
“Aku menyukaimu.” Anastasya berucap pelan dan lembut namun terdengar jelas di telinga Rex karena jarak mereka yang sangat jelas dekat. Rex pun menoleh ke arah Anastasya. Rex kaget mendengarnya.
“Apa!!!!” Suara kaget Rex terdengar d telinga Anastasya, dan Anastasya pun tersadar kembali dari hal yang barusan diucapkannya. Ia merasa malu dan menunduk.
“Maafkan aku Yang mulia. Aku tadi salah ucap. Aku permisi.” Anastasya membungkuk dan buru-buru kabur dari hadapan Rex. Ia sangat malu, bahkan Anastasya tak berani melihat ke arah Rex.
Rex menatap Anastasya yang pergi makin jauh dan hilang dari pandangannya. Rex bisa merasakan tatapannya yang berbeda saat mengucapkan hal tersebut di depan Rex. Rex akhirnya berpikir, apa Anastasya menyukainya. Kalau iya maka ia pasti akan melukainya. Karena Rex tak bisa membalas perasaan Anastasya tentunya.
Ana langsung segera pulang, ia menaiki kendaraannya tadi saat ke istana, lalu segera pulang. Sampai di rumah, Ana melewati ruang tamu dan melihat Papanya dengan seseorang. Ana bersembunyi di balik dinding lain. Ia mendengar yang satu menyampaikan pesan kalau segera memberikan racun ke Rex. Tentu saja Ana kaget dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, agar ia tak berteriak.
Hasil percakapan mereka di ketahui dan di dengar oleh Ana, mereka mempunyai niat jahat pada Rex. Mereka ingin membunuh Rex. Papanya sendiri adalah salah satu dari mereka, para penjahat dan pemberontak. Ana sedih. Ana segera berlari dan langsung masuk ke kamarnya. Paul melihat Ana berlalu masuk ke kamarnya. Orang yang berbicara dengan Paul pun akhirnya pamitan pulang.
Paul masuk ke dalam ruangan kamar Ana.
“Ana, Papa mau bicara.”
“Tidak Papa. Ana tak mau dengar.”
“Kau harus melakukannya, Ana. Ini demi kita bersama.”
Anastasya melihat ke arah Paul, entah gimana Ana merasa kalau Papanya sangatlah jahat sekarang. Tega melakukan apa pun agar ambisinya berhasil Ana tak mengenali lagi Papanya.
“Kebaikan apa? Kebaikan Papa kah atau siapa?” Ana merasa kesal juga, ia menatap ke arah lain. Ia membuang muka dan tak mau melihat Papanya.
Paul terlihat kesal juga melihat Ana yang biasanya penurut namun kali ini membangkang.
“Ana!!!” Bentak Paul pada Ana. Namun Ana tak bergeming.
“Kau tinggal pilih, kau lakukan atau Papa yang lakukan.”
Anastasya melihat ke arah Papanya dengan wajah bersedih.
“Maksud Papa?”
“Bunuh Rex dengan racun ini.” Paul menunjukkan sebuah bungkusan kecil dengan racun yang mematikan.
Ana menggeleng tak sudi melakukannya. Wajahnya sedih.
“Kau tak mau, maka Papa yang akan lakukan. Padahal hari ini kau terlihat akrab dengan Rex. Jadi akan mudah melakukan tugasmu karena ia pasti tak akan curiga. Tapi baiklah. Papa akan melakukannya.”
“Apa yang Papa katakan? Papa memata-matai ku kah? Aku anakmu sendiri Pa. Tapi aku seperti kriminal saja bagimu karena dimata-matai pula.” Ana sedih.
__ADS_1
Aku sudah memasang banyak mata-mata di sekitar istana. Jadi hal tersebut gampang saja.”
“Papa....” Ana menggeleng.
“Kau mau atau tidak, Ana. Take it or leave it.” Paul memaksa Ana untuk memilih.
“No Papa.” Ana masih tak mau.
Paul pun akhirnya pergi keluar dengan wajah kesalnya. Sedangkan Ana, meringkuk di atas ranjangnya dan mengambil selimut menutupi wajah dan badannya.
Esok harinya, Rex dan Ahmed sedang melakukan perjalanan ke hutan. Mereka menaiki kuda. Karena kuda yang paling baik berkendara ke hutan tersebut.
Ahmed cukup kagum melihat Rex pandai berkuda. Baru sebentar ia ajarin, namun Rex sudah bisa. Mereka melakukan perburuan di hutan. Ahmed ingin membuat Rex senang jadi mereka berburu ke hutan.
Seekor rusa kecil keluar dan mencari makan, Ahmed dan Rex turun dari kudanya dan mulai menyelinap hendak memanah rusa. Tembakan pertama Ahmed, namun meleset. Rusa pun kabur. Ahmed dan Rex malah terkekeh bersama. sedangkan para pengawal berada tak jauh dari mereka berdua sambil menjaga kudanya.
Seekor kijang keluar, Rex dan Ahmed kembali mengintai dan berjalan perlahan mendekati kijang. Kali ini Rex yang membidik, ia mengarahkan anak panahnya ke arah kijang. Dan panah pun melesat. Tapi kali ini malah terkena tepat sasaran. Rex dan Ahmed sungguh senang bukan main. Buruannya segera di ambil para pengawal dan di amankan.
Selanjutnya Rex dan Ahmed masuk semakin dalam ke hutan, mereka melihat seekor burung cantik, Ahmed hendak membidiknya namun Rex menghentikannya.
“Kenapa?” Ahmed heran kenapa Rex menghentikannya.
Ahmed pun hanya bisa menurut. Sebuah sungai mereka lewati. Rex membasuh wajahnya di sana dan rasanya segar sekali. kemudian Ahmed dan Rex segera kembali ke arah para pengawal dan kuda mereka. rasanya sudah seharian mereka berburu.
Mereka berdua menyusuri jalan dan mulai terlihat para pengawal dan kudanya. Tapi baru saja sampai di dekat pengawalnya, sebuah bidikan panah telah mengenai Rex. Bahu Rex tertancap sebuah panah. Ahmed berseru.
“Tuanku!!!!” Ahmed segera menangkap tubuh Rex yang hendak tumbang. Rex menahan rasa sakit yang ia derita. Para pengawal mendekat setelah mendengar teriakan Ahmed. Ahmed melihat sekeliling, namun tak melihat sosok yang memanah.
“Aku tak apa.” Jawab Rex.
“Apanya yang tak apa. Kau berdarah sekarang Tuanku.” Ahmed terlihat cemas tentunya.
Ia memanggil beberapa pengawal membuat perlindungan untuk Rex kemudian meminta mereka membawa Rex segera kembali ke istana dan memanggil dokter istana. Pengawal pun segera bertindak melaksanakan perintahnya.
Ahmed sendiri berkeliling hutan demi mencari pelaku. Ahmed berpikir, pasti mereka para pelaku pembunuhan para pangeran. Setelah kesana kemari, Ahmed melihat sosok hitam kurus tinggi. Ahmed segera mengejar.
“Hey, tunggu kau!!” seru Ahmed
Namun sosok hitam tersebut terus berlari menghindari Ahmed. Ahmed semakin mempercepat langkahnya. Ia berlari kencang dan akhirnya sampai juga mengejarnya.
Sosok hitam membawa busur dan panah, jadi sudah pasti dialah pelakunya.
__ADS_1
“Kenapa kau memanah Tuanku? Siapa kau?” bentak Ahmed. Namun sosok tersebut tak menjawab, ia malah menyerang Ahmed.
Terjadilah pertarungan antara Ahmed dan sosok hitam tersebut. Dari cara bertarungnya dapat di lihat kalau sosok hitam adalah seorang laki-laki. Pukul dan tendang dibalas Ahmed sama sengitnya. Keduanya baku hantam dan saling menyerang. Ada kayu di dekatnya langsung di lempar Ahmed ke arah sosok hitam tersebut. Sosok hitam pun berkali-kali di lempari kayu dan batu tapi dengan lincah ia mengelak.
Ahmed sungguh geram dan kesal.
“Menyerah kau, atau kematian yang kau dapatkan.”
Sosok tersebut tak peduli dan terus berkelahi pada Ahmed.
“Kau bisu apa tuli. Tak menjawab sedikit pun.” Dan sebuah bogem mengenai wajahnya Ahmed. Ahmed merasakan sakit dan tetesan darah keluar dari hidung Ahmed. Ahmed segera menerjang ke arah sosok hitam dan sebuah pistol di arahkan Ahmed ke sosok hitam tersebut. Tapi dengan lincah di tendangnya. Dan sosok hitam segera mengarahkan panah ke Ahmed.
Ahmed membelalakkan matanya, serta beberapa kali mengelak dari bidikan sang pemanah.
Beberapa kali panah melesat dan tak mengenai Ahmed. Ahmed sudah geram, ia segera menembakan pistolnya dan tepat mengenai kaki sosok hitam. Ia pun jatuh.
Ahmed segera menghampiri dengan pistol yang tak lepas darinya yang di arahkan ke pelaku.
“Siapa yang menyuruhmu?” hardik Ahmed.
Kembali ia tak menjawab. Ahmed menendangnya, tapi ia tetap diam. Ahmed segera menendang busur dan panahnya, kembali sosok hitam tersebut tak menjawab. Tepat di saat itu ia mengambil sebuah pisau belati dari balik pakaiannya.
Ahmed pikir, pria itu mau mengalahkannya dan berniat mengarahkan pisau belati ke arahnya. Tapi Ahmed salah. Ternyata pelaku malah menusuk sendiri perutnya. Hingga ia tewas sendiri. Ia melakukan hal tak terduga rupanya.
Kini sosok hitam hanya tinggal mayat saja. Ahmed pun segera pergi meninggalkan. Karena ia merasa tak perlu lagi dengan sosok yang sudah menjadi mayat tersebut. Ahmed segera berlari dan menuju arah pulang. Ia mencemaskan Rex.
Bersambung....
Save Rex....
Maaf telat up dikarenakan real life Author sibuk, lagian Author juga kurang enak badan dan agak sakit kepala serta stress, banyak pikiran. Namun berusaha tetap mengupdate cerita ini demi semua pembaca. I hope all of you like this story dan always in here read my Novel. Thanks :D
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
__ADS_1