Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 87.


__ADS_3

“Tapi kau harus segera pulih putri. Aku ingin kau kembali sehat. Jadi bagaimana kalau kau di jodohkan saja dengan Ahmed, aku rasa itu adalah hal bagus.” Rex berucap dan membuat Sonia dan Ahmed terdiam terpaku di tempat. Keduanya saling pandang dan kedua matanya saling beradu. Sonia dan Ahmed kaget dengan ucapan Rex.


Tak ada yang tahu hubungan Ahmed dan Sonia. Dan tak ada yang curiga pula. Bahkan tak ada yang menyadari juga. Tapi kini Naomi melihat tatapan dari Ahmed dan Sonia yang nampak berbeda. Naomi merasakan sesuatu.


“Bagaimana kau mau kan Putri Miranda?” Rex bertanya ke Miranda. Miranda malah terdiam mematung.


Ahmed segera buru-buru menolak.


“Tuanku. Aku rasa itu tak baik. Hamba dan Putri sangat berbeda, lagian hamba hanya bawahan saja. Tak layak untuk seorang putri.” Ahmed segera menolak secara halus.


Rex memandang ke arah Ahmed.


“Tapi cinta lama hanya akan sembuh jika di obati cinta yang lain. Jadi aku rasa tak masalah jika kau dan putri Miranda di jodohkan.” Kembali Rex berpendapat.


“Tapi Tuanku, hamba hanya seorang bawahan.” Ahmed masih tak menerima.


“Siapa yang bilang, bagiku kau sudah seperti keluarga Ahmed. Kau tangan kananku dan wakilku disini. Kau selalu membantuku dan membimbingku bahkan semua urusan istana kau juga ikut dalam andil membantuku. Jadi akan lebih baik kalau putri Miranda bersamamu. Apa karena jabatan? Maka jabatanmu akan segera ku naikkan agar pantas bersama putri Miranda.” Rex memutuskan sudah kalau Miranda akan di jdodhkan dengan Ahmed.


“Tapi Tuanku ....” Ahmed masih berusaha menolaknya.


“Sudah Ahmed. Patuhi saja. Aku sudah putuskan. Dan putri Miranda, yakinlah kalau kau bahagia bersama Ahmed. Ahmed adalah orang yang baik.” Rex tersenyum.


“Terima kasih Yang Mulia.” Miranda memberi hormat.


Ahmed pun terpaksa membungkuk hormat. Wajah Sonia terlihat sedih. Bahkan matanya berkaca-kaca. Dia sudah hendak menangis. Naomi melihat ekspreasi aneh dari Ahmed dan Sonia.


Almira menatap Miranda dan mengucap selamat. Dia memeluk Miranda dan berharap agar kali ini Miranda dapat bahagia.


Rex dan yang lainnya kemudian kembali ke kamarnya masing-masing.


Malam harinya. Sonia dan Ahmed bertemu di tempat biasa mereka bertemu yang jauh dari pengawasan orang orang. Mereka sering ke tempat tersebut menghabiskan waktu bersama menjalin kasih. Sebuah taman yang jauh dari yang lainnya. Taman yang ada sebuah bangku panjang dan menyudut jauh dari istana utama.


Ahmed dan Sonia duduk bersebelahan. Ahmed menunduk dan Sonia menatap sedih ke arah Ahmed.


“Lalu kita bagaimana?” Sonia sudah menitikkan air matanya.


“Maafkan aku sayang.” Ahmed tak tahu lagi harus bagaimana.


“Kita katakan saja pada Yang mulia. Aku yakin beliau bisa mengerti.” Sonia memberi saran.


“Jangan, aku takut beliau akan marah pada kita. Lagian ini untuk membuat putri Miranda kembali membaik.”


“Lalu kau akan mengorbankan cinta kita Ahmed?” Sonia serasa tak percaya dengan Ahmed yang dengan mudah menyerah.


Ahmed bukannya tak mau berjuang demi cinta mereka berdua. Tapi dia tak mau menentang keputusan Rex. Rex adalah tuannya. Dia tak mau melawan tuannya sendiri. Ahmed tipikel anak buah yang setia sampai mati. Ahmed tak menjawab perkataan Sonia.


Sonia kecewa pada Ahmed, dia lalu berlari pergi menjauh. Ahmed menatap sedih. Sonia kembali ke kamarnya dan menangis.


Hari hari telah berlalu. Sudah seminggu dan keadaan Miranda benar kembali baik. Miranda mulai membuka hatinya. Lagian wajah Ahmed juga tak jelak, dia tampan juga. saat ini Ahmed dan Miranda tengah menikmati acara minum teh bersama di sore hari. Tadi siang Miranda mengatakan hendak minum teh bersama di sore hari maka Ahmed pun datang ke tempat Miranda.

__ADS_1


Keduanya menikmati tehnya. Ahmed walau pun berduaan dengan Miranda tapi dia tak berani menatap mata Miranda. Miranda hanya coba dekat dengan Ahmed, karena mereka sudah di jodohkan oleh Rex. Titah sultan adalah perintah dan perjodohan adalah anugrah maka harus mereka taati.


Di saat keduanya sedang ngobrol ringan sambil minum teh, Almira dan Sonia hendak melewati tempat Ahmed dan Miranda berada tapi Sonia menghentikan langkahnya.


“Kenapa kak?” Almira memandang ke arah Sonia.


“Tak apa. Aku mau ke arah lain.” Sonia menyembunyikan perasaan sedihnya. Dia sedih melihat Ahmed bersama Miranda.


“Eh tapi kan kak ....” Almira baru hendak berkata tapi Sonia sudah berjalan duluan dan pergi ke arah lain menghindar jauh. Almira pun mengejar Sonia.


Dari jauh Naomi melihat kelakuan aneh Sonia kemudia melihat ke arah Ahmed dan Miranda. Naomi merasa ada yang salah. Dia baru saja pulang kuliah dan langsung hendak istriahat saja. Tapi Rex yang berpapasan dengan Naomi segera menyapanya dan mengajaknya berjalan-jalan di sekitar taman di dekat kamar Naomi.


“Apa yang kau pikirkan sayang?” Rex melihat ada yang mengganggu pikiran Naomi.


“Aku merasa ada yang salah.”


“Apa itu?”


“Rex, apa keputusan mu benar menjodohkan Miranda dengan Ahmed? Aku takut kau akan melakukan kesalahan.” Naomi menatap kekasihnya.


“Apa salahnya? Itu adalah berkah buat Ahmed. Sekarang jabatannya ku naikkan. Setingkat perdana menteri sudah. Maka dia pantas bersanding dengan Miranda. Miranda pun telah membaik sekarang keadaannya jauh lebih baik.”


“Aku tahu. Tapi aku melihat ada yang salah sayang.” Naomi tetap merasa ada yang salah.


“Apa seh sayang? Semuanya baik-baik saja sekarang. Sudah tak ada masalah. Aman.”


Naomi pun akhirnya diam. Dia berpikir agar dia sendiri saja menyelidikinya.


Dari kejauhan nampak Sonia menangis dan Ahmed memeluknya kemudian Ahmed mencium puncak keningnya Sonia. Bisa terlihat jelas oleh Naomi kalau ada sesuatu antara Ahmed dan Sonia. Naomi cukup kaget melihatnya. Tapi hal ini semakin membuatnya yakin kalau Ahmed dan Sonia memang punya suatu hubungan khusus.


Karena di lihatnya Sonia dan Ahmed berpisah, Naomi segera bersembunyi.


Esok harinya, Naomi sengaja hendak menemui Sonia secara privat. Sonia datang karena di panggil oleh Naomi. Masuk lah Sonia ke ruangan khusus tempat Naomi bersantai. Naomi melihat Sonia datang segera menyuruhnya duduk di sampingnya. Naomi juga meminta semua pelayan, dayang dan pengawal pergi menjauh, agar Naomi bisa berbicara dengan Sonia dengan lebih serius.


“Yang mulia memanggil hamba.” Sonia tersenyum ke arah Naomi.


“Panggil saja aku Naomi, ya. please.” Naomi meminta.


“Baiklah.”


“Aku mencari mu dan meminta mu datang karena mau mengatakan kalau aku tahu hubunganmu dengan Ahmed.” Naomi langsung to teh point.


“ ... “ Sonia terdiam dan tak dapat bicara. Matanya bahkan tak berkedip menatap ke Naomi.


“Tak perlu berbohong. Tadi malam aku melihat kalian berdua.”


“Maafkan aku.” Sonia langsung bersujud tapi di cegah oleh Naomi.


“Tak perlu minta maaf. Lagian kenapa minta maaf? Cinta tak pernah salah Sonia. Hanya terkadang waktunya yang tak pas atau kepada siapanya yang terkadang tak tepat. Perjalanan aku dan Rex bisa ke tahap ini juga panjang sekali.”

__ADS_1


“Aku ....” Sonia tak tahu harus berkata apa.


“Jujurlah padaku. Mungkin aku bisa bantu.”


Sonia melirik ke arah Naomi. Akhirnya Sonia jujur dan menceritakan kepada Naomi semuanya. Di lihatnya Naomi bisa dipercayai maka Sonia terang-terang mengatakannya. Naomi mendengarkan dengan penuh seksama. Sekarang dia sudah mengerti hubungan antara Ahmed dan Sonia. Ternyata sudah cukup lama mereka memadu kasih akan tetapi secara diam-diam.


Dan saat mengetahui perjodohan dengan Miranda dan Ahmed membuat hubungan Sonia dan Ahmed menjadi kacau. Hal tersebut juga membuat Sonia selalu bersedih. Tapi karena Sonia yang dewasa pandai sekali menutupi perasaannya. Hanya Naomi yang menyadarinya.


Setelah mendengarkan semua cerita Sonia, Naomi bermaksud membantu sepasangan kekasih tersebut.


“Kalau begitu aku akan membantumu putri Sonia.” Naomi tersenyum.


“Yang benar Yang Mulia.”


“Iya. Tenanglah. Dan please. Panggil aku Naomi.”


Keduanya tersenyum dan air mata bahagia mulai meluncur dipipi halus Sonia.


Siangnya Naomi sengaja mengajak Sonia untuk ikut dengannya menemui Rex. Maksudnya agar Naomi bisa menceritakan semuanya pada Rex. Sonia begitu bahagia karena Naomi mau membantunya. Tapi saat sampai di ruangan Rex, Naomi dan Sonia malah melihat Rex bersama dengan Miranda dan Ahmed.


Terlihat wajah tegang Ahmed tapi wajah bahagia di wajah Miranda. Sonia dan Naomi mendekat.


“Rex ....” panggil Naomi.


Rex menoleh.


“Oh sayang. Kemarilah.” Rex meminta Naomi duduk di sebelahnya. Naomi pun menurut sekalian dia menarik Sonia duduk di sampingnya juga.


“Ada apa ini? Kenapa ada Miranda dan Ahmed?” Naomi melihat heran.


“Oh, tadi kami membahas tentang perkembangan perjodohan antara Ahmed dan putri Miranda. Putri Miranda sudah mulai menyukai Ahmed. Jadi aku memutuskan kalau bulan depan akan menikahkan mereka berdua. Miranda setuju dan aku rasa Ahmed pun setuju.” Sebuah senyuman terukir di wajah tampan Rex.


Naomi dan Sonia terkejut luar biasa. Bukan main sakitnya hatinya Sonia.


Bersambung....


Waduh, Ahmed malah mau dinikahkan dengan Miranda. Kasian Sonia.


Maaf kalau cerita Author udah mulai uwu uwu gitu hahaha. Soalnya mau dekat tamat kayaknya nih jadi para musuh pun gak ada lagi. Palingan nanti di bagian akhir akan di kasi musuh terakhir buat Rex.


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D

__ADS_1


Kasi komen yang positif ya kak :D  Komentarnya mana komentarnya hehehe :D


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D


__ADS_2