Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 34.


__ADS_3

Semua terkaget dan tercengang mendengar penuturan dari Ahmed. Bahkan Naomi dan Rex sendiri saja kaget. Dan Brian juga nampak syok.


Sebuah Dompet seharga 291 juta sungguh fantastik. Bahkan Brian kini tak dapat berkata-kata lagi. Ini lebih mahal dari kalung yang ia hadiahkan pada Rere. Ahmed juga menunjukan bon pembeliannya. Sebagai bukti kalau ia tak berbohong. Setelah di cek Rere, Mamanya Rere dan Brian ternyata bener yang di ucapkan oleh Ahmed.


Rex dan Naomi ikut serta melihat bon struk pembelian tersebut. Ternyata bener adanya. Semua juga memeriksa. Kini semua tentu percaya pada Ahmed dan Rex. Apa lagi Julia sudah dari awal tahu keaslian dompet tersebut.


“Oke, semuanya sudah terbukti kan. Dan sama seperti yang saya katakan kalau ini barang asli. Jadi sekarang kita lanjutkan saja acaranya dan silahkan menikmatin hidangan yang ada. Terima kasih untuk kedatangan di acara pesta ulang tahun Rere, putri ku. Silahkan semuanya happy fun” Ucap Julia.


Kini semuanya kembali menikmatin acara dan hidangan yang ada. Musik kembali mengalun dan semua tamu sudah tak meragukan Rex. Keadaan kembali baik.


Julia menatap putrinya Rere dan Rex bergantian. Ia tersenyum manis. Sedangkan Brian yang sudah kalah malu, kini menyingkir. Ia menemui Scoot dan pamitan pulang. Jerry dan Jenny mengikutin Brian. Pamitan pada Rere dan kedua orang tuanya lalu pulang. Hanya David yang masih di samping Naomi. Dan Naomi kembali melihat ke arah Rex dan Rere yang kembali dekat. Sepertinya Mama Rere memberikan sinyal lampu hijau untuk Rere dan Rex. Ahmed berdiri di dekat Rex pula.


Sedangkan Scoot memilih berbicara dengan beberapa temannya.


“Maaf hal yang tidak mengenakan tadi ya Rex” Ucap Julia.


“Iya Tante. Gak apa-apa.” Rex santun dan hormat pada Julia.


“Ya udah nikmatin acaranya ya. Dan Rere, Mama mau temanin Papamu ya”


Rere menganggukan kepalanya dan pergilah Julia menuju arah Scoot suaminya. Kini Rex dan Rere kembali berdua. Dan Ahmed pamit undur diri hendak kembali ke mobil saja menunggu Rex di mobil. Untuk Naomi, ia menyingkir dan di ikutin oleh David.


Rex dan Rere kembali berdua. Mereka tertawa dan tersenyum. Saling mengobrol berdua. Sedangkan Naomi terus di ikutin oleh David. Naomi dan David agak menjauh dari Rex dan Rere. Naomi melirik David.


“Kenapa kau mengikutin ku terus? Sana jauh-jauh. Bukankah teman-temanmu baru saja pergi” Naomi melirik jengkel pada David.


“Kau sudah tak apa? Sudah baik-baik saja?” David masih mencemaskan Naomi.


“Aku baik. Dan lupakan semuanya”


“Syukurlah”


Naomi menatap David bingung. Apa-apaan ini orang? Udah ngikutin terus eh bersikap aneh lagi. Maunya apa ya begitu pikir Naomi. Ia menatap curiga pada David. David merasakan tatapan aneh dari Naomi. Ia bisa merasakan kalau Naomi pasti curiga padanya.


“Aku tak berniat jahat Naomi. Aku mau berteman denganmu dan kenal dengan mu lebih dekat. Bolehkan?” David bersungguh-sungguh ingin dekat dengan Naomi.


Naomi merasa heran dengan David. Apa maksudnya itu? Begitulah pikir Naomi di dalam isi pikirannya.


“Naomi, kok Rex bisa beli Dompet semahal itu? Bagaimana bisa? Bukankah dia miskin? Lalu pria tadi yang mengaku pelayan Rex itu benarkah??”


Mendapatkan pertanyaan seperti itu tiba-tiba membuat Naomi heran. Naomi sampai berpikir kalau David ingin mendekatinnya hanya karena ingin mencari tahu tentang Rex. Naomi menjadi merasa harus berhati-hati saja.


“Tidak tahu” Jawab Naomi ketus. Dan David hanya bisa menghela nafas panjangnya.


Pesta terus berlanjut. Sampai acara ke tahap Rere mengucapkan doa di depan kue ulang tahunnya kemudian meniup lilinnya. Kue di potong-potong. Kue pertama, Rere serahkan pada kedua orang tuanya. Kue kedua, Rere berikan pada Rex. Semua kembali bersorak dan bertepuk tangan. Semua bergembira.


Hari semakin larut dan Rex pamitan pulang. Kini Rex dan Naomi menuju arah mobilnya. David pamitan pada Naomi. David pulang sendirian. Di dalam mobil, Naomi dan Rex kembali duduk bersisian. Cuma bedanya sekarang hati Rex sedang berbunga dan Naomi hatinya sedang tak nyaman. Ia masih sedih sebenarnya.


Beberapa saat kemudian sampailah mereka di rumah masing-masing. Naomi tak banyak bicara, ia langsung masuk ke rumahnya. Rex agak heran. Namun ya sudah lah. Rex pun masuk ke rumahnya yang reot itu. Dan Ahmed kembali ke hotelnya.

__ADS_1


Esok harinya.


Rex sudah bersiap hendak pergi sekolah. Kembali Ahmed menjemput di depan rumahnya Rex. Kakek Rex, Dicky Han sedang di kamarnya. Sehabis sarapan bersama, Dicky Han kembali beristirahat. Katanya kurang sehat. Jadi mau tiduran saja. Rex pun keluar rumah untuk berangkat sekolah. Ia menghampiri rumah Naomi. Dipanggilnya beberapa kali namun Naomi tak keluar. Mama Naomi yang baru saja hendak berangkat kerja berkata, kalau Naomi sudah pergi duluan. Akhirnya Rex kembali ke arah Ahmed yang menunggu di dekat mobil di depan rumahnya.


“Kita pergi sekarang?” Tanya Ahmed.


“Iya. Tapi apakah harus naik mobil ini lagi. Terlalu mencolok dan berkelas” Rex kurang setuju. Ia tak mau pun sebenarnya.


“Sudah lah. Tak apa. Ini kan untukmu juga. lagian mobil seharga 950 juta ini biasa saja” Ahmed berkata santai. Sedangkan Rex memegang keningnya yang tak pening sebenarnya. Ia hanya pusing dan bingung.


Namun karena Ahmed mau seperti itu, ya sudah lah ikutin saja.


Naiklah Ahmed dan Rex ke dalam mobil. Rex duduk di depan bersama Ahmed yang menyupirkan mobil. Mereka menuju sekolah Rex. Sepanjang perjalanan tak banyak yang ia bicarakan dengan Ahmed. Namun kini Rex dan Rere saling bertukar chat sudah. Mereka saling berbalas chat. Seperti kedua sejoli yang baru jatuh cinta saja. Keduanya tersenyum bahagia saat berbalas chat. Padahal hanya chat, bukan irangnya langsung. Tapi rasanya kok bahagia dan menyenangkan ya.


Tak terasa sampailah Rex di dekat sekolahnya. Bahkan mobilnya masuk sampai ke halaman sekolah. Yang membuat semua siswa dan orang di sekolah menatap takjub. Mobil siapa tuh? Kok keren dan bagus banget ya. Pasti mahal. Begtulah pikir mereka.


Rex pun turun dari mobilnya. Dan membuat semua yang melihat kaget dan tak percaya.


“Itu Rex kan”


“Eh iya tuh”


“Kok Rex naik dan turun dari mobil mewah ya?”


“Pas pesta Rere juga kasi dompet mahal”


“Wah, apa Rex itu anak orang kaya ya?”


“Eh kalau beneran kaya paket komplit dong. Secara Rex itu sekarang tajir, tampan, keren dan pintar. Aduh, idaman banget ya”


Begitulah semua ucapan para gadis di sekolah Rex. Rex dengan santai berjalan dan masuk ke kelasnya. Ia sampai tak sadar kalau ia sekarang menjadi sorotan semua orang. Bahkan saat masuk ke kelas pun semua yang cewek masih saja heboh. Seperti melihat seorang pangeran saja.


Rex duduk di meja dan kursinya yang biasanya ia tempatin. Namun sekarang begitu banyak kartu ucapan cinta, coklat dan bunga untuk nya. Bahkan ada surat cinta. Sampai mejanya penuh dengan barang tersebut. Rex nampak bingung.


Dari jauh, Brian menatap tak suka. Ia mengajak Jerry dan David untuk keluar kelas bersama. dan pergilah mereka. Sedangkan Jenny dan Rere datang mendekatin Rex.


“Rex....” Sapa Rere.


Rex menoleh.


“Eh Re, udah sampai sekolah?”


“Iya. Eeemm ... banyak sekali yang memberikan mu ini. Sepertinya sudah banyak yang ngefans sama mu ya Rex” Rere menggoda.


“Hehehe... biasa aja kok Re”


“Rex, kau itu apa anak orang kaya? Tapi bukannya kau miskin?” Jenny tiba-tiba bertanya. Yang siapa pun mendengar langsung menoleh ke arah Rex.


“Jen....” Rere memberikan tatapan tajam. Namun Jenny tak peduli.

__ADS_1


“Bagaimana ya. aku juga susah menjelaskannya” Jawab Rex.


“Tadi kami sempat lihat kalau kau turun dari mobil mewah ke sekolah. Terus itu mobil yang sama sewaktu ke pesta ulang tahun Rere tadi malam kan? Lalu dompet mahal edisi terbatas itu juga, bagaimana kau membelinya? Benarkah paman yang tadi malam itu pelayanmu? Tadi dia juga yang mengantarmu ke sekolah kan?” Begitu banyak pertanyaan dari jenny.


Rere hanya geleng-geleng kepala. Heran dia melihat Jenny. Yang biasanya tak peduli dengan Rex atau hanya mengejek namun sekarang begitu kepo. Sedangkan Rex hanya diam saja. Bukannya menjawab pertanyaan Jenny, Rex dan Rere malah pergi meninggalkan Jenny sendirian. Rere menarik tangannya Rex keluar kelas. Tak peduli banyaknya mata melihat ke arah mereka.


Rere membawa sampai keluar menuju sebuah tempat yang menjauh dari yang lainnya. Kini keduanya saling menatap. Rere melepaskan pegangan tangannya. Ia menatap Rex tersenyum sambil malu-malu. Rex juga tersenyum melihat Rere.


“Re, setelah tadi malam ... jadi kita sekarang apa?” Rex bertanya ragu-ragu. Ia takut salah mengartikan. Walau mereka terus saling chat. Namun pembahasan chatnya tak ada menjurus hal hubungan ini bagaimana. Jadi Rex bertanya agar lebih jelas saja.


“Maksudnya yang tadi malam bagaimana?” Rere menahan senyumnya. Ia ingin Rex mengatakannya didepannya.


“Yang kiss tadi malam. Jujur aku suka sama mu Re. Dari dulu malahan. Jadi apakah hubungan kita sekarang ini adalah pacaran? Soalnya tadi malam kita kan sudah kiss”


Rex menatap lurus ke arah Rere. Kedua pasang mata saling beradu.


 


 


 


Bersambung....


 


Kira-kira jawaban Rere apa ya? Kali ini mereka pacaran gak ya? Pasti udah ketebak ya kan hehehe :D


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2