Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 26.


__ADS_3

“Kalian berani mengganggu gadisku pacarku hah? Pergi semuanya” Ucap David membentak dan mengusir semuanya.


Semua terperangah mendengar perkataan David. Bahkan Naomi sendiri kaget dan terheran-heran mendengar ucapan dari David.


Semua gadis-gadis saling pandang dan tak berani pada David. Akhirnya mereka pergi dan memilih kabur saja. Kini hanya tinggal Naomi dan David. Naomi melirik ke arah David dengan pandangan tajam. Ia lalu mengeplak kepalanya David. David mengaduh kesakitan lalu menoleh kearah Naomi. Naomi terlihat sangar.


“Kau gila kah? Aku barusan menolongmu cewek bar-bar” Ucap David nampak kesal.


“Aku tak butuh. Tanpa kau tolong aku bisa bereskan mereka semua” Naomi membuang muka. Ia kesal dengan David sembarangan saja mengklaim dirinya jadi pacarnya.


David yang tak paham seorang cewek hanya menatap bingung pada Naomi.


“Bukannya terima kasih, malah aku yang dipukul. Haduh kepalaku sakit juga nih”


“Lagian kenapa pakai acara ngaku pacar segala. Aku bukan pacarmu” Bentak Naomi.


“Oh, itu ya. Hehe, Cuma asal bicara biar mereka pergi saja seh” David malah terkekeh.


“Iiihh dasar kurang asem kau” Naomi menginjak kakinya David dengan keras. Dan David kesakitan. Setelah itu Naomi pergi meninggalkan David yang kesakitan.


Rex muncul di hadapan Naomi. Ia heran kok Naomi kesal.


“Kenapa?”


“Gak apa. Yuk kita pulang”


Rex pun menganggukan kepalanya dan pulanglah mereka bersama.


Sepanjang jalan Rex dan Naomi sama-sama diam. Bahkan sampai didalam bus pun keduanya diam dengan duduk bersebelahan di dalam bus. Rex kemudian berpaling ke Naomi dan hendak mengatakan sesuatu pada Naomi.


“Nao, aku mau cerita sesuatu” Ucap Rex kemudian ia menghela nafas panjang.


Naomi bingung apa yang mau dikatakan Rex. Naomi menebak jangan-jangan masalah Rere lagi ya. ah kenapa Rex selalu memikirkan Rere. Keluh Naomi dalam hatinya.


“Apa?” Tanya Naomi sambil menunduk.


“Aku ternyata bukan cucu Kakekku.”


“Hah!!” Naomi tentu kaget. Ia kaget mendengar perkataan dari Rex.


“Mkasudnya gimana seh Rex?” sambung Naomi kembali.


Rex pun menceritakan semuanya ke Naomi. Bagaimana pun mereka sudah berteman baik dari kecil. Sudah sahabatan dari lama. Jadi Rex cerita semuanya dengan jujur. Tentu saja Naomi tak berkedip dan membuka mulutnya hingga berbentuk hurup O bulat.


“Rex, kau yakin? Gak lagi becanda kan?” Naomi seakan tak percaya.


“Serius loh. Kagak lagi becanda kok” Rex menunjukan dua jarinya yang berbentuk huruf V menyatakan kalau ia serius dan tak bercanda.


Naomi pun hanya angguk-angguk saja. Seolah paham. Walau pun ia masih bingung soalnya. Dia menatap Rex dan melihat Rex dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. Kalau dipikir-pikir, kakek Rex yaitu Dicky Han itu keturunan orang tiongha. Sedangkan Rex sama sekali tak mirip orang tiongha. Dari dulu Naomi pun selalu berpikir hal tersebut. Wajah Rex lebih mirip kebule-bulean gitu. Walau masih ada unsur cina nya karena sudah lama ikut kakek Dicky Han hehe.

__ADS_1


Rex menyenggol Naomi dan Naomi pun tersadar dari lamunannya. Ia sempat memikirkan Rex yang jadi sultan. Hehe.


“Hey...” Ucap Rex.


“Eh... hehehe” Naomi malah cengir.


“Kok melamun?”


“Gak apa-apa. Jadi selanjutnya bagaimana?” tanya Naomi penasaran.


“Aku tetap mau tinggal disini. Dan sudah ku katakan pada Ahmed”


“Oh”


Perjalanan pun yang lumayan panjang akhirnya sampai di daerah rumah mereka. Rex dan Naomi turun dari bus kemudian mereka ke rumahnya masing-masing.


***


Hari pertandingan pun telah tiba. Pertandingan basket dilaksanakan di sebuah tempat yang sudah disediakan. Rex pun bergabung dengan timnya. Dan kali ini Pelatih Jo mempercayakan kapten bakset pada Rex. Naomi pun datang menyemangatin.


Dan dimulailah pertandingan basket. Semua sorak penonton memenuhi suasana pertandingan basket. Rex membawa bolanya. Dan dalam sekali lemparan ia pun memasukan bola ke ke ranjang basketnya. Wow semua berdecak kagum. Rere dan Jenny pun hadir juga. Hanya Brian dan kawan-kawannya tak mau ikut menonton.


Kembali bola di tangan Rex, semua penonton menatap ke arah Rex. Beberapa ada yang menghalangi Rex namun dengan lihai Rex menghindar hingga akhirnya ia kembali mencetak angka. Semua bersorak dan tepuk tangan. Rex tersenyum dan senyumannya hangat. Membuat para kaum hawa meleleh hatinya.


Kali ini bola di tangan lawan. Namun dengan sigap kembali di rebut Rex. Dan kembali mencetak angka. Sungguh permainan yang mengasyikan. Pihak lawan mulai geram dan kesal. Mereka pun mengeroyok dan menghentikan langkah Rex. Rex dijaga ketat oleh pihak lawan. Hingga lawan akhirnya bisa mencetak angka.


Permainan kembali dimulai. Rex dan timnya kembali ke lapangan basket. Ia kembali dijaga ketat. Rex pun segera mengelak dan menghindar. Namun ia terus dibayangi pihak lawan. Akhirnya Rex nekat berlari dan menyambut bola dari rekan timnya. Dan sekali shoot, bolanya masuk. Dan angka berhasil tim Rex mencetaknya. Pihak lawan kesal, kemudian menyikut dan membuat Rex jatuh tersandung. Semua pada protes. Namun karena wasit tak melihat pihak lawan sengaja melakukannya, akhirnya Rex mengalah dan berusaha bangkit kembali. di kursi penonton Rere dan Naomi sama-sama gelisah melihat ke arah Rex.


Rex kembali bermain. Dan waktu terus berjalan. Sama-sama sengit. Hingga akhirnya Rex memutuskan untuk merebut bola. Ia memberikan gerakan tipuan hingga akhirnya lawan terkecoh. Rex kembali mengungguli dan merebut bola kemudian memasukan ke keranjang basket. Dan berhasil. Semua bersorak hore.


Ia kembali bermain. Kali ini waktu penentuan karena akan habis. Siapa pun yang memasukan bola makan dia lah yang akan menang. Pihak lawan membawa bola. Rex berusaha merebut tapi digagalkan. Hingga pihak lawan melakukan shoot. Tapi segera Rex rebut dan memantul-mantulkannya ke lantai lapangan bakset kemudian ia melempar bola. Dan akhirnya bola masuk dan tim Rex pun menang. Hore. Semua bersorak riang. Rex pun memeluk para anggota timnya dan pelatih nya pun berpelukan dengan timnya. Hanya pihak lawan yng kelihatannya kecewa.


Rex melihat ke arah Naomi dan tersenyum. Naomi pun tersenyum. Kemudian Rex melirik ke arah Rere. Rere bertepuk tangan dan tersenyum ke Rex. Rex pun membalasnya tersenyum. Seketika ada wajah sedih di wajahnya Naomi.


Rex dan para anggota tim pun menerima piagam dan piala kemenangannya. Kemudian semuanya masuk keruangan istirahat. Pelatih Jo sangat senang. Ia mengucapkan terima kasih pada Rex dan timnya. Bahkan Pelatih Jo memberikan juga dengan membagikan hadiah uangnya.


Semua anggota mendapatkan hadiah uang yang dibagikan sama ratanya. Kemudian mereka bersiap hendak pulang. Satu harian itu mereka sudah capek karena melakukan tanding basket terus. Rex pun menerima uang hadiah tersebut. Ia segera melihat isinya yang ada didalam amplop.


Namun Rex harus sedikit kecewa. Hadiah uang yang dibagi rata tersebut, ternyata bagiannya hanya mendapatkan 500 ribu saja. Rex kecewa. Dengan uang segitu tak akan cukup membeli kado untuk Rere. Rex segera membersihkan diri dan berganti pakaian.


Ia keluar dan menemui Naomi yang sudah lama menunggunya. Rex terlihat lesu dan Naomi bisa melihatnya.


“Kenapa? Kok kayak lesu dan sedih begitu” Naomi menatap Rex dengan kening yang berkerut.


“Uangnya tak cukup Nao” Rex memperlihatkan wajah sedih.


Rere datang bersama Jenny.


“Rex....” Panggil Rere dan Rex menoleh.

__ADS_1


“Selamat ya” Ucap Rere.


“Makasih Re” Rex tersenyum senang melihat Rere datang memberikan selamat padanya.


“Esok malam jangan lupa ya kerumah ku. Datang ke pesta ulang tahun ku. Oke. Temanmu juga boleh diajak kok” Rere tersenyum.


“Oh, Iya Re” Rex tersenyum namun tipis. Karena ia masih bingung hendak beri apa dengan uang yng hanya 500 ribu itu. Anak orang kaya dikasi hadiah dengan harga segitu pasti memalukan nanti. Ah, Rex jadi bingung.


“Kami duluan ya. bye Rex.” Rere pulang bersama Jenny. Dari tadi Jenny hanya diam. Karena Jenny emang malas berbicara atau dekat dengan Rex. Hanya karena Rere saja makanya Jenny ikut menonton. Kalau Rere gak minta temanin mana mau Jenny.


Pergilah Jenny dan Rere. Kini hanya ada Rex dan Naomi. Rex menatap Naomi.


“Apa yang bisa ku belikan untuk kado Rere dengan harga 500 ribu Nao? Aku pusing” Ujar Rex ke Naomi.


Naomi hanya berpandangan dengan Rex.


Bersambung....


Kira-kira dengan uang segitu apa yang Rex hadiahkan ke Rere ya??? Hehe.


Saksikan kelanjutannya nanti ya kak readers. :)  :D Maaf typo yang bertebaran ya kak. :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2