Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 46.


__ADS_3

“Biar aku saja yang pergi menggantikan Naomi.” Rex berkata ingin bertukar tempat dengan Naomi. Biar dia yang kesana saja. Spontan Naomi dan Yuki menatap kaget dan heran ke Rex. Apa Rex tak tahu bahaya nanti yang akan di hadapinya.


Rex menatap serius ke arah Naomi dan Yuki. Namun Yuki dan Naomi bersamaan mengelengkan kepalanya. Mereka tak setuju tentunya.


“Tidak Rex. Ini berbahaya. Nyawa taruhanya.” Yuki tak mau Rex bekorban untuknya dan Naomi.


“Iya. Aku juga gak setuju.” Naomi tak mau Rex menggantikannya.


“Aku tetap akan melakukannya.” Rex sudah final kepada keputusan tersebut.


Rex mengambil gulungan tersebut di tangan Yuki. Naomi dan Yuki mengerutkan keningnya. Rex itu di luar anggota keluarga mereka, jadi rasanya tak baik jika Rex yang pergi menggantikan Naomi. Namun Rex sudah menentukan dan membuat pilihan tersebut. Ia tak mau melihat Mamanya Naomi bersedih melihat Naomi yang pergi. Dan Rex juga gak mau, kalau Naomi yang pergi juga. Biarlah dia berkorban diri. Anggap saja rasa terima kasih karena selama ini Naomi sudah begitu baik padanya. Bahkan Naomi sering menolong Rex.


“Biarkan Rex saja Tante. Naomi biar bersama Tante. Kalian aman disini. Rex ijin pada Tante dan Naomi. Kalian jangan cemas.” Rex tersenyum. Ia lalu pamitan pada Naomi dan Yuki.


Yuki dan Naomi menatap cemas dan bingung akhirnya. Mereka hanya bisa saling pandang. Rex keluar dari rumah Naomi. Ia menaiki mobilnya dan pergi ke tempat Ahmed. Ia mau berdiskusi dengan Ahmed.


Sampai di tempat Ahmed, Rex menjelaskan semuanya. Tentu saja wajah Ahmed yang tadinya santai dan tenang berubah menjadi tegang dan panik. Ia tentu saja tak setuju.


“Tidak. Pokoknya tidak.” Ahmed akhirnya menyatakan ketidak setujuannya.


“Aku akan tetap pergi menggantikan Naomi. Titik. No debat.” Rex tetap pada pendiriannya.


Ahmed mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya. Rasanya stress jika menghadapi Rex yang seperti ini. Ahmed hanya berpikir pada keselamatan Rex tentunya. Dia sudah jauh-jauh mencari Rex, dan sudah lama mencari Rex, masa iya harus akhirnya Rex celaka. Tidak bisa. Ahmed berjanji agar membawa Rex dengan selamat ke Turki nantinya.


“Tidak pokoknya. Sudah payah aku mencarimu dan misi ku harus membawamu kembali ke Turki. Tak mungkin ku biarkan seorang pangeran dalam bahaya. Apa kata kakek anda nanti?? Aku pasti di bilang bawahan yang tak berguna karena tak bisa menyelesaikan misi ku.”


“Aku ingin menolong Naomi dan Mamanya.” Rex berkata dengan perlahan.


“Kalau begitu buat apa cerita padaku kalau anda sendiri sudah memutuskannya.” Ahmed terlihat gusar.


“Aku ingin kau menjaga kakek Dicky. Dia sudah berbaik hati merawat ku dari kecil hingga sekarang. Tolong jaga Kakek Dicky Han.” Rex tersenyum.


Ahmed menggeleng tak suka. Ahmed mondar mandir di ruangan kamar hotelnya. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Kemudian sebuah ide terlintas di pikirannya.


“Aku akan ikut bersama mu.” Ahmed berucap di depan Rex. Rex pun menatap ke arah Ahmed.


“Lalu siapa yang akan menjaga kakek ku disini kalau kau ikut?”

__ADS_1


“Biar aku utus para anak buah menjaga kakek anda di sini. Pokoknya aku ikut. Aku harus menjaga anda selalu. Titik. No debat.” Ahmed mengikuti perkataan Rex yang seperti itu tadi.


Rex tertawa terpingkal-pingkal. Ia akhirnya menganggukan kepalanya. Kemudian Rex membuka gulungan tersebut. Terdapat pesan undangan The Death Battle tersebut serta lokasi tempatnya dan waktu juga tanggalnya pun sudah di tentukan di gulungan tersebut.


Rex dan Ahmed pun mulai bersiap. Rex pamitan pada kakeknya Dicky Han. Bahkan beberapa pengawal/anak buah di tempatkan menjaga Dicky Han. Juga di berikan begitu banyak fasiltas untuk Dicky Han. Serta Dicky Han di suruh tak perlu bekerja lagi. Rex juga pamitan pada Yuki, Mamanya Naomi. Serta berpesan agar tolong memperhatikan Kakeknya yaitu Dicky Han. Terakhir Rex pamitan pada Naomi. Esok pagi-pagi Rex dan Ahmed akan berangkat bersama.


Esok paginya.


Rex sudah bersiap dengan tas ranselnya. Begitu juga Ahmed. Mereka akan terbang menaiki pesawat. Ahmed mengusulkan menaiki Jet saja. Namun Ahmed bilang pakai pesawat biasa saja. Saat hendak berangkat, ternyata Naomi sudah menunggu di depan pintu rumah. Naomi mengenakan celana jeans sobek di lututnya dan kemeja kaos birunya. Rambut panjangnya di ikat kucir kuda, menatap ke arah Rex dengan tas ransel di tangannya serta sebuah pedang samurai yang di simpan di kotak kayu panjang kemudian di bungkus kain juga.


Rex heran, ngapain pula si Naomi muncul juga saat dirinya dan Ahmed akan berangkat.


“Nao....” Rex menatap Naomi dengan serius.


“Aku akan ikut juga Rex.”


“Tidak. Aku kan sudah menggantikanmu. Jadi kau tak perlu pergi juga.”


“Tapi kau tak paham apa saja dan bagaimana. Jadi biarkan aku ikut agar kau paham dengan semua ituasi di sana. Please.” Naomi menatap Rex dengan matanya yang nampak berkilau dan membuat Rex agak bingung. Akhirnya Rex mengiyakannya. Naomi tersenyum bahagia. Berangkatlah ketiganya. Tujuan mereka adalah ke kota Tokyo.


Rex, Naomi dan Ahmed turun dari taksi setelah membayar argo. Mereka pun masuk ke dalam hotel. Di dalam ternyata Naomi meminta Rex menunjukan gulunga tersebut. Sebuah cap naga hijau langsung dikenali salah satu pegawai hotel. Ia lalu menganggukan kepalanya dan membawa mereka masuk ke ruangan lantai paling atas.


Di ruangan lantai atas sudah banyak para petarung yang di undang melalui gulungan tersebut. Ternyata gulungan tersebut tersebar ke seluruh dunia. Masuklah mereka ke kamar yang sudah di sediakan. Karena satu gulungan hanya untuk satu kamar. Semua fasilitas sudah disediakan, jadi mereka hanya tinggal menikmati saja tanpa harus keluar banyak uang.


Masuklah Rex, Naomi dan Ahmed dalam satu ruangan kamar yang luas. Ruangan luas sekali. namun hanya ada satu kamar tidur. Rex dan Ahmed memutuskan kalau mereka akan tidur di dekat sofa saja. Biar Naomi di ranjang.


Baru saja mereka duduk dan istirahat, seorang wanita berpakaian kimono datang mengetuk pintu. Rex membukanya. Wanita tersebut memberikan sebuah kartu kemudian pamitan pergi. Rex melihat kartu tersebut. Namun dalam bahasa yang tak dimengertinya. Akhirnya Naomi yang mengambilnya dan membacanya. Rex melihat ke arah Naomi. Naomi pun paham akan pandangan dari Rex.


“Di katakan nanti malam acara sambutan para tamu petarung untuk The Death Battle. Jam 8 malam di aula yang sudah di sediakan.” Naomi memberitahukan pada Rex.


Rex pun menganggukan kepalanya. Malam harinya tepat jam 8 malam, mereka bertiga sudah bersiap. Ahmed sengaja mengenakan jas putih dan serba putih pakaiannya. Sedangkan Naomi mengenakan dress panjang warna hitam. Kali ini Naomi berdandan terkesan seperti cewek beneran bukan tomboi lagi. Dan untuk Rex memakai Jas Silver yang senada dengan celana dan sepatunya. Mereka telah siap dan turun menuju Aula.


Masuk ke dalam aula. Dan di dalam sudah begitu banyak tamu. Masing-masing mengenakan pakaian yang di rasa mereka pantas dan cocok. Bahkan ada yang mengenakan pakaian yang santai atau menyeramkan dan ada yang formal dan informal. Rex, Naomi dan Ahmed duduk di satu meja. Mereka menikmati hidangan yang di sediakan para pelayan. Dalam waktu singkat semua meja tamu sudah di hidangkan bermacam-macam makanan khas jepang. Baik makanan pembuka, makanan utama dan makanan penutupnya serta minuman pun sudah di sajikan di masing-masing meja yang sudah di duduki kurinya.


Satu meja bulat terdapat lima kursi yang mengelilingi meja bulat tersebut untuk semua tamunya. Ada sekitar 100 pertarung yang terpilih. Dan bisa di bayangkan bagaimana situasi dan keadaan di dalam aula yang luas dan megah tersebut.


Sambil menunggu, semua tamu pada berkenalan antara satu dengan yang lainnya dan juga berbincang-bincang. Ada yang baru kenalan dan ada yang sudah kenal sebelumnya. Saat ini Rex, Naomi dan Ahmed tak banyak bicara. Mereka hanya menyantap makanan mereka yang ada di atas meja. Kursi di dekat meja mereka masih kosong dua kursi. Dan dua orang pun bergabung yaitu Hanna dan Joana. Mereka kembar.

__ADS_1


“Maaf, biarkan kami bergabung.” Joana berucap pada Rex.


“Silahkan.” Rex pun tak masalah.


Joana dan Hanna pun langsung duduk. Mereka menatap ke arah Rex, Naomi dan Ahmed.


“Kalian dari mana? Terlihat bukan orang jepang ya. Tapi gadis memakai dress hitam terlihat lebih seperti orang Jepang.” Hanna bertanya.


“Aku Rex.”


“Aku Naomi Yamaguci. Dulu berasal dari Jepang.”


“Aku Ahmed dari Turki.”


“Kalau kami berdua sodara kembar. Joana dan Hanna. Kami berasal dari Los Angeles. Salam kenal ya”


Rex, Naomi dan Ahmed hanya mengangukan kepalanya. Kemudian semuanya kembali menikmati makanannya. Tak lama kemudian terdengar sebuah langkah kaki dengann di sertai beberapa pasukan ninja di dekatnya. Seorang pria yang cukup tua berdiri di atas podium membuat semua tamu melihat ke arahnya.


“Selamat datang kepada semua tamu yang sudah di undang. Selamat bergabung di The Death Battle. Malam ini aku Lou Han meyambut kalian semua. Dan silahkan menikmati semua hidangan dan fasilitas yang sudah disediakan. Dengan ini ku sampaikan The Death Battle telah dibuka dan dimulai. Esok pagi semua akan melakukan putaran pertama di kota Tokyo ini. Lalu lanjut ke sebuah gunung yang jalanan nya terjal dan menukik tajam. Kalian esok akan melakukan balapan maut.” Ucap Lou Han kepada semuanya. Dan semua tamu kemudian bertepuk tangan. Hanya Rex, Naomi dan Ahmed yang diam memandangi ke arah semua yang hadir. Entah bahaya apa yang akan mereka hadapi esok hari.


 


Bersambung....


 


Yes, dimulailah The Death Battle. Good luck Rex, Naomi dan Ahmed.


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya. :D

__ADS_1


__ADS_2