
Rex dan Rena juga melihat ke arah Naomi. Begitu kagetnya Rena melihat Naomi hadir dan datang malah bersama Jarvin pula. Sedangkan Rex kaget tapi sekaligus senang melihat ke arah Naomi.
Rena menatap Jarvin sudah babak belur dan terlihat kalau sudah terikat. Naomi mendekat sambil membawa Jarvin ke hadapan Rena dan Rex. Sonia segera berlari ke arah Ahmed dan Tommy yang berdiri di samping. Ahmed bertanya ada apa Sonia berbisik dan mengatakan apa yang telah terjadi.
Rena merasa ketakutan, apa lagi Javin ternyata sudah tak berdaya. Rex menatap ke arah pria yang di bawa oleh Naomi dengan pandangan yang berkerut. Naomi pun mendorong Javin ke hadapan Rena sehingga jatuh ke hadapan Rena. Javin tertunduk dan berlutut dihadapan Rena.
“Ada apa ini?” Rena berpura-pura tak tahu dan tak mengenal Javin.
“Sudah jangan bersandiwara lagi. Dia komplotanmu kan?” Naomi menunjuk Javin yang ada di hadapan Rena.
“Aku tak tahu siapa dia.” Rena menggeleng. Rena berpikir kalau Naomi tak akan bisa membuktikannya, karena kancing bajunya sudah di rebutnya. Jadi pasti aman. Tapi kalau Javin buka mulut maka mereka akan ketahuan juga. Rena nampak cemas.
“Jangan berbohong. Kau menipu kami semua. Siapa kau sebenarnya? Kau bukan Rere dan pura-pura hamil. Kau juga yang telah membunuh Almira.” Naomi berkata penuh amarah.
Perkataan Naomi tersebut tentu saja sontak membuat semua yang hadir kaget bukan main. Mereka tak sangka pembunuhnya Putri Almira adalah Rena yang menyamar menjadi Rere. Ahmed, Sonia dan Tommy terperangah mendengar perkataan Naomi. Bahkan Rex sendiri langsung menatap tajam ke arah Rena.
Rex salut pada Naomi ternyata Naomi sudah tahu kalau Rena menyamar menjadi Rere. Rex tersenyum melirik sebentar ke arah Naomi. Dan masalah Almira pun telah terungkap karena Naomi pula. Masalah penyamaran Rena dan kehamilan bohongannya, Rex sudah tahu. Dia bermaksud mendatangi Rena untuk menanyakannya dan membatalkan pernikahan mereka tapi ternyata Naomi hadir dan membongkar semuanya.
Kini semua menatap tajam dan dingin ke arah Rena bahkan ada bisik-bisik di antara para tamu yang hadir. Rena semakin panik.
“Jangan percaya. Dia bohong. Dia hanya cemburu karena aku akan menikah dengan Rex. Kalian semua jangan percaya.” Rena mengelak.
“Rex ... kau percaya padaku kan? Aku ini Rere.” Rena masih saja berbohong.
Rex menatap dingin dan tanpa ekspresi pada Rena. Naomi melihat ke arah Rex.
“Kau percaya padanya seorang penipu atau percaya kepadaku, Rex?” Naomi menatap tajam ke arah Rex dengan sangat percaya dirinya Naomi di hadapan semuanya.
“Rex jangan percaya dia. Dia hanya cemburu padaku. Karena kita mau menikah. Kau percaya kan padaku.” Kembali Rena bersuara.
“Aku percaya. Sangat percaya.” Ucap Rex di hadapan Rena.
Rena tersenyum penuh kemenangan. Dia tahu kalau Rex cinta padanya . Cinta mati karena dirinya sangatlah mirip Rere si cinta pertama Rex.
Naomi hanya diam.
“Lihat. Kau lihatkan. Rex percaya kepadaku. Hahaha.” Rena tertawa senang.
“Aku percaya pada Naomi.” Sambung Rex kembali. Dan membuat tawa Rena menghilang. Rena menatap ke arah Rex.
“Kau? Kau percaya kepada dia?” Rena menunjuk ke arah Naomi. Naomi hanya diam tanpa ekspresi. Naomi kaget juga sebenarnya mendengar Rex percaya kepadanya. Dia pikir kalau Rex akan susah percaya karena terlalu percaya pada wanita penipu tersebut. Tapi nyatanya Rex lebih percaya kepadanya.
“Tentu saja aku percaya kepada Naomi. Karena Naomi adalah calonku yang sesungguhnya. Aku kemari bukan hendak menikahimu tapi hendak membatalkan pernikahan kita.” Rex berujar membuat Rena dan Naomi langsung melihat ke arah Rex.
“Maksudmu Rex?” Rena serasa tak percaya.
“Aku tahu kalau kau bukan Rere dan kau adalah Rena, kan? Pria ini adalah komplotanmu kan. Namanya Javin Miller kan. Kalian adalah dua penipu ulung.” Rex berkata tegas dan sangat dingin menatap Rena.
__ADS_1
Rena mundur beberapa langkah. Dia telah ketahuan bagaimana bisa? Keluh Rena di hatinya.
Javin berdiri dan berhadapan dengan Rena.
“Kita sudah ketahuan Rena.” Wajah Javin nampak menggelap. Rena pun sama.
“Tapi aku sedang hamil anak kita Rex.” Ucap Rena kembali.
“Kau tak hamil dokter istana sudah mengatakannya. Jangan mengancam orang-orangku atau mencelakainya maka kau yang akan ku hukum mati. Kalian berdua harus di hukum mati.” Rex semakin terlihat menakutkan. Rena pun mulai gentar.
“Sial. Dia sudah tahu semuanya kah?” keluh hati Rena di dalam hatinya.
“Kau bingung bagaimana aku tahunya , bukan? Tommy anak buah Ahmed dan Aku telah kami tugaskan ke kanada mencari tahu Rere, sampai di sana dia menemukan semua kebenarannya dan hari ini dia telah kembali mengatakan semua kebenarannya.” Perkataan Rex membuat Rena menegang serta Javin semakin kesal. Kesal karena rencana mereka ketahuan dan tak berhasil.
Naomi kini maju ke hadapan Rex.
“Oh ... jadi sudah tahu. Baguslah.” Naomi tersenyum.
“Dan kau seharusnya jangan bertindak sendirian sayang. Kalau tahu kebusukan mereka seharusnya segera mengatakan padaku.” Rex juga tersenyum pada Naomi.
“Aku kira kau sibuk memadu cinta dengan si penipu. Lagian aku mengetahui semuanya setelah sebelum perkelahian kami dan dia memukul ku hingga aku masuk rumah sakit.” Naomi mengatakan alasan kenapa dia masuk rumah sakit.
“Oh jadi begitu rupanya kejadiannya.” Rex kini semakin paham. Rex dan Naomi melihat ke arah Rena kini. Mereka menatap tajam ke arah si penipu.
“Semua penjaga, tangkap ke dua penipu ini!!!” perintah Rex ke semua anak buahnya. Semua bersiap hendak menangkap tapi tak jadi karena melihat pergerakan yang di lakukan oleh Rena.
Saat itulah Rena mengambil pisau belati dari balik bajunya yang selalu di bawanya. Dia arahkan ke Javin dan semua melihat kaget. Dan ternyata dia memutuskan ikatan tali Jarvin. Dan terlepaslah tangan Jarvin. Kedua penipu kini telah bersatu.
“Habisi atau segera kabur.” Jarvin mengedipkan matanya.
Rena mengangguk. Gaun pengantinnya dia robek sehingga hanya menyisakan pakaian yang mudah dan leluasa untuk bergerak. Jarvin dan Rena bersiap dalam menyerang. Semua anak buah Rex bersiap dan semua tamu berlari menjauh. Sonia di titipkan ke Tommy dan di suruh menjauh dari tempat yang berbahaya saat ini.
Ahmed mendekati Rex dan Naomi. Sekali kode dari Rex semua anak buahnya menyergap Rena dan Jarvin. Tapi Jarvin dan Rena adalah kedua orang yang pandai bertarung. Keduanya menghajar anak buaha Rex yang ada. Padahal banyak pengawal yang di kerahkan tapi masih belum bisa mengalahkan Jarvin.
“Di lihat dari gerakannya, sepertinya dia orang yang sama yang hendak menyerang Nona Naomi di rumah sakit.” Ahmed berbisik ke Rex. Wajah Rex langsung menggelap. Dia marah mengetahui kalau Jarvin lah orang yang hendak mencelakai Naomi di rumah sakit. Rena memukul Naomi dan membunuh Almira. Jarvin juga hendak mencelakai Naomi. Dan mereka berdua telah berbohong dan melakukan penipuan. Rex sudah tak bisa bersikap baik lagi.
Naomi melihat Rex akan bergerak, dia pun segera bergerak.
Rex segera datang menerjang ke arah Jarvin. Jarvin kelabakan menghadapi Rex yang nampak sangat penuh aura membunuh. Terlihat kalau Rex sangat marah. Sedangkan Naomi datang menghajar Rena. Keduanya kini kembali berhadapan.
“Kali ini kau tak akan selamat.” Ucap Naomi kepada Rena.
“Kita lihat saja nanti.” Rena mengarahkan tinjunya dan segera ditangkis oleh Naomi.
Semua pengawal dan anak buah Rex dan Ahmed telah banyak gugur serta terluka. Ahmed menolong anak buahnya yang masih selamat dan terluka parah. Sedangkan Rex masih bertarung dengan Jarvin. Begitu juga Naomi masih juga bertarung dengan Rena.
Mereka masing-masing bertarung melawan lawannya dengan sama sengitnya. Kemudian Naomi menikam Rena dengan belati Rena yang berhasil dia rebut. Rena terluka di perutnya. Kebetulan belatinya di baluti racun yang mematikan membuat Rena kesakitan dan jatuh mundur berlutut.
__ADS_1
Jarvin yang melihat segera membantunya.
“Rena, kau tak apa?”
“Pisau belati ku telah mengenaiku sendiri.”
Rex dan Naomi melihat ke arah Jarvin dan Rena.
“Sial. Kau bawa obat kan Re?” Jarvin tahu kalau Rena pasti membaluti pisau belatinya dengan racun.
“Tertinggal di kamarku.” Rena sudah meringis kesakitan dan merasakan rasa sakit akibat racun tersebut.
Rex dan Naomi melihat ada yang aneh. Naomi melihat ke arah pisau belatinya dan Rex merebutnya.
“Untuk apa Rex?” Naomi mengerutkan keningnya.
“Kau akan tahu sayangku.” Rex segera mengarahkan pisaunya ke arah jarvin. Dan pisau belati terlempar tepat mengenai paha kaki Jarvin sebelah kanan. Jarvin merasakan kesakitan. Rena sudah mulai lmeas tak berdaya.
Jarvin terjatuh di sampjng Rena.
“Ternyata benar. Pisau belatinya beracun. Mereka pasti akan mati sebentar lagi karena racun.” Tatap Rex ke arah Jarvin dan Rena.
Naomi bisa melihat ke arah Jarvin dan Rena yang semakin memucat wajahnya. Sepertinya racun yang ada di pisau belati tersebut mematikan dan mempunyai reaksi yang cepat.
Rena dan Jarvin saling menatap dan Rena menjatuhkan tubuhnya di peluklah oleh Jarvin.
“Maaf. Aku gagal Jarvin.” Rena sudah tak bisa menahan lagi. Napasnya pun sudah tak teratur. Napasnya tinggal satu-satu.
“Tidak Rena. Aku salah. Seharusnya kita tak kemari. Aku membawa kita ke kematian.” Jarvin pun sudah merasakan reaksi racunnya.
Rena tersenyum dan akhirnya meninggal di pelukan Jarvin. Jarvin pun tak lama kemudian menyusul Rena. Mereka berdua pun tewas.
Rex dan Naomi hanya bisa menatap ke arah kedua mayat tersebut.
Bersambung....
Dan akhirnya musuhnya telah tewas. Good job.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
__ADS_1
Kasi komen yang positif ya kak :D Komentarnya mana komentarnya hehehe :D
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D