Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 32.


__ADS_3

Dari jauh Naomi melihat semuanya. Ia kaget dan tertegun cukup lama. Dadanya terasa sesak. Air matanya pun jatuh mengalir membasahi pipinya Naomi yang mulus.


Naomi menangis. Kakinya lemas seakan susah bergerak. Ia diam mematung menahan sesak di dadanya. Walau Naomi kerap kali memungkirinya namun kali ini tak dapat ia pungkiri lagi. Naomi telah jatuh cinta pada Rex. Dan baru kali ini ia menyadari perasaannya. Naomi tak tahu kapan perasaan itu mulai tumbuh. Yang jelas sekarang ia merasakan namanya sakit hati. Patah hati sebelum berperang malahan. Padahal Naomi tahu dari dulu Rex suka Rere, padahal Naomi tahu kalau ia dan Rex hanya teman baik. Namun rasa itu tak bisa di elakan lagi. Malah tumbuh dan berkembang sekarang di dalam hati Naomi. Dan sekarang ia merasakan sakit yang teramat dalam. Bahkan perasaannya ini hanya dapat ia simpan sendiri.


“Naomi, kau bodoh ya. Seharusnya kau sadar diri. Kau dan Rere tak bisa dibandingkan. Bahkan tak sebanding. Kau kan sudah tahu hati Rex kepada siapa. Namun kenapa perasaan ini malah tumbuh di hati ku??? Kenapa rasanya sangat sakit di dalam hati ku? Rasanya menyakitkan dan sesak” Gumam Naomi pada dirinya sendiri.


Tak jauh dari Naomi, David berdiri melihat Naomi yang sedang berurai air mata. Ia bisa melihat ternyata Naomi ada hati pada Rex. Karena David melihat Rere dan Rex saling Kiss. Dan Naomi malah menangis. Seketika hati David bergetar melihat Naomi. Gadis yang selalu strong dan kuat, terlihat tomboi dan bar-bar, ternyata rapuh juga akan cinta.


David tak tahan. Ia langsung melangkah ke arah Naomi. Ia langsung memegang bahu Naomi dan membalikan tubuh Naomi agar menghadap dirinya. Kemudian David memeluk Naomi. Naomi yang masih sedih, syok mendapatkan perlakukan dari David seperti ini. Ia tak sangka kalau David akan ada dan melihatnya dalam keadaan rapuh dan menangis. Naomi tak bisa bergerak. David semakin mempererat pelukannya.


“Tak perlu dilihat yang tak mau dilihat Naomi” Bisik David di telinga Naomi. Seketika Naomi kembali menangis kembali. ia menangis dalam pelukan David.


David segera membawa Naomi pergi dari tempat yang menurutnya membuat Naomi sakit hati. Mereka menjauh dari Rere dan Rex. Kini Naomi dan David duduk berdua di dekat kolam berenang yang agak sunyi dari yang lainnya. Jadi Naomi bisa menangis sepuasnya. David membiarkan Naomi menangis dahulu agar ia tenang. Kemudian David memberikan sebuah saputangan ke Naomi. Naomi menerimanya.


Setelah beberapa menit kemudian Naomi telah tenang. Ia melirik ke arah David. Ada rasa malu sedikit yang ia rasakan sekarang. Karena David memergokinya sedang menangis. Namun Naomi merasa aneh. Kenapa David baik padanya. Bukankah mereka di kubu yang berbeda. David merasakan tatapan Naomi. Ia lalu tersenyum.


“Kenapa kau tersenyum?” Tanya Naomi merasa aneh.


“Ternyata cewek bar-bar bisa sedih dan merasakan sakit hati karena cinta ya....” David melirik ke Naomi.


Naomi sekarang merasa malu.


“Awas saja kalau kau bilang pada yang lain. Jangan sampai anak-anak lain tahu.” Naomi mengancam.


“Tenang. Tak akan ku katakan pada siapapun. Tapi, kau suka Rex ya Naomi? Dan apakah Rex tahu?”


Naomi hanya menggeleng.


“Perasaanku cukup aku yang tahu. Tolong lupain kalau kau melihat ku seperti itu tadi”


“Baiklah”


Naomi melihat ke arah David. Ternyata David baik juga.


Di lain tempat Rere dan Rex saling berpegangan tangan. Keduanya sama-sama malu jika saling menatap. Karena pasti teringat kiss di antara mereka. Kini keduanya kembali ke acara pesta dan berbaur dengan tamu lainnya.


Brian melihat ke arah Rere dan Rex. Ia juga melihat pegangan tangan di antara Rex dan Rere.


“Kurang ajar. Ini tidak boleh dibiarkan” Ucap Brian.

__ADS_1


Brian pun segera menghampiri Rere. Bahkan tak peduli kalau banyak tamu yang ada. Ia melepaskan pegangan tangan Rex dan Rere. Dan berdiri di antara Rere dan Rex. Rere dan Rex tentu kaget dengan tindakan spontan tersebut yang tiba-tiba. Seketika Rex dan Brian saling bertatapan dan terlihat dimata keduanya seperti ada kilatan api. Rex memandang kesal pada Brian. Dan Brian memandang tak suka pada Rex.


“Apa-apaan ini Brian” Ucap Rere.


“Kau mau apa? Disini banyak tamu. Tak usah cari ribut” Rex berkata dengan Brian dengan nada setingkat lebih tinggi karena ia kesal pada Brian.


“Kau yang harus ingat tempat mu Rex. Dan Rere itu milik ku. Dari dulu sudah ku bilangin” Brian berapi-api menatap Rex.


“Sejak kapan aku jadi milik mu” Rere tak pernah merasa begitu pada Brian.


Brian memandang ke arah Rere. Ia tak percaya kalau Rere lebih memilih Rex dan membela Rex. Sungguh panas hatinya Brian.


“Kau jangan membuat kekacauan Brian.” Ucap Rex mulai menurunkan intonasi suaranya. Ia sadar ini ulang tahun Rere jadi ia tak mau ada keributan.


Namun Brian yang sudah kesal hanya menatap sinis pada Rex. Ia lalu menarik tangannya Rere menjauhi Rex. Rex hanya bisa diam melihat Rere semakin jauh di bawa Brian. Brian menarik paksa Rere. Rere menatap ke arah Rex dengan wajah sedihnya. Namun Brian tak melepaskan tangannya Rere.


Brian membawa sampai ke tempat orang tuanya Rere. Rere menatap kesal ke Brian.


“Lepaskan” Rere berdesis. Tangannya sakit akibat cengkraman Brian. Brian melepaskan tangannya Rere.


“Maaf Re, aku tak bermaksud menyakiti mu. Aku hanya tak suka pada Rex. Ingatlah dirimu dan dia sangat berbeda Re”


“Kenapa sayang?” Tanya Julia, Mama Rere.


“Ini Ma, Brian.” Rere menunjuk Brian.


Brian menatap ke arah Julia dan Scoot.


“Kenapa Brian?” Tanya Scoot.


“Om, Tante. Mungkin Om dan Tante belum tahu kalau Rere dekat-dekat dengan Rex. Orang miskin di sekolah kami. Malahan paling miskin. Kastanya sungguh jauh berbeda dengan kita. Bagaikan langit dan bumi” Ucap Brian dengan pongah.


Rere menatap Brian dengan semakin tak suka. Ia tahu Brian sedang meracuni pikiran kedua orang tuanya.


“Benarkah?” Tanya Julia sambil berkerut keningnya.


“Kalau begitu, Rere tak boleh dekat-dekat dengan anak itu” Ucap Scoot.


Rere melihat ke arah kedua orang tuanya. Tak sangka kalau keduanya lebih memilih percaya pada Brian. Rere langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Tidak Ma, Pa. Brian yang cari keributan. Rex itu pemuda yang baik” bela Rere.


“Re, Papa tahu Brian itu bagaimana. Dia itu memiliki tingkat sosial tinggi. Jelas saja Brian pasti berkata benar” Ucap Scoot.


Rere merasa sedih karena orang tuanya lebih mendukung Brian. Rere hanya bisa diam menahan kesal. Kemudian Brian mengambil sebuah gelas dan membuat berdentang agar semua perhatian tamu terarah padanya. Di saat itu semua tamu berkumpul. Bahkan Naomi dan David sudah kembali ke kerumunan yang ramai. Jenny dan Jerry juga sudah bergabung. Dari jauh Rex memandang ke arah Rere. Rere pun sama.


Brian menatap sini ke Rex. Di saat semua tamu sudah tertuju padanya. Brian mulai buka suara.


“Terima kasih semua tamu undangan. Oh iya. Terima kasih buat Om Scoot dan Tante Julia, makanan dan minuman yang tersedia sangatlah memuaskan. Dan untuk Rere selamat ulang tahun ya.” Brian menatap Rere dan kedua orang tuanya kemudian para tamu. Ia mengangkat gelasnya dan kemudian minum. Yang lain pun mengikuti Brian sebagai tanda menjawab sapaan Brian. Cheers.


Brian melangkah ke arah tempat kado tertumpuk. Ia mengambil kembali kotak kecil panjang yang ia kadokan pada Rere.


“Re, semoga kau suka hadiahku ini. Coba buka lah” pinta Brian.


Rere tak mau namun mendapatkan tatapan Papanya yang tajam, akhirnya Rere diam dan menurut. Rere maju ke depan ke arah Brian. Rere membuka kotak kecil panjang kado si Brian. Setelah dibuka sebuah kalung indah terlihat. Brian langsung memasangkan pada leher Rere. Rere tersenyum tipis. Sambil mengucapkan makasih. Kemudian Brian melirik sebuah kado yang bertuliskan “Dari Rex”.


Brian ambil dan membacakannya. Ia hendak mempermalukan Rex di depan semua orang.


“Kalau ini dari Rex. Apa kira-kira hadiahnya ya” Tatap sinis si Brian ke arah Rex.


Rex bersikap biasa saja. Naomi melihat ke arah Rex. Ia tahu kalau Brian hendak mempermalukan Rex. Bahkan semua mata tamu undangan melihat ke arah Brian dan Rex bergantian.


“Brian. Hentikan” Ucap Rere setengah berbisik.


“Aku rasa semua pasti penasaran. Kita buka saja”


Saat di buka ternyata sebuah Dompet cantik di dalam bungkusan kotak kado tersebut.


Bersambung....


Yuhu gimana selanjutnya ya? berhasilkan Brian mempermalukan Rex...


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua 😊 :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D

__ADS_1


__ADS_2