
Ahmed segera mencari Rex. Ia mencari ke rumah reot hanya bertemu dengan kakek Dicky dan Rex tak ada di rumah. Ahmed mencoba mencari ke Naomi, namun Naomi bilang setelah perlombaan dan acara makan, Rex pamitan duluan pergi. Setelah itu tak tahu. Naomi bertanya ada apa? Namun Ahmed tak menjawab. Ahmed lalu pamitan pergi dan mencari Rex di lain tempat. Ia mengelilingi kota untuk mencari keberadaan Rex. Kemudian ia menelpon beberapa anak buah yang dipekerjakannya secara tiba-tiba. Semua di perintahkan mencari Rex.
Bahkan Ahmed sampai mencari Rere, namun Rere tak ada di rumahnya. Kemudian Ahmed mencari ke rumah Jenny. Ahmed mengetahui kalau Jenny adalah teman dekat Rere. Ke sanalah Ahmed mencari Rere. Sampai di rumah Jenny, Ahmed yang bertemu Rere langsung menanyakan perihal Rex ada di mana.
“Dimana Rex sekarang berada?” Tanya Ahmed agak cemas.
“Tak tahu. Terakhir kali di taman kota kami bertemu dan setelahnya aku pulang. Ada apa?” Rere pun bertanya cemas.
“Saat kami teleponan, tiba-tiba saja terputus dan tak ada jawaban. Aku mencari kemana-mana namun tak menemukan Rex. Dia seakan hilang.”
Rere kaget dan kemudian kepikiran dua orang. Apakah Papanya atau Brian? Rere mengeluarkan hapenya, ia segera menelepon Papanya. Namun di rumah hanya ada Mamanya. Mamanya berkata Papanya masih belum pulang kerja. Selanjutnya Rere menelepon ke nomer Brian.
“Brian, kau dimana sekarang?”
“Di rumah lah. Kenapa?”
“Dimana Rex sekarang Brian? Kau tahu sesuatu.”
“Mana ku tahu.”
“Jangan berbohong Brian. Kau pernah mengancam ku, untuk memutuskan hubunganku dengan Rex jika tidak kau akan melakukan sesuatu. Bukan kah begitu?”
“Hahahaha ... aku emang berkata begitu, namun dimana Rex sekarang tentu saja aku tak tahu, tapi tunggu dulu....” Brian menghentikan ucapannya. Ia teringat sesuatu.
“Tapi apa Brian?” wajah Rere nampak panik.
Ahmed di samping Rere pun terlihat panik.
Diseberang sana Brian nampak menunjukan senyuman jahatnya. Ia kemudian kepikiran sebuah ide.
“Kau mau menolong si Rex, maka lakukan keinginanku Re.”
__ADS_1
“Apa itu?”
“Putus dengan Rex dan berpacaran denganku lalu tunangan denganku. Hanya itu syarat ku.” Brian merasa menang.
Rere menjawab ragu. Selama ini dia menolak permintaan Papanya untuk putus dari Rex, namun sekarang Brian juga mengajukan hal tersebut. Permintaan Brian dengan keselamatan Rex sebagai gantinya. Rere melihat ke arah Ahmed. Ahmed memandangnya dengan kening berkerut. Dan Rere lebih pusing lagi disuruh harus memilih. Akhirnya demi keselamatan Rex, Rere pun terpaksa mengikuti permintaan Brian.
“Baiklah. Aku setuju. Katakan padaku cepat dimana Rex sekarang” Rere menggigit bibir bawahnya saat menyetujuinya. Ia pasti akan melukai Rex namun demi keselamatan Rex apa boleh buat.
“Bagus” Brian puas dan tersenyum merasakan kemenangannya. Brian pun mengatakan mungkin Papanya dan Om Scoot yang sedang menangkap Rex. Karena setahunya Papanya sedang mengincar Rex.
Sontak saja Rere kaget luar biasa. Jadi Papanya juga ada andil di dalam menghilangnya Rex. Sungguh Rere tak punya muka lagi berhadapan dengan Rex. Usai mendapatkan info dari Brian, Rere menutup teleponnya. Ia kemudian melihat ke arah Ahmed.
“Saat ini Rex di tangkap oleh Om Alvin dan Papaku. Cobalah cari ke tempat kerja Papaku,” Rere berkata dengan wajah sedih. Ahmed agak bingung dengan ekspresi wajah Rere. Namun ia tak banyak pikir lagi. Ahmed langsung pamitan. Dan segera menaiki mobil hitamnya. Dan menelepon para anak buahnya untuk segera berkumpul ke tempat yang akan mereka tuju. Sebelumnya Ahmed mencari di google tempat bekerjanya Scoot. Setelah di ketahui ia melaju secepatnya membawa mobilnya.
Rere masuk ke dalam rumah Jenny. Jenny dan Maria menatap heran ke arah Rere. Terlihat sangat dari wajah Rere kalau ada kesedihan dirasakannya.
“Kenapa dengan Rere, Jen?” Maria melirik Jenny dan Jenny menggelengkan kepalanya.
“Coba kau dekati Rere dan ajak bicara di kamar berdua. Kalian kan teman,” Saran Maria pada ponakannya. Jenny pun menganggukkan kepalanya. Jenny mengajak Rere ke kamarnya. Kamarnya Jenny sekarang tempat tidurnya untuk Rere dan Jenny. Di dalam kamar Jenny mengajak Rere berbincang.
“Apa yang terjadi Re?” Jenny menatap Rere dengan serius.
Tumpah sudah Rere menangis di dalam pelukan Jenny. Ia ceritakan semuanya sambil terisak menangis. Jenny hanya bisa mengatakan sabar.
“Sabar ya Re, tapi ku rasa emang sebaiknya kau dengan Brian saja. Brian itu kan tampan dan tajir. Cocok lah bersama mu. Lagian Brian menyukaimu dan orang tuamu setuju dengan Brian.”
“Tapi aku tidak mencintainya, Jen. Kau paham kan Jen,” Rere kembali terisak. Jenny pun menganggukkan kepalanya. Seakan paham yang di rasakan oleh Rere.
Di lain tempat.
Naomi yang gelisah juga segera menelepon Ahmed. Ia ingin tahu kenapa kelihatannya Ahmed mencari Rex. Akhirnya Ahmed menceritakan kalau Rex hilang dan di sekap orang yang tak lain adalah Alvin Wu dan Scoot Anderson. Seketika Naomi teringat bangunan ruangan Laboratorium yang dimana dulu Ailen di sekap. Mungkin saja Rex dibawa kesana.
__ADS_1
Naomi berujar hendak menyusul. Ahmed melarang, tapi Naomi bersikeras hendak kesana juga. Akhirnya Ahmed sepakat mereka bertemu di sana. Ahmed semakin melajukan mobilnya. Sedangkan Naomi segera ke garasi dan membuka penutup kain yang sudah lama tidak di buka. Sebuah motor yang terlihat keren di keluarkan Naomi. Naomi pun berpakaian serba hitam. Celana panjang hitam dan jaket kulit berwarna hitam pula. Tak lupa ia selempang kan juga pedang samurainya.
Naomi segera melajukan motornya ke tempat yang akan dituju.
Beberapa saat kemudian, Ahmed telah sampai dengan semua anak buahnya. Tak lama kemudian Naomi juga telah sampai dengan sepeda motornya. Mereka pun segera melancarkan misi menyelamatkan Rex.
Di dalam ruangan laboratorium.
Rex sedang di pasangi beberapa alat di kepalanya oleh Scoot. Alvin hanya memperhatikan dari bilik lain yang dihalangi kaca transparan. Kemudian Scoot beralih ke arah beberapa tombol papan keyboard. Namun sebelum ia memencet tombolnya, sebuah sirine berbunyi. Tanda ada penyusup.
Alvin segera mengecek CCTV. Dan terlihat lah banyak anak buahnya sedang berkelahi dengan beberapa orang. Bahkan Naomi masuk menerobos gedung dengan sepeda motornya. Setelah masuk menerobos, sepeda motor digulingkannya dan ia melesat turun dengan cara keren.
Naomi mengambil samurainya tanpa membuka sarungnya. Ia memukul dan menebas beberapa pengawal yang mencegahnya masuk. Naomi pun menghajar mereka semua. Begitu juga dengan Ahmed dan para anak buahnya menghajar semua anak buah Alvin.
Ahmed yang garang dan sangar juga bertarung dengan sangat menggila. Ia memukul dan menendang semua yang menghalangi jalannya. Tinjuan Ahmed sangatlah buas. Ia seakan singa hutan yang sedang mengamuk.
Alvin dan Scoot saling pandang.
“Bagaimana sekarang?” Tanya Scoot memandang ke arah Alvin.
Bersambung....
Hajar semuanya ya Naomi dan Ahmed. Jangan kasi kendor eak ... eak. :D
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua 😊 ☺️ :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1