Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 45.


__ADS_3

“Apa itu Naomi?” Rex menatap heran dan Naomi sendiri pun menatap heran juga. Tapi ada rasa cemas yang terlihat dari wajah dan mata Naomi. Karena Naomi melihat lambang naga hijau di gulungan kertas kuno tersebut.


Naomi terdiam memandangi gulungan yang ada di tangannya. Rex yang tak mendapatkan jawaban malah semakin bingung menatap ke arah Naomi. Naomi bukannya menjawab pandangan heran Rex, ia malah berlari ke arah rumah dan masuk ke dalam rumah. Di ikutin oleh Rex juga. Rex pun kini di dalam rumah Naomi. Naomi menelepon Mamanya dengan telepon rumahnya, kebetulan hapenya di tinggal di kamar dan sedang lowbet jadi Naomi menggunakan telepon rumahnya. Rex tak tahu apa dan kenapa bahkan apa yang terjadi pun ia tak tahu.


Cuma Naomi berbahasa jepang dengan Mamanya di telepon. Sepertinya ada yang Naomi ucapkan ke Mamanya. Terlihat wajahnya Naomi tidak begitu baik.


Terdengarlah percakapan dalam bahasa jepang antara Naomi dan Mamanya. Yang Rex sama sekali tak tahu artinya. Rex hanya diam mendengarkan.


“母親。 緑の龍が描かれた巻物がありました。 それを与えたのは2人の外国人でした”


“Hahaoya. Midori no ryū ga egaka reta makimono ga arimashita. Sore o ataeta no wa 2-ri no gaikoku hitodeshita.”


Artinya : “Ibu. Ada gulungan kertas berlambang naga hijau. Tadi dua orang asing yang memberikannya.”


“緑のドラゴン? ナオミは誰ですか?”


“Midori no doragon? Naomi wa daredesu ka?”


Artinya : “Naga hijau? Siapa Naomi?”


“わかりません。”


“Wakarimasen.”


Artinya : “Gak tahu.”


“お母さんが帰ってくるのを待ちます。 まだ家を出ないでください。”


“Okāsan ga kaette kuru no o machimasu. Mada ie o denaide kudasai.”


Artinya : “Tunggu Ibu pulang. Jangan keluar rumah dulu.”


“はい。 お急ぎください。”


“Hai. O isogi kudasai.”


Artinya : “Iya. Cepatlah pulang Bu.”


“わかった。”


“Wakatta.”


Artinya : “Baiklah.”


Begitulah percakapan Naomi dan Mamanya. Bahasa jepang dan artinya sudah Author lampirkan.


Naomi menutup teleponnya. Ia menghela nafas panjang. Rex mendekati Naomi. Ia ingin tahu apa yang membuat sangat risau.


“Apa tadi yang kau katakan Nao?”


“Hanya bertanya ke Mama. Sekalian minta Mama segera pulang.”


“Emangnya ada apa? Gulungan itu apa maksudnya?”

__ADS_1


“Nanti saja, tunggu Mama ku pulang.”


“Kenapa tak dibuka sekarang saja? Lagian kenapa kau nampak cemas sekali Nao?”


“Aku punya dugaan, Namun masih belum tahu iya atau bukan. Harus menunggu Mama saja biar tak salah duga.”


Rex masih bingung dan menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Namun ia masih belum mengerti apa pun. Akhirnya Rex menemani Naomi di rumahnya. Naomi masuk ke dalam kamar. Ia mandi dan berganti baju. Setelah selesai. Di lihatnya Rex sedang menonton Tv di dekat ruang keluarga. Naomi mengambil dua gelas dan teko berisi minuman dingin karena baru dari kulkas. Ia letakkan di dekat meja yang ada dihadapan Rex. Naomi pun duduk di sebelah Rex. Namun Rex bergeser agak jauh sikit. Entah kenapa ia refleks menjauh. Naomi sampai heran.


“Kenapa kau Rex?”


“Tak apa.”


“Aku sudah mandilah. Tak bauk.” Naomi memanyunkan bibirnya. Rex malah jadi salah fokus melihat ke bibir Naomi. Ia segera melihat ke arah Tv, menonton acara yang ia pilih acak sebenarnya.


Naomi agak heran dengan sikap aneh Rex. Tak biasanya begitu. Rex malah lebih heran lagi kenapa dia begitu. Seharusnya biasa saja seperti biasanya. Namun semenjak tahu yang katanya Naomi ada perasaan padanya membuatnya jadi kepikiran terus. Naomi tak mau ambil pusing. Ia menuang air ke gelas dan meminumnya. Kemudian melihat acara di Tv. Agak heran juga dia melihat tontonan Rex sekarang.


“Kau menonton apa ini Rex?”


“Iya. Kebetulan lihat ini jadi di tonton.”


“Sejak kapan kau nonton acara berdandan ala make up cewek begitu.” Naomi lalu mengganti acara Tv.


“Asal saja tadi menontonnya.” Jawab Rex. Sebenarnya ia tak menontonnya sama sekali. ia memikirkan hal lain.


Lama keduanya diam dan hanya Tv sebagai fokusnya kali ini. Baik Naomi dan Rex tak banyak bicara. Cukup lama keduanya diam hingga akhirnya Naomi melirik ke arah Rex dan menatap wajah Rex. Sejujurnya beberapa hari selama liburan ini, Naomi tak melihat Rex. Ia saja sampai heran kenapa tak melihat Rex. Entah kemana Rex. Padahal Rex selalu ke tempat Ahmed. Dan Naomi tak tahu itu. Naomi sebenarnya kangen sekali dengan Rex. Kini orangnya ada di sebelahnya, rasa kangennya terobati. Naomi tersenyum melihat Rex.


Di saat Naomi menatap Rex dan tersenyum ke arah Rex, saat itu juga Rex menoleh ke arah Naomi. Keduanya kini saling menatap. Untuk persekian detik keduanya diam dalam menatap. Kedua bola mata Naomi tak lepas memandang Rex. Begitu juga kedua bola matanya Rex masih terus memandang Naomi. Keduan saling memandang dalam keheningan tanpa sepatah kata pun. Hanya ada suara dari saluran Tv saja.


Suara bel rumah berbunyi. Saat itu Naomi dan Rex tersadar. Naomi segera bangkit dan membuka pintu depan. Dan Rex kembali menonton Tv yang tak di lihatnya itu. Saat pintu depan terbuka, ternyata Mama Naomi yang baru pulang.


“Naomi, kau tak apa kan nak?” Yuki terlihat cemas. Ia sampai minta ijin pulang cepat di tempat kerjanya.


“Baik Ma. Naomi gak apa-apa. Masuk Ma. ada Rex juga yang nemanin Naomi di rumah.”


“Syukurlah.”


Yuki masuk dengan Naomi di sisinya. Pintu depan kembali di tutup dan dikunci.


Setelah mamanya Naomi masuk bersama Naomi. Keduanya menghampiri Rex.


“Rex....” Yuki tersenyum ramah.


“Tante....” Rex bangkit dari duduknya dan tersenyum ramah juga ke Yuki mamanya Naomi.


Kemudian Naomi segera mengambil gulungan kertas yang ia ceritakan tadi. di serahkan langsung ke Mamanya. Yuki pun menerimanya dan membukanya. Ia membaca isi yang terkadung di dalam gulungan tersebut. Naomi dan Rex saling tatap. Rex jadi semakin penasaran. Apa sebenarnya isinya?


Setelah di baca Yuki, ada kecemasan di wajahnya. Ia melirik putrinya, Naomi. Naomi pun melihat ke arah Mamanya.


“Bagaimana Ma?”


“Seperti dugaan Mama. Dan pasti kau paham kan Naomi. Kau masih ingat cerita kakekmu dahulu kan Naomi.” Yuki menatap gelisah ke Naomi.


Naomi menghela nafas panjang. Ternyata bener dugaan Naomi dan Mamanya sama. Dan isi pesannya pasti sesuai dugaan mereka. Hanya Rex yang semakin kebingungan.

__ADS_1


“Ada apa ini sebenarnya? Tolong katakan.” Pinta Rex.


Yuki menghela nafas panjang.


“Isi gulungan ini adalah undangan ke tournamen pertandingan The Death Battle.” Yuki mencoba menjelaskan.


“The Death Battle???” Rex semakin mengerutkan keningnya.


“Iya. Sesuai namanya pertempuran kematian. Jadi siapa pun yang ikut akan memiliki resiko kematian. Jika mengelak sama saja. Akan tetap di jemput. Karena sudah di undang. Masalahnya, bagaimana mereka tahu rumah ini? Sedangkan kami sudah lama putus komunikasi. Apalagi suami ku sudah lama meninggal bahkan kakek Naomi juga sudah lama meninggal juga.” Yuki menatap putrinya kemudian.


“Tak mungkin aku mengirim Naomi kesana. Dan aku tak bisa bela diri juga.” Yuki menambahkan sambil menghela nafas berat. Tak terbayangkan jika Naomi putrinya satu-satunya. Keluarga satu-satunya yang tersisa akan mengikutinya. Itu saja saja mencari mati sendiri. Ia tak mau kehilangan putrinya.


Rex semakin heran. Yuki dan Naomi berpelukan. Mereka terlihat sedih.


“Kenapa seperti itu Tante???” tanya Rex.


Yuki kembali melihat ke arah Rex.


“Karena keluarga kami turun temurun sudah terikat darah mengikutinya. Hendak di langgar juga percuma. Hendak mengelak juga tak bisa. Mereka pasti akan datang menjemput kemari. Seperti saat ini. Mereka bisa sampai kemari dan menyampaikan undangan tersebut. Seharusnya leluhur kita tak perlu mengikutinya. Sekarang tak ada pria di anggota keluarga kita. Harus bagaimana ini.” Yuki sangat gelisah dan bingung.


“Ma, biarkan Naomi pergi. Menghindar juga tak bisa Ma.” Naomi langsung hendak mengikutinya. Yuki menggeleng. Ia tak mau Naomi pulang hanya tinggal nama. Yuki tak mau itu terjadi.


Rex yang mendengar Naomi berkata begitu langsung menoleh ke Naomi. Ia juga tak mau Naomi mengantar nyawanya.


“Biar aku saja yang pergi menggantikan Naomi.” Rex berkata ingin bertukar tempat dengan Naomi. Biar dia yang kesana saja. Spontan Naomi dan Yuki menatap kaget dan heran ke Rex. Apa Rex tak tahu bahaya nanti yang akan di hadapinya.


Bersambung....


Mayday ... mayday ... tanda bahaya. Bahaya apa yang akan mereka hadapi. Cekidot bab selanjutnya nanti ya :D


Oh iya. Itu bahasa jepang Author lihat di google ya, semoga tak salah ya hehe :D


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya. :D


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2