
“Kau tahu sesuatu Re?” Rex juga bertanya.
Semuanya menatap ke arah Rere dan Rere menatap mereka satu persatu dengan tajam.
Rere bersikap biasa saja dan tenang. Dia hanya mengangkat kedua bahunya serta menggeleng menandakan kalau dia tak tahu. Miranda kembali sedih dan Sonia memeluknya. Rex menatap Ahmed dan mengajaknya berbicara agar membuat tim penyelidikan mencari Almira. Hanya Naomi yang menatap ke arah Rere dengan sangat curiga.
Pasalnya tadi malam Naomi sempat melihat Rere sendirian keluar malam-malam. Tapi karena Naomi tak terlalu peduli akhirnya dia membiarkan hal tersebut. Dan sekarang hal tersebut mengganggunya. Naomi pun mulai bertanya ke Rere, kebetulan dia duduk di dekat Rere.
“Re, tadi malam kau ada dimana?” Naomi menatap ke arah Rere.
“Aku? Aku tadi malam di kamar saja.”
“Tidak kemana pun tadi malam?” kembali Naomi bertanya.
Rere melihat aneh ke Naomi. Dia pun langsung memberikan alasan.
“Aku sempat keluar tapi sebentar itu pun untuk mencari udara segar, setelah mengantuk aku tidur di kamarku.” Rere memberikan alasan yang di kiranya tepat.
“Oh.” Naomi tak bertanya lagi. Awalnya dia berpikir kalau Rere akan memberikan alasan lain tapi tak mungkin Rere lakukan. Rere bukan orang seperti itu.
Pencarian pun terus dilakukan. Tapi belum ada juga hasilnya. Selama berminggu-minggu masih belum ada kabarnya. Almira dinyatakan hilang. Entah apa yang terjadi dengannya tak ada siapa pun yang tahu.satu orang yang tahu yaitu Rere.
Sudah berminggu-minggu, Rere merasa sudah lebih aman dan dia memulai rencanaya. Rere mencari Rex di ruangannya tapi tak ketemu. Dia mencari-cari ke tempat lain. Rupanya Rex dan Naomi baru saja selesai pulang kuliah. Keduanya baru saja kembali ke istana. Rere segera menyambut Rex.
“Rex, bisakah kita bicara berdua?”
“Iya tentu saja.” Ucap Rex.
“Nao, aku pergi dahulu dengan Rere ya. Sampai nanti.” Rex pamitan dan Naomi di tinggal. Naomi hanya diam melihat kepergian Rex dan Rere.
Kini Rex dan Rere duduk berdua di taman.
“Rex, sudah berminggu-minggu aku disini. Emm ... aku mau tanya apa hubunganmu dengan Naomi? Kalian terlihat akrab?” Rere bertanya sambil menghidangkan minuman untuk Rex.
“Kau sama sekali tak ingat aku dan Naomi?”
“Tidak.”
“Naomi dan aku adalah teman dari kecil. Kita semua adalah satu SMA dulu. Tapi aku dan Naomi dari dahulu sudah sama-sama. Dari TK, SD, SMP , SMA dan hingga kuliah sekarang ini.”
“Wah ... hebat. Kalian terus bersama. Oh jadi dulu kita satu SMA ya? Apa dari SMA kau sudah setampan ini Rex? jadi dari SMA kita baru kenalnya ya? sayang sekali baru kenal dirimu dari SMA. Coba lebih cepat ya?” Rere terlihat manyun.
“Apa sedikit pun kau tak ingat Re?”
“Tidak. Kan kau sendiri sudah tahu.”
“Apa kau tak ingat kalau dulu kita itu pacaran?” Rex mengerutkan keningnya.
“Wah, benarkah? Jadi kita itu sepasang kekasih?” Rere tak berkedip menatap ke arah Rex.
“Iya. Tapi sekarang aku sudah berama Naomi.”
“Apa? Jadi kau dan Naomi itu adalah ....” Rere menggantungkan perkataanya.
“Iya. sekarang aku bersama Naomi. Kami pasangan kekasih. Dia adalah calon permaisuriku. Semua yang ada di istana sudah mengetahuinya.” Rex menjelaskannya.
Rere mengepalkan tangannya. Dia terlihat kesal.
“Sialan. Dia sudah bersama wanita itu.” Keluh Rere dalam hatinya, dia mengumpat.
“Oh ... selamat ya, Rex. Aku turut bahagia.” Rere tersenyum palsu.
“Terima kasih. Dan ku harap kau segera sembuh Re. Agar aku tahu apa yang terjadi padamu.”
“Ah iya. Terima kasih Rex. Aku juga berharap cepat sembuh. Bahkan kedua orang tuaku dan apa yang terjadi terakhir kali padaku, aku masih belum ingat.” Rere menampilkan wajah sedihnya. Wajah sedih yang hanya pura-pura.
“Tenanglah.” Rex memeluk Rere dan Rere pun membalas memeluk Rex. Dari jauh Naomi melihat semua itu. Hatinya terasa sakit. Naomi berpaling dan pergi.
Rere melihat ke arah Naomi yang berpaling dan pergi. Rere tersenyum bahagia.
“Bagus. Pergilah kau menjauh.” Keluh Rere dalam hatinya. Dia senang melihat Naomi pergi dengan wajah sedih. Rere ingin sekali menyingkirkan Naomi segera dan menaklukkan Rex hingga dia bisa mengusai Rex dan kerajaannya.
Rex melepaskan pelukannya.
“Maafkan aku, Re. Apa aku kelewatan?”
“Tidak. Ah ....” Rereberpura-pura pusing.
__ADS_1
“Kenapa?”
“Aku sepertinya pusing dan sakit sekali kepalaku Rex.”
“Kalau begitu ku antar ke kamarmu.”
Rex kemudian mengantar Rere ke kamarnya. Di dalam kamarnya, Rex membaringkannya.
“Haus Rex.” Rere meminta air minum.
“Baiklah. tunggu sebentar akan ku ambilkan.”
Rex berjalan ke meja yang tersedia air dan dia menuangkan ke dalam gelas untuk di kinum Rere.
“Ini Re ....” Rex memberikan.
“Terima kasih.” Rere menerima air minumnya sambil tangannya memasukan sesuatu di gelas minumannya.
Rere berpura-pura meminumnya. Dan kemudian dia berpura-pura kalau minumannya tak enak.
“Kenapa asin seh?”
“Hah? Asin?”
“Iya. Coba rasainlah.”
Rere memberikan gelasnya dan Rex meminumnya. Rere tersenyum bahagia.
Di tempat lain.
Saat ini Naomi tengah bermain ke tempat Sonia. Sonia kini tak tinggal di istana para putri tapi dia ada ditempatkan di bilik lain di daerah istana juga. khusus untuk di tinggali oleh Ahmed dan Sonia. Dan sekarang Naomi duduk bersama Sonia di tengah ruang santai di tempat Sonia. Mereka sedang minum air jeruk bersama.
Sonia melihat ke arah Naomi.
“Ada apa Yang Mulia?” Sonia melihat wajah sedih Naomi.
“Panggil aku Naomi saja ya, Sonia. Please. Kau maukan Sonia. Kita berteman. Dan kita sudah sepakat kan.”
“Maafkan aku. Aku hanya selalu ingat kalau kau adalah Junjungan kami. Tapi apa yang Anda cemaskan?”
“Maksudnya?”
“Rere.” Naomi terlihat sedih.
“Rere? Jadi dia adalah ....” Sonia serasa tak percaya.
“Iya. dia adalah cinta pertama Rex.”
“Percayalah. Aku yakin kalau Yang mulia Rex tak akan melupakan Anda.”
“Berhentilah mengatakan Anda. Panggil Naomi saja.” Naomi sudah bersedih hati terlihat dari matanya yang mulai berkaca-kaca.
“Ah. Baiklah. Maafkan aku. Aku masih belum terbiasa.”
“Sudah cukup lama aku di istana ini dan kau masih belum bisa juga terbiasa Sonia. Oh please.”
“Hehehe ... baiklah. Tapi percayalah. Cintanya tak akan mudah berpaling darimu. Percayalah.”
“Ya. Semoga saja.”
Keduanya wanita tersebut berbicara dari hati ke hati. Mereka berdua semakin akrab saja.
Kemudian Ahmed keluar dengan tergesa-gesa. Sonia dan Naomi melihat ke arah Ahmed.
“Sayang? Ada apa?” Sonia bertanya.
Ahmed menoleh dan melihat Sonia serta Naomi. Dia langsung memberi hormat ke Naomi.
“Ah. Maaf aku tak melihat Nona Naomi.” Ahmed membungkuk ke Naomi.
“Tak apa. Tapi kenapa kau terburu-buru?” tanya Naomi.
“Tadi salah satu anak buahku menelepon kalau jejak Almira di temukan.”
“Benarkah?”
“Iya.”
__ADS_1
“Kalau begitu aku ikut.” Naomi hendak ikut.
“Aku juga sayang.” Sonia pun hendak ikut.
“Baiklah.”
Ketiganya lalu bergegas melihat Almira.
Saat sampai di tempat investigasi diruangan kamar kosong terlihat jenazah dari Almira. Sonia, Ahmed, dan Naomi mendekati. Mereka melihat jasad Almira. Sonia menangis histeris dan Ahmed memeluknya. Naomi betapa kagetnya. Almira ya itu benar-benar jasadnya Almira.
Ahmed mendapatkan laporan kalau anak buahnya menemukan mayat Almira di dekat sumur tua yang agak jauh dari istana. Saat itu ada salah satu warga hendak mengambil air di sumur tua tersebut. Karena jarang di datangi maka sumur tua tersebut selalu sepi. Kali ini ada yang mengambil air tapi begitu terkejutnya mereka karena melihat mayat. Warga sekitar melapor ke polisi dan kebetulan anak buah Ahmed di sebar kemana-mana, hingga akhirnya menemukan berita tersebut.
Anak buah Amhed segera membawa jasad Almira yang mulai rusak. Tapi Sonia bisa mengenalinya dari pakaian Almira. Almira selalu mengenakan pakaian bernuansa pink dan ada gelang kesukaan Almira yang dikenakan maka sudah jelas itu adalah Almira.
Mereka semua bersedih hati.
Naomi mendekat dan melihat lebih jelas. Dia melihat tangan Almira terus mengepal. Naomi heran dan memeriksa tangannya Almira. Dia cukup kaget.
Karena temuan tersebut. Ahmed dan Naomi segera kembali ke istana dan hendak menemui Rex. Sonia tak ikut karena Sonia hendak menemui Miranda dan mengabarkan tentang Almira. Jadi Naomi segera mencari Rex bersama Ahmed.
Saat sampai di istana, mereka tak menemukan Rex. Di ruang baca tak ada. Di kamarnya tak ada. Di balai pertemuan tak ada. Di ruangan diskusi tak ada. Bahkan sekitar taman juga tak ada.
“Kemana Rex?” gumam Naomi.
“Kita bertanya ke beberapa dayang dan pelayan.” Usul Ahmed.
Mereka pun bertanya. Beberapa dayang berkata kalau melihat Rex bersama Rere dan menuju kamar Rere. Hati Naomi menjadi tak enak. Ahmed dan Naomi menuju kamar Rere.
Para pelayan dan dayang tak ada yang berani membuka pintu tapi tak berani membantah Naomi dan Ahmed juga. masuklah Ahmed dan Naomi kedalam kamarnya Rere. Naomi dan Ahmed sangat terkejut melihat Rex berada di ranjang bersama Rere.
“Rex!!!” Naomi berseru dan membuat Rex kaget. Dia terbangun. Tapi saat Rex bangun,Rex kaget melihat Rere ada di sampingnya.
“Apa yang terjadi?” Rex bingung. Rere yang di samping ikut bangun.
“Kau sudah bangun sayang. Tadi kau sungguh beringas ya.” Rere tersenyum malu.
Naomi sudah naik darah rasanya. Ahmed malah menjadi salah tingkah dan tak tahu harus bagaimana.
“Apa yang kau lakukan dengannya Rex?” Naomi bertanya dengan marah.
“Aku tak tahu Naomi.” Rex pun bingung.
“Jangan bohong Rex. Kau tidur dengannya!!” Naomi kini menangis. Naomi langsung pergi berlari keluar kamar.
“Nao. Tunggu ... ah sial!!!” Rex kesal.
Rex segera mengambil pakaiannya yang berserakan. Dia memakai dengan tergesa-gesa. Ahmed tak berani melihat. Sedangkan Rere memakai selimut menutupi tubuhnya.
Rex melihat kearah Ahmed.
“Kenapa kau dan Naomi kemari?”
“Ah itu ... hamba dan Nona Naomi ingin mengabarkan sesuatu tapi malah menemukan Anda dengan Nona Rere sedang tidur bersama.” Ahmed jadi tak berani melihat ke arah Rex.
“Tak perlu bahas hal yang itu. Bahas saja tujuan mencari ku itu apa?” Rex jadi kesal.
“Kami mau mengabarkan kalau telah menemukan Putri Almira.” Ucap Ahmed membuat Rex terkejut sekaligus Rere pun terkejut.
Bersambung....
Waduh Rex, apa yang kau lakukan dengan Rere? Kasian Naomi ku.
Hore ... jasad Almira telah ditemukan. Good job.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
Kasi komen yang positif ya kak :D Komentarnya mana komentarnya hehehe :D
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D
__ADS_1