Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 85.


__ADS_3

“Hah? Kontrak dengan Roh?” Naomi menatap Al.


Naomi heran siapa pria yang ada dihadapannya ini? Sepertinya bukan orang sembarangan. Menginat kejadian dengan preman yang terhempas terkena hembusan oleh angin membuat Naomi berpikir pasti Al bukan pria sembarangan.


Saat Naomi sibuk dengan pikirannya, Al telah selesai makan. Dia kemudian melihat ke arah Naomi.


“Kok melamun?”


“Ah tidak. Hanya kepikiran yang kau katakan tadi.”


“Yang aku bilang terikat kontrak dengan roh tadi kah?”


“Iya. Dan kejadian saat melawan preman semalam juga.”


“Hehehe. Ketahuilah aku hanya mengeluarkan sedikit saja kekuatanku saat menghadapi preman semalam. Dan sebenarnya masalah kekuatanku dan kontrak roh tersebut seharusnya pun kau tak boleh tahu. Jadi bisa kita lupakan saja ya.” Al tersenyum ramah dan meminum minumannya.


“Baiklah. Kau kelihatannya bukan orang biasa ya. Kalau memang tak di bahas dan di lupakan, oke aku mengerti.” Naomi melanjutkan makannya dan menghabiskannya.


Di tempat lain, saat ini Rex baru saja meninjau hasil rapat kemaren dan memeriksa semua kegiatan yang ada. Setelahnya dia kembali ke istana dan hendak istirahat. Waktu mulai menunjukkan pukul 10.45 dan matahari mulai tinggi ke atas.


Rex melihat ke arah Ahmed.


“Saat ini apa yang di lakukan Naomi?”


Ahmed ragu-ragu menjawab.


“Dia sedang di taman.”


“Oh. Sendirian kah?”


“Dengan temannya.” Ahmed tak berani melihat ke arah Rex.


“Teman? Naomi tak punya teman lain di sini? Apa putri Sonia dan Almira serta Miranda?”


“Bukan.”


Rex menghentikan langkahnya. Dia langsung kepikiran dengan seseorang. Ah jangan-jangan dengan pria itu lagi. Menyebalkan, begitulah pikir Rex. Rex segera menyusul ke arah taman. Saat sampai di tempat Rex bisa melihat kalau Naomi sedang berdua dengan pria itu. Rex kesal sekali sebenarnya.


“Dari tadi kah mereka berdua saja?” Rex melirik ke Ahmed.


“Menurut laporan para pelayan istana yang saya tempatkan melayani Nona Naomi, kalau dari pagi mereka bersama dan sarapan bersama hingga sampai saat ini masih berdua.”


Rex mengepalkan kedua tangannya. Dia kesal. Tapi Rex berusaha berpikir tenang. Ahmed berpikir kalau Rex pastilah sangat kesal bukan main. Tapi bukannya Rex mendekat, dia malah pergi menjauh. Ahmed jadi bingung melihat sikap Rex.


“Tuanku, apa tidak kita samperin? Bagaimana pun Nona Naomi adalah calon permaisuri Anda?”

__ADS_1


“Biarkan saja dahulu. Ayo ikut aku sekarang mengurusi tugas kerajaan dahulu.” Rex pun pergi dan di ikuti oleh Ahmed.


Waktu terus berlalu dan sudah dua minggu Al tinggal di istana Rex. Al dan Naomi berteman dengan baik. Mereka kadang belajar bersama dan bersenda gurau berdua. Naomi jadi tak terlalu bosan di istana. Karena dia mempunyai seorang teman.


Saat Naomi masuk kuliah saja maka Al akan sendirian di istana. Tapi hal tersebutlah di pakai Al untuk melatih sihirnya dan mengasah kemampuan bela diri. Rex dan Naomi kuliah di tempat yang sama, tapi karena Rex terlalu sibuk dengan tugasnya maka Naomi sering ditinggalnya. Akibat hal inilah membuat Naomi menjadi semakin dekat dengan Al.


Saat sendirian, Naomi segera mencari Al jika dia sudah pulang kuliah. Miranda dan Almira malah tak bisa ikutan dengan Naomi dan Al karena keduanya tak paham yang dibahas oleh Al dan Naomi. Akhirnya Miranda dan Almira jarang gabung dan kembali ke tampat istana para putri. Kalau Sonia jelas sibuk dengan Ahmed. Jika Rex tak bersama Ahmed, maka waktu Ahmed sering di habiskan dengan Sonia.


Naomi dan Al bahkan sering berlatih bela diri bersama. Naomi pun mengajarkan beberapa teknik bertarungnya. Keduanya berlatih bela diri bersama. Rex melihat dari jauh apa yang di lakukan oleh Naomi dan Al. Sekalian Rex meminta Ahmed mencari jati diri Al.


Hingga suatu siang, saat Naomi baru saja pulang kuliah. Naomi bertemu Al dan mereka janjian hendak berlatih pedang bersama. Rex muncul kemudian dan ikut bergabung.


“Kalian nampak sedang latihan berdua, aku boleh gabungkan?” tatap Rex tajam.


“Tentu saja boleh.” Al menjawab ramah.


“Buat apa kau kemari Rex? Apa kau tak sibuk saat ini?”


“Urusan ku sudah selesai, selebihnya aku serahkan ke Ahmed. Kali ini aku ingin dengan calon permaisuriku boleh kan?” Rex melirik Naomi dan menaikan alis matanya sebelah.


“Calon permaisuri?? Jadi kalian berdua pasangan ya?” Al baru mengetahuinya.


“Iya.” Rex menjawab singkat. Sudah diduganya kalau Naomi tak pernah mengatakan apa pun pada Al.


Naomi memutar kedua bola matanya dengan malas. Dia jadi malas menatap Rex.


“Kenapa Nao?” tatap Rex tajam. Dia hanya ingin Al tahu tentang hubungan mereka berdua. Tapi Naomi melihat Rex hanya terlihat hendak mengklaim kalau dirinya adalah milik Rex. Seperti itulah pikir Naomi.


“Kalau begitu ayo kita berlatih bersama.” ajak Rex.


Kini ketiganya sibuk mengambil pedangnya masing-masing. Sengaja Naomi memakai samurai warisan leluhurnya. Dan untuk Rex serta Al memakai pedang dari istana.


Rex berhadapan dengan Al. Awalnya Naomi yang hendak berhadapan dengan Al dalam melatih pedang tapi Rex yang ambil alih hingga dia yang kini berhadapan dengan Al. Jadi Rex lawan Al. Kedua pria saling memegang pedangnya.


Dimulailah pertarungan antara Rex dan Al. Kedua pedang di ayunkan. Yang satu menyerang dan satunya menangkis dengan pedangnya. Naomi menatap dari samping. Keduanya cukup imbang dalam bertarung menggunakan pedang.


Mata tajam Rex segera bisa melihat kalau Al bukan orang sembarangan, dia bisa mengimbangi semua gerakan Rex juga. Apa karena sering berlatih dengan Naomi maka bertarungnya bisa dikatakan baik? Naomi melihat kedua pria tersebut saling bertarung tangkis menangkis menggunakan pedang. Naomi juga melihat kalau Rex lebih agresif bertarungnya.


Serangan demi serangan terus dilakukan. Rex semakin tak memberikan celah bagi Al untuk membalas serangannya malah semakin gencar menyerang ke arah Al. Al yang terdesak kemudian mengerakan tangannya ke udara dan Rex merasakan ada hembusan angin hendak mengenainya. Rex pun segera menghindar dan melompat agar tidak terkena terpaan angin tersebut.


Hembusan angin mengenai sebuah vas bunga dan pecah. Rex melihat kalau itu karena sesuatu hal.


“Dia bisa sihir kah?” Rex berucap dalam hatinya.


Naomi melihat hembusan angin dan vas bunga yang tiba-tiba pecah terkena terpaan angin, membuat Naomi berpikir pasti Al menggunakan keahliannya. Dia jadi ingat kejadian tentang preman-preman waktu itu. Naomi tersenyum melihatnya.” Rasakan kau Rex, mendapatkan lawan yang cukup hebat.” Naomi berujar dalam hatinya. Dia tersenyum dan malahan terkekeh.

__ADS_1


Rex menyadari tatapan dan senyuman serta kekehan dari Naomi. Rex jadi semakin yakin kalau Al ternyata memang pandai sihir.


“Mau dilanjutkan?” tatap Al dengan senyum yang menawan. Beberapa dayang istana dan pelayan yang melihat


meleleh hatinya melihat Al yang tampan dan menawan sekali senyumannya. Apa lagi bisa melihat kedua pria tampan yang bertarung membuat para wanita terpukau melihatnya.


Almira dan Miranda pun jadi heboh saat mendengar gosipnya. Mereka juga tak mau kalah dan hendak kepo juga. Miranda dan Almira pun sudah menonton juga pertarungan antara Al dan Rex. Walau dengan dalih berlatih tapi kelihatannya sangat serius.


“Tampannya si Al itu ya?” Miranda jatuh hati. Dari awal Miranda lihat Al sebenarnya dia sudah jatuh hati tapi Al terlalu sibuk dengan Naomi. Dia pun tak pernah bisa ikut bergabung ke pembahasan Naomi dan Al sehingga merasa kalau tak bisa ikutan. Akhirnya menyerah dan memilih mengagumi dari jauh.


Almira menatap sang kakak.


“Cie ... suka nih ya. hehehe. Sayang doi kagak suka sama kak Miranda.” Pletok. Suara keras kepalanya Almira di jitak oleh Miranda. Miranda kesal punya adik seperti Almira yang malah bukan kasi dukungan malah mengejek saja.


“Sakit kak.” Keluh Almira mengusap-usap kepalanya.


“Makanya diam dan lihat saja kedua pria tampan tersebut.” Miranda menunjuk kepada Rex dan Al.


Semua akhirnya hanya menonton pertarungan Al dan Rex.


Rex kembali mengayunkan pedangnya dan mengarahkan ke Al. Al segera menangkis kembali. suara dentingan pedang terdengar menggema. Semua nampak serius menontonnya. Rex terus melancarkan serangan kemudian sebuah tendangan mendarat membuat Al termundur ke belakang. Rex juga segera menendang pedang Al, sehingga pedang terlempar jauh. Kini Al tak memiliki senjata.


"Hebat juga. Ternyata dia bukan orang sembarangan." gumam Al sendirian.


Rex tersenyum dan segera mengarahkan pedang ke arah Al. Al melihat kolam air di dekat taman bunga. Ia segera mengerahkan kekuatannya yang lain. Dengan kekuatannya bola-bola air pun terbentuk, semua yang melihat menatap kagum. Naomi pikir hanya angin yang di kuasai oleh Al, ternyata elemen air juga di kuasi oleh Al.


Rex menghentikan langkahnya, dia melihat Al membuat bola-bola air. Tangan Al kemudian digerakan dan bola-bola air pun segera mengarah ke arah Rex.


Semua menatap kaget dan menahan napas.


Bersambung....


Hopla. Mau tahan napas sampai berapa lama gaes. Hehehe. Kira-kira gimana hasil akhir pertarungan Rex dan Al ya?


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D


Kasi komen yang positif ya kak :D  Komentarnya mana komentarnya hehehe :D

__ADS_1


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D


__ADS_2