Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 102.


__ADS_3

Rex datang mendekat.


“Ehem ....” Rex berdeham. Naomi dan Zack melihat ke Rex yang baru tiba.


Naomi tersenyum dan Rex pun tersenyum juga. Rex duduk di sebelah Naomi. Zack melihat kalau Rex dan Naomi sangatlah akrab. Zack berpikir, siapa pria yng duduk langsung di sampingnya Naomi. Kenapa mereka sangat akrab. Rex pun sama melihat ke arah Zack.


“Perkenalkan aku Rex pacarnya Naomi.” Rex menyebutkan hubungannya Naomi dengannnya. Rex tak menyebutkan statusnya siapa di turki tersebut. Dia mengulurkan tangannya di hadapan Zack.


Zack menyambut uluran tangannya Rex.


“Aku Zack. Mahasiswa baru di sini. Jadi kalian sepasang kekasih kah?” ada kekecewaan di wajahnya Zack. Zack melihat Rex mengangguk. Sedangkan Naomi hanya diam saja memperhatikan kedua pemuda tersebut.


“Oh maafkan aku jika mengganggu kalian. Aku permisi dahulu.” Zack pun pamitan dan Naomi serta Rx hanya mengiyakan saja.


Selepas Zack pergi, Rex melihat ke arah Naomi.


“Jadi?” tatap Rex tajam.


“Tak ada apa-apa. Dia hanya mau berkenalan dan berteman. Okey.”


“Okey. Aku percaya padamu sayang.”


“Hahaha ... kau lucu sekali Rex. Sudah selesai mata kuliahmu, kalau begitu ayo kita pulang.”


“Ayo.”


Rex meraih tangannya Naomi. Keduanya bergandengan tangan sepanjang jalan, bersisian keduanya berjalan. Mereka berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan dekat kampusnya.


Sesekali Naomi dan Rex saling pandang dan lirikan matanya kadang kala mengerlingkan matanya. Dan nantinya keduanya tersenyum atau tertawa bersama.


“Nao ... aku jadi kangen masa kita sekolah dahulu.” Rex tersenyum. Hanya ke Naomi maka dia akan tersenyum hangat.


“Semasa SMA kita?”


“Iya.”


“Apa yang kau ingat?”


“Dirimu yang dahulu tomboi. Sekarang penampilanmu sudah lebih banyak berubah. Lebih terkesan ceweknya.”


“Lalu? Kau tak suka begitu?”


“Bukan begitu. Aku suka. Kau lebih manis. Dulu manis juga tapi sekarang semakin manis.”


“Hem ... iya kan saja.”


“Hey, masih bar-bar kah kekasihku ini?”


“Sudah agak berkurang. Tapi kalau kau mau aku tunjukan, ayo kita ke ring tinju. Hahaha.” Naomi dan Rex tertawa bersama.


“Sekarang semuanya sudah kembali damai ya Nao.”


“Iya.”

__ADS_1


Rex mengecup punggung tangannya Naomi. Dia makin erat menggenggam tangannya Naomi yang ada di sampingnya. Rex tak pernah sangka kalau dia dan Naomi sekarang malah sebagai kekasih. Banyak hal yang sudah mereka alami berdua.


Rex kira mereka hanya akan jadi teman baik selamanya. Mungkin saja kalau Rex tak tahu perasaaannya Naomi maka dia akan selalu terjebak dengan sosoknya Rere. Tapi Rere sudah masa lalunya. Masa sekarang dan masa depannya adalah bersama Naomi.


Dari kecil hingga sekarang Naomi lah yang selalu ada di sampingnya. Rex yakin Naomilah yang terbaik untuknya. Saat Rex merasa orang terbodoh di dunia hanya Naomi yang selalu akan mendukungnya dan di sampingnya. Saat Rex merasa terpuruk dan miskin sekali maka hanya Naomi yang mau bersamanya selalu di sisinya.


Kini Rex sudah jauh berbeda dengan dirinya dahulu. Masalah pelajaran dia tak kesulitan lagi dan masalah uang juga tak masalah lagi karena semua kekayaan serta kekuasaannya tak akan habis walau nanti sampai ribuan keturunannya.


Ahmed sudah berbahagia dengan Sonia dan mereka sudah mempunyai anak kembarnya. Miranda juga sudah berbahagia dengan Tommy, mereka sudah menjadi suami istri bahagia. Kini tinggal Rex dan Naomi.


Rex menaiki mobilnya berduaan dengan Naomi duduk di dalam mobil. kebetulan hari ini mereka tak membawa pengawal dan supir pun tidak. Rex sendiri kali ini yang membawa mobilnya. Rex mengarahkan ke sebuah restoran mewah. Naomi agak heran kenapa Rex membawanya ke tempat tersebut.


Biasanya kalau selesai kuliah maka mereka akan kembali ke istana. Tapi kali ini berbeda. Sampai di restoran tersebut, Rex meraih tangannya Naomi membawa masuk ke dalam restoran mewah tersebut. Di dalamnya sudah ada sebuah ruangan khusus yang di siapkan untuk Rex dan Naomi.


“Apa ini Rex?” Naomi merasa heran.


“Makan siang bersama. Ayo duduk dulu.” Rex menarik kursi untuk Naomi dan Naomi pun duduk.


Rex pun duduk dan mereka berhadapan. Menu makanan dan minuman sudah tersedia. Mereka pun makan saat Rex mengajaknya makan. Keduanya makan dengan tenang. Dan saat sudah selesai makannya, Rex mulai berjalan ke arah Naomi dan berlutut di hadapan Naomi.


Rex mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. Saat di bukan sebuah cincin berlian indah telah terlihat berkilauan di hadapan Naomi. Naomi tentu kaget dengan kejutan yang di berikan oleh Rex. Ternyata bukan hanya sekedar makan siang bersama tapi sebuah lamaran.


“Mau kah kau menikah denganku Naomi sayang?”


“Ya. Aku mau.” Naomi terharu tentunya. Rex bangkit dan Naomi pun berdiri juga. kini keduanya berhadapan dan sama-sama berdiri. Rex memasangkan cincin indah tersebut di jari manisnya Naomi. Naomi tersenyum bahagia.


“Terima kasih untuk semuanya selama ini Nao. I love you.”


“I love you too.” Keduanya berpelukan dan cup. Sebuah kecupan pun telah terjadi di antara kedua insan yang sedang berbahagia tersebut.


Rex lanjut mengajak Naomi nonton bersama di bioskop. Hampir dua jam mereka habiskan menonton di bioskop. Bukannya film romantis, malah film action movie yang di tonton keduanya. Hahaha.


Selesai nonton, kembali Rex membawa Naomi bermain ke wahana bermain. Mereka main segala macam permainan baik itu roller coster, kicir-kicir, dan bianglala juga serta permainan yang mengasyikan lainnya.


Usai puas bermain keduanya berjalan-jalan ke sekitar taman yang ada di pusat kota. Saat menikmati indahnya taman, Rex dan Naomi kembali teringat suasana sewaktu di jepang dahulu. Dimana mereka berdua melihat bunga sakura. Indah sekali waktu itu.


Keduanya kembali mengenang masa waktu itu dan keduanya malah tersenyum. Ah indah sekali masa-masa itu dan masa-masa mereka yang membahagiakan ini.


Usai berjalan-jalan sambil bergandengan tangan, keduanya memutuskan akan kembali pulang. Yaitu kembali ke istana.


Sampai di istana.


Rex mengantar Naomi sampai depan pintu kamarnya. Rasanya dia tak mau pergi dahulu dari sisi Naomi. Dia ingin selalu bersama Naomi. Tapi apa daya. Baru saja sampai depan kamarnya Naomi, seorang penjaga datang memanggil Rex. Rex dan Naomi pun saling say bye and see you again.


Naomi masuk kamarnya dan merasa senang sekali hari ini. Hari yang sangat membahagiakan sekali hari ini.


Di lain tempat, Rex segera masuk ke ruang bacanya. Ahmed sudah lama menunggunya. Rex pun duduk dan Ahmed pun ikut duduk setelah memberi hormat kepada Rex. Kini keduanya duduk berhadapan. Ahmed mulai melaporkan semua jadwal yang hari ini Rex tunda karena pergi berjalan-jalan dan bersenang dengan Naomi.


Setelah Rex membaca laporannya, dia terlihat tak suka.


“Jadi di beberapa tempat sedang di landa kelaparan dan bencana penyakit begitu?”


“Iya Tuanku.”

__ADS_1


“Cepat berikan bantuan ke beberapa daerah tersebut jangan sampai mereka kelaparan dan kirimkan obat-obatan dan tim medis untuk membantu mengatasi penyakit yang melanda daerah tersebut. Semuanya akan di danai oleh istana.” Perintah Rex.


“Baik Tuanku.” Ahmed menurut.


“Tapi Tuanku, ada pencurian di markas gudang sembako sehingga kadang pengiriman bahan sembako tak sampai ke tempat karena para pencuri tersebut.” Ahmed kembali melapor.


“Apa? Apa saja kerja kalian hah?” Rex terlihat kaget dan marah.


“Kami tak tahu siapa para pencuri ini dan tahu-tahu mereka sudah beraksi dan membawa hasil curian tersebut.”


“Baiklah. tempatkan beberapa anak buahmu yang terbaik Ahmed. Berikan pengawalan yang ketat. Karena masalah sembako ini sangatlah penting.”


“Baik Tuanku.”


“Ada lagi kah?”


“Untuk sementara ini saja.”


“Bagus. Aku mau istirahat Ahmed.”


“Kalau begitu hamba undur diri. Selamat istirahat Tuanku.”


“Hem.”


Ahmed pun pamit dan pergi. Kini Rex hendak istirahat, dia merasa cukup lelah hari ini.


Esok harinya.


Naomi sudah bersiap hendak pergi ke kampus tapi setelah menunggu lama Rex tak kunjung muncul. Naomi pun segera pergi mencarinya di kamarnya. Saat masuk Naomi cukup heran melihat Rex masih dalam selimut dan masih di atas ranjang.


“Hah? Tak biasanya dia masih tertidur.” Naomi bergumam dan mendekati ranjangnya Rex. Saat duduk di samping ranjangnya Rex, Naomi pun memanggil dan membangunkan Rex.


“Rex ... Rex ... ayo bangun. Kita harus ke kampus. Ayolah!” Naomi memanggil tapi tak ada reaksi.


Setelah di lihat kembali, Rex terlihat pucat wajahnya serta dia berkeringat. Naomi pun mengecek keningnya Rex. Dan terasa sangatlah panas.


“Panas? Kau sakit kah Rex?” Naomi terlihat panik.


Bersambung....


Bisa sakit juga rupanya Rex hehehe.


Mendekati episode/ bab-bab mau akhir ini. Sebentar lagi karya ini akan di tamatkan. Semoga selalu setia stay di sini dari awal sampai akhir ya kak Readers Amaammiiinn.


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D

__ADS_1


Kasi komen yang positif ya kak :D  Komentarnya mana komentarnya hehehe :D yang gak suka silahkan skip aja dan silahkan baca yang lain saja tak perlu berkata kasar ya kak.


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D


__ADS_2