Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 55.


__ADS_3

Semua pun bersorak “Kill him ... kill him ... kill him.”


Rex menatap semuanya.


Rex melihat ke sekelilingnya, semua ninja menyuruh untuk membunuhnya. Begitu juga para peserta lain yang telah menang di babak duel sebelumnya. Mereka mengatakan untuk kill him. Aiko hanya diam saja, dan Lou Han sudah mengatakan untuk membunuh Diego. Namun Ahmed dan Naomi memandang ke arah Rex dengan cemas. Mereka tahu kalau Rex bukan tipe pembunuh, apalagi di lihatnya Diego sudah terkulai lemas.


Rex meragu, ia pun turun dari arena.  Dilihatnya Diego sudah tak berkutik lagi jadi Rex tak membunuhnya. Semua bersorak ke arah Rex. Mereka menganggap Rex itu pengecut. Ada wajah tak senang dari raut wajah Lou Han. Aiko pun kemudian maju dan naik ke atas arena. Aiko pun menikam Diego yang masih tergeletak di arena. Aiko tikam hingga Diego pun tewas. Rex melihat balik ke arah Diego, dan Diego sudah tewas. Aiko berjalan ke arah Rex. Naomi sudah bersiap hendak mengeluarkan samurainya. Pasti mereka hendak menghukum Rex.


“Kau menyalahi aturan yang ada.” Tatap Aiko dan berbisik di dekat Rex. Rex pun terheran. Sebuah tinjuan di layangkan Aiko ke arah Rex. Rex pun jatuh. Naomi dan Ahmed segera berlari ke arah Rex.


“Tunggu. Jangan. Ku mohon.” Naomi memohon  di hadapan Aiko.


Aiko melihat ke arah Tuannya Lou Han. Lou Han pun memberikan kode untuk menghentikan saja.


Aiko berbalik arah dan kembali ke tempat duduknya. Duel pun masih berlangsung. Pemenang duel sebelumnya di adu duel kembali satu sama lain. Sampai tersisa satu pemenang. Dari perwakilan keluarga Fernandes melawan perwakilan keluarga Tanaka. Jika yang menang masih dari keluarga Fernandes makan akan terus berlanjut duel dan naik peserta lain yaitu keluarga Lee dan lanjut ke keluarga Chan dan terakhir Yamaguchi. Sampai tersisa satu orang pemenang. Begitulah kira-kira contoh pertarungannya.


Ternyata dari keluarga Fernandes kalah dan di menangkan oleh keluarga Tanaka. Keluarga Tanaka lanjut melawan Nona dari keluarga Lee. Nona Lee dan Tuan Tanaka sama hebatnya rupanya. Tapi akhirnya Nona Lee kalah juga. Akhirnya Tuan Tanaka bertarung melawan Tuan Chan. Mereka sama-sama sengit dan lincah. Namun karena Tuan Tanaka sudah kelelahan akhirnya di menangkan oleh Tuan Chan.


Kini Tuan Chan akan berhadapan dengan lawan terakhirnya yaitu dari keluarga Yamaguchi. Kali ini Naomi akan maju, karena di lihatnya Rex sudah terluka banyak. Ia memberikan sebuah pil penyembuh dan penguat kekuatan ke Rex.  Naomi menyerahkan Rex yang masih lemas pada Ahmed.


Kini Naomi yang maju, Naomi akan berhadapan dengan Tuan Chan. Pedang samurai selalu di bawanya. Tuan Chan melihat Naomi membawa pedang samurai, jadi ia pun meminta sebuah senjata. Sebuah senjata seperti tombak yang ujungnya sangatlah tajam, ia gunakan untuk melawan Naomi.


Keduanya mulai bertarung. Sebenarnya Rex melarang Naomi. Namun Naomi tak mau Rex terluka lagi. Ia meminta Ahmed yang menjaga Rex. Rex dan Ahmed pun melihat Naomi bertarung. Ia sangatlah lincah dan luwes. Gerakannya cepat dan bisa mengimbangi Tuan Chan. Namun keahlian Tuan Chan tak bisa di remehkan, ia cukup ahli. Keduanya tak ada yang mau mengalah. Sama-sama sengit dalam berkelahi.


Dan lirik lagu dari Mortal Kombat - Hondo Maclean pun mengalun menemani momen saat ini.


Fight combat so you've got to go, go, gone


This surge has taken destined to bestow


Get over here


Cold morning wrapped in shivering silence


I hear the fountains pour and I'm reassured


Alive


Before I forget to remember


Final round, saltwater swallow choke my lung


Caught out blue tears in the company of none


All drunken eyes


Raining just like the day I heard of

__ADS_1


Your devastating acceleration


Rain kept hitting ground, I drown


My head is in the clouds


And I am soaked right through


Gotta dry these dripping clothes


Or else every hand I shake


Could catch these dripping blues


Gotta dry these dripping clothes


Or else every hand I shake


Could catch these dripping blues


Gotta dry these dripping clothes


I've gotta get out of these dripping clothes


We're staring into


The skyline down to the sea


Shine your distant rest - anaethetised


Finish him


Sun's gone to plan for a better day


Sun's gone to plan for


Fatality, flawless victory


Itulah lirik lagunya, namun akan lebih asyik lagi jika musik original mortal kombat yang di mainkan. Tapi sayang Author tak menemukannya. Sehingga lirik lagu ini yang jadi penggantinya. Semoga dapat dinikmati para pembaca.


Pedang samurai Naomi pun keluar dari sarungnya. Ia menebas berkali-kali dan di arahkan ke arah Tuan Chan, namun Tuan Chan dapat menghalangi serangan dengan tombaknya. Naomi terkena pukulan dan tendangan dari Tuan Chan, Naomi sampai muntah darah. Ia terluka dalam. Namun masih bisa bertahan.


Akhirnya, Naomi memusatkan pikirannya. Ia harus fokus. Matanya ia tutup, kemudian menarik nafas perlahan dan hembuskan perlahan juga. Tuan Chan tak membuang waktu, ia langsung menyerang Naomi tapi Naomi kemudian membuka matanya dan serangan dapat di hentikan oleh Naomi. Naomi kemudian menebas tombak tersebut dengan kuat. Tombak pun terbelah jadi dua. Sungguh tajam pedang samurai Naomi. Bukan hanya kayu tapi besi pun bisa di tebas. Nampaknya pedang samurai Naomi benar-benar di desain berbeda. Tentu saja warisan leluhurnya pedang samurai kakeknya sangatlah hebat.


Setelah tombak terbagi jadi dua akibat tebasan Naomi, tombak pun langsung Naomi tendang semua hingga terlempar keluar. Ia lalu menendang Tuan Chan hingga jatuh terduduk. Tuan Chan tak sangka kalau samurai Naomi sangatlah hebat. Bahkan Naomi pun hebat. Untuk selanjutnya Naomi menusuk Tuan Chan dengan samurainya hingga tak ada kesempatan oleh Tuan Chan untuk melawan. Tuan Chan pun tewas.


Naomi pun menang. Semua kini bersorak hore ke arah Naomi. Lou Han dan Aiko menatap sambil tersenyum ke arah Naomi. Senyuman mereka sungguhlah amat mengandung arti lain. Naomi merasa sudah selesai, kemudian turun dari arena dan menuju Rex yang bersama Ahmed.

__ADS_1


Kini Rex sudah membaik berkat pil yang diberikan Naomi.


Naomi, Rex dan Ahmed berjalan ke depan menuju arah Lou Han dan Aiko. Aiko dan Lou Han berdiri. Di hadapan mereka telah ada satu-satunya pemenang The Death Battle.


“Selamat, akhirnya kalian memenangkannya. Keluarga Yamaguchi memang lah terbaik turun temurun. Bukankah kakek mu dahulu hampir menang. Namun akhirnya kalah di tanganku.” Ucap Lou Han yang sontak saja membuat ketiga orang yang ada di hadapannya tentu saja kaget luar biasa.


“Maksud Anda kalau Anda adalah lawan kakek saya dahulu?” tatap Naomi serasa tak percaya.


“Iya. Itu benar. Tapi kakek mu beruntung masih hidup. Ia hanya sempat cedera di kakinya. Makanya kaki kanannya agak pincang. Namun sekarang peraturan lebih ketat, karena itu yang bisa hidup dan bertahan sangatlah kecil kemungkinannya.” Lou Han pun sedikit mengatakan hal kenapa banyak yang tak selamat.


“Karena kami yang menang, jadi sudah boleh kah kami pulang?” Kini Rex yang bertanya ke arah Lou Han.


Lou Han tersenyum. Aiko lalu maju.


“Bisa. Asal kalian kalahkan para petarung dari The Death Battle terlebih dahulu.” Ucap Aiko.


Rex, Naomi dan Ahmed saling pandang. Bukankah semua peserta sudah tak ada. Hanya tinggal mereka saja. Kenapa masih harus bertarung?? Ketiganya merasa aneh.


“Siapa saja?” Naomi kali ini bertanya.


“Rocky, Scorpio dan aku.” Aiko mengatakan para petarung dari The Death Battle.


Setelah Aiko menyebutkan nama-nama tersebut. Dua orang pria keluar dari balik kegelapan. Yang satu pria besar berpakaian seperti seorang petinju saja. Namun badannya aneh memerah dan urat ototnya keluar semua. Sedangkan pria satunya seperti seorang ninja namun memakai pakaian ninja hitam dan hijau. Ia memakai topeng dari mulut ke hidung. Hanya matanya saja yang terlihat, dan matanya berwarna merah bercahaya. Dan terakhir Aiko sendiri. Ia melepaskan pakaiannya dan berganti dengan pakaian serba hitam mirip seperti ninja wanita.


Kini semuanya naik ke atas arena pertarungan.


Scorpio, Rocky dan Aiko satu tim. Rex, Naomi dan Ahmed satu tim pula. Rocky berhadapan dengan Ahmed, Scorpio berhadapan dengan Rex dan terakhir Naomi berhadapan dengan Aiko. Semuanya menatap lawan nya satu sama lain.


Bersambung....


Kira-kira siapa yang akan menang ya? Semoga tim Rex yang menang.


Ada yang kebingungan ya dengan isi cerita saya, semoga dapat dipahami ya. Jika masih banyak typo yang bertebaran mohon maafkan karena Author masih perlu banyak belajar :D


Cerita ini sudah sesuai jalur dan kerangkanya ya kak :D jadi gak ada yang bisa di ubah lagi soalnya udah sesuai acc-nya. Dikarenakan Naomi dan Rex sedang liburan sekolah, maka cerita liburannya dibuat seperti ini. Selingan selagi liburan hehehe. Lagian dari awal Author udah jelasin kalau Naomi ini keturunan Jepang, oleh sebab itu maka sedikit memberikan cerita Jepang dengan berbagai inspirasi yang Author dapatkan. Jujur saja cerita ini di inspirasi banyak film namun Author kembangkan kembali dan buat versi sendiri. Hanya inspirasi ya kak, selebihnya Author sendiri yang merangkai membuatnya. Semoga banyak yang suka ya. Saya berharap semua pembaca suka. Aaammmiiinnn. Serta dukung selalu karya ini yang sedang mengikuti lomba ya kak agar makin bersinar, syukur-syukur masuk 10 besar karya baru. Aamiin :D


Author menghalu dan mengharap dahulu boleh ya kak. Mana tahu terwujud. Aamiin. 🤭🤗✌️😊😌


Kalau mau komen apa aja boleh kok kak, Author orangnya gak baperan kok :D


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D

__ADS_1


No plagiat ya. :D


__ADS_2