Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 89.


__ADS_3

“Aku tak mau menikah denganmu, Ahmed.” Sebuah tamparan mendarat ke wajah Ahmed. Semua hadirin kaget melihat. Naomi, Rex, Almira dan Sonia pun kaget.


Rex berdiri dan mendekati Miranda begitu pula dengan Naomi.


“Ada apa ini?” tanya Rex.


“Maafkan aku Yang mulia. Aku ingin membatalkan pernikahan ini.” Miranda membungkuk hormat ke arah Rex. Naomi menatap heran dan gitu juga dengan Rex.


“Kenapa?” kini Naomi yang bertanya. Sedangkan Ahmed menatap bingung ke arah Miranda.


“Karena bukan aku yang dicintai Ahmed tapi kak Sonia.” Iya benar, Miranda tadi mendengar percakapan Naomi dan Sonia.


Saat Sonia dipanggil oleh Naomi, entah kenapa Miranda merasa penasaran. Dia pun mengikuti Naomi dan Sonia. Keduanya menjauh dari kerumunan orang. Di tempat yang sepi Naomi dan Sonia berbincang, mereka tak sadar kalau Miranda mengikuti dan mengdengarkan percakapan mereka.


“Sonia, kenapa tak juga kalian berkata jujur pada Miranda. Katakan lah sebelum terlambat. Aku kira kalian akan segera bertindak tapi sampai hari ini ternyata kalian hanya diam. Tak mau kah kalian berjuang demi cinta kalian berdua.” Naomi berucap pada Sonia.


Sonia sudah berlinang air mata.


“Aku tak bisa. Bagaimana mungkin aku memperjuangakn cinta aku dan Ahmed kalau nanti malah menyakiti Miranda. Aku tak bisa. Biarkan lah aku berkorban demi kebahagiaan Miranda.” Sonia menangis dan Naomi memeluknya.


Dan Miranda kaget mendengarnya, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar tak mengeluarkan suara keras. Dari tempat itu Miranda segera pergi dan kembali ke kamarnya. Di kamarnya Miranda mulai menitikkan air matanya. Kini dia tahu wajah sendu Sonia karena apa. Tapi kenapa Sonia tak berkata apa pun. Miranda merasa sedih.


Dada Sonia bergemuruh dan tubuhnya bergetar hebat saat tahu kenyataan tersebut. Tak sangka, dia kalau ternyata dia menyela di antara Ahmed dan Sonia. Begitulah, maka dari itu Miranda membatalkan pernikahannya.


Sonia mendengar semua penjelasan dari Miranda. Miranda mengatakan apa yang dia ketahui.


“Kau sungguh pengecut Ahmed. Jika dalam bertarung kau bisa maju ke depan, kenapa urusan hatimu kau malah mundur? Jika kak Sonia mundur seharusnya kau tetap memegang tangannya tak melepaskannya.” Miranda mulai menangis. Semua terdiam mendengar perkataan Miranda.


Miranda berjalan ke arah Sonia.


“Kak, jangan cemaskan aku. Aku akan bahagia kalau kau juga bahagia kak.” Miranda memeluk Sonia. Dan Sonia pun menangis haru. Keduanya menangis.


Rex dan Naomi melihat dari samping sangatlah lega. Mereka pikir kalau Miranda akan marah besar dan sakit hati. Ternyata Miranda cukup berlapang dada.


“Maafkan aku, putri Miranda, Tuanku Rex dan kalian semua.” Ahmed menundukkan kepalanya. Rex menepuk pelan pundak Ahmed. Miranda hanya tersenyum sambil menghapus air matanya.


“Kau harus membahagiakan kakakku, Ahmed. Awas jika kau menyakitinya nanti ya. sekarang kalian tak usah cemaskan aku. Aku merestui kalian.” Miranda bahagia akan kebahagian Sonia dan Ahmed. Sonia dan Ahmed pun tersenyum haru. Keduanya mengangguk.


“Baiklah. karena tak mungkin kita batalkan acara yang sudah di susun maka sebaiknya kau tetap menikah Ahmed.” Ujar Rex


“Hah?” semua memandang Rex tak percaya.


“Rex?” Naomi menatap kesal. Sudah tahu pun masih tetap hendak melanjutkan pernikahan.


“Iya. Tetap lanjut, hanya saja calon pengantin wanitanya ganti. Jadi pernikahan antara Sonia dan Ahmed.”


“Oh ....” ucap semuanya bersamaan.

__ADS_1


Kemudian Miranda mengajak Sonia keruang ganti. Mereka berganti pakaian. Dan setelah keluar kali ini Sonia lah yang memakai gaun pengantin. Miranda tukaran pakaian dengan Ahmed. Dan dilangsungkan lah pernikahan antara Ahmed dan Sonia dengan penuh suka cita.


***


Saat ini sudah malam hari. Tadi siang di lakukan pernikahan Sonia dan Ahmed. Dan malam dilaksanakn pestanya. Tapi Ahmed dan Sonia sudah pamitan dahulu ke kamarnya.


Rex dan Naomi pun berpamitan dengan para tamu dan menyuruh semuanya agar tetap melanjutkan pestanya. Kini Naomi dan di kamarnya Rex. Keduanya duduk di atas ranjang Rex.


“Sudah malam, aku istirahat ya.” Naomi hendak kembali ke kamarnya.


“Tinggallah di kamar ini.” Ajak Rex.


“Hahaha ... tidak. Kiita belum suami istri. Kalau begitu kita menikah saja juga seperti Ahmed dan Sonia.” Rex mengedipkan matanya ke Naomi.


“No. Aku mau menyelesaikan kuliah kita.”


“Oh ... sepertinya masih lama ya.”


Naomi tertawa.


“Oh iya. Ini malam pertama Sonia dan Ahmed kan?”


“Iya. Kenapa?”


“Tak apa. Cuma Sonia akan segera menyelesaikan kuliahnya kan.”


“Iya. Kuliahnya akan selesai. Lagian Ahmed juga sudah pria yang sudah berumur jadi aku rasa mereka tak mungkin menundanya.”


“Membuat bayi sayang. Apa kau mau juga?” Rex tertawa jahil. Baru kali ini Naomi melihat Rex jahil. Dia kelihatan iseng sekali.


“No. Tidak sekarang. Aku kembali ke kamarku.” Naomi berdiri dan Rex menarik lengan Naomi. Dia memeluk Naomi dengan erat.


Naomi berontak tapi Rex menahannya.


“Sayang jangan bergerak, kalau bergerak aku takut akan berbuat sesuatu. Aku hanya memelukmu saja. Biarkan saja dahulu begini sayang.” Rex berujar dan Naomi pun diam dalam pelukan Rex. Naomi merasakan hangatnya pelukan Rex. Rex mengelus rambut Naomi yang halus dengan lembut.


Keduanya tersenyum bahagia.


“Kenapa kau kepo dengan malam pertama Ahmed dan Sonia?”


“Tak apa. Aku tak kepo ya.”


“Oh. Baiklah. Aku pikir kau mau juga. Kalau mau pun aku bersedia saja.” Rex menggoda Naomi. Dan Naomi malah menginjak kakinya Rex. Rex mengaduh kesakitan.


“Hukuman untukmu karena berkata sembarangan.” Naomi berucap sambil menatap Rex.


“Baik. Dan terima hukumanmu juga dari aku.” Rex segera mencium bibir manis Naomi sebelum Naomi mengatakan apapun. Keduanya saling mengecup mesra.

__ADS_1


***


Dua bulan kemudian.


Masa-masa di istana berjalan seperti biasanya. Masa di kuliah pun sama. Saat ini karena week end maka Rex mengajar Naomi berjalan-jalan ke gunung. Ada sebuah vila yang berada di atas bukit. Kesanalah Rex membawa Naomi.


Saat siang hari, Rex mengajak Naomi berjalan di sekitar hutan dan menyusuri sungai. Mereka malah mancing ikan bersama. Beberapa penjaga d tempatkan di setiap tempat yang tak jauh dari tempat Rex dan Naomi berada.


Keduanya asyik memancing sambil duduk berdua dengan saling berpelukan.


“Bagaimana? kau suka sayang?” Rex tersenyum.


“Iya. Aku suka. Lain kali kita berjalan-jalan lagi ya.”


“Iya.”


Keduanya tersenyum bahagia. hingga menjelang waktu makan siang pun tak ada seekor pun di pancingnya. Akhirnya Naomi dan Rex hendak kembali ke vilanya. Tapi suara para pengawal terdengar di bagian aarah selatan. Naomi dan Rex yang mendengar segera mendekati.


Ternyata ada sesosok tubuh wanita yang tergenang di air. Para pengawal membawanya naik ke daratan. Rex dan Naomi mendekat dan betapa kagetnya Rex dan Naomi saat melihat wajah wanita tersebut setelah dibalik oleh para pengawal.


Tak salah lagi. Itu adalah dia. Tapi kenapa bisa di sini? Dan kenapa malah terjadi seperti ini dengannya?


Rex mendekat dan Naomi masih syok. Rex memegang tubuh wanita tersebut.


“Rex ....” lirih kata Naomi.


“Dia kan ....” ucap Naomi yang tak sanggup mengatakannya.


“Iya. Benar. Ini dia. Tapi kenapa?” Rex serasa tak percaya dengan yang di lihatnya. Tapi dengan segera Rex meminta para pengawal membantunya membawa tubuh wanita tersebut dan segera menyuruh dokter segera datang menolong wanta tersebut.


Dilihat kalau wanita tersebut masih hidup. Maka dari itu Rex berharap dokter dapat menolongnya.


Mereka semua kembali ke Vila.


Bersambung....


Siapakah wanita itu? Kenapa Rex dan Naomi malah syok melihatnya.


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D

__ADS_1


Kasi komen yang positif ya kak :D  Komentarnya mana komentarnya hehehe :D


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D


__ADS_2