Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 39.


__ADS_3

“Putuskan hubungan mu dengan Rex. Karena Papa akan menjodohkan mu dengan Brian. Nanti kalian akan bertunangan” Ucap Scoot tak mau dibantah.


Rere terkejut mendengar perkataan Scoot Papanya. Ia tak tahu kalau akan jadi begini jadinya.


Pandangan mata Rere sedih menatap Papanya. Namun Scoot tak mempedulikan ekspresi putrinya. Rere merasa Papanya begitu egois. Ia kesal pada Papanya.


“Papa jahat. Pokoknya Rere gak mau.” Ucap Rere. Ia menghentakan kakinya  dan malah beranjak pergi. Ia tak peduli kalau Papanya memanggil dan bahkan meneriaki menyebut nama Rere. Rere kabur dari rumah. Ia menyetop taksi sembarangan dan naik sebelum Papanya menangkapnya. Rere pun pergi.


Scoot menatap taksi yang berlalu menjauh pergi.


“Sialan. Kemana anak itu?” Scoot nampak kesal.


Taksi yang Rere naiki berjalan di jalan. Supir bertanya beberapa kali namun Rere belum mengatakan arah tujuannya. Akhirnya Rere meminta supir ke jalan melati. Rere menuju rumahnya Jenny. Hanya Jenny satu-satunya temannya.


Sampailah Rere di dekat rumah Jenny. Rere turun dari taksi setelah membayar argo taksi. Ia melangkah memasuki halaman rumah Jenny. Rere memencet bel rumah Jenny. Jenny keluar dan membuka pintu. Betapa kagetnya Jenny melihat Rere muncul di depan rumahnya.


“Rere....” Jenny menatap aneh ke Rere.


“Boleh aku masuk Jen” Rere menatap sendu ke arah Rere.


Maria keluar dari dapur. Ia sedang menyiapkan masakan untuk makan malam nanti. Jenny tinggal bersama tantenya yaitu Maria. Jenny dari umur 6 tahun sudah di tinggal mati oleh orang tuanya. Kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan. Sehingga Maria merawat dan membesarkan Jenny dari kecil hingga sebesar sekarang. Maria dulu punya seorang suami dan anak. Namun anak dan suaminya sudah lama meninggal akibat sakit. Sehingga Maria memilih untuk tinggal sendirian saja. Lalu ia membesarkan Jenny layaknya putrinya sendiri. Maka tinggallah mereka berdua saja. Hidup berdua di rumah yang sama dalam satu atap.


Maria merasa ada yang datang lalu melihat ke arah jenny dan bertanya.


“Siapa Jen?”


“Temanku Tante.”


“Oh ... suruhlah masuk. Jangan berdiri diluar saja.” Maria kemudian kembali ke dapur.


“Iya Tante”


Jenny pun menyuruh Rere masuk. Dan masuklah Rere ke dalam rumahnya Jenny. Mereka berdua duduk di sofa tamunya jenny. Jenny menatap ke arah Rere. Ia merasa ada yang tak beres.


“Ada apa Re?”


“Aku pusing Jen. Bahkan kesal dan sedih” Rere mengacak-acak rambutnya sendiri yang panjang tersebut.


Jenny mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti situasi apa yang tengah di alami oleh Rere.


“Apa yang terjadi Re?”


Rere kembali menatap Jenny. Ia kemudian memeluk Jenny.


“Aku mau dijodohkan oleh Papaku. Kami akan di tunangkan dahulu.”


Jenny semakin mengerutkan keningnya.


“Maksudnya Re?”


“Brian. Papaku mau menjodohkan aku dengan Brian. Nanti kami akan bertunangan dahulu” Kini Rere menangis.


Jenny tak terlalu terkejut mendengarnya. Pasalnya hal ini pasti akan terjadi. Karena Rere dan Brian sudah kenal sejak SMP. Dan kedua orang tua mereka pun saling mengenal. Apalagi Papanya Rere kerja dengan Papanya Brian. Hal itu pasti sudah bisa di tebak dari dahulu. Dan Brian pun sudah lama suka pada Rere.


Namun yang jadi pertanyaan sekarang adalah Rere telah menjalin asmara dan kasih pada Rex. Dan bagaimana hubungan Rere dan Rex nantinya.

__ADS_1


Jenny melepaskan pelukan Rere. Ia sempat mengelus sebentar Rere sebelum melepaskan pelukannya. Setelah pelukan di lepas, Jenny menatap tajam ke arah Rere.


“Lalu sekarang kau mau apa Re?”


“Aku jelas tak mau Jen. Aku tak menyukai Brian. Maksudku aku hanya anggap Brian teman.”


“Kau menyukai Rex”


“Iya. Dan kami sudah beberapa minggu ini  menjalin hubungan. Mungkin sudah hampir sebulan lebih. Aku dan Rex pacarannya. Papaku tak setuju”


“Aku tak bisa banyak membantu Re. Maaf”


“Aku tahu dan aku mengerti. Hanya berikan aku tempat menginap di rumahmu Jen”


“Kau mau kaburkah?” Jenny menatap tajam ke arah Rere.


“Aku sudah kabur dari rumah”


Jenny hanya menggeleng. Namun Rere membujuk akhirnya Jenny mengijinkannya. Dan menginaplah Rere di rumah Jenny.


***


Rere kabur dari rumah dan Scoot sibuk mencarinya. Namun tak ada yang kepikiran mencari Rere di rumahnya Jenny. Sampai beberapa hari berlalu. Rere pun sampai tak masuk ke sekolah. Rex jadi kepikiran dimana Rere. Nomer hapenya pun tak aktif terus. Rex pernah mencari ke rumah Rere namun tak ketemu. Di sekolah pun tak tampak.


Suatu jam istirahat, Rex akhirnya bertanya ke Jenny.


“Jen. Kau tahu dimana Rere? Sudah berhari-hari Rere tak masuk sekolah”


‘Mana ku tahu Rex.” Jenny pura-pura tak tahu. Ia sudah janji agar diam. Jenny pun meninggalkan Rex yang masih kebingungan mencari Rere.


“Oke. Ayok” Jerry pun pergi bersama Jenny.


Brian menatap sinis dan tersenyum senang melihat Rex yang sibuk mencari Rere dengan ekspresi wajah bingung dan cemas. Ia berlalu membiarkan Rex. Sedangkan David tentu seperti biasa akan langsung mencari Naomi.


Waktu lomba final akan segera tiba. Namun Rere tak kunjung nampak dan tak tahu kabarnya. Pak Donny mulai merasa resah. Apalagi Brian tiba-tiba juga mengundurkan diri. Akhirnya hanya tersisa Rex dan Agung. Sedangkan dalam satu tim harus ada paling tidak 4 orang.


Pak Donny akhirnya mencari kandidat siswa lain untuk menjadi peserta pengganti. Dilihat Pak Donny kalau Rex dan Naomi bukan kah teman dekat. Jadi terpilihlah Naomi. Naomi menolak awalnya. Dia berkata kalau masalah pelajaran masih banyak kekurangan. Tapi Pak Donny bilang dia diperlukan untuk melengkapi anggotang yang kurang saja. Lagian nanti pasti Rex yang akan banyak berperan dibantu oleh Agung juga tentunya.


Dengan desakan kepala sekolah akhirnya Naomi mau. Tinggal satu orang lagi. Awalnya Pak Donny mau mencari dari yang lain. Namun David mengusulkan diri. Karena dilihatnya Naomi ikut dalam tim jadi david pun ikutan. Demi bisa dekat dengan Naomi terus. Pak Donny pun akhirnya setuju.


Brian melihat Naomi dan David berjalan bersisian. Kemudian berpisah saat memasuki kelas masing-masing. Jerry dan jenny pun baru saja kembali ke kelas.


“David ... kenapa sekarang kau dekat dengan cewek bar-bar itu” Ucap Brian memandang ke arah David.


“Apa urusan mu? Terserahku lah” Jawab David.


“Jangan bilang kau suka cewek bar-bar itu ya?” tebak Brian. Namun David hanya diam. Tak merespon.


“What? Kau suka Naomi ya Vid?” setelah mendengar ucapan Brian, Jerry juga menatap ke arah David.


“Bukan urusanmu juga” Jawab David malas menatap kedua temannya itu.


“Sialan kau Vid. Kau larang aku, rupanya kau yang mau dekatin. Dasar ya” Jerry merasa di curangi oleh David.


“Udah diam kalian. Tuh guru udah masuk. Kita mau mulai belajar.” Ucap David segera membuat kedua temannya itu fokus ke guru sekarang.

__ADS_1


***


Waktu terus berlalu dan hari final lomba pun telah tiba. Pak Donny membawa Rex dan Agung ke tempat acara dilaksanakan lomba final tersebut. Namun Rex menatap resah. Karena hingga saat ini Rere tak ada kabarnya.


“Rex fokuslah dalam lomba. Hanya kau sekarang harapan sekolah dan harapan Bapak.” Tatap Donny ke arah Rex.


“Iya Pak.” Jawab Rex.


“Kau juga Agung. Berusahalah.”


“Ya Pak” Jawab Agung.


“Tapi pak kita hanya berdua. Bukankah satu tim terdiri 4 orang. Apa kita tidak akan kenak black list?” Rex merasa heran.


“Akan ada dua orang pengganti Brian dan Rere. Memang dadakan jadi bapak hanya memilih siapa yang bisa saja”


“Siapa?” Tanya Rex.


“Itu mereka”


Rex dan Agung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Pak Donny. Saat tiba di tenpat acara. Rex dan Agung berangkat bersama Pak Donny jadi ia belum tahu kalau sudah ada pengganti Rere dan Brian.


Sebuah mobil baru saja berhenti. Dan dua orang turun dari mobil kemudian datang mendekat ke arah Pak Donny, Rex dan Agung.


“Naomi ... David.” Gumam Rex.


Pak Donny tersenyum.


“Baiklah. Ayo kita semua masuk kedalam dan memulainya. Kalian semua berjuanglah” Pak Donny memberikan semangatnya.


Ke empat siswanya kemudian membuat yel-yel dan kemudian bersorak riang untuk saling menyemangati satu sama lain. Mereka bersama masuk dam memulai perang. Eh lomba final tersebut.


Bersambung....


Rere hilang dan muncul lah Naomi. Semangat Rex dan tim. Semoga di babak Final ini kalian menang kembali. :D


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2