
“Kalau begitu ikut aku pulang dan bertemu kakek ku”
“Baik. Kita akan mencari kebenarannya” Ahmed tersenyum yakin sekali.
Setelah ngomong panjang lebar, Rex baru menyadari tempat yang ia datangi adalah hotel yang mewah dan mahal. Ia melirik ke arah Ahmed.
“Kau tinggal disini Paman?” Ujar kata Rex.
“Panggil saja Ahmed.”
“Oh iya Ahmed. Kau tinggal disini saja kah? Sendirian di hotel ini?” Tanya Rex kembali.
Ahmed menganggukan kepalanya.
“Ini kan hotel mahal? Dari mana uangnya?”
Ahmed malah tertawa kecil. Ia merasa Rex terlalu lugu. Bagaimana pun Ahmed itu utusan Sultan yang menjalankan misi. Tentu saja semuanya ia dapatkan dari kartu emas dari sultan Hasan Mustapa. Selama menjalankan misi dia kan perlu uang, kendaraan dan fasilitas tentunya. Walau sebenarnya dia aslinya adalah seorang prajurit dan pengawal khusus yang mempunyai tugas khusus pula. Namun semua kemudahan ia dapat dari kartu emas dan kartu hitam yang ia pegang.
“Dari uang kerajaan hehehe. Black Card and Gold Card Unlimited. Yang tak ada batasnya.”
Rex tercengang. Begitu kaya kah? Ahmed seakan tahu pikiran Rex.
“Iya. Kerajaan Sultan sangatlah kaya raya. Sampai 100 keturunan dan 1000 keturunan pun tak akan habis kekayaannya. Cuma ya itu, konspirasi dan saling menjatuhkan yang ada untuk merebut kekuasaannya”
Seketika Rex bergidik ngeri. Begitu rakusnya kah mereka dengan kekuasaan tersebut sampai harus saling membunuh.
Rex tersadar dari lamunannya karena Ahmed menyodorkan minuman dingin. Setelah itu mereka segera menuju rumah Rex.
Sepanjang perjalanan pikiran Rex berkecamuk. Mereka naik taksi ke arah rumah Rex. Ahmed bisa saja menaiki mobil mahal dengan kartu yang dia punya. Namun tak dilakukannya. Karena ia tak mau terlihat mencolok kalau mau kemana-mana.
Beberapa saat kemudian sampailah Rex di rumah kakeknya. Rex jadi ragu, apakah harus mengetahui semuanya. Jika benar, artinya ia bukan cucu kakeknya selama ini. Jika itu iya, maka hatinya akan sedih. Tapi Rex juga mau tahu kebenarannya. Ahmed melihat langkah ragu dari Rex. Ia pun mengusulkan agar Rex menunggu di luar dulu sementara. Ia yang akan masuk dahulu. Begitulah kata Ahmed pada Rex.
Rex pun di luar dan Ahmed masuk.
Saat Ahmed masuk, ia melihat kakek usia 70 tahun sedang duduk di kursi goyangnya. Ahmed menyapa beberapa kali barulah Dicky Han bangun dari kursi goyangnya. Ia tadi tertidur. Dicky Han melihat orang di depan pintu dan mempersilahkan masuk kedalam rumah.
Ahmed pun masuk kedalam. Mereka berdua duduk di kursi yang seadanya di rumah reot tersebut. Ahmed melihat sekelilingnya. Ia prihatin membayangkan keturunan anak sultan malah hidup miskin dan serba kekurangan di rumah ini. Pasti begitu banyak derita yang sudah di alami.
Saat pikiran Ahmed sedang menerawang, Dicky Han bertanya dan membuyarkan lamunan Ahmed.
“Maaf, Siapa ya dan perlu apa kemari?”
__ADS_1
“Saya Ahmed. Saya kemari hendak bertanya ini” Ahmed mengeluarkan sebuah foto. Dimana ada foto Pangeran Zaki bersama istrinya dan putranya yang masih kecil.
Dicky Han melihat dan memperhatikan foto tersebut dan ia bisa mengenali bocah kecil umur 2 tahun itu pastilah Rex. Seketika Dicky Han kaget luar biasa. Ia menatap heran ke arah Ahmed. Di lihat dari mimik wajahnya Dicky Han, Ahmed bisa menebak kalau orang tua itu pasti kaget dan heran.
“Bagaimana bisa kau memiliki foto ini?”
“Aku di utus untuk mencari bocah kecil yang ada di foto tersebut. Keluarga dari ayahnya mencarinya. Pria yang ada di foto tersebut adalah ayah kandung si bocah dan beliau sudah meninggal. Sedangkan wanita itu adalah ibu si bocah. Ku dengar ia pergi bersama putranya si bocah kecil yang ada di foto itu. Bocah kecil tersebut adalah Rex yang sekarang menjadi cucu anda kan Pak?” Ahmed bertanya sambil menyelidik. Dan di foto tersebut terlihat pangeran Zaki memakai kalung yang sama dengan sekarang ada pada Rex.
Di luar di dekat pintu depan Rex berdiri sembunyi tak masuk, ia mendengarkan semua percakapan.
Dicky Han menghela nafas beratnya. Jadi Ahmed ini akhirnya menemukan sampai ke rumah ini. Seberapa pun ia mengelak tapi pasti akan ketahuan juga. ia pun berdiri dan masuk ke kamarnya. Di dalam kamarnya , ia mengambil sesuatu dari balik lemari pakaiannya yang terbungkus rapi dan tertutup. Dicky Han keluar membaya bungkusan tersebut. Dan meletakkannya di hadapan Ahmed.
“Apakah ini pakaian bocah itu beserta kainnya selimutnya?” Tanya Ahmed dengan buru-buru.
Dicky Han menganggukan kepalanya. Ia tak mau menutupinya lagi. Namun ia akan bingung jika harus menjelaskannya nanti ke Rex. Ahmed langsung membuka bungkusan tersebut. Dan benar saja didalamnya adal pakaian anak kecil dan selimutnya yang sama persis dengan fotonya yang selalu ia bawa saat mencari keturunan anak sultan.
Ahmed begitu gembira. Akhirnya ia benar. Ia telah menyelesaikan misinya.
“Jadi benarkan orang yang saya cari adalah Rex?”
“Iya.”
Dicky Han pun bercerita, kejadiannya beberapa tahun lalu sewaktu Rex masih berumur dua tahun. Saat itu Dicky Han masih agak lebih muda tapi bukan anak muda ya. Ia baru saja pulang kerja. Saat dalam perjalanan pulang, ia tak sengaja melihat seorang wanita berlari-lari dengan ketakutan. Wanita itu adalah Zahara ibu kandungnya Rex.
“Tuan tolong jaga dan lindungi putra saya. Anggap saja dia seperti cucu anda.” Zahara memberikan putranya ketangannya Dicky Han. Belum sempat Dicky menjawab namun Zahara langsung pergi berlari menjauh.
Dicky melihat ke arah bocah kecil yang sekarang dalam gendongannya. Ia pun membawanya pergi ikut serta. Tapi baru beberapa langkah. Dicky mendengar suara tembakan. Dan suara jeritan di saat bersamaan. Dicky pun mencari asal suara tersebut. Saat sampai, ia hanya menemukan mayat Zahara sudah tak bernyawa. Tentu ia kaget dan segera berlari.
Sampai dirumah, ia bertemu istrinya Meilan Han. Ia cerita semuanya dan menunjuk bocah kecil tersebut. Meilan merasa kasian. Lagian mereka tak punya keturunan jadi anggap saja bocak ini keturunan untuk mereka. mau dibilang anak namun usian mereka tak cocok untuk di sebut ayah dan ibu. Akhirnya mereka menganggap bocah tersebut cucunya dan diberi nama Rex Royce Han. Mengikuti nama marga mereka yaitu Han.
Mereka pun segera berkemas dan pindah ke kota lain agar menjauh dari lainnya. Malam itu juga mereka segera berkemas dan memulai hidup barunya di kota lain. Rex pun tumbuh penuh cinta dari Meilan dan Dicky. Namun sayang kemudian Meilan pun meninggal karena sakit. Akhirnya Rex dan Dicky hidup berdua sebagai cucu dan kakek.
Begitulah kisah singkat Dicky bertemu Rex dan menjadikannya cucunya. Satu-satunya keluarganya. Dari luar Rex menangis mendengarkan kisahnya yang selama ini di simpan kakeknya. Ternyata kakeknya adalah selain merawat dan membesarkannya juga adalah seorang pelindung dan penyelamatnya. Jika tidak mungkin Rex sudah lama mati bersama ibu kandungnya.
“Begitulah singkatnya” Ucap Dicky mengakhiri kisah tersebut.
“Lalu Zahara sudah meninggal?”
“Iya. Namun mayatnya tergeletak begitu saja dijalan. Aku tak sempat melakukan penguburan yang layak karena harus bersembunyi dan kabur menyelamatkan diri” Ia tertunduk sedih mengingat kejadian tersebut.
Rex sekarang sadar, kenapa kakeknya sulit mengatakan tentang kedua orang tuanya. Karena mereka memang sudah tiada. Dan juga tak punya kuburan. Sungguh malang Rex. Ia sampai membayangkan mayat ibunya tergeletak begitu saja dijalanan tanpa ada yang mengurus penguburan yang layak untuknya. Bahkan ayah kandungnya punsudah lama meninggal. Pantas lah ia tak punya foto orang tuanya dan pantaslah ia tak bisa sekedar megunjungi makam rang tuanya. Karena mereka tak punya makam. Mayat pun tak tahu gimana nasibnya.
__ADS_1
Rex semakin menangis. Namun segera ia hapus air matanya. Karena bagaimana punia adalah anak laki-laki. Seorang pria tak boleh cengeng.
“Terima kasih atas kejujuran anda pak” Ahmed merasa senang mendapatkan kebenaran tersebut. Ia tak perlu susah payah nyatanya.
“Aku tak mungkin selamanya menyimpan hal ini. Aku tentu harus jujur. Sekarang entah bagaimana aku menyampaikannya ke Rex” Dicky Han merasa sedih sekaligus bingung nanti dalam menghadapi Rex.
“Kek...” Ucap Rex di ambang pintu masuk. Ia muncul. Sang kakek, Dicky Han sungguh terkejut menatap ke arah Rex.
Bersambung....
Akhirnya kebenaran terungkap gaes. Gimana menurut kakak-kakak readers semuanya. Cie ... cie ... Rex ternyata emang anak sultan yak J udah tampan sekarang juga udah pinter dan keren juga hebat di tambah lagi keturunan anak sultan. Benar-benar sudah Mengubah Takdir Rex ya cuit cuit :D
Tapi dibalik itu semua ada kisah sedihnya rupanya.
Yuk saksikan kelanjutannya ya kak. :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1