
Brian lalu berbisik ke David.
“Mamamu ternyata adalah seorang pelacur David, merusak rumah tangga orang. Mempunyai hubungan gelap dengan Papaku dan berkonspirasi membunuh Mamaku.” Bisik Brian ke David yang membuat David membulatkan kedua bola matanya karena kaget luar biasa. Brian pun menceritakan apa yang ia dengar saat Papanya dan Mama David saling teleponan, ia mengatakan sambil berbisik pada David.
Setelah kejadian papa dan mama mereka ketahuan punya hubungan, selanjutnya Brian mendengar Papanya bertelepon dengan Mamanya David. Dan kebetulan pakai telepon rumah jadi Brian yang penasaran mendengar percakapan keduanya menggunakan telepon rumah yang lainnya yang masih terhubung satu jalur.
“Sayang mereka sudah tahu tentang kita, lalu selanjutnya bagaimana?” Mia terlihat cemas di ujung sana.
“Tenanglah, kau tenangkan David dan aku tenangkan Brian, oke?” Alvin Wu sedang menenangkan Mia juga. Ia tak mau hubungannya dengan Mia putus. Karena Mia adalah aset kekayaannya sekarang. Janda kaya yang punya banyak uang. Sedangkan Alvin, sudah habis semua kekayaannya setelah mengusik Rex. Ia di ancam oleh Ahmed untuk tidak mengganggu Rex lagi jika tak mau mati konyol. Semenjak itu alvin tak mau berurusan dengan Rex dan orang-orang yang dekat dengan Rex. Alvin sudah tak mau lagi.
Jadi karena itu Alvin menjaga hubungannya dengan Mia, karena Mia lah sumber uangnya sekarang.
“Bagaimana aku bisa tenang melihat anakku seperti itu. Dia marah dan membenciku. Kita sudah berhubungan dari aku punya suami dan kau punya istri. Suami ku sudah meninggal karena sakit. Namun istrimu meninggal karena kita yang membunuhnya. Semoga saja anak-anak kita tak tahu.” Ucap Mia tanpa sadar ada yang curi dengar yaitu Brian.
Brian syok sekali dan kaget luar biasa.
“Ssssttt ... diam lah sayang. Nanti ada yang dengar, bahaya!! Jangan risau dan tetap tenang. Aku akan selalu bersamamu.” Bujuk rayu Alvin.
Itulah hal yang didengar Brian. Brian tak sanggup mendengar lagi. Ia letakan gagang telepon rumah. Brian menjadi membenci Mia dan David juga. Dan saat Brian melihat kembali David di sekolah, ia tak tahan hingga akhirnya menghampiri David.
Seperti itulah akhirnya, Brian memberitahukannya. Yang membuat David syok pula. Dan selanjutnya sudah tahu kan. Brian dan David jadi baku hantam dan berkelahi.
Kembali dimana Naomi dan David bersama. David menceritakan semuanya ke Naomi. Naomi iba sungguh luar biasa. Tanpa sadar Naomi memeluk David. David tentu saja senang di peluk Naomi. Namun Naomi hanya memeluk untuk menghiburnya saja, hanya itu. Tapi David sudah terbawa suasana perasaan. Sudah baper. David memeluk Naomi juga dan sangatlah erat.
Naomi kemudian melepaskan pelukannya. Ia menatap ke arah David. David menatap Naomi lekat-lekat.
David mendekatkan wajahnya ke wajahnya Naomi. Naomi kaget, kok David nampak lain. Ia segera mendorong dadanya David.
“Maafkan aku Naomi.” David pun meminta maaf. Ia terlalu terbawa suasana dan hendak mencium Naomi.
“Baiklah. Sekarang ayo kita pulang dan aku berharap agar kau baik-baik saja.” Naomi hendak berdiri namun David meraih tangannya Naomi.
Naomi menoleh.
“Aku menyukaimu Naomi.” Akhirnya David mengatakannya.
Naomi menatap David tak berkedip. Ia terdiam mematung.
“Aku serius Naomi. Hatiku bergetar hanya untukmu. Aku jatuh cinta padamu. Maukah kau menjadi pacarku?” David menatap Naomi dengan intens. Akhirnya David mengatakan isi hatinya dengan jujur di hadapan Naomi. Ia menatap Naomi lekat-lekat.
Naomi menarik tangannya. David tersentak.
“Maafkan aku. Aku tak bisa.”
“Berikan aku satu kesempatan dahulu Nao. Aku berjanji hanya akan membahagiakan mu. Percayalah.”
“Aku tak bisa. Maaf.”
“Apa kau masih menyukai Rex? Kau masih menyimpan perasaan pada Rex?” David menatap Naomi dengan pandangan teduh namun ada kesedihan di matanya.
“Iya. Aku masih mencintai Rex. Biarlah aku mencintainya dalam diam. Maafkan aku David. Jika kau membutuhkan ku sebagai teman, maka cari aku. Aku akan menjadi temanmu. Namun hanya teman tak bisa lebih. Karena hatiku sudah untuk yang lain.”
Usai berkata tersebut, Naomi melangkah pergi. Tadinya ia hendak pulang bersama David. Namun karena David menyatakan perasaannya sehingga Naomi merasa harus menjaga jarak. Jika hanya berteman Naomi masih bisa dekat dengan David namun jika lebih, Naomi tak bisa.
Pulanglah Naomi sendirian. Sedangkan David menatap sendu ke arah Naomi yang semakin hilang dari pandangannya. David pun pulang dengan penuh kesedihan.
***
__ADS_1
Brian di rumahnya hanya bisa marah dan mengamuk. Ia kesal dan marah. Ia benci pada Mia dan David. Alvin datang melihat putranya marah dan memecahkan semua barang yang ada.
“Apa yang kau buat hah?”
“Sudah lah Pa. Tak perlu urus aku. Urus saja janda kaya mu itu. Kekasih gelap mu.” Brian mencibir pada Papanya. Bahkan ia sangat marah pada Papanya yang tega berselingkuh dan melenyapkan Mamanya.
Brian langsung pergi dan tak mempedulikan Papanya. Alvin kesal pada Brian namun ia tak bisa memukulnya karena Brian itu adalah anaknya sendiri.
Di lain tempat. Di rumah David.
Mia melihat David yang baru pulang. Mia berharap anaknya sudah membaik dan memaafkannya.
“David, maafkan Mama. Please sayang.” Mia menatap lirik ke David.
“Ma, saat berhubungan dengan Om Alvin apa Mama memikirkan perasaan Papa. Lalu dimana hati Mama yang tega membunuh Mama Brian dan bekerja sama dengan Om Alvin.” David menatap Mamanya yang langsung tegang dan terdiam akibat perkataan David.
“Maksudmu nak?” Mia heran kenapa David berkata seperti itu.
“Ma, aku sudah tahu semuanya. Brian pun juga sudah tahu. Tolong jangan berbohong lagi. Jika Mama sayang padaku maka tinggalkan Om Alvin sekarang juga. Jangan ada lagi hubungan apapun dengannya.”
David meminta Mamanya mengakhiri hubungan mereka.
“Tidak bisa sayang. Mama mencintai Alvin.”
“Cinta kalian terlarang Ma. Lagian apa Mama tahu, bisa saja Om Alvin hanya manfaatkan Mama saja. Pikirkan itu Ma. jika mama sayang padaku maka kabulkan keinginanku. Pilih aku anakmu atau kekasih gelap Mama.” David pun langsung pergi dan melewati Mia. Dan David langsung masuk kamarnya. Di kamar ia meringkuk dan bersedih. Sedih karena cintanya tak terbalas dan sedih karena ulah Mamanya juga. Dua kali lipat kesedihannya.
Di rumah Naomi. Di depan rumah.
Naomi baru saja sampai ke rumah, tadi ia naik bus. Saat baru sampai di depan rumah, Naomi malah melihat Rex sudah ada di depan teras rumahnya. Naomi heran dan segera mendekati.
Rex menoleh dan melihat ke Naomi.
“Kok disini? Ku pikir kau sudah pulang ke rumah.”
Naomi menatap Rex dengan bingung. Rex tadinya memang pulang namun meminta Ahmed berbalik arah dan menuju rumahnya Naomi. Ia mau menunggu Naomi pulang. Dan disuruhnya Ahmed pulang saja.
Rex menatap Naomi.
“Hanya mau main kemari Nao. Oh iya. Tadi kau dan David ngapain aja?”
“Oh ... tak ada. Hanya mendengarkan masalahnya. Dia perlu teman bicara saja.”
“Oh ... lalu saat dia memelukmu kenapa?”
Rex seakan kepo namun tetap menampilkan kesan cool. Naomi menatap heran ke Rex. Kenapa Rex jadi kepo begitu ya?
“Emang kenapa kalau David memelukku? Kan teman.” Ucap Naomi santai. Dan tiba-tiba Rex menarik Naomi ke dalam pelukannya. sikap yang tiba-tiba tersebut membuat Naomi tertegun. Untuk seketika otaknya tak jalan dan tak bisa berpikir jernih.
“Lalu bagaimana pelukan denganku? Apakah merasakan sesuatu? Atau pelukan seorang teman juga kah? Jadi setiap kali kita begini kau akan merasakan rasa pertemanan?” Rex menanyakan banyak hal namun yang tak diketahuinya jantung Naomi meloncat-loncat saja rasanya. Hatinya berdebar bertalu-talu sampai otak Naomi susah berpikir.
Rex melepaskan pelukannya, ia melihat ke arah Naomi. Dan yang terlihat wajah Naomi yang sudah memerah seperti tomat merah. Ia terlihat malu menatap Rex. Sudah diperlakukan begitu saja Naomi sudah meleleh apalagi lebih dari itu. Aduh gawat sekali pesona Rex sekarang ini. Rex melihat ke arah Naomi.
“Nao, kau tak menjawab ku?”
“David dan aku hanya teman. Tak lebih.”
“Lalu aku?” Rex seakan menuntut agar Naomi menjawab kali ini.
__ADS_1
Naomi menatap ke arah Rex. Kedua pasang mata saling memandang dengan intens. Tak ada yang berkedip.
“Aku menyukaimu Rex.” Naomi seakan terhipnotis dengan tatapan Rex yang membuatnya kali ini malah berkata jujur.
Bersambung....
Uwu uwu ... Hahaha, Naomi udah jujur tuh. Pepet terus ya Rex, jangan kasi kendor. Ehek. Author ngomong apaan yak hahahaha :D
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
Oh iya kakak pembaca semua, mana tahu minat mampir ke karya Author lainnya hehehe, cek di bawah ini yah :
Rafa dan Fatar. (Sudah tamat 135 Bab saja. Kisah anak genius yang mempunyai Papa kandung seorang Presdir namun punya jati diri lain yaitu seorang agen rahasia. Sempat booming dengan view pembaca 34.000 ribu pembaca perhari)
Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti. (Masih on going ya kak, berdasarkan kisah nyata)
Aku Sayang dan Cinta Kamu Selly. (46 Bab sudah tamat. Kisah dua anak SMA. Si cowok terkenal berandalan namun tampan, kaya serta cerdas dan si cewek manis namun penyakitan, keduanya kemudian bertemu dan kenal dan akhirnya saling jatuh cinta namun si cewek di ambang kematian)
Atau mau kisah cerita yang bentuknya Chat Story juga ada ya kak yang masih on going semuanya. Cek di bawah ini :
1. PEMBALASAN ARWAH
2. He Is An Idol, He Is My Boyfriend
3. My General, My Love (Cinta Beda Waktu Dan Beda Zaman)
4. Group Rumpi Mistis Hantu Somplak
Tapi mungkin chat story lama kembali up nya di karenakan fokus dengan lomba Mengubah takdir dan lomba berbagi cinta. Jadi dukung ya kak lomba berbagi cinta dan lomba mengubah takdir ini.
Udah tahu kan kak lomba mengubah takdir adalah karya ini yang berjudul : Anak Sultan ( The Stupid Man to be Smart Man).
Caranya gampang loh kak cukup dengan kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya. Lalu Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D Oke. Thanks. Love you all :D No plagiat ya :D
__ADS_1