
“Rex....” Panggil Ahmed.
Rex menoleh dan cukup kaget juga ia melihat Ahmed ada di sekolahnya.
Ahmed mendekati Rex. Rex terdiam mematung. Bagaimana bisa pria dewasa itu datang ke sekolahnya? Apakah dia membuntuti aku? Apakah dia menyelidiki aku? Begitulah pikir Rex. Ahmed yang begitu senang akhirnya bisa bertemu dengan Rex langsung mendekatin Rex dan membungkuk hormat. Rex tentu salah tingkah dibuat kelakuan Ahmed.
“Hey Om atau Tuan. Anda tak perlu membungkuk hormat padaku” Rex menolak perlakuan tersebut dari Ahmed.
Ahmed kembali berdiri tegak. Ahmed dapat melihat kalung yang dipakai Rex dengan sangat jelas.
“Tuan ku panggil saja hamba Ahmed.”
“Tak bisa begitu. Anda lebih tua dari ku” Rex menolaknya.
“Tapi Tuanku adalah junjunganku. Maka panggil saja saya Ahmed. Sudah bertahun-tahun hamba diberikan tugas untuk mencari anda. Akhirnya sekarang hamba menemukan Tuanku”
Rex tertegun dengan perkataan Ahmed. Apa maksudnya? Dilihat Rex penampilan Ahmed terlihat seperti pria dewasa yang matang. Badannya atletis dan berotot. Sungguh kekar dan wajahnya lumayan tampan. Ahmed juga kelihatan lebih tua darinya. Di lihat wajahnya Ahmed juga bukan orang sini. Dia seperti orang luar negeri. Kebetulan Rex bertemu dengan Ahmed sekarang, ia penasaran sebenarnya siapakah Ahmed tersebut? Apakah benar mengenalinya? Mumpung ada Ahmed dan mereka bertemu, ada baiknya Rex mencari tahu saja sekalian.
“Jadi aku hanya harus memanggil mu dengan sebutan Ahmed?” Rex memastikan kembali dan Ahmed mengiyakan.
“Boleh ku tanya apa maksudmu sebenarnya? Kau ini siapa? Dan perkataanmu semua itu maksud apa?” Rex masih bingung tentunya.
“Mari ikut hamba”
Ahmed membawa Rex dan Rex mengikutinya. Sebuah taksi lewat dan mereka berdua menaikinya. Setelah beberapa saat kemudian sampailah disebuah hotel bintang lima dengan semua fasilitas lengkap. Rex heran kenapa ia dibawa Ahmed ke tempat itu. Namun Rex tetap mengikutinya. Masuklah mereka kedalam hotel dan terus masuk dan naik lift hingga ke lantai 24 dan masuk ke sebuah kamar. Di dalam kamar tersebut sangatlah luas layaknya sebuah apartemen saja. Bahkan sangat wah dan mewah.
Ahmed membawanya duduk di sofa yang ada. Rex pun duduk dan Ahmed juga ikut duduk.
“Hamba akan langsung saja. Saat pertama kali kita bertemu dan melihat kalung yang Tuanku pakai, hamba....” belum selesai Ahmed memberitahu, Rex sudah memotong.
“Stop. Bisa tidak jangan memanggil kata Tuanku. Panggil saja aku Rex. Seperti kau meminta ku memanggil Ahmed saja” Ucap Rex kepada Ahmed. Ahmed pun menganggukkan kepalanya.
“Baik. Tapi jika nanti di istana atau kembali ke turki maka hamba akan kembali memanggil anda Tuanku atau Pangeran” Jawab Ahmed santai.
Rex terkejut dengan pernyataan Ahmed.
“Hah? Turki? Pangeran? Maksudmu?” Rex terkejut bukan main.
__ADS_1
Ahmed pun mulai bercerita. Dia di utus oleh baginda raja agar menemukan keturunan sultan. Sekitar 10 tahun lalu banyak pertikaian dan konspirasi untuk masalah tahta kerajaan. Dan anehnya beberapa keturunan raja meninggal dan khususnya para pangeran banyak yang meninggal tiba-tiba. Bisa dibunuh, bisa di racun atau mati tanpa sebab yang jelas. Namun pelaku tak pernah ditemukan.
Karena begitu banyak keturunan sultan yang meninggal membuat sultan cemas sekali. Ia tak terlalu cemas dengan nasib para putri karena sasaran selalu saja para pangeran. Seakan tak membolehkan penerus atau tahta selanjutnya ada. Sultan pun mengutus berupaya untuk melindungi para pangeran yang ada bahkan sampai menikah dan menambah para selir nya agar mendapatkan pangeran.
Namun sayang sebelum hal itu terjadi, langkahnya segera dihentikan. Semua pangeran mati dan ia tak sempat membuat keturunan selanjutnya. Karena Sultan tiba-tiba ditikam saat malam hari ia tertidur. Akhirnya sultan terdahulu yaitu kakek sultan menjabat kursi kekuasaan dan menjadi raja sementara untuk mengatur kerajaan. Namun usia senja beliau membuatnya cemas. Oleh sebab itu Ahmed dikirim mencari keturunan anak sultan. Mereka mendapat kabar, kalau seorang selir yang bernama Zainab melahirkan seorang pangeran keturunan sultan. Namun karena kesalahan Zainab dan sedikit kecemburuan para istri dan selir sultan terdahulu mengakibatkan Zainab di usir dari istana. Dan saat itu ia tengah hamil namun dirahasiakan.
Zainab melahirkan seorang pangeran yang diberi nama Pangeran Zaki Mustapa. Ia membesarkan pengeran hingga dewasa. Dan terdengar pun kemudian pangeran telah menikahi seorang gadis desa biasa bernama Zahara. Zahara pun kemudian hamil lalu melahirkan seorang putra.
Berita itu akhirnya tersebar. Sebelum Ahmed sampai menemukan mereka, Zainab telah dibunuh. Dan pangeran serta istri dan putranya telah menghilang. Karena itulah Ahmed ditugaskan menjalankan misi mencari keturunan sultan tersebut hingga akhirnya ia berkelana selama bertahun-tahun.
Kabar terakhir yang didengarnya bahwa sang pangeran Zaki juga meninggal saat menyelamatkan istri dan putranya yang terus di kejar-kejar. Setelah itu jejak Zahara dan Putranya hilang. Hingga akhirnya Ahmed bertemu Rex. Karena kalung Rex yang dilihat Ahmed sudah jelas itu milik Pangeran Zaki. Kalung yang hanya dimiliki oleh para keturunan Sultan.
Ahmed terus berkomunikasi dengan kakek Rex yang ada di Turki. Yang usianya senja hampir 80 tahun. Ia sebenarnya sudah tak mampu memimpin istana. Namun ia harus menjaga kursi kerajaan. Akhirnya mau tak mau ia menduduki sementara waktu ini.
Ahmed sudah menjelaskan semua misi dan maksudnya. Bahkan menerangkan Rex kalau dia adalah keturunan anak sultan. Rex seakan tak percaya dengan yang didengarnya. Namun kalung nya memang ia miliki dari dahulu dan kakek nya pun bercerita itu peninggalan dari kedua orang tuanya. Lalu sebenarnya bagaimana seh? Jika ia berasal dari turki lalu kenapa ada di kota ini? Lalu kakek Dicky Han yang merawat dan membesarkan nya dari kecil hingga sebesar sekarang itu siapa?
Begitu banyak pertanyaan di kepala Rex.
“Kau yakin aku adalah yang kau cari?” Tanya Rex dengan menatap serius ke Ahmed.
“Yakin. Kalung itu adalah buktinya. Bukankah itu milik anda?”
“Maafkan saya jika ini mengejutkan anda. Tapi kalau kurang percaya juga bisa dilakukan tes DNA. Hamba selalu membawa beberapa helai rambut almarhum baginda sultan yang sudah wafat serta beberapa helai rambut pangeran Zaki untuk berjaga-jaga. Karena begitulah pesan Kakek raja sultan”
“Siapa kakek ku yang ada di kerajaan Turki?”
“Hasan Mustapa, dia adalah Sultan terdahulu. Selanjutnya baginda Sultan Mustapa ayah dari pangeran Zaki Mustapa. Pangeran Zaki Mustapa adalah ayah kandung anda Tuan Rex. Karena sultan Mustapa meninggal dan Pangeran Zaki pun meninggal serta seluruh pangeran tak ada yang selamat maka sultan terdahulu menjabat sementara waktu ini. Yaitu Sultan Hasan Mustapa kakek anda tuan Rex. Usianya sudah lanjut dan ia penyakitan. Mungkin karena hal itu ia tak dibunuh. Dan menyuruh saya untuk menemukan anda secepatnya”
“Untuk apa menemukan ku? Jika semua dibunuh dan akan mati, buat apa? Lagian aku belum tentu keturunan sultan yang kau cari” Rex berusaha mengelak takdir nya.
“Saya yakin. Dan anda tentu saja akan menduduki tahta yang berikutnya. Jika tidak yakin, kita bisa memeriksanya” Jawab Ahmed tegas.
Rex masih bingung dan bimbang serta sulit mencerna semuanya.
“Kalau begitu ikut aku pulang dan bertemu kakek ku”
“Baik. Kita akan mencari kebenarannya” Ahmed tersenyum yakin sekali.
__ADS_1
Bersambung....
Halo kak Readers. Maaf telat Up ya.
Apakah kakeknya Rex yaitu Dicky Han akan berkata jujur ketika dihadapkan Rex dan Ahmed? Yuk saksikan kisah selanjutnya.
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1