
“Apa ini semua Rex? Sampai penuh rumah kita? Jalan dan bernafas pun jadi susah” Ucap kakek Rex, Dicky Han.
Rex pun nampak bingung. Mau diletakkan dimana semuanya ini. Jika di susun rapi dilemari pun sama saja. Karena terlalu banyak dibelikan Ahmed tadi. Rex jadi menggaruk tengkuknya sendiri yang tak gatal. Dicky Han memandang ke arah Rex. Ia meminta penjelasan. Akhirnya Rex pun menceritakan semuanya. Kakeknya hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
“Rex ... Rex ... seharusnya kau bisa mengendalikan diri” pesan dan nasehat Kakeknya.
“Bukan mau ku Kek. Tapi Ahmed yang melakukannya”
“Lalu bagamana sekarang? Mau ke kamar atau ke toliet pun tak bisa. Panggil sekarang Ahmed. Suruh bereskan semua ini. Sekarang Rex” Ucapan Kakek mengandung ketegasan dan perintah yang tak bisa dilawan.
Segera Rex mengambil hape disakunya. Hape yang dibelikan Ahmed untuk dia juga. Rex mencari nomor Ahmed dan benar saja sudah ada nomer Ahmed di dalam kontak hapenya. Rex segera menelepon Ahmed dan memintanya cepat kemari. Awalnya Ahmed hendak beristirahat di ranjangnya malah tak jadi. Padahal dia barusan mandi dan memakai piyama pink yang banyak gambar hello kitty. Hehehe.
Eits jangan salah. Badan kekar nan sangar tersebut sebenarnya berhati baik seperti hello kitty. Tidak. hanya bercanda. Ahmed tak mengerti kenapa ada piyama tersebut. Ia asal pakai saja sebenarnya. Bahkan ia lupa kalau sewaktu berbelanja piyama tersebut malah ikut masuk ke barang belanjaan nya.
Mendengar panggilan dan teleponan dari Rex, akhirnya Ahmed tak jadi berbaring. Ia segera berganti pakaian dengan kaos hitam dan jaket kulitnya serta celana jeans dan sepatu snekernya. Ia segera keluar dan anik mobil menuju rumah Rex.
Beberapa saat kemudian Ahmed sampai dirumah Rex. Rex pun menceritakan situasi dan keadaan dirumah kakeknya sekarang. Ahmed mulai mengerti situasinya. Akhirnya ia menelepon jasa kurir antar barang. Kemudian menelepon seseorang yang gak tahu siapa.
15 menit kemudian kurir jasa antar barang telah tiba dan membawa beberapa barang. Sisanya secukupnya ditinggalkan untuk di gunakan Rex. Kemudian semuanya telah beres. Beberapa yang tertinggal pun telah disusun rapi di kamar Rex dan lemari pakaian Rex. Kini Dicky Han dan Rex merasa lebih lega dan bisa bernafas dengan nyaman serta melangkah bebas didalam rumah.
Dicky Han mengatakan terima kasih pada Ahmed. Kemudian kakeknya masuk ke rumah untuk ke kamar mandi membersihkan diri lalu bersiap makan dan berangkat kerja. Sedangkan Rex dan Ahmed masuk ke dalam dan duduk bersama. kakeknya yang sudah siap berangkat kerja malam. Tinggallah Rex dan Ahmed berdua. Saat sedang berdua Rex pun mandi dan menyajikan beberapa makanan yang ada untuk makan malam.
Makan malam yang sudah kelewatan jamnya sebenarnya. Rex dan Ahmed makan dengan tenang. Selesai makan, keduanya kembali duduk berdua dengan santai di kursi ala kadar di rumah tersebut. Ahmed tak keberatan walau tadi harus makan sederhana sekali pun saat makan malam tadi dengan Rex. Padahal dia sudah makan. Namun demi kesopanan dan memandang Rex yang seorang junjungannya sebenarnya, ia tetap makan dengan Rex.
Kini keduanya telah duduk bersantai berdua. Rex memandang ke arah Ahmed. Ia penasaran semua barang tadi kemana? Apakah dikembalikan ke tokonya.
“Ahmed, semuanya kau kembalikan ke toko ya. dan Cuma beberapa saja di tinggal di rumah ini yang diletakan rapi di kamarku dan di lemari pakaianku” Rex menoleh ke Ahmed.
“Hehehe, aku menyuruh jasa kurir antar barang untuk meletakannya di rumah mu” Jawab Ahmed santai.
“Rumah ku?” Rex menatap bingung. Ia sampai mengerutkan keningnya sampai terlihat seperti jeruk purut saja. :D
“Iya. Rumah mu. Tadi aku sekalian memesankan dan membelikan sebuah apartemen mewah untuk di jadikan rumahmu. Tempatnya bagus, luas dan mewah tentunya. Kau pasti suka. Kalau perlu kalian pindah saja dari rumah ini. Pindah ke rumah baru mu”
Dan Rex malah terbengong dengan ucapan Ahmed barusan.
“Ja-jadi....” Rex jadi tergagap bicaranya.
“Semua di kirimkan kesana dan sudah disusun rapi.”
Rex menepuk jidatnya. Ia sampai tak habis pikir dengan Ahmed. Semua nya dibeli.
“Lalu?” Pandang Rex kembali.
“Sudah resmi jadi rumahmu lah. Semua sudah dibeli dan surat-suratnya atas namamu sudah. Aman sudah” Ahmed mengisyaratnya denga tanda oke dengan jarinya.
“Kenapa kau lakukan itu Ahmed?”
“Tentu pantas dong. Kau kan pangeran dan anak sultan jadi pantas mendapatkan semuanya itu. Sudah malam aku pulang ya. oh iya, kalau mau mobil bisa ku belikan juga. Biar kau mudah bepergian kemana pun” Ahmed memberikan usul dan saran ke Rex.
__ADS_1
Rex segera menggelengkan kepalanya. Ia tak mau. Sudah terlalu banyak yang ia terima dan ia dapatkan. Rasanya terlalu berlebihan. Walau bagai Ahmed itu wajar saja. Tapi Rex hanya pemuda biasa dan masih remaja polos. Begitulah pikiran Rex.
“Tak mau. Lagian aku tak bisa nyetir” Rex menolak.
“Kalau tak bisa aku bisa memperkerjakan seorang supir untuk mu”
“No. Sekarang pulang sana ke hotel dan pergi tidur” Ucap Rex.
Ahmed pun kemudian menurut dan pamitan pulang. Kini tinggal hanya Rex sendirian di rumah. Ia menghela nafas panjang. Hari yang panjang dan lelah rupanya hari ini.
Namun saat ia mengunci pintu rumah dan masuk ke kamar. Matanya melihat sebuah kotak bungkusan yang rapi. Bertuliskan “Dari Rex”
Rex jadi bingung. Dari dia untuk dia kah? Kemudian sebuah notif chat masuk ke hapenya. Rex pun membaca. Ternyata dari Ahmed. Ia bilang itu hadiah kado untuk gadis pujaannya Rex. Rex pun tersenyum, setelah membaca pesannya Ahmed. Ia lalu pergi tidur dan istirahat.
***
Esoknya.
Seperti biasa, sekolah seperti biasanya. Belajar hingga waktunya pulang.
Rex dan Naomi berjalan bersisian saat pulang. Hari ini Rex terlihat sangat bahagia. bahkan Naomi bisa menebaknya kenapa dan karena apa? Jawabannya pasti Rere.
Saat sudah samapi dirumah, sebelum keduanya berpisah masuk ke rumah masing-masing, Rex kembali menoleh Naomi dan berkata pada Naomi.
“Malam ini jangan lupan Nao. Aku jemput nanti ya. Bersiaplah” Ucap Rex sambil tersenyum. Naomi hanya menganggukan kepalanya.
Rex kemudian masuk ke rumahnya. Begitu juga Naomi.
“Mau kemana nak? Kok semua baju dikeluarkan?” Pandang Yuki pada putrinya.
“Ma, Naomi bingung mau pakai apa yang ke pesta ulang tahunya Rere” Naomi masih sibuk memilih pakaiannya. Kebanyakan celana jeans semua. Yuki tersenyum melihat ke arah putrinya.
“Nah, kan Mama bilang apa? Rubah penampilanmu lebih Feminin dong. Jadi bisa punya dress untuk ke pesta atau ke tempat lain”
“Ih, Mama malah ngeledeki” Naomi jadi cemberut.
Mamanya bukannya memberikan solusi namun pergi keluar kamar Naomi. Entah kemana. Yangjelas kini Naomi kembali pusing memilih pakaian. Akhirnya setelah cukup lama menimbang. Pilihan Naomi jatuh pada celana panjang berwarna cream dan baju lengan panjang berkerah warna coklat muda. Sudah lah pakai ini saja. Pikir Naomi begitu.
Namun kemudian Mamanya kembali lagi dengan sebuah paper bag. Yuki memberikan paper bag tersebut ke Naomi.
“Apa ma?”
“Pakai ini saja”
Naomi pun menerima dan melihat isinya. Paper bag yang cukup besar ukurannya. Dan didalam nya sebuah dress selutut yang sangat indah dan bagus. Juga sepasang sepatu heels. Yuki udah membelinya untuk kado ulang tahun Naomi tiga bulan mendatang tapi sepertinya sebaiknya diberikan sekarang. Nanti beli kado lain lagi saja. Begitu pikir Yuki.
Yuki tersenyum pada putrinya yang masih menatap dress dan heels tersebut.
“Sini, Mama bantu berhias ya”
__ADS_1
Naomi pun mengangukan kepala sambil tersenyum. Yuki pun membantu putrinya.
Di tempat Rex. Ia memakai sebuah setelan jas hitam dan celana panjang hitam. Sewaktu di mall, Ahmed yang memilih. Kini pakaian tersebut membalut tubuh Rex yang kini kekar dan sempurna. Ia terlihat gagah dan sangat tampan. Rex pun pamitan dengan Kakeknya. Kebetulan malam ini kakeknya tak pergi kerja. Jadi kakek dirumah saja.
Setelah pamitan dengan kakeknya, Rex menjemput Naomi di rumah. Ia menekan bel rumah Naomi. Mama Naomi yang membukakan pintu rumah. Rex tersenyum dan Yuki pun tersenyum.
“Malam Tante, Rex mau jemput Naomi” Ucap Rex ke Yuki mamanya Naomi dengan ramah dan tersenyum.
“Oh iya. Naomi sudah siap. Sebentar ya.”
Mamanya Naomi kemudian memanggil Naomi.
“Naomi, Rex sudah datang”
“Iya Ma” Ucap Naomi dari dalam kamarnya. Naomi pun keluar dari kamar dan menuju pintu depan rumah. Awalnya Rex tak melihat Naomi. Namun setelah naomi muncul dan memanggilnya, Rex tercengang menatap Naomi.
“Rex, ayo kita berangkat” Naomi tersenyum manis sekali. Naomi mengenakan dress yang cantik sesuai dengan bentuk tubuhnya. Ia pun memakai heels di kakinya. Rex seakan tak percaya kalau dihadapanya adalah naomi teman kecilnya yang biasanya tomboi.
Untuk saat ini Rex terdiam mematung menatap Naomi. Naomi terlihat cantik dan manis.
Bersambung....
Yuhu ... Naomi jadi cinderella dulu ya sehari khusus malam ini. Ehek ... Rex aja sampai terpesona melihat Naomi yang nampak berbeda. :D :)
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua J :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1