
Saat ini Rex dan Tommy sudah menunggu Alvin datang. Mereka janjian bertemu di dekat pabrik lama yang sudah usang kelihatannya. Tempat tersebut lokasi yang di katakan oleh Alvin.
Namun sudah hampir sejam Rex dan Tommy menunggu tapi Alvin belum muncul juga. Rex berpikir kalau sampai 15 menit lagi Alvin tak datang maka Rex akan mencarinya sampai kemana pun dia bersembunyi.
Tepat setelah Rex berpikir seperti itu, datanglah sebuah mobil dengan Alvin di dalamnya. Alvin turun dan melangkah ke arah Rex.
“Tom, kau diam saja jangan ikut campur. Tapi kalau dia curang maka langsung ikut saja ke arena duel kami.”
“Baik Tuanku.” Tommy mengangguk.
Rex lalu melangkahkan kaki ke hadapan Alvin. Senyuman jahat terukir di wajahnya Alvin dan Rex hanya cuek serta dingin.
“Suruhan mu sempat membuatku di penjara dan membuat perusahaanku bangkrut serta jatuh miskin. Semua teman dan rekan bisnis ku kabur tak ada yang mau berkerja sama, tak ada yang mau menolongku lagi. Itu gara-gara kalian semua. Itu pun aku tak mengusik kalian lagi, karena tahu bakal runyam masalahnya. Tapi kenapa sekarang kau menghancurkan hidup anakku. Bahkan dia sekarang sudah mati karena bunuh diri.” Keluh Alvin panjang lebar.
Rex hanya diam dengan dingin.
“Kau pikir kau tak punya salah hah? Kesalahan dulu mu yang membuatmu berakhir begini. Dan untuk Brian itu karena dia yang mulai. Aku hanya membalaskan. Sekarang kau malah membuat masalah lagi. Kakekku dan Mamanya Naomi, nyawa mereka harus diganti dengan nyawamu.” Mata Rex berkilat dan wajahnya mulai menggelap. Hawa dingin menyelimuti.
“Baik. Kita akhiri sekarang juga.” Alvin mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke Rex.
Tommy yang diam mulai hendak bergerak tapi Rex menahan dengan kode tangan. Rex tersenyum dan mulai menendang ke arah Alvin. Alvin yang sudah tua, tak seimbang setelah menerima tendangan. Ia terjatuh dan pistol terlempar. Rex mulai meninjunya dan Alvin menangkisnya. Keduanya baku hantam.
Tapi Alvin yang licik tak habis akal. Ia mengambil tanah dan melempar ke arah Rex. Mata Rex terkena dan dia susah melihat. Saat itulah di pakai Alvin untuk menghajar Rex. Beberapa pukulan di layangkan oleh Alvin ke arah Rex. Rex terhuyung.
Rex semakin dihajar oleh Alvin. Alvin tak ada hentinya memukul Rex. Rex jatuh. Tommy dari tadi yang diam, mulai berlari ke arah Alvin. Ia merasa kalau Alvin sudah bertindak curang jadi Tommy turun tangan. Tommy berlari dan menerjang Alvin. Dia tendang Alvin dengan sekuat tenaga. Alvin jatuh dan tersungkur hingga batuk berdarah.
“Sialan kalian. Dua lawan satu. Dasar brengsek!!!” Alvin mengumpat.
“Kau yang duluan curang.” ucap Tommy dan membantu Rex bangkit. Rex memejamkan matanya dan berusaha untuk kembali fokus setelah beberapa kali dikuceknya, akhirnya mata Rex kembali melihat. Tapi Alvin memanggil para anak buahnya. Semua anak buah Alvin yang bersembunyi lalu muncul. Kembali Alvin meminta uang pada Mia kekasih gelapnya untuk menyediakan uang banyak. Alvin membayar sejumlah uang banyak pada anak buah bayarannya untuk membantunya menghajar Rex.
“I will kill you!” Alvin mengerakkan tangannya sebagai tandai Kill you.
Rex merespon. “You can try it. Maybe you will be dead.” balas Rex.
“Serang mereka!” perintah Alvin dan semua anak buahnya menyerang Rex dan Tommy.
Tommy dan Rex siaga. Kemudian semuanya datang menyerang. Rex dan Tommy pun menghajar mereka semua. Dua lawan banyak orang. Baik Rex dan Tommy hanya tersenyum dingin. Keduanya berkelahi melawan semuanya.
Tiba di saat semuanya sedang baku hantam, Alvin segera mencari kembali pistolnya. Dia mau menembak ke arah kepala Rex. Tapi sayang, Rex segera berlari ke arah Alvin dan merebut duluan pistolnya.
“Cari ini hah?” alis mata Rex terangkat sebelah.
Alvin terdiam. Rex mengacungkan pistol ke arah kepala Alvin.
“Tom, bunuh semuanya tak bersisa.” Perintah Rex pada Tommy yang tengah berkelahi.
Tommy lalu mengeluarkan pistolnya dan menembak semua anak buah Alvin. Kemudian dia melempar granat hingga semua anak buah Alvin terkapar. Sisanya yang masih bergerak langsung di tembak mati oleh Tommy.
__ADS_1
Alvin menatap tak percaya. Semua anak buahnya telah di habisi. Siapa sebenarnya orang yang dia hadapi ini?
“Kau sudah keterlaluan Alvin. Menyusul lah ke neraka bertemu Brian anakmu.” Rex menarik pelatuknya dan Alvin yang hendak berbicara tak sempat lagi. Dor ... suara tembakan tersebut pertanda Rex telah menembak mati Alvin.
Bahkan berkali-kali Rex tembakan pistol tersebut, sebagai tanda pembalasan untuk Yuki (Mamanya Naomi) dan Dicky Han (kakek Rex).
Usai semuanya tewas, Rex membuang pistolnya ke sembarang tempat. Rex menoleh ke Tommy.
“Bereskan semuanya, Tom.”
“Baik.”
Tommy mengambil pistol Rex tadi dan membersihkan sidik jari Rex. Kemudian semua mayat di kumpulkan oleh Tommy jadi satu, selanjutnya semuanya dia bakar hingga hangus semua tak bersisa. Usai melaksanakan semua itu, Tommy pun pergi menyusul Tuannya.
Sekarang Brian mati dan Alvin juga mati. Good bye forever.
***
Rex kembali ke rumah sakit di temani Tommy. Mereka menemui Naomi. Jenazah Yuki dan Dicky segera di urus dan di kebumikan. Rex, Naomi dan Tommy sekarang ada di pemakaman kakeknya Rex dan mamanya Naomi. Rex dan Naomi hanya bisa berdoa, semoga Mama dan kakek mereka dapat tenang di alam sana. Rex memeluk Naomi berusaha mengatakan agar tabah.
Beberapa hari kemudian, berita kematian Brian dan Alvin tersebar. Mereka pun di kuburkan secara layak, Mia yang melakukan semua penguburannya. Mia sangat terpukul karena Alvin telah meninggal. David mengajak Mamanya Mia untuk ke Amerika saja. Mereka hendak pergi pindah dan memulai hidup baru saja. Masa lalu harus di lupakan.
Akhirnya David berpamitan pada Rex dan Naomi. David pergi dengan mamanya ke Amerika. Untuk Rere, dia tak mau masuk kembali ke sekolah. Malah hendak pindah juga bersama mamanya ke Kanada. Rere ingin melupakan semua kenangan pahit jadi saat mamanya mengajak pindah ke kanada, dia ikut saja. Sekalian agar Rere dan Papanya dapat menghilangkan traumanya.
“Aku pamit Rex. Aku hendak pergi.” Rere berpamitan dan hendak pergi jauh.
“Tidak. Aku akan ikut Mamaku ke kanada. Disini banyak kenangan buruk.”
“Kalau kau mau ikutlah denganku ke Turki bersama-sama, Re.” Rex mengajak Rere.
Rere menggeleng.
“Tidak Rex. Sekarang ada Naomi di sisimu. Tidak akan baik kalau aku bersama di dekatmu. Aku mau pergi jauh saja Rex. Semoga kau bahagia selalu Rex. Dan aku turut berduka cita untuk kakekmu.” Rere memeluk Rex. Rex pun membalas pelukan tersebut. Kemudian Rere pergi karena harus mengejar pesawatnya.
David pergi dan Rere pun pergi.
Kali ini Rex kembali bersekolah di tempat yang sama dengan Naomi. Dia mau menemani Naomi sekaligus menghiburnya selama di kota ini. Mereka pun melanjutkan sekolah bersama-sama. Waktu ujian pun tiba. Dan semester berikutnya pun mereka jalani bersama. Belajar bersama, main bersama, dan semuanya sekarang bersama. Rex juga mengajak Naomi tinggal satu tempat dengan Rex. Tapi Naomi menolak. Naomi tetap tinggal di rumahnya walau hanya dia sendirian kini di rumah.
Waktu terus berlalu hingga ujian nasional pun tiba. Ujian akhir sekolah. Rex dan Naomi yang sudah banyak belajar tak risau akan nilainya. Apalagi Rex yang sudah bisa dengan baik belajarnya. Dan akhirnya mereka berdua lulus dengan nilai baik. Jerry dan Jenny juga lulus. Keduanya bermaksud melanjutkan kuliah bersama di Harvard. Sehingga Jenny dan Jerry masih bisa meneruskan hubungannya selama kuliah ditempat yang sama nanti. Hal membahagiakan bagi Jerry dan Jenny.
Jerry dan Jenny sebenarnya prihatin tentang nasib teman-temannya dahulu, baik itu Rere, Brian, dan David. Akan tetapi semua sudah punya takdirnya masing-masing. Jerry dan Jenny tak mau melihat lagi masa lalu yang ada di belakangnya. Keduanya fokus dengan masa depan bahagia bagi Jerry dan Jenny.
Kini mereka sudah lulus, Rex kali ini bertanya ke Naomi.
“Nao, sekarang kita sudah lulus SMA, jadi rencanamu apa selanjutnya?” Rex menatap wajah gadisnya.
“Aku mau kuliah di Jepang.” jawab Naomi.
__ADS_1
“Hah? Jepang?” Rex agak kecewa. Pasalnya Rex hendak membawa Naomi ikut serta dengannya ke Turki.
“Iya. Aku ingin mengenal negara asal keluargaku.” Naomi tersenyum.
“Ikut denganku mau gak Nao? Kalau kau ke Jepang nanti kita berpisah lagi.” Rex menatap dingin Naomi.
Naomi menoleh ke Rex. Dia tersenyum pada Rex.
“Kita apa Rex?”
“Kita? Kenapa kau tanya kan lagi? Kan sudah ku bilang, kalau aku kembali maka kita jadi sepasang kekasih.” Wajah Rex semakin gelap padahal kulitnya putih bersih.
Naomi terkekeh. Rex mengerutkan keningnya.
“Kenapa?” Rex menatap Naomi dengan serius.
“Aku mau pernyataan cinta, yang romantis kalau bisa.” Naomi mengedipkan matanya.
Rex memutar kedua matanya dengan malas.
“Cewek tomboi yang biasanya dibilang cewek bar-bar malah minta hal romantis? Gak salah tuh.”
Rex menggeleng. Naomi malah cemberut. Rex menarik tubuh Naomi dan mengecup bibir manisnya, Rex peluk dengan erat.
“I love you, you are my girlfriend now.” bisik Rex ke telinga Naomi. Wajah Naomi bersemu merah.
“Love you too. Yes, I am your girlfriend.” ucap Naomi perlahan. Rex tersenyum dan langsung mengulum bibir Naomi. Keduanya bermesraan.
Naomi dan Rex pun resmi jadi sepasang kekasih.
“Aku gak mau tahu, kau ikut aku ke Turki ya, Nao. Titik.” Rex berkata no debat. Rex memeluk Naomi dengan hangat.
Bersambung....
Congrats untuk Naomi dan Rex. :D 🥰❤️🎉🎊
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
Komentar dong komentarnya 🤗 mana nih komentar positif gitu 🤣
__ADS_1
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D 🤗