
Matahari bersinar terang. Menerangi seluruh yang ada. Cuaca cerah yang diwarnai langit biru serta awan putihnya. Udara yang berhembus sepoi-sepoi. Kini Rex dan Naomi sedang berada di taman, ditempat biasa mereka duduk berdua. Tadi keduanya baru saja selesai makan bersama dikantin. Kini keduanya duduk bersama di dekat taman sekolah.
Rex membaca buku pelajarannya. Semenjak otaknya bisa digunakan, maka Rex akan belajar dengan tekun agar nilainya bagus terus. Bahkan dikelasnya sekarang Rex termasuk salah satu siswa terpintar. Semua pelajaran tak ada yang sulit lagi baginya. Penampilannya yang sekarang lebih baik dan keren tentunya. Dan ia juga sudah lebih kuat. Jadi jika ada yang membulinya sudah tak bisa lagi.
Mungkin karena itulah, Rex jarang diganggu Brian dan kawan-kawannya lagi. Karena Rex sekarang sudah bisa melawan dan melindungi diri. Bahkan Fansnya Rex sudah ada sekarang. Banyak para gadis yang sudah menyukai Rex. Jadi kalau Rex gabung di tim basket maka akan lebih banyak lagi para gadis memujanya.
Saat ini Naomi mencuri pandang ke Rex. Naomi tak percaya rasanya kalau teman baiknya dari kecil sekarang sangatlah berubah dratis. Berubah lebih baik tentunya. Rex semakin tampan dan keren saja setiap harinya. Ah, Naomi menggelengkan kepalanya. Dirinya dan Rex tidak lah mungkin. Rex memperhatikan Naomi yang tiba-tiba menggeleng.
“Kenapa Nao? Sakit kah?” Rex memandangi sahabat baiknya itu.
“Tidak. aku baik saja” Ucap Naomi.
Naomi kemudian kembali menoleh ke Rex. Rex jadi tak sabar. Ia kembali bertanya.
“Ada apa?”
“Kau tak jadi masuk tim basketnya?”
“Oh iya. Hampir lupa. Jadi dong. Kalau begitu aku cari Pelatih Jo dulu ya. Bye Nao”
Rex beranjak pergi dan tinggallah Naomi sendirian. Naomi menatap Rex yang semakin menjauh dan hilang dari pandangannya.
“Apa nanti jarak kita akan semakin jauh Rex?” Gumam Naomi sendirian. Ia tersenyum tipis.
Sedangkan Rex kini ke lapangan basket. Ia mencari pelatih Jo. Rex mendekatin pelatih Jo dan mengatakan hendak bergabung. Tentu saja hal tersebut disambut baik oleh pelatih Jo. Mereka pun sepakat sehabis Rex pulang sekolah atau jam istirahat bisa ikut latihan. Jadi dengan begini tak akan mengganggu jam belajarnya Rex.
Di lain tempat.
Jenny datang ke kelas menghampiri Rere. Saat itu juga kebetulan ada geng nya Brian dan kwan-kawannya. Jenny duduk disebelah Rere dan membisikan sesuatu. Rere menoleh ke Jenny dan menanyakan apakah itu serius. Dan tentu saja Jenny menganggukan kepalanya. Brian yang kebetulan juga dikelas, merasa kepo dan akhirnya nimbrung dengan kedua cewek tersebut.
“Apa seh Jen? Kasi tahu kita dong” Pinta Brian.
Jenny memutar kedua bola matanya dengan malasnya. Namun karena Brian nampak ngotot akhirnya cerita juga Jenny.
“Rex masuk tim basket di sekolah kita, so tu anak pasti makin banyak penggemarnya. Sekarang aja udah lumayan banyak para cewek memujanya. Heran dah, kismin gitu kok dipuja” Ucap Jenny sekenanya.
“What?? Serius?” Tatap Brian.
“Ho'oh” Jenny menyakinkan.
Rere menyenggol siku Jenny dan menatap Jenny.
“Jen, Rex itu sekarang udah pinter. Kau janganlah mengejek dia terus seperti itu. Sekarang dia lebih baik”
“Re, kau suka Rex apa? Kok bela dia terus seh. Dulu aja gak terlalu peduli. Sekarang eh selalu membela dan memuji. Dia keren lah, sekarang pintar lah, tampan lah, baiklah, Aish sumpahlah, dia itu emang kismin loh. Sekali kismin ya tetap kismin” Jenny berkata ngotot. Kismin yang dimaksud Jenny adalah miskin.
Brian menampilkan senyuman sinis. Tapi dia emang setuju dengan Jenny. Sekali miskin ya tetap miskin.
“Brian, kalau Rex jadi anggota tim basket artinya pamor dan populiritas kau berkurang dong. Wah bisa saingan sama kau nih” David menepuk pelan pundak Brian. Brian pun menyadari ucapan David.
“Yoi. Si Rex pasti makin beken di sekolah kita ini. Makin besar kepala nanti Brian. Kau bisa kalah terkenal. Selama ini kan hanya Rere dan kau Brian yang terkenal disekolah kita ini. Kalau Rex ada berarti posisi kau tergantikan Brian” sambung Jerry juga.
Seketika Brian menyadari hal tersebut. Benar juga. Sekarang Rex udah pintar. Semua nilainya bagus. Dan tambah sekarang ia tampan dan berpenampilan baik maka bisa aja Brian tersaingi. Di tambah lagi sekarang anggota basket. Bisa kalah pamornya disekolah ini. Begitulah pikir Brian juga.
__ADS_1
Rere menatap ke arah semua teman-temannya. Ia tak sangka semuanya terlalu berpikiran picik.
“Sudah. Jangan racunin pikiran Brian. Brian, kita itu hanya perlu fokus belajar dan tingkatkan prestasi belajar kita. Prestasi belajar saja yang perlu dipertahankan oke. Jadi sudah ya pembahasan yang lain. Semuanya paham kan” Rere tak mau ada keributan lagi.
Waktu bel jam pelajaran berbunyi. Dan semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing. Rex dan naomi juga begitu masuk ke kelasnya masing-masing. Semua mulai belajar hingga waktu terus berlalu. Jam pulang berbunyi dan semua siswa pulang.
Saat hendak pulang Rex langsung keluar dan menuju tempat latihan basket yaitu lapangan basket. Namun Naomi menahan langkah Rex.
“Mau kemana?”
“Mau latihan basket Nao. Sekarang aku udah resmi jadi anggota tim basket. Aku latihan dulu ya.”
“Lalu pulangnya kapan?” Naomi mengerutkan keningnya.
“Kalau sudah latihan. Udah dulu ya. kau duluan saja pulangnya Nao. Bye” Rex langsung melangkah pergi dan meninggalkan Naomi sendirian. Naomi akhirnya pulang sendirian.
Saat di depan gerbang, Ahmed sudah menunggu cukup lama di dekat gerbang sekolah. Ia bersembunyi dahulu agar tak mengejutkan Rex kembali. Namun yang dia lihat bukan lah Rex. Semua sudah keluar dari sekolah tapi Rex tak muncul juga pikir Ahmed. Saat melihat Naomi, Ahmed cukup senang. Tapi kembali kecewa karena Naomi sendirian.
“Bukankah itu gadis yang bersama pemuda itu? Tapi kok sendirian? Bukankah ini sekolahnya. Tak mungkin salah kan. Tapi kemana pemuda itu?” keluh Ahmed dalam hatinya. Iya Ahmed sudah berkeliling sekitar kota mencari sekolahnya Rex. Dan saat ditemukan betapa gembiranya Ahmed. Sudah cukup lama dia menunggu di dekat gerbang sekolah. Namun yang ditunggu tak muncul juga. Hanya Naomi sendirian yang keluar dan pulang sendirian. Ahmed jadi menggaruk tengkuknya yang tak gatal tersebut.
“Apa aku tunggu saja lagi? Atau masuk kedalam saja? Atau ikutin gadis itu saja ya?” Ahmed menimbang-nimbang yang ia pikirkan ini.
Akhirnya ia ikutin saja Naomi dari kejauhan. Mungkin kalau di ikutin akan bertemu Rex.
Naomi yang tak sadar di ikutin hanya berjalan santai. Namun kemudian Naomi melihat David sedang sendirian di sebuah gang kecil dan di hajar beberapa pemuda dari sekolah lain. Sontak saja Naomi segera hampiri dan menolong David.
“Hey, lepaskan dia” Ucap Naomi.
Kelima pemuda dari sekolah lain tersebut menatap sinis ke Naomi.
Ke empat pemuda langsung mendatangi Naomi dan hendak meringkus Naomi. Namun Naomi segera menghajar dan menangkis setiap serangan yang ada. Terjadilah baku hantam diantara mereka. Naomi yang pandai bela diri dengan cekatan menangkis dan membalas semua serangan yang dia terima. Hingga akhirnya saat Naomi tendang, tinju dan pukul semua pemuda tersebut pun bonyok dan jatuh ke tanah.
Naomi tersenyum puas. Si ketuanya kini hendak meninju Naomi. Tapi Naomi dengan mudah mengelak lalu ia serang dengan tinjuan dan tendangan kuat. Hingga si ketua tersungkur. Semua anak anggota nya heran dan kaget karena ketuanya pun di libas dengan mudah. Mereka segera memapah ketuanya dan kabur semuanya meninggalkan Naomi dan David.
Dari kejauhan Ahmed memperhatikan, ia cukup kagum melihat ketangkasan Naomi. Gadis itu hebat juga bela dirinya. Begitulah pikir Ahmed.
Naomi membantu david berdiri. David sudah memar dan terluka sedikit wajahnya.
“Kau ini cowok, kenapa kalah dengan anak sekolah lain” Bentak Naomi.
“Cerewet ah, kalau galak gitu siapa yang mau sama mu. Pantas saja jomblo terus” Ucap David ke Naomi.
Naomi hanya menatap datar.
“Eleh, kau sendiri saja masih jomblo. Kok ngatain orang. Cih” Naomi mencibir.
David malah tertawa terpingkal-pingkal. Naomi malah mengerutkan keningnya.
“Apa yang lucu?” Tanya Naomi.
“Gak apa. Baru sadar aku, kalau aku juga jomblo hehehe. Eh, kemana cowok mu?”
“Cowok? Rex maksudmu?”
__ADS_1
“Iyalah. Kan kalian selalu berdua”
“Dia bukan pacarku. Kami hanya teman. Rex sedang latihan basket disekolah. Aku pulang duluan. Karena kau sudah tak apa. Aku pergi. Bye” Naomi lalu meninggalkan David.
“Eh, emang cewek bar-bar kau ya” David geleng-geleng kepala sendiri. Ia lalu melangkah pergi juga.
Dari kejauhan Ahmed telah mendengar perkataan Naomi. Ia dengan segera mencari kembali ke sekolah Rex. Ia harus bertemu Rex secepatnya.
Waktu berlalu dan hari semakin sore.
“Oke Rex. Sudah cukup. Esok lagi latihannya. Ingat selalu bawa pakaian olah raga. Seragam basketmu akan segera bapak tempahkan” Ucap Pelatih Jo.
“Oke Pak. Saya pamit pulang” Rex pun pamitan.
Setelah kembal berganti pakaian seragam sekolah biasanya, Rex pun mengambil tasnya dan bergegas pulang. Hari sebentar lagi maghrib jadi dia harus segera pulang. Ia takut kakeknya cemas.
Saat sampai di depan gerbang sekolah, Rex malah di dipanggil oleh Ahmed. Ahmed sangat senang akhirnya bisa bertemu Rex.
“Rex....” Panggil Ahmed.
Rex menoleh dan cukup kaget juga ia melihat Ahmed ada di sekolahnya.
Bersambung....
Mungkin setelah ini Rex akan mengetahui jati dirinya ya gaes. Uhuy.. hehehe :)
Oh iya. Bagi yang mau visual Rex, Author bayangin kalau Rex itu mirip aktor cina yang bernama Yang Yang. Jadi imajinasikan wajah Rex seperti Yang Yang aja ya. Oke. Sesuai covernya juga tuh hehehe :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1