
Saat ini pihak Naomi dan Rex sedang mencari keberadaan Miranda. Semua anak buah di kerahkan. Naomi yang seharian panik tak menyadari ada chat masuk dari Miranda. Tommy yang merasa tak tenang segera ikut mencari pula padahal dia masih kurang sehat.
Saat semua sudah lelah, barulah Naomi melihat pesan chatnya. Dan betapa kegetnya Naomi ternyata ada pesan chat masuk dari Miranda. Naomi segera memberitahukan kepada Rex. Dan berangkatlah mereka semua untuk menolong Miranda, Tommy pun ikut serta mencarinya.
Sebenarnya Rex melarang Tommy ikut serta tapi kelihatannya Tommy punya tekad kuat untuk juga membantu mencari dan menolong Miranda akhirnya mereka berangkat semua.
Sesuai lokasi yang di berikan ke hape Naomi maka mereka akhirnya menemukan lokasi Miranda. Semua anak buahnya Rex menyerbar dan mengepung tempat tersebut.
Di dalam ruang tersebut, Miranda yang sudah pingsan hendak di nodai tapi segera si baju jingga kembali melarang temannya.
“Kau gila. Jangan. Dia saja sudah pingsan. Kita biarkan saja dia. kita pergi dari sini.” Ajak si baju Jingga ke baju coklat.
“Apa kau tak berminat dengan gadis cantik itu?”
“Tidak. Lagian kita salah telah membawanya kemari lagian temannya tadi malam juga telah kita tikam. Itu kriminal bro. Kita harus pergi sebelum terlambat.” Ucap si baju Jingga.
“Dasar pengecut kau!!!” si baju coklat marah.
Baju dongker, baju hitam dan baju hijau segera mendekati temannya si baju Jingga dan Coklat.
“Sudah lah. Kenapa kalian ribut. Ini akibat kita mabuk tadi malam. Ayolah jangan ribut sesama teman.” Ucap si baju dongker.
Tepat mereka sedang berbincang, seluruh anak buah Rex langsung menggerebek tempat dan menodongkan pistol ke arah 5 pria tersebut. Ke lima pria tersebut pun tak bisa berkutik dan berlutut minta ampun. Tommy , Rex dan Naomi masuk.
Ke lima pria tersebut kaget saat melihat si Tommy ikut masuk.
“Celaka.” Gumam si baju Dongker kepada ke empat temannya.
“Dimana gadis yang bersama kalian hah?” Tommy mnghajar si baju coklat berkali-kali k wajahnya. Ia terhuyung menerima bogem dari Tommy.
Melihat temannya, ke empat tersebut langsung menunjuk sebuah ruangan di mana Miranda tersekap. Tommy langsung menuju tempat tersebut. Di dalamnya terlihat kalau Miranda sedang pingsan dan terkulai lemas. Seluruh tubuhnya luka-luka bekas cambukan. Tommy menggendongnya membawa keluar.
Rex mlihat kondisinya Miranda, dia begitu berang.
“Kalian melakukan ini pada Miranda. Maka harus siap menerima hukuman dari ku.” Rex terlihat marah. Pandangannya menjadi gelap.
Mereka smua ketakutan. Ternyata mereka menggangu orang yang salah. Si Jingga sudah memperingati teman temannya tapi tak ada yang mendengarnya dan kini mereka semua akan menerima akibatnya.
“Maafkan kami. Tolong maafkan. Tapi kami tak ada yang menyentuhnya.” Ucap si Jingga.
“Lalu dia sampai terluka begini bagaimana hah?” Rex menatap tajam.
“Itu ....” mereka akhirnya cerita kalau si baju coklat sempat mencambuknya tapi jujur kalau mereka tak ada yang menodainya.
Naomi yang merasa kesal langsung menghajar semua pria tersebut satu persatu. Satu persatu dari mereka merasakan bogem dari Naomi. Semuanya terkulai lemas.
Naomi mengajak Tommy agar ikut bersamanya. Mereka hendak membawa Miranda berobat dahulu. Akhirnya hanya tinggal Rex dan beberapa anak buahnya.
“Habisi mereka semua dan untuk yang berbaju coklat habisi dia lebih parah.” Rex menatap dingin. Semua memohon belas kasian dari Rex tapi Rex sudah tak perduli. Dia meninju si baju dongker berkali-kali. Kemudian si baju coklat habis di pukul dan di tendangnya, sebuah pistol lalu mendarat pelurunya mengenai ke kaki si baju coklat. Puas Rex melakukannya, dia lalu menyuruh semua anak buahnya agar menghajar mereka semua.
__ADS_1
Kelima pria tersebut pun kena hajar habis-habisan oleh anak buah Rex. Rex hanya tersenyum dingin.
Usai puas, mereka meninggakkan kelima pria tersebut dengan luka babak belur.
Rex dan anak buahnya segera kembali ke hotalnya.
Kini Miranda sudah di baringkan di kamarnya. Seorang dokter sudah memeriksanya. Hasilnya Miranda baik saja hanya terdapat luka cambukan. Dokter memberikan obat untuk Miranda. Setelahnya dokter pun pamitan pergi.
Kini Rex dan Tommy menatap ke arah Naomi.
“Bagaimana?” tanya Tommy mulai cemas.
Rex dan Naomi hanya tersenyum.
“Sepertinya sudah ada yang cemas Nao.” Rex melirik.
“Iya. kau benar.” Naomi sepemikiran.
“Miranda baik-baik saja. Cuma hanya terluka cambukan. Syukurlah dia tidak di nodai. Dokter sudah mengobati dan biarkan Miranda istirahat serta memulihkan dirinya.” Naomi menjelaskan.
“Syukurlah. Kalau begitu kami pamitan. Selamat istirahat.” Ucap Rex dan membawa Tommy ikut serta dengannya. Walau Tommy sebenarnya hendak melihat lagi kadaan Miranda.
Karena masing-masing sudah kembali ke kamarnya maka mereka tidur di kamar masing-masing.
Esoknya.
Miranda yang sudah bangun merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Naomi bangun dan melihat keadaan Miranda.
Miranda langsung memeluk dan menangis.
“Sudah tenanglah. Sekarang kau aman. Tommy sendiri loh yang membawamu kemari. Dia menggendongmu dan sangat cemas padamu.”
Miranda melepaskan pelukannya kemudian melihat ke arah Naomi.
“Benarkah itu?”
“Iya. aku, Rex dan Tommy datang menolongmu. Bahkan Tommy segera mengendongmu. Dia sungguh keren saat itu.”
Miranda terlihat brsemu merah wajahnya.
“Dia mencemaskan ku?”
“Iya. aku rasa pilihan tepat menjodohkan kalian berdua.” Naomi mengdipkan matanya. Dan Miranda pun terlihat malu-malu.
Pagi itu mereka sarapan bersama. Rex dan Tommy ikut serta dengan mereka. Rex juga menanyakan keadaan Miranda, bahkan Tommy pun sama. Miranda berkata sudah tak apa-apa. Mereka sarapan bersama dengan tenang.
Siangnya, mereka semua kembali ke istana setelah dua jam lamanya perjalanan.
Semenjak hari itu Miranda dan Tommy nampak dekat. Rex dan Naomi merasa senang pula.
__ADS_1
Waktu terus berlalu dan ujian pun tiba. Setelah ujian sekolah, Miranda pun tak lama kemudian di nyatakan lulus sekolah. Bahkan Rx bertanya kepada Miranda hendak kuliah dimana? Apa tempat dimana Sonian kuliah atau di tempat Rex dan Naomi kuliah? Nyatanya Miranda tak mau melanjutkan sekolah. Katanya ingin menikah saja dengan Tommy.
Rex pun akhirnya menyetujuinya.
Acara pernikahan Miranda dan Tommy pun segera di langsungkan. Semua bersuka cita merayakan pernikahan Miranda dan Tommy yang sakral tersebut. Pesta pernikahan pun meriah diadakan Rex untuk Miranda dan Tommy. Tommy pun langsung naik jabatan. Sebuah tempat juga di sediakan bagi Miranda dan Tommy yang Sudah menikah sama hal nya seperti Ahmed dan Sonia.
Perut Sonia pun lama kelamaan pun semakin membesar. Syukurnya sebelum Sonia melahirkan, dia tlah meyelesaikan kuliahnya. Setelah selesai kuliah barulah Sonia mlahirkan sorang bayi kembar. Dua orang putri kembar. Semua menyambut dengan suka cita.
Waktu terus berlalu dan tahun demi tahun pun berlalu.
Kini Naomi dan Rex sudah kuliah tingkat akhir.
Rex berencana mnikah dngan Naomi setelah mereka sama-sama lulus kuliah. Tapi masih ada semester akhir yang harus mereka lewati dahulu sebelum tujuan tersebut terlaksanakan.
Saai ini siang hari, kebetulan Rex belum selesai dengan mata kuliahnya. Naomi menunggu Rex di bangku kantin di tempat dimana dia kuliah. Kantinnya sangat bersih dan makanannya sangatlah enak semua. Saat itu Naomi tak memesan apa pun, dia hanya duduk sambil membaca buku.
Seorang pemuda tampan datang mendekat ke arah Naomi. Naomi merasa ada yang datang segera mendoangak melihat orang yang datang tersebut.
“Maaf kalau menggangu, namaku Zack. Namamu siapa Nona?” Zack ini mahasiswa pindahan baru beberapa bulan ini. Dia sering ke kantin dan sesekali melihat Naomi. Sudah lama dia mau kenalan dengan Naomi tapi dia takut. Baru inilah dia memberanikan dirinya mendekati Naomi.
“Aku Naomi Yamaguchi. Panggil saja aku Naomi.” Naomi pun menyambut tangannya Zack keduanya berjabat tangan.
Zack pun duduk di hadapan Naomi. Dia senang ternyata Naomi adalah gadis yang baik dan ramah.
“Bolehkan kita berteman. Aku siswa pindahan. Baru beberapa bulan kuliah di sini. Kira-kira 3 bulan ada. Jadi maukah kau berteman denganku.” Zack berharap Naomi mau.
Naomi agak kaget juga karena selama dia kuliah tak ada yang berani mendekatinya karena tahu status Naomi adalah calon permaisuri dari Rex. Siapa pun di turki pasti mengenal Rex. Dan anak baru ini nampaknya tak mengetahui apa pun.
“Tentu saja.” Naomi tersenyum ramah. Zack tentu senang.
Di saat keduanya asyik mengobrol dari jauh Rex melihat Naomi nampak akrab dengan Naomi. Rex pikir dengan statusnya maka tak ada yang berani menggangu Naominya ternyata masih ada yang berani.
Rex datang mendekat.
“Ehem ....” Rex berdeham. Naomi dan Zack melihat ke Rex yang baru tiba.
Bersambung....
Hem ... apa motif Zack itu ya? kalau sudah lama memperhatikan Naomi, berarti Zack itu adalah?
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
__ADS_1
Kasi komen yang positif ya kak :D Komentarnya mana komentarnya hehehe :D
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D