
Kakak reader semuanya, klik like dan kasi komennya jangan di lewatkan ya. Langsung aja di klik dulu like nya. Terus kasi vote sebanyak-banyak ya kak plus kasi bintang/rate 5 nya ya di tampilan dekat sinopsisnya loh. Bentuk hati favoritnya biarkan berwarna merah ya kak sebagai apresiasi ke karya ini.
Semoga selalu mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir ya kak. Jangan di skip ya kak. Semoga suka :D
Dan katakan tidak pada plagiat ya kak. Karena plagiat itu adalah tindakan tercemar dan tidak baik kak. Say no plagiat. Dukung terus karya ini dengan kasi hadiah-hadiah dukungannya ya kak. Karena itu akan sangat berarti pada Author. Begitu juga like dan komennya sangatlah berarti buat Author.
Makasih buat semua pembaca yang setia menunggu dan membaca karya ini ya kak. Love you all. Thanks a lot :D
Maaf sedikit intermizo dari Author ya kak :D Silahkan melanjutkan ceritanya. Selamat membaca kembali.
:) :) :)
***
Rex mengejar dan menarik tangannya Naomi. Gerakan refleks tersebut malah membuat Naomi jatuh ke pelukan Rex dengan tiba-tiba dan malahan hal mengejutkan terjadi. Keduanya terjatuh dan masih saling berpelukan. Tapi ... malah bibir keduanya saling menempel.
Hah? Kiss kah?
Bunga sakura berguguran, indahnya dan harumnya bunga sakura bertebaran dimana-mana. Bahkan beberapa kelopak bunga sakura jatuh di dekat mereka berdua.
Naomi dan Rex sama-sama kaget sekali. Keduanya memandang dengan tatapan yang sangatlah syok. Buru-buru keduanya segera saling menghindar dan menjauhkan diri. Naomi serta Rex segera bangkit dan berdiri. Saat sama sama berdiri, kedua wajah mereka malah memerah. Ada rona merah muda yang tergambar di kedua pipi Rex dan Naomi. Keduanya sama-sama terkejut dan malu. Mereka tak tahu bakal akan terjadi hal tersebut.
Kini keduanya malah terdiam dan bingung hendak apa. Jantung Naomi berdetak tak karuan. Naomi sampai harus memegang dadanya dengan tangannya. Seakan mau meloncat saja keluar jantungnya tersebut. Beda lagi dengan Rex, ia seakan merasakan hal yang baru pada Naomi. Namun Ia masih bingung. Tapi tak dapat di pungkiri hati Rex terasa bergetar juga.
Kedua nya mulai saling melirik dan memandang, saat satu sama lain saling memandang, seketika itu juga langsung melihat dan memandang ke arah lain. Mereka berdua malu.
“Apa yang barusan terjadi? Aku dan Rex kiss ya?” Ucapan Naomi dari dalam hatinya. Otaknya seakan sulit berpikir saat ini. Melihat Rex malah membuat dirinya malu dan jika mengingat kiss barusan semakin membuatnya malu saja. Wajahnya memerah seperti tomat merah.
“Barusan aku kiss dengan Naomi ya? Kedua bibir kami saling menempel ya? kok rasanya aneh ya....” keluh Rex juga dalam hatinya. Namun untuk menguasai keadaan agar tidak semakin canggung, Rex segera mengajak Naomi pulang saja.
“Nao....” Rex berusaha tenang. Ia melihat ke arah Naomi.
“Hem....” Naomi masih malu dan menunduk.
“Ayo kita pulang saja. Sudah larut sekali.”
“Iya.”
Rex pun berinisiatif meraih tangannya Naomi, ia genggam dan membawanya berjalan di sampingnya. Mereka pun berjalan bersisian dengan saling diam namun penuh pikiran dalam hati dengan ribuan kata. Keduanya pun pulang kembali ke hotel.
Sampai di hotel, Ahmed sudah nampak gusar dan kesal karena di tinggal sendirian di hotel. Namun ia mau protes saat melihat Naomi dan Rex baru tiba di hotel. Tapi tak jadi karena melihat tingkah keduanya yang nampak aneh. Naomi segera masuk ke kamar dan Rex langsung duduk di sofa.
Ahmed pun ikut duduk di sofa. Ia melihat ke arah Rex. Rex sedang duduk dengan kedua tangan di lipat di dadanya. Ia tengah berpikir. Ahmed nampak bingung. Kenapa kedua orang ini.
Rex merasakan tatapan Ahmed. Ia pun melihat ke arah Ahmed yang nampak dengan penuh kerutan di keningnya.
“Apa?” tatap Rex ke Ahmed.
__ADS_1
“Kalian dari mana? Kenapa baru kembali? aku kok di tinggal? Dan kok tingkah kalian aneh? Ada apa?” begitu pertanyaan Ahmed yang di lontarkan.
“Hem ... berisik kau. Sudah mandi dan makan?”
“Sudah. Tak mungkin aku menunggu kalian terus.”
“Bagus. Kami juga sudah makan. Sekarang aku mau mandi.” Rex pun bangkit dan meninggalkan Ahmed yang masih penuh pertanyaan.
Rex menuju kamar. Di lihatnya Naomi tak ada. Apa mungkin sedang mandi?
Rex menuju kamar mandi yang ada dalam ruangan kamar. Ia mengetuk pintunya.
“Nao, kau sedang mandi ya?”
Naomi yang sedang diguyur shower pun mendengar suara Rex. Saat baru masuk kedalam kamar, ia langsung mandi. Kini mendengar suara Rex.
“Iya. Sebentar lagi selesai.”
Rex pun duduk ke arah ranjang. Ia menunggu sambil duduk dan bermain hapenya.
Tak lama kemudian, Naomi telah selesai. Ia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk kimono. Naomi melihat Rex yang sedang duduk di dekat ranjang. Rex pun melihat Naomi yang baru selesai mandi. Rex bangkit dan meletakan hapenya. Ia berjalan mendekati Naomi. Naomi melihat Rex jadi malu, ia masih teringat akan hal kiss tadi.
Rex semakin dekat dan berdiri di hadapan Naomi.
“Aku mau mandi. Jadi menunggumu.” Rex bisa merasakan aroma sabun wangi dari tubuh Naomi yang baru selesai mandi. Bahkan aroma sampo dari rambut Naomi pun terasa harum di hirup Rex. Naomi terlihat lebih segar setelah mandi. Tetesan air menitik karena rambut Naomi yang masih basah. Entah kenapa saat ini tampilannya begitu menggoda. Rex segera mengalihkan pandangannya.
Rex pun segera masuk kedalam kamar mandi.
Malam harinya saat semuanya beristirahat tidur, Naomi di atas ranjang. Sedangkan Rex dan Ahmed memilih tidur di dekat sofa. Malam ini Ahmed tertidur pulas. Biasanya juga begitu seh. Namun berbeda dengan Naomi dan Rex. Kedua mata keduanya masih belum juga terpejam. Padahal hari mereka sudah sangatlah banyak yang terjadi dan melelahkan. Namun mata dan pikiran masih saja belum bisa di ajak tidur.
Beberapa kali baik Rex dan Naomi sama-sama menghela nafas panjang. Bahkan tidurnya saja bolak balik badannya di geser, nanti baring ke samping kanan berikutnya ke samping kiri. Sungguh tak bisa tidur.
“Nao, jangan berpikiran yang tidak-tidak. Lupakan. Ingatlah kalian hanya teman. Tak lebih.” Naomi bergumam pada dirinya sendiri. Naomi memejamkan matanya, ia berusaha tidur.
Begitu juga Rex, ia berusaha memejamkan matanya. Namun kembali teringat kiss yang terjadi antara dirinya dan Naomi. Hatinya mulai tak tenang.
“Bagaimana ini? Apa yang dipikirkan oleh Nao ya? ah, kenapa aku terus kepikiran.” Rex mengeluh pada dirinya sendiri. Ia pun berusaha untuk terlelap dalam tidur.
Esok harinya.
Setelah semua sarapan. Semua peserta The Death Battle di bawa serta mengunakan sebuah mobil bus besar. 25 peserta di bawa ke dalam masuk bus. Bus pun melaju. Semuanya tak tahu mau dibawa kemana. Namun mereka ikut saja. Usai perjalanan yang cukup panjang. Semuanya sampai di sebuah dermaga. Semuanya turun dari bus besar dan naik ke sebuah kapal besar.
Sebuah kapal pesiar besar yang bisa menampung banyak orang. Semuanya naik ke kapal. Kemudian kapal pun berlayar di lautan. Entah kemana di bawa pun semuanya tak banyak tanya. Mereka hanya mengikuti saja. Dan mereka semua bisa menikmati pemandangan laut yang indah tentunya disertai angin laut yang menyenangkan.
Sambil menunggu, hiburan musik dan hidangan pun dihidangkan oleh para awak kapal. Baik itu para pelayan kapal atau pun dari orang-orang nya Lou Han. Semuanya di kerahkan untuk melayani 25 peserta tersebut.
Ahmed dan Rex melihat ke sekeliling lautan dan sekeliling kapal. Tak ada yang aneh. Bahkan Naomi malah berfoto Selfi ria dan mengabadikan foto. Rex dan Ahmed pun mendekat.
__ADS_1
“Berfoto sendirian saja nih.” Rex menyapa Naomi.
Naomi menoleh.
“Kalau begitu ayo berfoto bersama.” Naomi pun mengajak Rex dan Ahmed berfoto bersama. ketiganya pun mengambil foto bersama. Ada foto Naomi sendirian, ada foto mereka bertiga dan ada foto Rex dan Naomi berdua yang di paksa oleh Ahmed berfoto berdua.
Dengan permintaan Ahmed, keduanya pun berfoto dengan bersikap natural saja. Senyum cerah tergambar di wajah keduanya.
Di lain sisi. Lou Han dan Aiko melirik sekilas ke arah Rex dan Naomi serta Ahmed.
“Mereka kah yang kau maksud Aiko.” Lou Han pria tua yang sudah berumur namun terlihat masih gagah dan kekar juga kuat.
Aiko mengangguk.
“Iya. Mereka. Lalu bagaimana keputusan Tuan?” Aiko melirik Lou Han.
“Biarkan mereka menjadi satu tim. Mungkin akan ada tontonan menarik.” Lou Han tersenyum penuh arti.
“Jadi mereka di biarkan masuk ke putaran kedua. Tidak di diskualifikasi.”
“Biarkan saja.”
“Baiklah.”
Aiko pun menurut pada Tuanya.
Setelah perjalanan yang cukup panjang dan mereka pun makan siang bersama di atas kapal pesiar, sampailah mereka di sebuah pulau tak berpenghuni. Ntah apa nama pulaunya. Sepertinya Lou Han yang mempunyai pulau tersebut. Sebab di saat kapal berlabuh dan semua peserta turun dari kapal kemudian menginjak kaki di daratan tersebut, puluhan ninja telah bersiap dan berbaris menyambut kedatangan mereka serta menyambut Lou Han tiba.
Lou Han yang sudah turun pun menghadap ke arah para peserta yang masih hidup dan bertahan. Yang tak bisa lanjut sudah jelas nasibnya. Kalau tidak masuk rumah sakit pastilah sudah meninggal.
Lou Han menatap dan tersenyum ke 25 orang yang masih hidup.
“Selamat datang di pulau Hide. Di sini kalian akan menempuh putaran kedua. Selama satu hari satu malam akan ku biarkan kalian di sini. Kalian akan di jemput jika sirene putaran kedua berbunyi esok hari. Jadi selamat menginap dan bertahan hidup disini. Berhati-hatilah begitu banyak jebakan yang ada. Tak ada yang boleh meninggalkan pulau tanpa ijin. Jika ada maka semua ninja yang ada di sekeliling pulau akan membunuh kalian. Good luck.” Lou Han menampilkan seringai yang tak mengenakan.
Rex, Naomi dan Ahmed saling pandang. Jadi mereka akan di tinggalkan di pulau ini kah?
Bersambung....
Hal apakah lagi yang akan mereka lewati ya? Semoga Rex dan Naomi aman dan selamat.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua 😊 😘 🤗 :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1
No plagiat ya.