Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 95.


__ADS_3

“Jangan begitu. Jika begitu malah nyawa kita taruhannya, Rena.” Tatap Javin ke Rena. Ya betul nama sebetulnya adalah Rena. Dia menyamar menjadi Rere selama ini.


Javin menyakinkan Rena agar tetap menjalankan rencana mereka berdua. Javin Miller dan Rena Miller adalah dua orang penipu ulung yang sering berpindah-pindah tempat. Kadang merampok dan terkadang menipu targetnya hingga semua habis kekayaannya. Selesai mengambil semua mereka akan kabur kembali ke tempat lain untuk beraksi di tempat lain.


Kebetulan saat itu mereka ke kanada dan bertemu Rere yang asli. Terget mereka hendak menipu dan menguras keluarga Rere. Javin datang mendekati Rere. Namun setelah pendekatan berkali-kali tidak juga membuahkan hasil, sepertinya Rere tipe susah jatuh cinta. Javin tak punya pilihan lain selain menculiknya.


Saat mereka menculik Rere dengan tebusan tersebut maka mereka akan bisa kabur dan beraksi ke tempat lain. Tapi Rere yang mereka sekap malah menjatuhkan tasnya. Rena yang penasaran memeriksa tas Rere kebetulan di ponselnya foto wallpapernya adalah foto Rere dan Rex yang pada masa pacaran dahulu. Dan kebetulan Rena melihat Tv dimana di tanyangkan Rex sedang datang ke acara amal dan dikatakan kalau dia sultan Turki. Seketika ide brilian muncul di kepalanya. Rena pun mengatakan ke Javin.


“Javin, lihatlah di Tv itu. Dia dan yang di foto diponsel ini sama kan?” Rena berujar dan Javin melihatnya. Javin tersenyum ke arah Rena.


“Kita pun sasaran baru Rena. Dan kali ini tangkapan besar. Dan jika berhasil kita akan menetap.” Javin tersenyum jahat.


“Benarkah? Bagaimana caranya?” selama ini otak rencana mereka adalah Javin seorang.


“Kau menyamar menjadi Rere. Nama mu dan nama Rere hampir sama kan? Kau tinggal mengganti wajahmu maka akan kelihatan menjadi Rere.” Ide Javin yang luar biasa. Luar biasa gila maksudnya.


Rena agak ragu, karena dia pikir mereka akan menipu seperti biasanya tapi javin ternyata punya rencana lain.


“Apa tak apa-apa? Aku takut ini bahaya Javin.” Rena menatap Javin.


“kau tenag saja. Pasti berhasil.” Javin pun tersenyum yakin dan Rena pun setuju.


Berkat desakan dari Javin, keluarga Rere pun menebus Rere yang di sekap mereka. sejumlah uang yang banyak telah masuk ke rekening Javin. Javin tentu saja bahagia. tapi Javin bukannya mengembalikan Rere ke keluarganya, Rere malah mereka bawa pergi dan di sekap di tempat lain. Mereka masukan ke dalam rumah sakit jiwa dan di beri obat halusinasi hingga semua orang percaya kalau Rere telah sakit jiwa.


Setelah Rere terkurung di rumah sakit jiwa, mereka kabur membawa uang banyak dan pergi ke turki bersama. di sanalah di mulai akting Rena. Rena pun sudah operasi wajah dengan foto Rere yang mereka ambil dan dokter hebat merubah wajah Rena menjadi Rere.


Selama menunggu Rena siap, Javin pun mulai mengawasi targetnya yaitu Rex. Hingga akhirnya Rena siap, pas kebetulan Rex dan Naomi pergi berlibur ke Vila. Saat di sungai Rena berpura menjadi Rere yang hanyut di sungai dan pura-pura hilang ingatan. Begitulah cara mereka masuk ke istana.


Kini keduanya sedang di motel di kota turki. Javin kembali menyakinkan Rena agar tetap menjalankan misinya. Jika mereka berkuasa maka tak perlu kemana pun lagi. Mereka hanya tinggal mengambil harta yang ada dikerajaan turki tersebut yang tak akan habis sampai kapan pun.


Tapi gara-gara Almira rencana mereka agak terganggu. Karena itu Mereka membunuh Almira. Mereka juga harus menyingirkan Naomi agar Rena bisa leluasa menaklukan Rex dan menguasai Rex serta kekuasaannya.


“Kembalilah ke istana Rena. Jangan sampai orang istana curiga.”


“Baiklah.”


Rena pun kembali ke istana. Rena dan Javin sebenarnya dahulu anak-anak panti asuhan. Tapi keduanya melarikan diri dan memilih hidup sendiri dengan berbagai cara. Hingga mereka besar mereka hanya tahunya menipu untuk bertahan hidup. Javin dan Rena sebenarnya bukan sodara kandung. Tapi karena Rena sebatang kara dan tak punya siapa pun, Javin membawanya serta ikut dengannya dan javin juga yang memberikan nama keluarganya pada Rena. Karena itu nama belakang mereka sama.


Saat Rena kembali ke istana dan hendak memasuki kamarnya, Naomi telah menunggunya. Rena kaget melihat Naomi ada di kamarnya duduk dengan santai.


“Naomi eh Yang Mulia.” Rena yang sebagai Rere berpura-pura bersikap baik. Dia memberikan hormantnya.


“Tak perlu formal. Aku mau langsung saja.” Naomi menatap tajam.


“Apa itu?” Rena menatap heran.


“Kau dari mana saja? Dari tadi aku menunggumu.”

__ADS_1


“Oh. Aku jalan-jalan keluar.”


“Oh ... apa kau tahu sesuatu tentang ini?” Naomi langsung menunjukan sebuah kancing baju. Rere yang melihat berkerut keningnya dan kemudian dia teringat sesuatu. Kedua bola matanya membulat sempurna saking kagetnya.


Naomi memperhatikan sikap Rena yang dikiranya Rere nampak aneh dan kaget.


Tapi Rena kembali berusaha bersikap tenang.


“Kenapa rupanya dengan kancing baju tersebut?”


“Ini sama dengan bajumu.” Naomi menarik lengan Rere dan mencocokan dengan baju Rere yang kebetulan saat ini dia pakai. Dan binggo sangat sesuai. Kancing lainnya sama dengan kancing yang dipegang Naomi. Berarti saat Almira meninggal di bunuh oleh Rena, tangan Almira yang memegang pakaian Rena akhirnya menarik salah satu kancing mainan di pakaian Rena. Rena malah tak menyadarinya. Baru setelah Naomi mencocokannya dan menunjukannnya, Rena akhirnya sadar.


“Sial.” Umpat Rena dalam hatinya.


Naomi menatap tajam ke Rena.


“Hebat sekali. Apa kau pelaku pembunuhan Almira? Kau tahu jika membunuh anggota kerajaan maka akan di hukum mati!” ancam Naomi.


Rena sedikit gentar. Dia mundur beberapa langkah ke belakang. Tubuhnya sedikit goyah. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang walau wajahnya sudah terlihat pucat dan tegang.


“Aku tak tahu apa motifmu sebenarnya dan kenapa melakukannya? Tapi akan ku pastikan kalau kau akan menerima hukumannya?”


“Kau bisa saja salah, Nao.” Rena berucap dengan dingin.


“Hahaha ... aku salah. Menurutmu siapa yang akan dipercaya. Kau atau aku?” Naomi menatap sinis.


“Oh iya kah? Coba kita periksa ke dokter kalau begitu.” Naomi menantang Rere untuk periksa ke dokter.


Rere semakin tertegun.


“Gawat. Jika ketahuan, maka mereka akan tahu kalau aku bohong dan sebenarnya tak terjadi apa pun waktu itu antara diriku dan Rex. Sial.” Keluh Rena dalam hatinya.


Naomi tersenyum puas melihat ke arah Rena.


“Pasti bohongkan. Jangan-jangan kau tak hamil dan tak terjadi apa pun antara dirimu dan Rex, kan?” Naomi menebak tapi tebakannya sangatlah jitu. Rena terdiam seketika.


“Dan jangan-jangan kau bukanlah Rere? Wajah bisa menipu tapi identitas sidik jari tak bisa menipu kan? Ayo ikut aku ke dokter! Kau harus di periksa.” Ancam Naomi kembali.


“Brengsek kau!!” Rena pun menunjukan belangnya.


“Wow ... Rere yang ku kenal tak pernah seperti ini. Jadi benar kau bukan Rere ya.”


Rena mengeluarkan sebuah pisau belati yang selalu dia bawa kemanapun di balik bajunya. Dia hendak menikam Naomi tapi segera di tangkis oleh Naomi. Keduanya malah berkelahi di dalam ruangan kamar Rena. Ternyata Rena pandai bela diri. Rena dan Naomi saling baku hantam.


Saling pukul dan tendang. Naomi cukup kaget tapi melihat Rena yang lihai bisa di pastikan kalau Rena sudah terbiasa bertarung. Mungkin karena pekerjaannya menipu membuatnya juga pandai membela diri sehingga bisa bertarung.


Naomi yang kurang leluasa memakai gaun di istana merasa kesusahan bertarung tapi hal tersebut juga berlaku kepada Rena. Keduanya saling menendang dan akhirnya jatuh.

__ADS_1


“Kau bisa bertarung rupanya?” ucap Naomi.


“Kau juga.” ucap Rena.


“Siapa kau? Rere tak bisa bertarung.”


“Kau tak perlu tahu. Kau cukup mati saja.” Rena mengarahkan belati ke arah Naomi tapi Naomi segera mengelak. Suara keributan dalam kamar Rena membuat penjaga dan para pelayan pun jadi heran dan bingung.


“Apa itu?” jawab penjaga pertama.


“Tidak tahu.” Penjaga kedua.


“Kalian berdua masuk saja coba dan lihat apa yang terjadi.” Pinta salah satu pelayan.


“Tapi di dalam ada Nona Naomi dan Nona Rere. Nanti kalau kita ikut campur kena marah yang mulia Rex. Mereka kan para wanitanya Yang mulia.” Jawab penjaga pertama.


“Benar juga ya. Mungkin perkelahian antara para wanitanya Sultan.” Penjaga kedua berkata.


Si pelayan kesal dan akhirnya pergi mencari pertolongan. Kebetulan Rex dari tadi memang hendak mencari Naomi tapi kebetulan ada pekerjaan maka Rex tunda. Sekarang dia kembali mencari lagi dan bertemu pelayan tersebut.


“Yang mulia maaf, di kamar Nona Rere sepertinya sedang ada perkelahian. Ada Nona Naomi juga.”


“Hah? Baiklah. Terima kasih.” Rex pun segera berlari menuju kamarnya Rere


Saat tiba di depan kamar Rere, Rex pun memanggil sambil mau masuk ke dalam.


“Re ... Nao.” Panggil Rex sambil masuk ke dalam.


Rena dan Naomi yang masih bertarung teralihkan perhatiannya. Kesempatan ini di ambil Rena untuk memukul kepala Naomi dengan vas bunga yang ada di dekatnya. Dan prang ... suara keras pecahan vas mengenai Naomi dan Naomi pun pingsan.


Bersambung....


Waduh ... pakai acara kena pukul dan pingsan lagi .


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D


Kasi komen yang positif ya kak :D  Komentarnya mana komentarnya hehehe :D


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D

__ADS_1


__ADS_2