
Kakak pembaca sekalian klik Likenya ya dan kasi Vote dan giftnya ya. Lomba akan segera berakhir so Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Komen nya juga jangan lupa ya kak. Makasih :D
Silahkan melanjutkan membacanya ya kak :D
***
Sudah dua minggu semenjak kepergian Rex ke Turki. Naomi merasa di sekolah sunyi. Hanya sesekali Rex memberikan kabarnya. Selebihnya Naomi jarang mendengar kabarnya Rex. Bahkan dengan Kakek Dicky Han pun, Rex sesekali memberi kabar. Sepertinya di sana Rex sangatlah sibuk. Hanya David yang selalu setia menemani Naomi di sekolah. David tahu kalau Naomi pasti merindukan Rex. Jadi ia selalu di samping Naomi untuk menemani dan menghiburnya.
Tapi Rex memang sangatlah sibuk di Turki. Karena baginda sultan Hasan Mustapa terbaring di ranjangnya, sehingga semuanya Rex yang harus memerintah kerajaan, tentunya di dampingi Ahmed yang selalu setia membantu.
Saat ini Naomi sedang duduk berdua dengan David di kelas. Naomi malas ke kantin, sehingga sebagai gantinya David membawakan beberapa roti dan minuman dingin untuk Naomi.
“Makanlah Naomi.” Bujuk David.
Naomi menoleh ke David dan makanan yang di bawakan oleh David. Karena David sudah berbaik hati jadi Naomi akhirnya memakannya. David pun tersenyum. Rere, Jenny, Jerry dan Brian masuk ke dalam kelas juga. Sekarang David dan Brian jelas-jelas bermusuhan. Oleh sebab itu David tak lagi bergabung dengan kelompok Brian.
Jerry menatap ke arah Brian lalu David.
“Eh bro. Kau dan David kenapa? Semenjak pertengkaran kalian, sampai sekarang David tak pernah lagi gabung dengan kita, kenapa?” Jerry heran melihat dua sahabat karibnya.
Rere dan Jenny tak banyak berkomentar, karena mereka tak mau mengurusi urusan para anak cowok.
“Diamlah. Dia bukan temanku lagi. Kami adalah musuh.” Sahut Brian nampak kesal. Setiap kali melihat David maka akan membuat amarahnya naik saja. Ia membuang muka dan tak mau melihat David.
David pun sama kesalnya pada Brian. Hanya Naomi di sini yang tahu apa yang terjadi antara Brian dan David. Brian membenci Mamanya David, karena dia adalah kekasih gelap Papanya dan yang membuat Mamanya meninggal. Sehingga hal tersebut membuatnya membenci David juga. Dan Alvin Wu jelas juga di benci oleh Brian. Dia benci Papanya yang pengkhianat tersebut.
Bahkan sampai sekarang Papanya masih berhubungan dengan Mia, Mamanya David. Semakin membuat Brian membenci David pula. Beda lagi dengan David. Ia tak terima kalau Brian menghina Mamanya. Walaupun memang Mamanya salah, tapi David kecewa pada Brian juga karena persahabatan mereka yang sudah lama malah berakhir begini. David pun menyalahkan Mamanya dan kecewa sekali. Sampai David meminta Mamanya untuk memilih antara pria itu (Alvin Wu) atau dirinya anak dari Mamanya sendiri. Tapi nyatanya Mamanya masih belum bisa memilih antara salah satu antara David atau kekasihnya. David tentu jadi kecewa besar. Sehingga tak mau lagi berbicara pada Mamanya.
Intinya sampai sekarang Brian dan David tak berbaikan dan malah menjadi musuh sekarang.
Jerry melihat Naomi dan David semakin dekat saja.
“Hey bro ... kau sekarang dekat dengan gadis tomboi bar-bar itu kah? Apa kalian pacaran kah?” Tanya Jerry sambil agak berteriak agar Naomi dan David mendengar.
Naomi terlihat kesal, ia hendak meninju Jerry namun David melarang. Katanya abaikan saja. Naomi pun diam.
Brian mencibir dan menatap sinis.
“Keduanya cocok kan. Satu si pengkhianat dan satunya cewek bar-bar. Cowok cunguknya sudah pergi jadi mereka bersama. Sungguh menggelikan. Ternyata gadis bar-bar kesukaanmu David.” Brian tersenyum sinis.
David mengepalkan tangannya. Ia sudah hendak meninju Brian. Ia pun segera melangkah ke arah Brian. Karena David merasa kalau Brian sengaja menyindirnya.
“Jaga bicara kalian. Khususnya kau Brian. Naomi itu gadis baik-baik.” Hardik David di depan Brian. Jerry memilih diam tapi Brian malah menyolot.
__ADS_1
“Oh, berarti Mamamu yang bukan wanita baik-baik ya kan.” Brian Merancu asal saja. Wajah David memerah menahan amarah dan akhirnya tinjunya melayang ke arah wajahnya Brian.
Brian terhuyung ke samping, ia menatap marah ke David. Brian bersiap hendak membalas David, namun segera di tahan oleh Jerry. Dan Naomi juga berlari dan menahan David. Bel berbunyi dan guru masuk. Mereka kembali ke kursi masing-masing. Dan pelajaran pun di mulai. Suasana kelas menjadi tenang dan hanya sibuk belajar. Tapi hati Brian dan David sama-sama panas.
Kembali ke Turki.
Rex sibuk membaca semua laporan yang harus diperiksanya. Semenjak kakeknya terbaring maka Rex lah yang jadi sibuk. Merasa jenuh, Rex keluar dari meja kerja tempat ia melihat semua laporan di kerajaan ini. Di luar di dekat taman, Rex menatap langit cerah dan bunga yang bermekaran indah. Udaranya nampak segar sekali. Rex memejamkan matanya menatap ke arah langit. Suara langkah kaki terdengar. Rex membuka mata dan segera menoleh ke belakang.
Ternyata Anastasya yang berdiri di belakang Rex. Gadis tersebut membungkuk hormat.
“Berdiri tegaklah. Ada apa kau kemari?” Rex memandang Anastasya yang sangat cantik hari ini. Sebenarnya hari biasanya sudah cantik, tapi hari ini nampaknya ia berdandan lebih sehingga nampak sangat cantik dengan gaun cantik berwarna peach.
Anastasya melihat ke arah Rex. Kembali ia kagum pada ketampanan Rex. Anastasya bukan gadis yang mudah jatuh hati pada seseorang namun kali ini ia malah tertarik pada Rex.
“Maaf kalau mengganggu Tuanku. Aku eh hamba ... aduh.” Anastasya memejamkan matanya merasa salah bicara.
“Hahaha ... bicara biasa saja padaku. Aku dan kau juga boleh.” Rex merasa gadis di depannya lucu.
“Boleh pakai kata Aku?” Anastasya menatap Rex tak berkedip.
Rex mengangguk.
“Aku melihat Tuanku di sini. Jadi aku hampiri saja. Maaf jika mengganggu.” Anastasya menunduk.
Gadis tersebut kembali melihat ke arah Rex.
“Anda melupakan saya kah? Gadis yang jatuh dan Anda tangkap. Maksudnya yang Anda tolong Tuanku.”
Rex akhirnya mengingatnya.
“Oh gadis nakal yang hendak memanjat dan jatuh itu, jika aku tak ada di sana maka kau akan jatuh ke tanah.” Tatap Rex dengan menaikan sebelah alisnya.
“Iya. Kalau sampai hal tersebut terjadi maka aku mungkin akan luka parah. Terima kasih Pangeran. Maafkan aku baru mengenali Anda. Aku Anastasya.”
“Anastasya?”
“Iya. Atau panggil saja Ana.” Ana tersenyum pada Rex. Senyuman menawan yang menambah kecantikannya.
“Baiklah Ana. Maafkan aku waktu itu meninggalkan mu sendirian. Aku waktu itu mencemaskan kakek ku.” Rex kembali sedih mengingat kejadian Hasan Mustapa yang sekarang di ranjangnya susah bergerak.
“Oh iya. Baginda Hasan Mustapa bagaimana keadaannya?”
“Sudah tak apa. Terima kasih atas perhatianmu Ana.” Rex tersenyum hangat menambah ketampanannya saja. Ana tersipu malu menatapnya.
__ADS_1
Dari kejauhan Paul menatap putrinya dan Rex. Ia tersenyum puas. Kemudian pergi ke arah kamar Hasan Mustapa.
Usai berbincang-bincang, keduanya berjalan mengarah sebuah taman bunga mawar yang beraneka ragam warnanya. Ada warna merah, pink, kuning, orange dan putih. Semua warna mawar sangatlah indah. Mereka berdua berbincang sambil menatap indahnya bunga mawar-mawar tersebut.
Seorang pengawal datang mendekat.
“Maaf Pangeran, Yang Mulia meminta Anda ke ruangan kamarnya.”
“Baiklah.”
“Nona Anastasya juga diminta ikut.” Sambung pengawal tersebut.
Rex dan Anastasya pun saling pandang.
Rex dan Anastasya pun segera menuju kamar baginda sultan Hasan Mustapa. Sampai di tempat, sudah ada seorang tamu di dekat kakeknya Rex. Orang tersebut adalah Paul. Paul tersenyum dan memberikan hormatnya.
“Salam hormat pada pangeran satu-satunya keturunan anak sultan, sang pewaris tahta.” Ujar Paul sambil membungkuk.
“Terima kasih. Silahkan berdiri tegak.” Rex berucap pada Paul. Paul pun berdiri tegak kembali. Anastasya berdiri di samping Papanya.
Rex mendekati kakeknya.
“Ada apa kek? Kakek memanggil ku?” Rex tersenyum dan mencium punggung tangan sang kakek. Hasan Mustapa tersenyum.
“Rex ... aku bermaksud memberikan jodoh untukmu. Paul memiliki putri yang sangat cantik bernama Anastasya. Jadi kau akan di jodohkan dengan Anastasya.” Hasan Mustapa tersenyum melihat ke arah Rex.
Rex tentu saja kaget mendengarnya. Ia tak sangka akan di jodohkan.
Bersambung....
Perjodohan??? Apa yang akan kau jawab Rex?? Ingatlah pada Naomi ya Rex. 🥲
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
Yuk kak, lomba mau berakhir Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak sebagai apresiasi dan mendukung karya ini. Makasih pada kakak semuanya :D 🥰😍😘🤗
__ADS_1