Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 44.


__ADS_3

“Apa kau pernah menyukai seorang cowok? Kalau ada, siapa dia?” Tanya Rex terus terang dan membuat Naomi membulatkan kedua bola matanya menatap Rex dengan kaget.


Naomi menatap Rex tak berkedip. Ia bingung di tanya Rex seperti itu. Namun kenapa Rex tiba-tiba berkata seperti itu. Sangat membingungkan. Naomi menatap Rex heran.


“Kenapa Nao? Jawablah.” pinta Rex. Rex ingin tahu apa isi hati Naomi. Ia mau Naomi berterus terang. Ia mau tahu dari mulut Naomi sendiri.


Naomi yang di tanya malah bengong.


“Kok tiba-tiba bertanya begitu Rex?” Naomi bertanya dengan polosnya.


“Ah ... aku cuma penasaran saja dan mau tahu. Ada anak cowok yang kau sukai gak Nao?” kembali Rex menanyakannya. Ia ingin mendengar langsung dari Naomi. Ia mau tahu kejujuran dan kebenarannya. Karena itu Rex bertanya untuk memastikan.


“Tidak ada.” ucap Naomi pada akhirnya. Naomi tak mau isi hatinya di ketahui oleh siapa pun lagi. Cukup David dan Rere saja yang tahu, itu pun karena tanpa sengaja mereka tahunya. Ia hendak menyimpan saja perasaan ini. Karena Rex tak mungkin membalas perasaannya. Jadi Naomi memilih diam.


“Tidak ada?”


“Iya. Tidak ada seorang pun dan tak ada satu anak cowok pun yang ku sukai.”


“Tak menyimpan perasaan pada siapapun?”


“Tak ada.”


Rex merasa tidak puas dengan jawaban dari Naomi. Namun ia tak mau terlalu memaksa Naomi. Akhirnya Rex hanya bisa menghela nafas panjangnya. Naomi semakin heran dengan kelakukan Rex.


“Kenapa sih?” tatap Naomi heran.


“Tak ada apa-apa. Sudah lupakan. Kita harus belajar sebentar lagi ujian kenaikan kelas. Iya kan?”


“Oh iya”


Naomi dan Rex pun tersenyum bersamaan. Dari jauh David menatap dengan sangat cemburu.


***


Hari-hari berlalu dengan normal. Waktu terus berlalu hingga akhirnya semua siswa menghadapi ujian. Selama seminggu ujian telah berlangsung. Dan seminggu kemudian mereka pun menerima hasil ujian dalam bentuk rapot sekolah.


Dan kali ini posisi juara satu tentu saja di raih oleh Rex, bahkan juara umum sekolah di raih oleh Rex juga. Sedangkan posisi Rere tergeser. Kini ia hanya juara dua dikelasnya saja. Dan Brian juara ketiga hingga akhirnya agung menjadi juara ke empat dikelas. Mereka semua dikalahkan oleh Rex yang kini sebagai dewa belajar.


Rex pun menerima penghargaan karena mendapatkan juara umum di sekolahnya. Hal tersebut di tunjukan ke kakeknya Dicky Han. Dicky Han sangatlah bangga. Naomi dan Ahmed pun ikut senang pula.


Kini masa liburan selama dua minggu. Selama Liburan, beberapa hari ini Rex bingung hendak melakukan apa. Saat ini Rex sedang berdua di kamar hotel Ahmed. Dia sedang melihat ke arah Ahmed yang sedang makan siang. Ahmed mengajaknya makan bersama namun Rex bilang tidak.


“Rex, tak ada kerjaan lain kah selain main ke hotel ku?” Ahmed sambil makan sambil bertanya ke Rex.


“Bosan. Jadi main ke tempat mu saja.”


“Sudah hampir lima hari ini liburan mu dihabiskan main ke tempatku. Apakah tak terbuang waktu 5 hari dengan percuma hanya main kemari. Kenapa tak mengajak Naomi berjalan-jalan saja?”


“No. Aku sedang bingung dengan Naomi.”


“Bingung kenapa?”


“Aku dengar dia suka padaku.”

__ADS_1


Seketika air yang baru di minum Ahmed menyembur keluar. Ia sampai terbatuk-batuk. Hampir saja mengenai Rex, syukur saja Rex refleks segera menghindar sehingga tidak kena.


“Hey, berhati-hatilah Ahmed. Bagaimana pun aku ini masih Tuan mu kan.”


“Ah iya. Maafkan aku.” Ahmed segera membersihkan. Ia lalu menatap ke arah Rex.


“Tadi kau bilang Naomi menyukaimu. Apa iya? Dari mana kau dengar hal itu?” Ahmed serasa tak percaya. Ia kaget. Karena yang ia tahu Naomi dan Rex adalah teman dari kecil.


“Itu dia yang buat aku bingung. Mencari kebenarannya susah. Naomi susah dibuat mengakui.”


“Jadi karena itu kau mendatangi ku terus selama liburan dan menghindarinya.”


“Iya. Karena aku bingung hendak melakukan apa dan bicara apa dengan Naomi.”


“Lalu Rere, apa kau sudah melupakannya?”


Ahmed menyipitkan kedua matanya menatap Rex. Ia sudah tahu semua apa yang menimpa tuan kecilnya itu.


“Belum sepenuhnya. Namun aku harus segera move on.”


“Cara terbaik move on adalah dengan mencari cinta yang baru. Hanya itu yang ku tahu.” Ucap Ahmed dan menghabiskan suapan terakhirnya kemudian ia teguk habis minumannya sampai tandas.


“Hem....” Rex hanya menghela nafas panjangnya.


Kemudian Ahmed kembali melirik ke arah Rex.


“Benar tak ingin menemui Naomi? Kau tahu dia sedang apa selama liburan sekolah kalian?”


“Apa kau tahu kalau ada yang mendekati Naomi?”


“Hah! Ada kah? Siapa?” Rex memajukan wajahnya hampir mendekati Ahmed. Ahmed mundur tiga langkah.


“Si anak muda bernama David. Aku perhatikan dia terus mendekati Naomi.”


“Oh si kawan Brian brengsek itu.”


“Brian yang brengsek apa si David?”


“Mereka sama saja. “ Rex mendengus kesal setiap mengingat Brian dan teman-temannya itu.


“Oke. Lupakan mereka. Nah, rumah maksudku apartemen yang dibelikan untukmu kapan akan kau tinggalin permanen. Sayang dibeli tapi tak di tempati. Ajaklah kakekmu tinggal bersama denganmu di sana.” Ahmed memberikan usul.


“Kakek tak akan mau. Dia sudah senang dengan rumah lamanya.”


“Kau saja kalau gitu tinggal disana.”


“Aku tak mau sendirian disana.”


“Ah sudahlah. Capek jadinya ngomong denganmu.” Ahmed berjalan ke arah kamar mandi.


“Kau berani padaku Ahmed....” tatap Rex ke arah Ahmed dengan serius. Seketika Ahmed membalikkan badannya dan bersimpuh di kaki Rex.


“Aku tak berani tuanku.”

__ADS_1


Walau pun badan Ahmed kekar dan berotot namun ia tetaplah bawahan Rex. Dan Rex tetap tuannya, pangerannya. Di turki jika ia berani seperti itu maka hukuman mati lah yang akan diterimanya. Syukurlah saat ini mereka tidak di turki. Belum.


Rex membangunkan Ahmed. Ia pun menepuk pelan pundak Ahmed. Dan melangkah pergi. Ahmed kembali bernafas lega. Selamat. Kata Ahmed dalam hatinya. Ahmed pun segera ke kamar mandi. Sedangkan Rex, kini menaiki sebuah mobil. Ia sudah belajar menaiki mobil. Ahmed yang mengajarinya dan itu pun di paksa olehnya. Selama tiga hari tiga malam Rex mempelajarinya dan akhirnya bisa sekarang.


Kini ia tinggal menjalankannya dan membawanya kemana pun yang ia mau. Kemudian mobilnya berhenti di dekat rumah Naomi. Kini Rex bingung harus kemana dan bagaimana? Di lihat nya Naomi keluar dari rumah. Rex diam mengamati.


Naomi keluar dan lari-lari sekitar kompleks daerah rumahnya. Ia sedang latihan rupanya. Naomi emang sering latihan lari atau olah raga lainnya. Bahkan rajin latihan ilmu bela diri. Kadang pun Naomi latihan dengan pedang samurai peninggalan kakeknya.


Saat sedang lari-lari sekitar rumah. Dua pengendara sepeda motor tiba-tiba berhenti di depan Naomi. Rex pun segera turun dari mobil dan menghampiri Naomi. Kemudian dua pengendara motor tersebut pun pergi.


Rex berlari ke arah Naomi. Naomi melihat kedatangan Rex.


“Siapa mereka Naomi? Kau tak apa?” tatap Rex cemas.


“Aku tak apa-apa. Kapan kau datang?”


“Baru saja.” Rex memberikan alasan.


Kemudian Rex melihat apa yang dipegang oleh tangan Naomi barusan. Sebuah gulungan kertas yang sangat kuno.


“Apa itu Naomi?” Rex menatap heran dan Naomi sendiri pun menatap heran juga. Tapi ada rasa cemas yang terlihat dari wajah dan mata Naomi. Karena Naomi melihat lambang naga hijau di gulungan kertas kuno tersebut.


Bersambung....


Kira-kira hal apa yang membuat Naomi cemas ya? dan gulungan kuno apa yang dipegang oleh Naomi ya?


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2