
“Itu dia....” Ucap Naomi dan Rex serta Ahmed melihat ke arah air terjun yang di tunjuk oleh Naomi. Pasti di sanalah permata birunya berada. Ketiganya bersemangat sekali. Ternyata ada sebuah goa di tutupi oleh air terjun yang mengalir terus di gunung tersebut.
Ketiganya ke arah goa yang tertutupi air terjun tersebut. Jalannya cukup licin dan mereka harus berhati-hati. Namun agak susah menjangkau tempat tersebut. Setelah usaha yang cukup keras sampailah mereka di goa yang ada dibalik air terjun. Ketiganya baru saja melangkah dan Naomi melihat di dekat dinding goa memang ada lambang naga hijaunya. Ia tersenyum karena setelah melihat ke arah dalam goa ada sebuah tempat yang berbentuk batu besar dan permata biru ada di tengah batu besar tersebut.
Baru saja hendak melangkah sebuah anak panah melesat ke arah mereka. Dengan cekatan mereka segera menghindar. Namun Ahmed sempat terkena di bahunya. Ia terluka. Naomi mengambil pedangnya dan mengarahkan pedangnya untuk menghalangi panah yang terus di arahkan ke arah mereka.
Semuanya Naomi halangi. Kemudian Rex melihat sebuah kepala naga yang sebagai tempat anak panah keluar terus. Rex meminta Ahmed memberikan senjata besar yang dikalungkan nya. Dan Ahmed memberikannya. Ahmed lemparkan dan Rex menangkap kemudian ia arahkan senjatanya hingga mengenai kepala naga tersebut. Ia juga melepaskan semua peluru senjata besar yang ia pegang. Naomi juga mengeluarkan granat dan melemparkan ke arah kepala naga hijau. Begitu juga Ahmed melempar bom. Mereka tak ingat mereka sedang di goa. Hal tersebut bisa saja memicu runtuhnya goa. Kepala naga pun rusak kemudian semua anak panah tak keluar lagi. Rex segera berlari dan mengambil permata biru tersebut. Mereka berhasil.
Tapi sebuah guncangan terjadi. Pasti akibat serangan yang mereka buat tadi jadi sekarang berdampak ke goa akan runtuh. Ketiganya kemudian langsung segera berlari dan keluar dari goa. Dan terkena air terjun saat mau keluar. Mereka langsung menyemburkan diri jatuh ke bawah air. Dan runtuh lah sudah guanya dan tertutup. Semuanya selamat. Ketiganya kemudian berenang ke tepian.
Kini guanya sudah tak ada karena tertutup oleh runtuhan tadi hanya menyisakan air terjunnya saja yang masih beroperasi.
Rex, Naomi dan Ahmed bernafas lega. Mereka telah menyelesaikan misinya. Dan berhasil. Ketiganya bisa tersenyum sekarang.
Namun Naomi melihat kotak makanan mereka kenapa hilang? Tadi ia ingat betul meletakkannya di dekat bebatuan tempat mereka makan tadi. Rex menatap Naomi.
“Kenapa Nao??"
“Makanan dan minuman kita menghilang Rex.”
Seketika Rex dan Ahmed pun mencari kotak tersebut dan emang tak ada lagi.
“Aneh sekali. Kok sudah hilang?” Ahmed pun sampai heran.
Namun Ahmed kemudian melihat kalau ada seseorang yang sedang berlari di balik semak.
“Itu....” Ahmed menunjuk. Rex dan Naomi melihat dan segera mengejarnya. Ahmed pun menyusul.
Mereka mengejar dua orang yang membawa makanan dan minumannya. Sambil berlari dan berteriak kepada si pencuri. Si pencuri jatuh dan kotak juga jatuh. Mereka pun berhasil di kejar oleh Rex dan kawan-kawannya.
“Beraninya kalian main curi makanan dan minuman kami.” Ahmed sudah ingin menghajar mereka berdua. Tapi terhenti karena Rex melarangnya.
“Jangan. Biarkan.” Rex berucap sambil menatap ke dua orang tersebut.
Naomi memunguti kotak makanannya, ia amankan kemudian.
__ADS_1
“Aku Riley dan ini kawanku Billy.” Riley memperkenalkan Billy dan dirinya.
“Iya. Aku Billy. Kami kelaparan. Sudah dari semalam dan hari ini kami tak makan dan minum. Sampai disini melihat ada makanan dan minuman lalu kami ambil.” Billy menjelaskan.
“Ini punya kami. Kami susah payah mendapatkannya. Apa kalian tak dapat?” Kini Naomi yang berkata.
“Di tempat memperebutkan makanan dan minuman, kami kalah cepat. Sampai di sana. Terlihat pertempuran dan baku hantam. Yang menang mendapatkannya. Karena hanya ada 10 kotak dan siapa yang menang mendapatkannya. Masing-masing membawa dua. Bahkan ada tiga. Yang tak kebagian membawa satu. Dan yang kalah otomatis mati kan di tempat. Saat itu kami ketakutan sehingga tak bisa mendapatkannya. Selama ini kami makan dengan beberapa sarang burung yang kami curi telurnya. Dan masaknya dengan cara manual. Yaitu kayu dan batu sehingga ada api yang di hasilkan. Minumnya sedapatnya saja. Ada air embun kami minum ada sungai kami minum airnya juga.” Billy menjelaskan kembali.
Rex, Ahmed dan Naomi merasa kasian. Mereka pun membagikan makanan dan minumannya. Mereka saling berbagi makanan. Waku sudah tengah hari lewat. Namun sirene dan penjemputan belum ada juga tanda-tandanya.
Billy dan Riley melahap makanan yang mereka terima dan meminumnya dengan sangat senang juga. Mereka bahagia akhirnya bisa makan dan minum dengan layak.
“Tugas kalian sudah selesai?” Tanya Riley pada Rex. Kebetulan Rex, Naomi dan Ahmed duduk bersama dengan Riley dan Billy sekarang.
“Sudah. Kami sudah mendapatkan permata birunya.” Rex menunjukan permata birunya.
Riley dan Billy saling pandang.
“Wah, hebat ya.” Ucap Billy dan memberikan kode pada Riley.
Sebenarnya semua peserta di berikan tugas yang sama yaitu mencari permata biru. Ada 10 permata biru yang di sebar di pulau tersebut. Jadi dari 25 peserta makan akan terpilih 10 saja yang lanjut ke babak ketiga. Riley dan Billy sudah lelah mencari kemana pun tapi tak dapat. Namun sepertinya mereka beruntung bisa melihatnya. Jadi mereka berniat mengambil dari tangannya Rex. Riley dan Billy pun menyusun rencana.
Di saat semuanya sedang istirahat, Riley dan Billy memulai rencananya. Riley melihat semuanya telah tertidur. Ia menyenggol Billy untuk mengambil permata biru tersebut dari Rex. Bukankah di sini dikatakan boleh menggunakan segala cara. Jadi mereka bermaksud mencuri saja.
Billy melangkah perlahan ke arah Rex. Dan mulai memeriksa dimana permata biru tersebut. Dia merogoh di sekitar pakaian Rex. Kemudian di temukan di dekat kantung bajunya. Sebuah permata biru yang warnanya indah dan besar ukurannya seperti berlian saja kini sudah di tangan Billy. Billy tersenyum dan Riley juga.
Saat Billy hendak melangkah dan pergi meninggalkan Rex dan Naomi serta Ahmed. Kotak makanan tadi juga hendak dibawa kembali oleh Riley. Merek berjalan perlahan-lahan. Tapi kakinya Riley malah tersandung batu, ia jatuh dan mengaduh kesakitan.
Saat itulah Rex dan lainnya bangun. Mereka melihat Riley dan Billy hendak kabur membawa makanan dan minuman yang masih ada. Dan Rex juga merogoh kantung bajunya tak ada permata birunya.
“Mereka mau kabur. Berhenti kalian.” Rex menghardik. Spontan Riley dan Billy kaget. Naomi dan Ahmed pun bangun dan segera melihat si pencuri mau mencuri lagi dan hendak kabur.
Terjadilah perkelahian kemudian di antara mereka bertiga dengan Riley dan Billy. Baku hantam terjadi. Pukul di balas pukul dan tendang di balas tendang. Begitu juga tinju dibalas tinju.
Kemudian luka Ahmed yang belum di obati di bahunya segera di manfaatkan oleh Riley untuk membuat lukanya tambah parah. Lalu di tendangnya Ahmed hingga tersungkur. Naomi pun membantu Ahmed.
__ADS_1
Kini Ahmed terjatuh di tanah. Ia mengerang kesakitan di bahunya. Apa lagi perutnya ditendang tadi. Naomi melawan Riley sedangkan Rex melawan Billy. Ke empatnya baku hantam saling pukul dan menghajar.
Kemudian dengan cekatan Naomi menggunakan pisau belatinya dan menusuk perut Riley, hingga menggorok leher Riley sehingga Riley pun tewas. Sadis sekali Naomi dalam bertarung. Tak terlihat lagi kalau umurnya masih 16 tahun kelas 2 SMA. Ia terlihat seperti pembunuh profesional saja.
Sedangkan Rex juga semakin mendekati akhir bertarung dengan Billy. Tapi Billy curang, ia menaburkan sesuatu ke mata Rex, Rex pun tak dapat melihat. Ia pun jadi jatuh terkena tendangan Billy. Billy pun senang dan hendak kabur.
“Rex....” Naomi mendekati Rex.
“Permata nya Naomi. Cepatlah.”
Naomi mengambil pedang dan segera menghunuskan nya ke arah Billy. Sebuah tusukan pedang mengenai perut Billy. Billy mengeluarkan darah segar. Permata biru segera Naomi rebut dari tangannya Billy dan kebetulan di saat seperti itu ular besar keluar. Ular raksasa itu datang kembali. Ular melahap Billy dan Billy pun tewas di telan ular raksasa itu.
Naomi segera mengelak dari ular. Ular kini mengejar Naomi karena darah segar di pedang yang Naomi pegang tersebut terhirup oleh ular. Rex yang merasa matanya sudah kembali baik walau masih samar tapi ia bisa melihat Naomi sedang di kejar ular. Beberapa serangan, Naomi lontarkan ke ular tapi malah tak ada efeknya.
Rex segera berlari ke arah Naomi. Ia hendak menolong Naomi. Naomi terpental terkena ekor ular. Rex menangkapnya.
“Nao, serahkan padaku.” Usai berkata tersebut, Rex ambil pedang ditangan Naomi.
Rex melesat ke arah ular raksasa, begitu juga ular raksasa pun melesat ke arah Rex. Keduanya berhadapan sengit. Hingga akhirnya Rex terbang ke atas kepala ular raksasa. Ia menancapkan pedang tersebut di atas kepala ular namun kepalanya besar dan keras. Rex beralih ke mata ular. Ular pun kesakitan dan jatuh ke tanah. Rex turun dan segera menikam bagian bawah ular. Ia tebas berkali-kali ular tersebut dan di dalam moncong ular ia tancapkan pedang. Dan ular raksasa pun mati di tangannya Rex.
Rex segera berlari ke arah Naomi. Ia memeluk tubuh Naomi yang telah tergeletak di tanah.
“Nao, kau tak apa kan?” Rex sangat mencemaskan Naomi.
Bersambung....
Hari yang sangat menegangkan. Semoga Ahmed dan Naomi baik-baik saja ya. Dan untuk Riley dan Billy, kalian berdua pantas mendapatkannya. Rex sangat keren :D
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1
No plagiat ya. :D