seakan sedang mengawasi. Namun ia melihat sebuah mata bersinar dan hawa gelap yang ada. Apakah itu? Kenapa nampak menakutkan. Rex mendekat. Sebuah pergerakan pun terlihat. Semakin lama semakin Rex dekati dan pergerakan tersebut berhenti. Rex mengamati dengan lebih seksama. Saat sudah sangat dekat, barulah keluar seekor ular raksasa yang muncul dan mengagetkan Rex. Ular tersebut langsung hendak menyerang Rex, Rex menghindar. Rex segera berlari dan ular pun mengejarnya.
“Nao ... Ahmed ... lari!!!!” Rex berseru dan membuat Naomi dan Ahmed menoleh dan melihat Rex di kejar oleh ular raksasa yang sangat menakutkan. Sontak saja Naomi dan Ahmed segera bangkit dari duduknya dan berlari juga.
Kini ketiganya sedang di kejar oleh ular raksasa. Semakin cepat Rex , Naomi dan Ahmed berlari dan ular raksasa tersebut pun semakin cepat mengejar. Sebuah tanda naga hijau terlihat oleh Naomi. Naomi menginstruksikan agar mereka berlari ke arah sana. Ke sanalah ketiganya berlari. Dan kebetulan setelah mereka bertiga berlari ke arah sana, sebuah kotak Y terlihat. Naomi segera berlari dan memanjat ke atas pohon besar yang di atasnya ada kotak Y. Sedangkan Ahmed dan Rex segera bersembunyi. Naomi ambil kotak Y tersebut. Ukurannya cukup besar dan berat.
Naomi pun turun. Namun kotak tertutup rapat. Ia tendang dan hancurkan kotak tersebut. Kotaknya terbuat dari kayu. Sehingga Naomi harus menendang dengan lebih kuat. Sebuah suara tendang terdengar. Dan terlihat lah kotak terbuka. Ia melihat banyak senjata yang ada. Walau beberapa ada yang sedikit rusak karena di buka paksa tadi. Rex dan Ahmed mendekat. Mereka juga melihat senjata tersebut.
“Pilihlah mana yang kalian rasa cocok menggunakannya?” Naomi melihat beberapa senjata dan memilih sebuah pisau belati. Ia ambil dua buah. Kemudian ia ambil beberapa granat. Dan terakhir ia melihat sebuah pedang. Walau bukan pedang samurainya, tapi Naomi memilih pedang tersebut.
Rex pun memilih. Namun ia bingung hendak memilih apa? Rex melihat sebuah senjata lain, yaitu beberapa anak panahnya dan terlihat keren dengan busurnya. Rex memilih senjata tersebut.
Sedangkan Ahmed. Memilih beberapa bom. Kemudian beberapa pistol. Ia ambil juga senjata besar dan dikalungkan di badannya. Yang lainnya ia selipkan di baju rompinya.
Tapi ular yang mengejar kenapa tak kunjung muncul di hadapan mereka. Aneh sekali. Apakah sudah pergi? Padahal tadi terus mengejar mereka. Naomi pun memberikan aba-aba untuk terus melangkah. Sepertinya jalan mereka sudah benar.
Naomi melihat ke arah Rex dan Ahmed.
“Kalian cukup mencari tanda lambang naga hijau. Itulah petunjuk kita.” Naomi berujar pada Rex dan Ahmed. Kedua pria tersebut pun menganggukkan kepalanya tanda mereka paham.
Mereka bertiga kembali masuk ke dalam hutan lebih dalam dan mencari petunjuk.
Hari berganti menjadi gelap. Sudah malam dan mereka belum juga makan. Ahmed dan Naomi sudah lelah dan lapar pula. Sedangkan Rex juga kelaparan. Namun kotak X belum juga ditemukan. Apa lagi permata biru yang harus mereka cari.
Di saat seperti ini, Rex kembali teringat isi pesan dari misi mereka. Gunung, air dan goa, ketiga clue tersebut sepertinya menunjukan sebuah tempat. Rex pun berpikir dengan sangat keras. Sambil ketiganya terus berjalan, Rex juga terus berpikir.
__ADS_1
Kemudian pandangan Rex terarah ke sebuah puncak gunung yang terlihat jauh dari tempat mereka berada. Apa kah itu tempatnya? Mungkin saja di gunung tersebut ada mata air atau air terjun dan sebuah goa di dekat gunungnya. Jadi disana lah misinya akan terselesaikan.
Rex kemudian melihat ke arah Naomi dan Ahmed.
“Kalian berdua berhentilah sebentar.”
Naomi dan Ahmed pun berhenti. Mereka melihat ke arah Rex.
“Ada apa Rex?” Naomi menatap Rex begitu juga Ahmed.
“Emang kenapa?” Tanya Ahmed pula.
“Aku sudah tahu kemana tujuan kita.”
“Kemana?” Ucap Ahmed dan Naomi bersamaan.
“Ke situ ... ke sanalah kita akan mencari permata birunya.” Rex menunjuk sebuah gunung yang menjulang dan terlihat agak jauh dari posisi mereka bertiga. Ahmed dan Naomi melihat arah yang di tunjuk oleh Rex. Ketiganya kemudian tersenyum. Mereka sekarang sudah menemukan lokasinya.
Bersambung....
Yes, sudah ketemu lokasi yang di cari. Semangat ya Rex, Naomi dan Ahmed.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua 😊😊 :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1
No plagiat ya.