
“Kek...” Ucap Rex di ambang pintu masuk. Ia muncul. Sang kakek, Dicky Han sungguh terkejut menatap ke arah Rex.
Rex masuk ke dalam rumah dimana ada Kakeknya dan Ahmed juga. Rex datang mendekati Kakeknya, ia lalu memeluk sang Kakek dengan haru. Rasa terima kasih tak terhingga untuk Kakeknya yang sudah baik hati merawat dan membesarkannya selama ini. Yang melindungi serta menyelamatkannya. Dicky Han tentu kaget, ia tak tahu kalau Rex muncul tiba-tiba. Kakeknya berpikir apa Rex sudah mendengar semuanya. Lalu apa yang dipikirkan dan dirasakan Rex sekarang sungguh Dicky Han tak tahu. Ia menatap heran ke Rex.
Rex melepaskan pelukannya. Ia menatap kakeknya sambil tersenyum.
“Kau mendengar semuanya Rex?”
“Iya Kek”
“Lalu? Apa kau marah padaku?”
“Tidak Kek, Rex malah berterima kasih karena Kakek sudah menyelamatkanku dan berbaik hati membesarkan ku. Terima kasih atas semua kebaikan Kakek” Rex kembali memeluk sang Kakek. Dan Dicky Han menangis haru. Rex segera menghapus air mata sang Kakek. Mereka berdua kini saling tersenyum. Ahmed pun di samping tersenyum. Dicky Han pikir kalau Rex akan sulit menerimanya, ternyata Rex bisa memahaminya semua dengan baik bahkan pengertian. Dicky Han merasa lebih lega karena Rex tak apa-apa.
Dicky Han kemudian berdiri.
“Oh iya, sampai lupa menawarkan minum. Sebentar ya” Ucap Dicky Han.
Ahmed segera menolak secara halus.
“Tak perlu Pak. Saya tak perlu minum karena hendak segera kembali.”
“Oh. Baiklah.” Dicky Han tak jadi mengambil minum.
“Dan Rex sudah pulang, ayo makan dan ganti baju mu.” Sang Kakek mengajak Rex untuk makan.
“Iya. Sebentar Kek. Duluan saja” Rex tersenyum dan Kakeknya menganggukkan kepalanya. Dicky Han pun berjalan ke dapurnya.
Rex menoleh ke Ahmed. Ahmed pun sama menatap ke arah Rex.
“Kau akan kembali Ahmed?”
“Iya. Kembali ke hotel. Semuanya sudah diketahui jadi tugas saya selesai. Sekarang tugas saya untuk mengajak anda kembali ke turki”
Rex tertegun.
“Tidak Ahmed. Aku tak akan ke turki”
“Tapi anda harus....” Ahmed belum selesai dan Rex memotong.
“Tak bisa. Disini aku harus sekolah, masih ada Kakek, Naomi teman baik ku dan Rere. Aku tak mungkin meninggalkan kehidupan disini” Rex tak mau meninggalkan semua yang ada di kota yang sudah lama ia tinggali.
Ahmed memahami perasaan Rex. Namun ia harus membawa Rex kembali ke turki.
“Tapi disana Anda di butuhkan.”
“Aku tak mau jadi penerus atau apa pun itu. Istana dan kerajaan pasti memakai tradisi kuno dan peraturan yang terlalu banyak”
__ADS_1
“Anda salah. Istana memang begitu banyak peraturan. Namun yang membuat peraturan adalah Sultan nya. Jika anda Sultan nya maka anda yang mengatur semua hukum yang ada. Selain itu disana tidak lah kuno. Di sana sudah modern bukan seperti yang anda pikirkan. Walau emang begitu banyak peraturannya” Ahmed menjelaskan.
Rex mendengarkan dengan seksama.
“Bisa kasi aku waktu hingga lulus SMA. Aku ingin menyelesaikan sekolah ku disini” Pinta Rex.
Ahmed terdiam sesaat kemudian kembali berkata.
“Baiklah. Saya akan melaporkannya ke istana agar tahu bagaimana selanjutnya. Kalau begitu saya mohon pamit” Ahmed pamitan dan Rex menganggukkan kepalanya.
Pergilah Ahmed dan Rex ke kamarnya berganti pakaian kemudian ikut makan bersama Kakeknya Dicky Han.
***
Esok harinya. Di sekolah.
Rex belajar seperti biasanya. Bahkan kemudian sorenya ia latihan basket. Ia harus segera menguasai semua teknik bermain basket. Ia sudah bertekad maka harus dilakukan dengan sebaiknya. Naomi memperhatikan Rex yang serius berlatih basket. Bahkan ia menyediakan makan dan minum Rex. Naomi menemani Rex selalu.
Hari demi hari pun terus berlalu, Rex terus berlatih basket dan semakin mahir saja. Bahkan Pelatih Jo sangat puas. Untuk memasukan bola saja mudah dilakukan Rex. Sungguh menyenangkan hati Pelatih Jo.
Beberapa para gadis dari samping lapangan menyoraki Rex yang sedang latihan. Semua tersenyum centil ke arah Rex. Sedangkan Rex hanya santuy. Karena hatinya hanya untuk Rere. Dan Naomi malah memutar kedua bola matanya dengan malas. Sungguh mentalnya dan maruk sekali para gadis tersebut.
Rex selesai latihan, ia mendekati Naomi yang menunggu di kursi pojokan. Rex duduk di samping Naomi. Naomi menyodorkan sebotol minuman pada Rex. Rex menerimanya dengan senang hati.
“Makasih Nao.” Rex tersenyum.
“Biarkan sajalah. Aku tak masalah. Aku biasa saja.”
“Kau biasa saja. Tapi mereka sungguh heboh” Naomi lalu tertawa.
Rex mengerutkan keningnya.
“Kenapa? Apa yang lucu?”
“Lucu saja. Dulu kau dianggap sampah dan tak dianggap. Lihat sekarang, sekarang begitu di puja-puja dan guru-guru pun salut pada kepintaran mu sekarang hehe. Aku bangga padamu”
“Terima kasih Nao.” Rex lalu memeluk Naomi.
Dari kejauhan para gadis pun menatap ke arah Naomi dan Rex.
“Siapa sih tuh cewek. Sering banget lengket sama Rex” kata cewek pertama.
“Gak tahu. Iya tuh main peluk pula. Bikin kesal” Kata cewek kedua.
“Dia Naomi kalau gak salah. Nanti kita samperin saja yuk” Kata cewek ketiga dan di anggukkan yang lainnya juga.
Naomi yang merasa risih segera melepaskan pelukan dari Rex. Karena ia merasakan rasa aneh di hatinya.
__ADS_1
“Lepas Rex. Kau bau keringat hehe” Naomi lalu ngakak.
Rex lalu menyentil kepalanya Naomi.
“Dasar kau nih. Aku main bersihkan diri dahulu ya. habis tu ganti pakaian. Kemudian kita pulang bersama”
“Oke”
Rex pun berlalu dan tinggallah Naomi sendirian. Saat Naomi sendirian, ia lalu di datangi oleh para cewek-cewek yang memuja si Rex. Mereka mengelilingi Naomi. Sekitar ada 15 orang. Namun hanya tiga cewek saja yang nampak lebih wah dan lebih sangar ke Naomi. Naomi menatap ke arah mereka semua dan bersikap santai.
“Mau apa?” Tanya Naomi dengan bersikap cool.
“Kau jangan dekati si Rex” Ucap cewek pertama.
“Iya. Rex itu milik kami.” Ucap cewek kedua.
“Jauh-jauh gih dari Rex kami.” Ucap cewek ketiga.
Naomi hanya tersenyum sinis. Dasar para cewek centil. Keluh Naomi dari dalam hati. Ia tak mempedulikan mereka. Naomi berdiri serta membawa tasnya dan beberapa barangnya. Ia hendak pergi saja. Namun lengannya dicekal oleh para gadis tersebut.
“Hey, kau dengar kami gak?”
“Kita hajar saja cewek songong itu”
Para gadis pun hendak menjambak rambut Naomi. Kebiasaan para gadis kalau berantem pasti main jambak jambakan. Begitulah kebiasaannya. Namun Naomi berbeda. Karena ia pandai bela diri. Serangan para gadis segera di tangkisnya. Tangan mereka segera di tangkapnya. Lalu dibanting oleh Naomi.
Beberapa gadis gentar. Namun segera seseorang bilang “ serang bersamaan” akhirnya semua menyerang Naomi bersamaan.
David kebetulan ada. Ia melihat Naomi di keroyok. Ia ingin membalas kebaikan Naomi saja. Ia merasa hutang budi. Ia pun mendekat.
Di saat semuanya menyerang Naomi bersamaan. Naomi segera melakukan tinju, pukul dan tendangannya. Banyak para gadis terkena pukulan dan tendangan dari Naomi. Mereka kesakitan. Di saat situasi semakin panas, David datang melerai.
“Hentikan....”
Semua berhenti dan menatap David.
“Kalian berani mengganggu gadisku pacarku hah? Pergi semuanya” Ucap David membentak dan mengusir semuanya.
Semua terperangah mendengar perkataan David. Bahkan Naomi sendiri kaget dan terheran-heran mendengar ucapan dari David.
Bersambung....
Brian suka Rere, Rex suka Rere, Naomi ada rasa sama Rex namun belum sadar dan David apakah suka sama Naomi yak? Belum tahu sih, lantas Rere suka siapa ya?? hehe, yuk saksikan lanjutannya ya....
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
__ADS_1
Thanks. Love you all :D