
“Hamba juga tak tahu Tuanku. Apakah kita masuk saja?”
Ahmed melihat ke Rex dan menunggu jawaban serta keputusan Rex.
Rex memperhatikan sekeliling, ia tak langsung menjawab. Di lihatnya kalau di sekitar wisma sedang ada beberapa penjaganya. Nampaknya di dalam wisma bukanlah orang biasa. Setelah menimbang dan berpikir, akhirnya Rex memikirkan sesuatu dan ia sampaikan ke Ahmed.
“Kita kembali dahulu. Kita suruh saja beberapa orang mengawasi tempat ini. Aku juga punya ide lain. Ayo kembali ke istana.” Rex mengajak Ahmed pergi ikut serta dengannya.
Kembalilah Rex dan Ahmed ke istana. Sedangkan di dalam wisma, Joe menemui Mariana. Ia melaporkan apa yang ia tahu dari Kiara. Mariana merasa bahaya akan mendatangi mereka. ia meminta Joe agar segera mempersiapkan saja para anak buahnya. Kemungkinan mereka memerlukan semua anak buah. Dan menyuruh Joe untuk membunuh sendiri Paul yang mereka kira masih hidup. Joe pun segera melaksanakan perintah Mariana.
Esok harinya.
Di istana, Rex dan Ahmed juga mulai menyusun rencana. Mereka bertindak cepat. Semua yang dicurigai sebagai mata-mata langsung di amankan oleh Ahmed dan di tangkap. Banyak kebingungan di yang terjadi di antara para dayang dan pelayan istana. Juga para pengawal lainnya. Semuanya di tangkap oleh Ahmed dan dipenjarakan. Semua penangkapan yang tiba-tiba tersebut, membuat Kiara ketakutan. Ia mulai hati-hati dan mawas diri. Ia pun bertindak hendak melarikan diri saja. Namun sayang, sebelum ia melarikan diri, Kiara kemudian di seret dan di bawa oleh para anak buah setia Ahmed.
Semua kerusuhan dan kebingungan yang terjadi di dalam istana membuat semua orang was-was. Namun tak ada yang tahu kenapa beberapa orang langsung main tangkap dan penjara. Semua tak berani bicara hanya diam saja.
Malam harinya, Mariana sudah memerintahkan Joe dan para anak buahnya untuk melakukan penyerangan. Mereka hendak melakukan pembunuhan pada Paul, sebelum Paul mengatakan kebenaran. Padahal mereka tak tahu kalau Paul sudah di kubur, alias sudah mati. Dan mereka juga tak tahu semua mata-mata dan anteknya sudah ditangkap dan dipenjara. Karena tak curigai, Joe dan anak buahnya sekitar 7 orang datang menyelinap ke istana di malam hari. Mereka tak tahu bakal ada jebakan yang di buat oleh Ahmed dan Rex.
Joe memeriksa semua tempat, namun belum menemukan dimana Paul berada. Kiara pernah berkata ruangan yang tak pernah terbuka dan selalu di tutup adalah ruangan di istana bagian utara yang agak di ujung, maka ke sanalah Joe dan anak buahnya. Tanpa sedikitpun curiga, Joe pun segera masuk ke dalam ruangan yang di duga ada paul. Namun saat masuk di dalam mereka hanya menemukan ruangan kosong.
“Sial. Tak ada apapun. Ayo kita pergi.” Perintah Joe pada anak buahnya.
Namun begitu mereka keluar dari ruangan betapa kagetnya, dan anak buahnya telah tewas tiga orang yang di suruh berjaga di luar. Joe melihat di luar begitu banyak para pengawal dan bahkan ada Rex dan Ahmed.
“Brengsek. Ini jebakan.” Ucap Joe yang baru sadar. Namun Joe dan 4 orang anak buahnya telah dikepung, mereka tersudut. Semua pengawal Rex dan Ahmed mengarahkan senjata ke arah mereka. ada pedang, tombak dan pistol juga.
Joe dan 4 anak buahnya tak dapat berkutik.
“Kalian menyerah saja. Jika menyerah, maka nyawa kalian akan selamat.” Ahmed berucap kepada Joe.
Joe menjadi geram, ia pun menyuruh para anak buahnya bertindak walau taruhannya harus nyawanya.
“Serang saja dan kita mati bersama.” ucap Joe pada anak buahnya.
__ADS_1
Terjadilah pertarungan yang walau tak seimbang. Para pengawal Rex sekitar 20 orang saja yang di kerahkan dan Joe hanya berlima dengan anak buahnya. Mereka berkelahi dan menggunakan senjatanya. Saling pukul dan tendang juga. Bahkan Joe dan para anak buahnya ternyata bukanlah orang biasa. Mereka jago bertarung. Beberapa pengawal Rex dan Ahmed telah tumbang dan terluka, bahkan ada yang tewas.
Rex mulai mengerutkan keningnya menyaksikan yang ada di depan matanya. Ahmed pun maju ke perkelahian tersebut. Ahmed dan Joe saling bertarung dengan tangan kosong. Ahmed menendang dan Joe balas menendang. Ahmed memukul dan Joe pun balas memukul. Keduanya sama hebatnya. Saat tinju di layangkan oleh Ahmed langsung di tangkis oleh Joe, sehingga tendangan kuat di terima di perut Ahmed. Ahmed sampai jatuh dan batuk berdarah. Tapi Ahmed kembali lagi menyerang Joe.
Rex melihat situasi mulai tak baik. Ia mengeluarkan Kiara, Rex mengkode pengawalnya untuk membawa Kiara ke tempat nya. Dua orang pengawal segera menuruti.
Para anak buahnya Joe akhirnya tewas semua, sehingga tersisa hanya Joe seorang. Ia kini masih bertarung dengan Ahmed. Bahkan Ahmed berhasil juga meninju wajah Joe yang membuatnya terhuyung. Joe mengepalkan tangannya hendak menyerang balik, namun suara Rex mencegahnya.
“Hentikan ... atau dia mati!!” ancam Rex yang membuat Ahmed dan Joe berhenti berkelahi. Joe melihat Kiara. Ia pun tak dapat bergerak lagi.
“Kiara....” Joe menyebutkan nama Kiara. Kiara terikat dan sedang ditodongkan pistol ke kepalanya.
Joe akhirnya berlutut, ia menyerah. Kiara adalah kelemahannya maka Joe tak lagi melawan. Rex tersenyum melihat gelagat Joe yang sudah menyerah.
“Bagus.” Rex tersenyum. Ahmed pun segera menghampiri Joe.
“Siapa yang menyuruhmu kemari melakukan penyerangan?” tanya Ahmed menatap Joe. Joe melihat Ahmed namun ia tetap diam. Tubuh kekar dan besar Ahmed sama seperti tubuhnya Joe. Ahmed menanyainya tapi Joe seakan membisu. Ahmed pun mulai memukul Joe. Joe merasakan rasa sakit, tapi ia tak melawan karena ada Kiara di tangan Rex.
“Ayo katakan.” Ucap Ahmed kembali.
“Tolong lepaskan dia Yang mulia.” Kiara memohon.
Rex menatap Kiara.
“Baik. Tapi katakan siapa yang ada di balik kalian semua? Jika tidak maka kalian berdua yang akan menanggungnya.” Rex berkata sangat dingin. Nyawanya sudah dua kali hampir terbunuh dan Hasan Mustapa juga sekali hampir di bunuh maka sikap dingin Rex terbentuk karena mereka yang duluan kejam.
“Aku akan mengatakannya, tapi lepaskan dahulu Joe.” Kiara menawar.
“Tidak Kiara. Jangan!” Joe berseru.
Kiara tahu kalau Joe sangat setia pada madam Mariana. Namun saat ini taruhannya nyawa mereka. kiara tak punya pilihan lain.
“Katakan....” ujar Rex pada Kiara.
__ADS_1
“Kami semua hanya anak buah suruhan saja. Kami punya junjungan kami. Mungkin kalian semua lupa siapa dia. Namun dia akan selalu ingat bagaimana orang istana memperlakukannya dengan kejam. Membuatnya kehilangan anak dan di usir dari istana. Kalian semua lah yang kejam padanya . Dia hanya ingin kalian semua merasakan yang sudah ia rasakan.” Kiara nampak membara saat mengatakannya. Ia paham yang di rasakan oleh Madam Mariana. Karena rasa di buang di jalanan dan menderita di jalanan masih dapat di ingat oleh Kiara sewaktu ia kecil hidup di jalanan.
“Siapa yang kau maksud?” Rex heran mendengar perkataan Kiara.
“Yang mulia madam Mariana.” Ucap Kiara. Semua yang mendengar terdiam. Bahkan Ahmed pun diam. Banyak yang belum tahu tapi mereka serasa pernah mendengar nama tersebut. Hanya Rex yang bingung dan tak tahu apa yang di maksud. Hal ini dipakai Joe untuk melarikan diri bersama Kiara.
Joe melemparkan sebuah gas pengalihan berbentuk seperti bom kecil tapi bukan bom. Gas tersebut mengeluarkan asap. Joe menarik Kiara dan mereka melarikan diri. Saat Rex dan lainnya kebingungan dengan suasana asap yang belum hilang juga, Kiara dan Joe sudah kabur. Setelah asap hilang, barulah mereka sadar kalau Joe dan Kiara telah kabur.
“Sial.” Ucap Rex.
“Tuanku.” Ahmed mendekati Rex.
“Bagaimana sekarang? mereka telah kabur Tuanku."
“Segera perintahkan semua penjaga dan pengawal berpatroli keliling istana cari sosok mereka berdua. Dan yang lainnya bawa keluar istana, kita akan ke wisma semalam. Aku yakin di sanalah orang yang mereka maksud. Sebelum jauh, cepat bertindak.”
“Baik Tuanku.”
Ahmed segera melaksanakan perintah Rex.
Mereka pun segera mengerahkan semua pengawal dan penjaga berkeliling istana. Seluruh sudut dan ruangan istana di jelajahi demi mencari kedua orang tersebut untuk di tangkap. Sisanya Ahmed bawa keluar istana untuk menyerang ke wisma yang ada di tengah hutan.
Bersambung....
Kiara dan Joe kabur, Ahmed dan Rex akan menyerang wisma Mariana. Good job :D
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1
No plagiat ya :D
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D 😍🥰😘🤗