Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 42.


__ADS_3

“Bagaimana sekarang?” Tanya Scoot memandang ke arah Alvin.


“Sial,” umpat Alvin kemudian.


Alvin memanggil semua penjaga dan anak buahnya. Semua dipanggil dan disuruh menghadang para pembuat onar tersebut. Kemudian Alvin memandang ke arah Scoot untuk segera menekan tombolnya. Scoot pun segera melakukan perintah Alvin. Tombol di otak-atiknya dan tombol merah di tekannya. Alat pun kemudian bekerja. Rex seakan di alirkan sebuah aliran listrik menyengat. Tubuhnya bergetar menahan sakit sengatan listrik yang menjalari ke tubuh dan otaknya.


Di lain sisi. Ahmed, Naomi dan anak buah Ahmed makin di serbu oleh semua penjaga dan anak buah Alvin. Bahkan bertambah banyak saja. Naomi segera menghajar yang datang menghadangnya. Ahmed memberi kode ke anak buahnya agar semua menghabisi siapa pun yang menghalangi. Baku hantam terus terjadi. Di kesempatan yang ada, Naomi dan Ahmed segera bergegas ke tempat Rex berada.


Saat memasuki ruangan dimana Rex ada, ada empat penjaga yang harus mereka tangani. Naomi segera menendang dan menghajar para musuh. Dan Ahmed mencengkram kepala para musuh lalu menghantamkannya ke tembok serta lututnya menyerang kepala mereka. Hingga para musuh pun tumbang.


“Hebat juga kau ya anak muda,” puji Ahmed melihat Naomi bertarung.


“Untuk mu pria tua juga hebat” Naomi tersenyum.


“Hey, belum tua kali lah. Badanku masih kekar berotot gini.”


“Ya ... ya ... ya”


Naomi segera masuk ke dalam bersama dengan Ahmed juga. Diluar anak buah Ahmed dan anak buah Alvin masih baku hantam. Sedangkan Naomi dan Ahmed sudah masuk ke dalam. Di dalam Naomi dan Ahmed melihat Rex di dudukan di sebuah kursi seperti kursi hukuman untuk kejut listrik seperti di film-film itu. Mereka segera berlari ke arah tersebut untuk menyelamatkan Rex.


“Hentikan, lepaskan Rex,” Ucap Naomi pada Alvin dan Scoot.


“Enak saja. Kalian cari mati hah,” Alvin nampak berang.


Alvin pun mengeluarkan pistol yang ia simpan di dekat dirinya. Sedangkan Scoot sudah menatap takut melihat ke arah Ahmed yang terlihat seram. Scoot berlari dan berlindung ke sebuah tempat yang di rasanya aman. Sedangkan Alvin mengarahkan pistolnya ke arah Ahmed dan Naomi.


Naomi mengeluarkan pedang samurai dari sarungnya. Ahmed segera menyerang Alvin. Namun Alvin menembakkan pistolnya. Segera Ahmed mengelak, menghindari serangan tembakan dari pistol Alvin. Dan Naomi maju ke arah Alvin. Tapi Alvin segera menembakkan pistolnya. Naomi menghalangi dengan pedangnya. Semua peluru terpental ke arah lain.


Alvin yang panik terus menghujami dengan menembak kan pistolnya, namun segera di tangkis Naomi. Dan semakin dekat Naomi dengan Alvin. Saat sudah pas dihadapannya, Naomi segera menebas pistol Alvin hingga terbelah jadi dua. Alvin pun terdiam mematung. Naomi lalu mengarahkan pedangnya ke arah leher Alvin.


Scoot hendak melemparkan sebuah pemukul apa saja yang ia pegang ke arah Naomi, namun segera di hadang Ahmed dan sebuah tinju pun melayang ke arah perut Scoot. Scoot pun tersungkur terkena tinju dari Ahmed.


Alvin menatap Naomi di depannya.


“Kau mau membunuhku. Bunuh saja kalau berani” Alvin menantang Naomi. Naomi hanya gadis SMA mana punya keberanian membunuh. Dilihatnya dari tadi Naomi hanya melukai tapi tidak ada yang dibuatnya mati.


Naomi tertawa renyah.


“Pak tua, kau menantang ku. Nyawamu ada di tangan ku jadi jangan berlagak,” Naomi tersenyum penuh kemenangan.


Ahmed segera berlari ke arah Rex. Ia melihat Rex kesakitan akibat alat ntah apa itu namanya. Ahmed memegang hendak membukanya. Namun aliran tersebut seperti menyetrumnya juga.


“Ahmed, matikan dulu dayanya. Lihat tombol disini” Naomi berteriak memberitahukan ke Ahmed. Ahmed pun segera berlari ke arah papan keyboard yang kurang ia pahami. Akhirnya Naomi berkata kembali ke Ahmed.


“Kau pegang pedang ini. Gantikan aku. Kalau Pak tua ini macam-macam, tebas saja kepalanya,” Ancam Naomi dan berhasil membuat Alvin ciut. Ahmed segera mengambil alih memegang pedang Naomi yang mengarah ke leher Alvin.


Sedangkan Naomi sendiri segera ke arah papan keyboardnya. Ia mengotak-atiknya, namun alatnya masih belum berhenti. Akhirnya ia menekan tombol merah, namun masih belum berhenti. Naomi berjalan ke arah Scoot menanyakan bagaimana menghentikannya. Tapi ternyata Scoot pingsan. Akhirnya ia berbalik ke arah Alvin menanyakan. Namun Alvin tak terlalu mengerti tombol-tombol tersebut. Akhirnya Naomi mengambil pedangnya. Dan meminta Ahmed menjaga Alvin. Setelah pedang di tangannya, Naomi segera merusak papan keyboard tersebut dengan pedangnya. Ia tebas beberapa kali. Hingga akhirnya alat tersebut pun mati. Kemudian Naomi ke arah Rex, ia membuka kuncian Rex.


Rex yang lemas segera di papah oleh Naomi.


“Kau tak apa Rex?” Naomi terlihat cemas.


“Nao....” Rex menyebutkan nama Naomi. Seperti musim semi di penuhi bunga-bunga sakura yang bermekaran. Begitulah Naomi menatap Rex saat namanya di sebut Rex.

__ADS_1


Rex di papah oleh Naomi mendekati Ahmed. Sedangkan Alvin menatap mereka semua.


“Dia mau di apakan?” Tanya Ahmed pada Rex.


“Jebloskan saja dia ke penjara,” Rex menatap kesal ke Alvin.


“Lalu pria tua satu lagi yang pingsan itu bagaimana?” Ahmed menunjuk ke arah Scoot.


“Biarkan dia dahulu. Dia papanya Rere. Aku tak mau Rere jadi sedih nantinya” Rex masih mengingat Rere, Naomi melirik sepintas ke arah Rex. Di saat dia sudah seperti ini pun masih saja memikirkan Rere. Begitulah keluh hati Naomi.


Alvin melihat ke arah Rex. Ia berlutut memohon ampun.


“Tolong ampuni aku. Aku janji tak akan mengusik mu lagi” Alvin bersimpuh meminta pengampunan.


“Kau sudah pernah di lepaskan sekali dan malah sekarang mencelakai ku. Jangan harap aku akan percaya lagi.”


Rex berlalu pergi dengan Naomi yang memapahnya. Ingin sekali Rex meninju Alvin namun ia sedang kondisi lemah. Energinya habis. Jadi ia memilih meminta Ahmed membereskan semuanya.


“Ahmed bereskan semua yang ada di sini. Kalau perlu musnah kan” Perintah Rex kepada Ahmed. Ahmed pun menganggukkan kepalanya.


Rex pergi keluar bersama Naomi. Kemudian sepeda motornya tadi di bangkitannya kembali. Naomi mengajak Rex naik motornya. Pergilah mereka berdua dengan sepeda motor milik Naomi.


“Pegangan Rex. Aku akan mengebut” Naomi berucap pada Rex.


Rex menganggukkan kepalanya. Ia memeluk pinggang Naomi. Hati Naomi berdegup sangat kencang. Dadanya gemuruh naik turun. Namun ia berusaha bersikap biasa saja. Naomi segera menghidupkan sepeda motornya dan melajukan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Naomi membawa Rex ke sebuah rumah sakit ternama di tengah kota. Di sanalah Rex segera di tangani para dokter dan di rawat.


Tiga hari kemudian.


Rex bangun dari tidurnya. Ia pingsan cukup lama. Saat bangun di lihatnya ada kakeknya Dicky Han dan Naomi serta.


“Kakek ... Naomi” Rex membuka matanya dan perlahan berusaha duduk. Naomi membantu Rex untuk duduk di ranjang pasiennya.


“Jangan banyak gerak Rex. Kau harus sembuhkan betul dirimu dahulu” Naomi mengingatkan.


“Cucu ku Rex. Kau tak apa kan. Masih sakit kah badanmu atau bagaimana?” Dicky menanyakan keadaan cucunya. Padahal dokter setiap hari memberikan hasil pemeriksaan namun sang kakek tetap ingin menanyakannya.


“Aku sudah tak apa-apa kek. Rex baik saja” Rex tersenyum pada naomi dan kakeknya yang ada  di sampingnya.


Naomi dan Dicky Han juga tersenyum pada Rex. Syukurlah kini Rex baik-baik saja.


“Ahmed dimana? Dan Rere ada kemari gak?” Rex bertanya.


Naomi menggigit bibir bawahnya. Selama tiga hari Rex di rumah sakit, tak sekali pun Rere datang menjenguk. Padahal di sekolah Naomi sudah mengatakan ijin pada sekolah kalau Rex sedang di rawat di rumah sakit. Dan saat Naomi mengatakan di ruangan guru, ia yakin betul melihat Rere juga di ruangan guru sedang mengantarkan bahan tugas. Ia yakin Rere mendengarnya. Tapi kenapa sampai sekarang Rere tak menjenguk Rex.


Naomi heran juga. Bukankah mereka pacaran. Tapi kenapa  Rere tak pernah datang menjenguk. Naomi ingin mengatakannya, namun lidahnya kelu dan tak dapat berkata.


Dicky Han menatap ke arah Rex.


“Rere siapa dia? kalau Ahmed katanya menyelesaikan perintah mu. Namun kemarin dia kemari menjenguk mu Rex” Dicky Han menjelaskan ke Rex sekaligus bertanya ke cucunya.


“Oh ... Rere itu pacarku Kek. Maaf kalau selama ini Rex tak bilang. Rex lupa hehehe” Rex terkekeh.

__ADS_1


Dicky Han malah menggeleng. “ Dasar anak muda. Kalau sudah kasmaran, yang lainnya malah lupa”


“Tapi belajar nomer satu kok Kek” Ucap Rex kemudian ia terkekeh kembali.


“Cantik gak orangnya. Atau semanis Naomi.” Dicky Han melirik ke arah Naomi.


“Kakek....” Naomi menatap Dicky Han. Dan Dicky Han malah tertawa terbahak-bahak.


“Rere sangat cantik Kek. Seperti bidadari surga, pujaan hatiku” Rex membayangkan Rere seperti bidadari. Bidadari di hatinya dong ah. Hehe :D


Dicky Han segera menimpuk kepala Rex.


“Jangan kebanyakan mengkhayal Rex”


“Kek, aku kan baru sembuh” Rex mulai protes. Namun Dicky Han dan Naomi malah tertawa. Dan akhirnya Rex pun ikut tertawa.


Dua hari kemudian.


Rex merasa sudah sembuh segera masuk kembali ke sekolah. Naomi cemas sebenarnya. Namun Rex berkata ia sudah tak apa. Naomi pun berangkat bersama Rex ke sekolah. Saat keduanya baru sampai ke sekolah. Di dekat pintu gerbang Rex melihat Rere baru turun dari mobil. Namun anehnya, Rere satu mobil dengan Brian.


Rex segera menghampiri. Dan Naomi pun segera menyusul langkah kaki Rex juga.


“Re....” Rex memanggil Rere.


Rere yang baru turun bersama Brian di sampingnya menoleh ke arah Rex.


“Rex....” Gumam Rere.


Sampailah Rex di hadapan Rere.


“Aku kangen Re” Rex lalu memeluk Rere. Rere pun sebenarnya kangen, namun segera Brian berdeham. Rere segera melepaskan pelukan tersebut.


“Rex, ini disekolah. Tak boleh seperti itu” Rere berkilah.


“Oh, Maaf. Kalau begitu kita masuk ke kelas bersama” Rex menarik tangan Rere. Namun segera Rere tepis. Seketika Rex melihat sambil berkerut keningnya. Sama halnya Rex bingung, Naomi pun sama.


“Kenapa?” Tanya Rex menatap heran ke Rere.


“Maaf Rex. Aku rasa kita tak bisa bersama lagi. Aku ingin kita putus.” Ucap Rere menatap ke arah Rex.


Rex dan Naomi sama terkejutnya. Bahkan Rex sampai diam mematung. Apa kata Rere tadi? Putus? Apa maksudnya itu? Salah dengar kah aku? Keluh Rex dalam hatinya.


Bersambung....


Rex dan Rere putus kah? Hiks ... hiks 😭🥺😟🙁


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua 😊☺️😀😃😄


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya ☺️


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya 😄


Thanks. Love you all 😘😄

__ADS_1


__ADS_2