
“Kami mau mengabarkan kalau telah menemukan Putri Almira.” Ucap Ahmed yang membuat Rex terkejut sekaligus Rere pun terkejut.
“Apa!!! Kalian sudah menemukan Almira?” Rex melihat ke Ahmed.
“Iya Tuanku.”
“Kalau begitu kita kesana sekarang.” Rex pun segera bergegas dan ikut Ahmed keluar.
Tinggal hanya Rere di tempatnya. Dia segera memakai pakaiannya. Dia sedang memikirkan cara terbaik apa yang harus dilakukan. Dia harus mencari solusi agar bukan dirinya yang jadi tersangka utama. Rere berusaha tetap tenang.
Di lain tempat.
Naomi menangis dan dia kini sedang di kamarnya. Tapi kemudian Naomi melihat ke tangannya. Sebuah kancing telah di pegang oleh Naomi. Air matanya segera di hapusnya. Dia tak boleh cengeng. Dia harus kuat. Naomi berpikir kancing apakah ini?
Saat ini Rex dan Ahmed sedang diruangan dimana mayat Almira berada. Rex memeriksa dengan seksama. Sungguh tragis. Mayatnya di tusuk-tusuk berkali-kali. Terlihat ada bekas tusukan. Dan hasil otopsi juga menunjukan sebelumnya dia di bunuh dahulu baru kemudian di buang.
Rex menyuruh Ahmed untuk terus menyelidikinya. Dan kemudian Sonia dan Miranda datang. Mereka menangisi nasib Almira yang sudah tiada. Rex meminta Ahmed untuk mengurus jenazah Almira dan di makamkan dengan layak. Ahmed pun melaksanakan tugasnya.
Kini Rex kembali ke istananya. Dia sedang duduk di ruangannya. Rex sedang berpikir dan memikirkan semua kejadian yang ada. Semua masalah dia pikirkan semua. Serasa ada yang aneh dan ganjil. Penjagaan begitu ketat. Banyak penjaga di setiap daerah istana, tapi kenapa ada pembunuhan atas putri Almira.
Setelah lama berpikir, Rex teringat akan Naomi. Dia segera pergi mencari Naomi. Naomi kini tengah berpikir di kamarnya. Merasa buntu, dia pergi jalan-jalan di sekitar taman istana. Di saat itulah Rex datang menghampiri Naomi.
“Naomi.” Rex memanggil Naomi. Naomi menoleh ke Rex. Naomi masih merasa sakit hati tapi dia diam dan berusaha tetap kuat.
“Ada apa?”
“Aku mencari-carimu dari tadi, ternyata di sini.” Rex berharap Naomi tidak marah kepadanya. Walau itu hanya sebuah harapan. Tapi melihat tatapan mata Naomi yang dingin padanya rasanya Naomi memang marah.
“Buat apa mencariku?” Naomi menatap tajam.
“Hanya mau membahas Almira.”
“Kau sudah melihat mayat Almira?”
“Sudah.”
“Baguslah. Aku juga punya temuan. Tapi aku akan menyelidiki dahulu karena belum tahu pasti.”
“Oh. Em ... Naomi, aku mau mengatakan masalah perihal Rere dan aku.”
“Lupakan. Aku tak mau tahu.” Naomi menolak dan menggelengkan kepalanya.
“Tapi ini penting Nao. Aku dan Rere sudah tak ada apa-apa lagi.”
“Oh ....” Naomi terlihat dingin sikapnya. “Jadi tak ada apa-apa itu sampai tidur dengannya begitu?” mata Naomi menatap tajam ke arah Rex. Rex bisa merasakan tatapan tajam dari Naomi.
“Percayalah Nao. Aku tak ingat apa pun, yang ku ingat hanya minum setelahnya aku tak tahu apa pun lagi. Saat bangun malah melihatmu dan Ahmed lalu aku malah seranjang dengan Rere. Aku jujur tak tahu apa pun.” Rex hendak meraih tangan Naomi tapi di tepisnya.
“Jangan sentuh aku Rex. Kau bilang tak ada apa pun dan tak ingat, tapi nyatanya kau seranjang dengan Rere dan kalian tanpa busana Rex. Lalu apa yang harus ku percayai?” Naomi memutar kedua bola matanya dengan malas.
Rex terdiam. Dia harus mencari cara membuktikan kepada Naomi tapi bagaimana Rex pun masih bingung. Salahnya dia tak ingat apa pun setelah minum. Tapi kenapa bisa seperti itu? Apa mungkin Rere? Tapi Rere bukanlah orang yang seperti itu.
Keduanya diam dan pikirannya melayang masing-masing dengan pikirannya masing-masing. Kemudian Naomi menoleh.
__ADS_1
“Aku ingin kau fokus ke kasus Almira dahulu. Cari pelakunya. Karena belakangan ini bukannya istana sudah aman tapi kenapa sekarang malah ada pembunuhan jadi coba kau suruh anak buahmu mencari tahu.” Naomi meminta Rex menyelidiki kasus Almira.
“Sudah ku perintahkan Ahmed dan anak buahnya melakukan terus penyelidikkan.”
“Baguslah. Kalau begitu aku pergi.”
“Mau kemana Nao?”
“Pergi jauh menjauh darimu.” Naomi terus meninggalkan Rex sendirian tanpa berpaling sedikit pun. Rex menatap sedih ke Naomi.
“Sial.” Rex nampak kesal.
***
Sebulan telah berlalu tapi penyelidikan belum mendapatkan hasilnya. Sepertinya pembunuh sangat ahli dan lihat dalam menutupi jejaknya. Tapi pihak Ahmed tak putus semangat. Mereka terus melakukan penyelidikan.
Sedangkan Naomi terus mencari tahu siapa pemilik kancing tersebut. Setiap hari dia terus memikirkannya. Setiap hari setelah pulang kuliah maka Naomi akan mencoba mencari sesuatu di internet. Dia terus browsing di internet dan mencari referensi yang cocok dengan kancing yang dipegangnya.
Dan semenjak kejadian sebulan yang lalu, Rex terus menghindari Rere. Rex melakukan hal tersebut agar Naomi tak lagi dingin padanya. Tapi Rere terus saja mendekati Rex. Bahkan setiap ada kesempatan maka dia akan menemui Rex. Rex yang melihat Rere tentu tak mungkin marah-marah.
Hingga suatu siang saat Rex baru pulang kuliah, dia baru sampai di istana, Rere datang menyambutnya.
“Rex, baru pulang.” Rere tersenyum manis.
“Iya. Re, aku mau ke kamar dahulu. Sampai nanti ya.” Rex hendak pergi tapi Rere meraih tangan Rex mencegahnya pergi.
“Aku mau bicara Rex.”
“Nanti ya.”
“Maksudmu?”
“Kejadian sebulan yang lalu ....” Mulut Rere segera di tutup Rex dengan tangannya agar tak melanjutkan perkataannya.
Kejadian sebulan yang lalu hanya di ketahui oleh Naomi dan Ahmed. Kalau yang lainnya tak tahu. Pelayan dan penjaga di kamar Rere pun tak tahu. Walau mulai ada kasak kusuk dan gosip tapi tak ada yang tahu apa pun. Hanya 4 orang yag tahu jelas apa yang terjadi. Yaitu Rere, Rex, Naomi, dan Ahmed. Tapi tentunya yang paling tahu jelas cerita sebenarnya hanya Rere seorang.
“Kita bicara di tempatku.” Bisik Rex. Rex pun segera membawa Rere ikut serta dengannya. Rere tersenyum puas.
Kini keduanya berada di ruangan baca Rex. Rex menatao tajam ke arah Rere dan Rere hanya bersikap santai dan berpura-pura wajah sedih.
“Apa yang mau kau bicarakan?” Rex mulai bertanya.
“Kejadian sebulan yang lalu.” Rere mulai menyampaikan maksudnya.
“Lupakan Re. Karena aku tak bisa. Aku sudah bersama Naomi. Itu hanya sebuah kesalahan.”
“Jadi hanya begitu saja kah Rex. Kau pikir aku ini apa hah?” Rere mulai menangis.
Rex terdiam.
“Jadi mau mu apa? Aku tak mungkin meninggalkan Naomi.”
“Nikahi aku.” Ujar kata Rere dan membuat Rex membelakakan kedua matanya menatap Rere dengan kaget.
__ADS_1
“Kau gila Re, aku tak bisa. Aku akan menikahi Naomi. Dia calon permaisuriku. Semua orang sudah tahu hubungan kami.” Rex menolak permintaan Rere.
“Tapi aku hamil Rex.” Rere menangis.
“Apa!!!” Rex kaget bukan main.
Rex sedikit terhuyung dan mundur beberapa langkah ke belakang. Dia tak percaya rasanya kalau bakal jadi begini jadinya. Dia telah menghamili Rere kah? Tapi kenapa tak bisa ingat apa pun? Rex pikir jika menghindari Rere maka masalah tersebut akan terlupakan. Tapi sekarang malah masalah baru lagi.
“Sial.” Umpat Rex yang sangat kesal.
Rere yang menangis melihat ke arah Rex dan tersenyum menang.
Rex kembali melihat ke arah Rere, Rere kembali berwajah sedih dan menangis.
“Re, kau gak salah kan? Pasti ada kesalahan? Kau gak hamil kan? Gak mungkin hamil kan?” Rex masih tak bisa menerimanya.
“Jadi kau tak percaya kah? Kau mau lepas dari tanggung jawab kah? Jujur ku katakan sampai hari ini aku masih mencintaimu Rex. Kau yang sudah tidur denganku dan kau juga yang sudah merampas semuanya masa sekarang kau mau menghindar dari tanggung jawab. Aku kecewa.” Rere membuang wajahnya melihat ke arah lain.
“Bukan begitu Re. Tapi tak mungkin aku menikahimu sedangkan aku bersama Naomi.” Rex merasa pusing sekarang.
“Kau harus menikahiku atau aku akan bunuh diri saja karena harus menanggung aib ini sendirian. Aku rela jika harus berbagi cinta dengan naomi. Kau boleh menikahinya tapi nikahi aku juga.” Rere berkata dengan masih berurai air mata.
Rex terdiam. Dia jadi pusing. Tak mungkin dia menerima Rere sedangkan ada naomi. Dan tak mungkin membiarkan Rere juga sedangkan Rere mengancam akan bunuh diri. Bikin kepala Rex jadi sakit saja memikirkannya.
“Baiklah. Aku akan menikahimu.” Rex pun akhirnya mengiyakan.
Rere merasa senang tapi dia simpan rasa senang di hatinya. Rere menghapus air matanya.
“Kau serius kan Rex?”
“Iya. Tapi aku mau bertanya padamu?”
“Katakanlah.”
“Hari itu di kamarmu apa yang terjadi? Kenapa aku dan dirimu berakhir di satu ranjang tanpa busana?” Rex penasaran dan dia pikir apa Rere tahu sesuatu.
Rere terdiam.
Bersambung....
Hem, bikin pusing aja dah si Rere. Pakai hamil segala lagi. Terus gimana nasib Naomi dong?
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
Kasi komen yang positif ya kak :D Komentarnya mana komentarnya hehehe :D
__ADS_1
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D