
Rex dan Tommy telah sampai di kota asal tempat Rex di besarkan dahulu oleh Kakek Dicky Han. Mereka tiba saat siang hari. Rex dan Tommy segera menaiki sebuah taksi setelah turun dari pesawat. Keduanya menuju apartemennya Rex.
Saat sampai sungguh herannya Rex tak ada siapa pun. Kakeknya tak ada begitu juga para pengawal yang di tugaskan menjaga kakeknya pun tak ada. Kemana semua orang?
Rex pun segera mencari ke rumah lama kakeknya. Tapi di sana juga tak ada siapa pun. Rex mencoba menelepon, baik kakeknya dan Naomi tak ada satu pun yang menjawab teleponnya. Rex kemudian mencari ke rumah Naomi, kembali tak ada siapa pun.
“Kemana semuanya?” Rex sungguh bingung.
Tommy di samping hanya menatap heran. Kemudian seorang wanita berjalan mendekati Rex. Wanita itu seakan mengenal Rex. Ia segera menghampiri Rex.
“Rex ... kau kah itu?” Yuki Yamaguchi, Mamanya Naomi ternyata yang memanggil Rex.
Rex menoleh dan melihat Yuki. Rex merasa senang bisa bertemu dengan Mamanya Naomi.
“Tante....” Rex segera menghampiri dan langsung mencium tangannya Yuki.
Yuki tersenyum.
“Kapan kembalinya?”
“Barusan Tante. Tapi kemana Kakekku dan Naomi?” Rex menatap Yuki, terlihat jelas ada kesedihan yang terlihat di wajahnya Yuki.
“Tante....” ucap Rex kembali.
“Mereka ada di rumah sakit.” jawab Yuki.
Rex terkejut bukan main. Ia tak sangka kalau Mamanya Naomi bakal berkata tersebut.
“Tante bilang apa tadi? rumah sakit? Ke-kenapa malah di rumah sakit?” Rex semakin bingung.
“Ikutlah dengan Tante....” Yuki pun mengajak Rex ke rumah sakit.
Di rumah sakit, Rex melihat kalau kakeknya Dicky Han sedang terbaring dengan di pasangi selang. Dan Rex juga melihat ruangan yang lainnya juga, kalau Naomi juga telah terbaring di ruangan pasien dikamar lain. Rex tak mengerti kenapa bisa seperti ini. Ia menatap Yuki meminta penjelasan.
“Ada orang yang sengaja mencelakai Naomi dan Kakekmu Rex.” Yuki menatap sedih ke arah putrinya.
“Maksud tante?” Rex masih belum paham.
“Saat ini kakekmu dalam keadaan kritis, ia tak dapat bergerak atau merespon apa pun. Dan Naomi sudah tak sadarkan diri semenjak kejadian itu pula.” Yuki memberitahukan Rex.
“Kejadian apa tante?”
Yuki pun mulai bercerita, kejadiannya sekitar sebulan lebih yang lalu. Semua anak buah yang ditugaskan menjaga Naomi dan Dicky Han malah di habisi. Untuk Naomi, ia sedang berkelahi dan malah kepalanya terbentur benda keras yang mengakibatkan sampai sekarang Naomi tak sadarkan diri. Dokter bilang mungkin sistem sarafnya yang terkena. Dan Dicky Han, ia di tabrak hingga membuat dirinya sampai di pasangi selang dan tak bergerak juga. Tapi Yuki tak tahu siapa pelakunya. Yuki hanya membantu merawat dan mengawasi keduanya di rumah sakit sebisanya.
Rex mendengarkan penuh perhatian. Ia pun mengatakan agar Yuki sabar. Rex kembali melihat ke arah Naomi dan Kakeknya kembali. Lalu ia pamitan dahulu dengan Yuki. Tommy ikut serta dengan Rex. Rex saat ini sedang pergi ke rumahnya David. David adalah orang terakhir yang ia mintai tolong untuk tetap di samping Naomi dan menjaganya. Tapi kenapa malah begini sekarang.
__ADS_1
“Kita mau kemana Tuanku?” Tommy bertanya karena ia heran sebenarnya kenapa dan ada apa?
Rex menoleh ke Tommy. Mereka saat ini di dalam taksi.
“Aku mau tahu apa yang terjadi dan kenapa Naomi dan kakekku seperti sekarang ini? Aku harus menjumpai seseorang.” Rex memberitahu Tommy dan Tommy pun mulai paham.
Sampailah mereka di rumah David.
Rex meminta ijin masuk pada penjaga depan rumah David. Setelah di persilahkan masuk Rex dan Tommy pun masuk ke dalam. Di dalam Rex dan Tommy di persilahkan duduk di sofa ruang tamu. Pelayan menghidangkan minuman es jeruk untuk Rex dan Tommy. Tak lama kemudian David keluar dari kamarnya. Ia nampak luka babak belur dan kakinya susah berjalan, ia memakai penyangga agar bisa berjalan. Rex menatap David dengan heran dan keningnya berkerut. Apa yang terjadi? Kakek dan Naomi terbaring? Dan David terluka juga?
David duduk di dekat sofa yang tak jauh dari Rex dan Tommy.
“Apa kabarmu David?” Rex menanyakan kabarnya Rex.
“Beginilah keadaanku, kau bisa lihat kan. Aku kaget mendengar dari penjaga depan kalau kau datang, jadi kapan kau pulang Rex?”
“Barusan siang ini tadi. Aku lama tak mendengar kabar Naomi dan Kakek, jadi kemari mencari tahu. Apa yang terjadi sebenarnya? Dan kenapa Kakek dan Naomi ada di rumah sakit? Kau juga kenapa?” Rex bisa melihat luka dan memar yang di alami oleh David.
“Maafkan aku Rex. Aku gagal menjaga Naomi....” David menunduk dan menyesal.
David pun mulai bercerita. Rex mendengarkan dengan penuh seksama.
Sebelum kejadian, David dan Naomi pulang sekolah bersama seperti biasanya. Namun di tengah jalan mereka melihat kalau Rere dan Brian sedang bertengkar. Entah apa yang di ributkan namun Naomi dan David mendekat. Karena mereka melihat kalau Brain menampar Rere.
Setelah mendekat, Brian malah mengamuk dan mengatakan agar David dan Naomi jangan ikut campur. Dan Brian meminta agar David mati saja sana bersama ibunya. David panas hati langsung berkelahi dengan Brian. Keduanya adu kekuatan. Saling pukul dan tendang. Naomi tentu saja datang melerai. Namun Brian malah menonjoknya, akhirnya Naomi pukul dan tendang si Brain hingga babak belur.
Tapi Rere menolak, hal itu lah yang makin membuat Brian marah. Masalah pertunangan yang selalu di tunda dan masalah kiss yang tak diberikan Rere. Mereka pun ribut dan akhirnya Brian menampar Rere. Di situlah baru muncul David dan Naomi. Begitulah ceritanya sebelum tragedi.
Brian yang tak terima ternyata menuntut balas. Karena tak ada Rex jadi Brian bertindak sesukanya. Brian meminta Papanya menyiapkan beberapa pengawal dan tukang pukul. Alvin yang tak punya uang lagi dan tak punya kekuasaan hanya bisa meminta bantuan Mia. Ia meminta Mia memberikan banyak uang. Dari situlah Alvin bisa memberikan apa yang di mau oleh Brain. Alvin kira jika ia menuruti keinginan Brian, maka Brian akan melupakan semuanya dan memaafkannya.
Brian beserta anak buahnya mulai melaksanakan rencana jahatnya. Mereka menculik Rere dan Brian hendak memperkosanya. Tapi hal tersebut kembali di gagalkan oleh Naomi dan David. Sehingga gagal. Tapi Brian tak pantang menyerah. Ia kembali menyusun rencana. Kali ini sasarannya Naomi dan David. Karena Rere sudah tak berani keluar akibat kejadian terakhir. Ia di rumah dan tak masuk sekolah.
Sebagai gantinya, sasaran Brian ke Naomi dan David. Pertama ia meringkus semua anak buah yang menjaga Naomi dan kakeknya Rex. Setelah semua anak buah yang di utus Ahmed mereka bereskan, baru kedua, Brian mulai melaksanakan rencananya untuk menghabisi David dan Naomi.
Brian menyuruh anak buahnya untuk menabrak Naomi dan David. Kebetulan keduanya sedang dijalan bersama kakeknya Rex. Mereka sedang berjalan-jalan bersama menghilangkan penat dan ingin bersenang-senang bersama. Saat mobil suruhan Brian meluncur dan hendak menabrak mereka, Kakek Rex yaitu Dicky Han melihat, ia segera mendorong David dan Naomi agar terhindar dari tabrakan. Sebagai gantinya Dicky Han yang tertabrak dan bahkan terlindas hingga terguling-guling di jalanan. Sungguh mengenaskan.
“Kakek!!!” ucap Naomi dan David berseru dan mereka terjatuh ke samping sehingga terhindar dari bahaya. Naomi dan David segera menolong kakek Dicky Han. Dan membawanya ke rumah sakit. Setelah itu Naomi hendak menuntut balas. Ia sempat melihat mobil siapa yang melanggar. Itu adalah mobilnya Brian. Mereka pun segera mendatangi Brian.
Naomi dan David datang menemui Brian. Dan tak tahu kalau mereka masuk jebakan. Brian sudah menyiapkan banyak anak buah demi melawan Naomi dan David. Mereka di serang oleh banyak orangnya Brian. David di hajar babak belur dan ia kewalahan melawan. Sedangkan Naomi, walau ia kuat dan jago bela diri tapi jika terus-terusan di serang banyak orang dan kalah jumlah maka Naomi pun pasti kewalahan. Ia kelelahan.
Seorang anak buah Brian menabur sesuatu membuat pandangan Naomi menjadi samar tak bisa melihat jelas. Naomi pun di serang dan di ringkus. Ia dihajar habis-habisan. Kemudian benda keras memukul kepalanya Naomi hingga ia jatuh dan tak sadarkan diri lagi.
Brian puas dan meninggalkan Naomi dan David, Brian pergi dengan semua anak buahnya.
Naomi dan David di temukan setelah Yuki kecarian karena tak menemukan dimana pun anaknya, ia cemas. Dengan susah payah menelepon pihak polisi dan akhirnya mereka di temukan kemudian di bawa ke rumah sakit. Jadi begitulah ceritanya, kenapa kakek Dicky Han dan Naomi bisa masuk rumah sakit dan masih terbaring. Dan David juga luka-luka serta perlu waktu dalam menyembuhkan diri.
__ADS_1
Rex mendengarkan dengan hati yang panas. Ingin ia rasanya membunuh Brian saat ini juga.
“Terima kasih infonya David.” Ujar Rex setelah mendengarkan semua cerita David.
“Maafkan aku.” David menyesal telah gagal menjaga Naomi.
“Tak perlu. Bukan salahmu. Kau sudah berusaha. Aku akan pergi mencari Brian. Dia harus merasakan apa yang telah ia perbuat pada orang lain.” Mata Rex berapi-api saat mengatakannya. Tangannya sudah terkepal.
“Berhati-hatilah Rex.”
“Kau cepat sembuh ya, Vid.” Rex menepuk pundak David perlahan.
“Terima kasih.” David tersenyum.
Rex dan Tommy pamitan dan pergi dari rumahnya David. Kini ia hendak mencari Brian. Namun sebelumnya Rex menuju rumahnya Rere. Ia ingin melihat keadaan Rere.
Sampai di rumah Rere, hanya Mama Rere yaitu Julia yang membuka pintu. Julia mempersilahkan Rex dan Tommy masuk.
“Dimana Rere, Tante.” Rex heran melihat rumah besar Rere yang nampak sunyi.
“Di kamarnya. Hal yang trauma membuatnya berkurung diri di kamar. Sama dengan papanya Rere, Scoot juga begitu. Aku tak tahu hal apa yang menimpa mereka, namun aku sedih melihatnya.” Julia bingung. Karena baik Scoot dan Rere tak berkata apa pun.
Rex diam saja. Kalau masalah Scoot, dia tahu kenapa. Pasti karena masalah kejadian dahulu. Dan ancaman Ahmed dahulu hingga Scoot berkurung diri di rumahnya. Kalau Rere pasti karena masalah Brian. Brian menculiknya dan menyekapnya hingga hendak memperkosanya. Syukurlah kata David kalau Rere sempat di selamatkan. Namun pasti membuatnya takut dan trauma. Karena itulah Rex hendak melihatnya.
Syukur saja Mamanya Rere, Julia yang masih dalam keadaan baik saja dan usaha Julia dalam keadaan baik, maka masalah uang mereka tak pernah cemas. Jadi Julia bisa mengatasi keuangan keluarganya. Julia hanya berharap agar suami dan anaknya cepat membaik.
Rex saat ini masuk ke dalam kamarnya Rere setelah meminta ijin pada Julia, Mamanya Rere.
Dilihat Rex, Rere hanya diam di ranjangnya dan tak mau melihat siapa pun. Ia bersembunyi di balik selimutnya. Rex mendekat dan duduk di dekat ranjang Rere.
“Re ... ini aku Rex.” Ujar Rex kepada Rere. Perlahan-lahan selimut tersebut bergerak hingga kepala Rere terlihat. Rere mendengar suaranya Rex. Ia pun melihat ke asal suara. Dan benar saja itu adalah Rex. Rere segera menghambur ke pelukan Rex. Ia menangis.
“Rex....” air matanya Rere mengalir deras. Rex memeluknya juga.
Bersambung....
Kasian Rere ... semoga kakek dan Naomi cepat sembuh ya. Pray for them.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1
No plagiat ya :D
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D