Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 72.


__ADS_3

“Ada yang kau sembunyikan kah?” mata Rex menatap tajam melihat ke arah Ahmed.


Ahmed masih diam. Ia tak berani menjawab. Bagaimana mungkin ia akan berkata kalau dirinya dari istana para putri bisa-bisa ia akan ditanya kan hal yang lain kembali. Ahmed tak mau kalau Rex sampai tahu kalau ia telah menyukai putri Sonia. Bukan hanya tak pantas tapi juga memang tak mungkin. Ia tak berani. Ahmed menunduk.


“Apa kau telah melakukan kesalahan kah Ahmed?” Rex menatap sambil menaikan alis matanya sebelah.


“Tidak Tuanku. Hamba tidak berani malahan.”


“Kalau begitu kenapa tingkahmu aneh sekali? ada apa?”


“Tadi hamba lari-lari kemari Tuanku. Makanya nafasnya masih tak beraturan dan keringat bercucuran.” Ahmed mencoba menjelaskan. Ia harap Rex percaya.


“Lalu kau dari mana?”


“Dari berkeliling istana saja.”


“Oh. Yang ku ucapkan tadi kau sudah pahamkan Ahmed?”


“Iya Tuanku. Kita buat jebakan saja bagaimana?”


“Caranya?”


“Buat kalau Paul masih hidup. Dan sebarkan. Otomatis mereka akan sibuk mencari keberadaannya dan mulai gelisah. Saat itu kita hanya memantau dan mulai menangkap mereka.” Ahmed memberikan usul.


“Oke. Kita pakai ide mu itu.” Rex setuju.


Sejak saat itulah dimulai berita kematian Paul tidaklah benar. Paul masih hidup dan sedang di rawat di ruangan khusus yang hanya Rex yang mengetahuinya. Berita di sebar di seluruh istana dan sampai keluar istana. Semua mata-mata yang di tempatkan pun akhirnya mendengar dan segera melapor ke Joe. Joe yang mendengar langsung ke wisma Mariana. Ia pun mengabarkan berita Paul masih hidup juga.


“Apa kau bilang Joe? Paul masih hidup? Bukankah anak buah mu bilang ia berhasil membunuhnya?” Mariana menatap kaget dan juga bingung ke arah Joe.


“Hamba juga bingung Yang Mulia. Karena itu hamba segera melapor.”


Mariana berjalan mondar mandir di ruangannya. Ia menatap ke arah Joe sesekali dan bahkan mulai berpikir.


“Apa kau sudah mengeceknya Joe? Itu benar Paul masih hidup atau tidak?”


“Susah untuk mengetahuinya. Semua mata-mata kita berkata kalau Rex langsung yang menjaga dan merawat Paul.”


“Jadi dia masih dalam keadaan kritis begitu kah?”


“Bisa jadi. Namun tak tahu.”


“Coba kau tanya anak buah mu yang kemaren membunuhnya. Atau tempatkan seseorang untuk kesana mencari tahu.” Mariana memberi perintah.


“Semua mata-mata kita disana sudah mencari tahu tapi tak ada yang mendapatkan info.”


“Pasti ada ruang khusus yang tak di cari. Coba cari sampai dapat atau kau masuk kesana, ah tidak.  kita utus saja Kiara.” Mariana menatap Joe. Joe kaget Mariana menyebutkan nama Kiara. Sesungguhnya Joe dan Kiara sedang menjalin kasih asmara. Walau terpaut usia yang lumayan jauh tapi telah tumbuh cinta di antara Joe dan Kiara. Mereka pun menjalin kasih di belakang mariana.

__ADS_1


Joe menegang saat nama Kiara di sebut. Ia tak mau Kiara terlibat hal-hal yang akan membahayakan nyawanya. Lebih baik ia yang terjun ke lapangan dari pada Kiara. Namun Joe tak berani membantah Mariana.


Mariana pun memanggil Kiara dan memintanya menyelinap ke istana. Kiara pun memandang ke arah Joe. Keduanya saling bertatapan. Namun saat Mariana berkata kembali akhirnya Kiara setuju. Karena bagaimanapun baik Joe dan Kiara merasa berhutang budi pada mariana. Jadi mereka menurut saja.


Masuklah ke istana Kiara. Ia menyamar menjadi seorang pelayan. Di setiap istana ia selidiki dan masuk dengan alasan untuk bersih-bersih. Tak ada yang memperhatikan gerak geriknya. Hanya Ahmed yang tahu. Karena semua orang di istana sudah ia tandai. Jadi jika ada orang baru maka akan segera ia ketahui.


Kebetulan Ahmed melihat Kiara sedang bersih-bersih di sekitar ruang belajar Rex. Ahmed heran tak pernah melihatnya apa wanita itu pelayan baru. Jika iya maka mencurigakan. Ahmed pun merasa langsung curiga pada Kiara. Ia mulai memperhatikan gerak gerik Kiara.


Hal tersebut pun ia kabarkan pada Rex. Saat keduanya sedang berdua saja dalam kamar Rex.


“Hamba melihat seorang pelayan baru di istana Tuanku.”


“Mungkin kah dia salah satu anggota mereka.”


“Bisa jadi.”


“Kita langsung lanjut ke rencana selanjutnya Ahmed.”


“Baik.”


Rex dan Ahmed langsung menjalankan rencananya kembali. Rex dan Ahmed sengaja berjalan-jalan di sekitar taman istana. Mereka berjalan sambil berbincang-bincang. Sengaja di lakukan oleh Rex dan Ahmed.


Kebetulan Kiara sedang di tugaskan membersihkan halaman di sekitar taman sekalian menyiram bunga-bunganya. Dan di sanalah Kiara mendengar Rex dan Ahmed sedang berbincang. Kiara mendengarkan dengan seksama.


“Tuanku, tugas yang anda berikan sudah hamba jalankan. Setiap saat hamba melihat keadaan Paul dan ia mulai membaik kondisinya sekarang.”


“Ya Tuanku.”


Rex dan Ahmed berakting sangat baik. Mereka pura-pura tak tahu kalau Kiara telah mendengar. Cepat-cepat Kiara membereskan pekerjaannya untuk membersihkan halaman dan menyiram bunga. Malam harinya, Kiara mengendap-endap berjalan keluar dari kamar para pelayan.


Kiara berjalan keluar istana dengan beberapa mata-mata yang sudah disuap dan ditempatkan di istana. Kiara keluar istana dan hendak bertemu Joe. Dan Rex serta Ahmed telah berganti pakaian dan menyamar dengan pakaian biasa juga. Mereka mengikuti Kiara. Kiara sendiri tak sadar telah di ikuti.


Kiara melewati sebuah pasar dan terus masuk ke sebuah bar dimana di sana Joe telah menunggunya. Setiap malam Joe akan di sana untuk menunggu info dari istana. Ke sanalah Kiara menuju. Kiara masuk bar dan duduk di kursi yang dekat dengan Joe. Rex dan Ahmed pun masuk, memperhatikan Kiara dan Joe. Mereka bersembunyi di antara beberapa celah yang ada.


“Joe....” panggil Kiara setelah ia duduk di sebelah Joe.


“Kiara, bagaimana?”


“Tuan Paul memang masih hidup, aku mendengar sendiri kalau Ahmed dan pangeran berkata hal tersebut. Dan dikatakan kondisinya membaik. Menunggu sadar saja baru pangeran akan menemuinya.”


“Jadi berita itu benar kah?”


Kiara menganggukkan kepalanya. Joe menghela nafas panjang. Ia tak suka jika anak buahnya gagal.


“Lalu selanjutnya aku harus bagaimana. Para pelayan tak boleh membawa alat komunikasi maka aku kemari mencari mu.”


“Jika sudah saatnya mereka menemui Paul maka kau cepat kabarin aku, Kiara. Setelah itu akan ku ringkus mereka dengan semua anak buah yang ku bawa.”

__ADS_1


“Baik. Tapi sebaiknya kau lapor dahulu dengan madam.”


“Baiklah.”


Percakapan Kiara dan Joe tak terlalu dapat di dengar Rex dan Ahmed, namun kini mereka sudah tahu kalau Kiara adalah salah satu di antara mereka. Sedangkan Joe sendiri apakah bosnya atau hanya perantara itu yang belum diketahuinya.


“Tuan, hamba usul hendak mengikuti pria tersebut. Ia cukup sangar, biar hamba yang urus.”


“Lalu?” Rex menatap ke Ahmed.


“Anda mengikuti si wanita saja.”


“Bagaimana kalau aku ikuti si pria dan kau si wanita saja.”


“Baiklah, kita ikuti si pria bersama-sama saja. Hehe.”


Rex pun mengangguk. Karena mengikuti Kiara percuma hanya akan kembali ke istana kembali. jadi mereka sepakat mengikuti Joe.


Joe dan Kiara berpisah, namun keduanya sempat berpelukan. Rex melihat ada yang khusus di antara hubungan wanita tersebut dengan si pria. Ahmed dan Rex kembali bersembunyi. Kiara pergi dan kembali ke istana. Sedangkan Joe, ia mulai pergi dari bar. Ahmed dan Rex mengikuti Joe. Joe pergi dan menjauh dari jalanan raya. Ia masuk ke suatu jalanan dan gang sempit kemudian pergi semakin jauh.


Joe kemudian naik kendaraannya, Ahmed pun dan Rex mengikuti dengan kendaraan mereka. Joe semakin jauh dan memasuki sebuah kawasan hutan. Ia semakin masuk kedalam. Ada jalan setapak dan ia masuk semakin dalam hingga sebuah wisma yang cukup besar dan megah terlihat, barulah Joe turun. Joe masuk kedalam wisma tersebut.


Ahmed dan Rex pun sampai. Mereka memarkir kendaraannya di dekat jalan tersembunyi. Mereka berdua mengendap dan melihat wisma tersebut.


“Ahmed, tempat apa ini?” Rex menunjuk wisma tersebut.


“Hamba juga tak tahu Tuanku. Apakah kita masuk saja?”


Ahmed melihat ke Rex dan menunggu jawaban serta keputusan Rex.


Bersambung....


Nah ... tempat Mariana sudah diketahui, akankah Rex mengetahui kebenarannya?


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D


Lomba akan berakhir, jadi yuk dukung selalu karya Author ini ya kak :D Jangan lupa kasi dukungannya dengan hadiah-hadiahnya ya kak.


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D 😘😍🥰🤗🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2