
Untuk saat ini Rex terdiam mematung menatap Naomi. Naomi terlihat cantik dan manis.
Naomi yang dipandangi merasa bingung melihat ekspresi Rex. Bahkan mata Rex seakan tak berkedip. Ia melihat Naomi dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Sambil terus dipandangi Rex, Naomi pun pamitan dengan Mamanya.
“Ma, Naomi pergi dahulu”
“Iya sayang” Yuki tersenyum pada putrinya.
“Ayo Rex” Ucap Naomi dan menyadarkan Rex.
Rex pun pamitan dengan Mamanya Naomi. Kini keduanya naik mobil dimana Ahmed yang menyupirkan. Sebelumnya Rex sudah minta tolong Ahmed untuk antar jemput mereka. Melaju lah mereka menuju rumah Rere. Ahmed menyetir duduk di depan. Sedangkan Rex dan Naomi dibelakang duduk bersisian.
Sepanjang perjalanan Rex diam saja, begitu juga Naomi. Keduanya diam membisu. Rex sesekali menoleh ke Naomi. Ia curi-curi pandang. Sedangkan Naomi bingung hendak mengatakan apa. Karena baru kali ini Naomi berpakaian dress seperti ini dan berdandan ala-ala cinderella saja. Jadi Naomi sedikit kaku dan canggung. Karena keduanya hanya diam, akhirnya Rex memecahkan kesunyian didalam mobil tersebut.
“Ehem, malam ini kok beda Nao?”
Naomi menoleh ke Rex.
“Iya kah? Kenapa? Aneh ya?”
“Enggak kok. Manis kok. Hehe, malahan cantik” Rex mengatakan sejujurnya. Bahkan Naomi sampai tersipu malu. Wajahnya Naomi bersemu merah. Hahaha.
Naomi mengalihkan pembicaraan.
“Rex apa yang kau bawa untuk kado Rere?” Tanya Naomi.
Rex melihat sebuah kotak yang sudah terbungkus rapi dan yang akan dia berikan ke Rere.
“Ini.” Rex menunjukannya ke arah Naomi.
“Apa itu?”
“Enggak tahu” Rex terkekeh.
Naomi malah bingung.
“Kok gak tahu. Kan kau yang kasih.”
“Udah dibungkus rapi gitu jadi ya gitu lah. Kalau kau Nao, kasi apa?” Rex melihat ke arah Naomi yang nampak manis dan cantik.
Naomi melihat ke arah paper bagnya. Hanya sebuah syal yang diberikan Naomi. Ia harap Rere suka. Karena ia tak bisa memberikan hal lain. Naomi tersenyum manis ke Rex dan menunjuk paper bagnya.
“Ini”
“Apa itu?”
“Kepo ah. Rahasia. Rere aja yang boleh tahu” Naomi pun terkekeh. Menambah kesan cantik saja saat ia tersenyum dan tertawa. Rex baru menyadarinya malam ini.
Setelah beberapa waktu sampailah mereka memasuki halaman besar. Dimana banyak mobil yang berhenti dan parkir. Rex dan Naomi pun turun dari mobil. Rex dan Naomi berjalan bersisian. Keduanya mulai masuk ke dalam rumah. Dan menuju acara tempat dimana orang banyak berkumpul di taman dan di dekat kolam renang milik keluarga Rere.
Malam ini Rere terlihat sangatlah cantik. Seperti seorang putri salju yang sangat cantik. Ia mengenakan dress putih seperti snow white. Di kanan dan kirinya Rere ada Mama dan Papa Rere yaitu Scoot Anderson dan Julia Anderson.
Rex menatap ke wajah cantik Rere yang nampak bersinar di matanya. Tanpa terasa Rex berjalan terus ke arah Rere dan meninggalkan Naomi. Naomi menatap kesal ke arah Rex. Namun segera disusulnya si Rex.
“Hai Re, selamat ulang tahun ya” Rex menyerahkan kotak hadiahnya.
“Makasih Rex” Rere menerima kotak bungkusan kado dari Rex.
“Oh iya ini Papa dan Mamaku” Rere memperkenalkan Rex dan kedua orang tuanya.
“Scoot Anderson, Papa Rere” Ucap Scoot, namun Scoot serasa pernah melihat Rex. Tapi dimana ya. dia agak lupa.
__ADS_1
“Julia Anderson, Mamanya Rere. Selamat menikmati pesta dan hidangannya ya”
“Iya Om dan Tante. Makasih” Rex berjabat tangan bergantian dengan kedua orang tuanya Rere.
Dari belakangnya Rex, Naomi langsung ke arah Rere dan memberikan paper bagnya.
“Selamat ya Re”
“Makasih Naomi” Rere dan Naomi saling tersenyum.
Hadiah-hadiah dari Rex dan Naomi, diterima Rere dan diletakan di dekat kado-kado lainnya.
Kemudian Rex dan naomi menyingkir ke samping dan menikmati makanan yang sudah di sediakan. Tak beberapa lama kemudian Brian, Jerry, David dan Jenny pun sampai. Satu persatu mereka memberikan selamat pada Rere sambil memberikan hadiahnya. Rere tersenyum bahagia.
Dari jauh Scoot memandang ke arah Rex. Ia merasa pernah melihat Rex. Hanya saja Scoot lupa dimana. Dan dari jauh juga Rex merasa diperhatikan oleh Papanya Rere. Namun ia bersikap biasa saja. Tapi Rex baru sadar kalau Papa Rere adalah Ilmuwan yang pernah berkerja sama dengan Papanya Brian untuk menangkap Ailen. Sekarang baru di sadari oleh Rex. Naomi melihat Rex yang nampak lain saat bertatap mata dengan Papanya Rere. Keduanya dilihat oleh Naomi bergantian. Naomi pun menyikut pelan Rex.
“Kenapa?”
“Kau tak ingat dengan Om itu”
“Papa Rere kah?”
“Iya. Bukan kah dia yang ilmuwan yang hendak menangkap Ailen waktu itu”
Naomi kembali melihat ke arah Papa Rere, Scoot. Ia menepuk jidatnya sendiri. Ternyata benar kata Rex. Pria itu dengan Papa Rere adalah orang yang sama. Rex dan Naomi saling pandang. Kini Naomi pun menyadarinya.
“Lalu bagaimana sekarang?” Tanya Naomi menoleh ke Rex.
“Biarkan saja dulu dan lihat situasi. Kita diam saja”
“Apa dia ingat kita?”
“Entahlah. Tapi kita diam saja. Lihat sikon aja nanti”
“Gila. Cewek cantik siapa tuh?” Seru Jerry.
“Aku juga baru lihat” jawab David.
“Mana?” Brian pun jadi kepo.
Akhirnya Jenny dan Rere pun melihat arah pandang para cowok-cowok tersebut.
“Hahaha” Rere hanya terkekeh.
“Itu kan Naomi” Ucap Jenny santai namun terlihat ogah. Kaget juga dia lihat Naomi bisa dandan cantik juga.
“Apa!!!” Ucap Brian, Jerry dan David bersamaan.
Mereka seakan kaget melihat perubahan cewek bar-bar yang biasanya tomboi itu. Drastis sekali perubahannya.
“Yakin kau Jen? Kok bisa cantik gitu. Pakai dress dan dandan lagi” Ujar kata Jerry.
“Auk ah. Malas dah.” Jenny hanya mengangkat kedua bahunya. Dan tak mau tahu juga. Baginya Rex dan naomi itu bukan orang penting.
Jerry mencibir. Sedangkan Brian tak peduli lagi. Karena Brian hanya suka pada Rere yang secantik putri salju. Dan David malah berbinar-binar menatap ke arah Naomi.
“Gue sikat juga nih. Boleh juga dia kalau udah dandan gitu. Lebih nampak ceweknya” Kata Jerry kepada yang lainnya.
Yang lainnya hanya menatap malas. Sedangkan David tertegun dan menatap sangar ke Jerry.
“Jangan coba-coba kau Jer. Lagian apa kau berani sama Naomi. Dihajar babak belur baru tahu kau” David menakuti-nakuti Jerry.
__ADS_1
Jerry pun bergidik ngeri. Betul juga. Naomi emang cewek tomboi yang bar-bar. Suka main pukul dan hajar. Bisa lebam semua entar dia di buat Naomi. Kagak jadi dah dekati Naomi. Begitu keluh Jerry dalam hati. Jerry pun berpindah ke sisi Jenny. Ia lalu mengajak Jenny untuk ikut serta dengannya menikmati makanan dan minuman yang tersedia. Jenny hanya ikut saja di bawa Jerry. Sesungguhnya Jenny suka dengan Jerry. Jadi saat ia dibawa Jerry mah setuju aja.
David pun pergi melangkah mendekati Naomi sedangkan Brian bersama Rere. Mama dan Papa Rere menyapa Brian.
“Apa kabar Papamu Brian?” Ucap Julia, Mamanya Rere.
“Baik Tante. Maaf. Beliau sibuk jadi hanya Brian yang datang kemari.”
“Gak apa-apa. Kita semua tahu kok Brian, Alvin Papa kamu itu kayak mana hehe” Scoot tertawa pelan. Dan yang lainnya pun tertawa. Emang Alvin itu hanya sibuk dengan dirinya dan kerjaannya saja. Sebenarnya Scoot pun hampir sama. Hanya karena putrinya ulang tahun jadi ia sempatkan waktu walau itu hanya sehari pun jadi.
“Hehe iya Om.”
“Kirim salam sama Papamu ya Brian” Ucap Julia sambil tersenyum.
“Iya tante.”
“Ya sudah nikmati acaranya. Om dan tante mau menyapa para tamu lainnya. Kebetulan ada beberapa teman kami di undang juga” sambung Julia dan di anggukkan oleh Scoot.
“Iya Om ... Iya Tante”
Dan tinggallah Rere dan Brian berduaan. Brian menatap Rere. Dan Rere hanya bersikap biasa saja.
“Re, Kau sangat cantik.” Ucap Brian.
“Makasih. Aku kesana dulu ya” Rere pun hendak meninggalkan Brian sendirian. Rere pergi kearah semua teman-teman yang lain dan menyapanya. Brian terlihat kesal. Dari jauh Rex juga mendekati Rere yang ngobrol dengan yang lainnya. Rere pun tersenyum melihat Rex bergabung bersamanya. Kini Naomi sendiri lagi. David semakin dekat ke arah Naomi namun ia bingung hendak menyapa Naomi bagaimana.
Kemudian Rex dan Rere berjalan bersisian berdua. Entah kemana, namun Naomi akhirnya mengikutinya. Begitu pula David mengikuti Naomi juga. Rere dan Rex pergi menjauh dari yang lainnya. Mereka ke taman yang sebelahnya lagi menjauh dari keramaian. Rex dan Rere saling pandang dan tersenyum. Keduanya menatap langit yang indah dengan bulan sabitnya dan banyak bintang yang berkelap-kelip.
“Re, kau cantik sekali” Ucap Rex berdegup kencang jantungnya. Debaran yang tak karuan dirasakannya.
Rere tersenyum manis. Semakin cantik saja dirinya. mata Rex tak bisa lepas melihat ke arah Rere.
“Rex, makasih udah mau datang ya” Ucap Rere sambil tersenyum.
“Rex....” Ucap Rere kembali.
“Iya” Rex dan Rere saling menatap. Pandangan mata keduanya sangatlah intens.
“Kau suka dengan ku gak Rex?” Tanya Rere.
“Aku suka denganmu dari dulu Re. Dari kelas satu saat penerimaan siswa baru”
“Wah sudah hampir dua tahun ya”
“Hemm.... Tapi aku sadar siapa aku kok Re” Rex tersenyum tipis.
Rere meraih tangannya Rex.
“Tidak. Jangan begitu. Kau pintar Rex, hebat dan keren loh. Tampan lagi” Rere tersenyum dan tersipu. Kedua pipi Rere terlihat memerah saat memuji Rex. Rex pun tersentuh. Ia mendekati Rere. Dan memeluk pinggang Rere. Keduanya melekat menjadi satu saling berpelukan. Kemudian wajah keduanya mendekat. Dan cup. Terjadilah kecupan mesra dan manis dari Rere dan Rex. Keduanya saling mengecup dengan mesra.
Dari jauh Naomi melihat semuanya. Ia kaget dan tertegun cukup lama. Dadanya terasa sesak. Air matanya pun jatuh mengalir membasahi pipinya Naomi yang mulus.
Bersambung....
Yang sabar ya Naomi. Hiks.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua 😊 😁😄 :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
__ADS_1
Thanks. Love you all :D