Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 43.


__ADS_3

Rex dan Naomi sama terkejutnya. Bahkan Rex sampai diam mematung. Apa kata Rere tadi? Putus? Apa maksudnya itu? Salah dengar kah aku? Keluh Rex dalam hatinya.


“Apa katamu Re?” Rex melihat ke arah Rere dengan serius.


“Kita akhiri saja hubungan kita. Bye Rex” Rere hendak melangkah pergi namun Rex segera mencegah. Tapi tangan Rex di tepis oleh Brian yang ada di samping Rere.


“Hey, tangan mu Rex. Rere ini sekarang pacarku. Kami akan tunangan nanti. Karena kita masih sekolah maka tunangan dulu.” Brian tersenyum simpul.


Rex terdiam dalam hening. Ia tak dapat bergerak sedikit pun . Nafasnya tercekat. Rex hanya bisa melihat Rere pergi di gandeng oleh Brian dan mereka semakin menjauh. Naomi bingung dengan apa yang terjadi. Ia segera mengejar Rere.


Saat hampir masuk ke kelas. Naomi memanggil Rere.


“Re, kita perlu bicara” Wajah Naomi terlihat dingin. Rere meminta Brian untuk masuk ke kelas duluan. Dan masuklah Brian ke kelas. Kini hanya tinggal Naomi dan Rere. Naomi membawa Rere berbicara berduaan di belakang sekolah. Di rasa tempat itu yang sunyi maka di tempat itulah mereka berdua berbicara.


Naomi menatap Rere dengan serius dan tajam. Wajahnya dingin dan tanpa ekspresi.


“Apa maksudmu Re? Kenapa malah tiba-tiba putus dengan Rex? Apa masalah dan kesalahannya?” Kilatan tajam terpancar di mata Naomi.


Rere terlihat tanpa ekspresi. Ia memandang lurus ke arah Naomi. Kedua gadis tersebut saling memandang.


“Tak ada apa-apa. Hanya putus ya putus saja.”


“Tapi kenapa tiba-tiba? Bukankah hubungan kalian baik-baik saja? Pikirkan ucapan mu Re dan kembalilah kepada Rex.”


“Apa peduli mu Naomi? Bukan kah Papaku yang mencelakakan Rex? Apa aku masih punya muka lagi di hadapan Rex?”


“Itu Papa mu bukan dirimu Re. Lagian Rex itu teman baik ku. Aku memikirkan perasaannya.”


“Tidak bisa. Lagian orang tua ku menentang hubungan ku dengan Rex. Kau bilang hanya teman baik dan hanya memikirkan perasaannya Rex. Sungguh baik kau Naomi. Tapi bukan kah kau menyukai Rex, Naomi?”


Naomi seketika menegang tubuhnya setelah mendengar perkataan Rere barusan.


“Maksudmu?”


“Aku bisa merasakan tatapanmu saat melihat Rex. Aku tahu yang kau rasakan. Bahkan tangisan mu saat melihat aku dan Rex melakukan kiss di hari ulang tahun ku itu, aku pun tahu. Bahkan semenjak itu aku menyadarinya dan sudah tahu semuanya Naomi.” Kini Rere menatap lurus ke arah Naomi. Dan Naomi tak bergeming juga tak dapat menjawab.


“Jadi Rere sudah tahu” Ucap Naomi dalam hatinya sendiri. Kata-kata ini tak dapat diucapkannya langsung ke Rere. Naomi hanya memandang Rere dalam tatapan saja dan tanpa kata.

__ADS_1


“Jaga Rex ya Naomi. Berbahagialah kalian berdua. Aku dan Rex sudah berakhir.”


Usai berkata seperti itu, Rere pun melangkah pergi meninggalkan Naomi yang masih terdiam tanpa ada sepatah kata pun lagi. Saat Rere semakin melangkah dan berbelok ke arah kanan, dibalik gedung tesebut ada Rex rupanya. Rere menatap Rex, begitu juga Rex menatap Rere. Namun keduanya tak saling berbicara. Rere pun berpikir, apa mungkin Rex mendengar semuanya. Tapi sudahlah. Rere pun meneruskan langkahnya melewati Rex. Rere segera menuju kelas untuk masuk ke kelasnya.


Naomi masih terdiam. Ia tengah berpikir. Dari balik gedung Rex menatap ke arah Naomi. Tadi saat di depan gerbang ia masih terdiam mematung. Dan saat di lihatnya Naomi mengejar Rere, Rex pun kemudian mengejar juga. Lalu di ikutin nya Rere dan Naomi sampai ke belakang sekolah. Dimana Rex mendengar semua yang di ucapkan oleh ke dua gadis tersebut.


Hati Rex tersentuh dengan yang di lakukan oleh Naomi. Begitu baiknya Naomi karena memikirkan perasaannya dan hubungannya dengan Rere. Dari dulu Naomi memang selalu baik padanya. Namun fakta tentang Naomi menyukai dirinya barulah di ketahui oleh Rex. Selama ini Rex tak sadar dan tak mengetahuinya. Kini saat Rex tahu, ia terlihat memandangi Naomi dengan perasaan campur aduk.


Di satu sisi, Rex masih mencintai dan menyukai Rere. Namun patah hati dan sakit hati akibat Rere. Di lain sisi Naomi teman baiknya yang selalu ada untuk nya, tapi Rex masih tak punya perasaan apa pun padanya karena selama ini Rex hanya menganggap Naomi teman baiknya. Ia tak sangka kalau Naomi akan punya perasaan pada dirinya. Rex jadi bingung.


Bel sekolah berbunyi menandakan waktunya masuk dan memulai pelajaran sekolah. Dilihat Rex, Naomi kemudian segera berjalan maka Rex pun segera melangkah dan bersembunyi. Naomi bergegas masuk ke kelasnya. Dan tak lama kemudian Rex juga masuk ke kelasnya.


Semua siswa belajar di kelasnya masing-masing. Waktu terus berlalu hingga jam istirahat tiba. Kini Rex dan Rere telah menjadi orang asing. Bahkan mereka tak bertegur sapa lagi setiap kali bertemu pandang. Rex melangkah pergi dan tak menoleh lagi ke arah Rere. Rere pun sekarang hanya bisa menatap ke arah Rex dengan rasa bersalah yang teramat. Namun itu yang terbaik pikir Rere. Kini Brian yang selalu ada di sekeliling Rere. Bahkan Jerry dan Jenny menemani mereka.


Rex melangkah ke arah taman sekolah. Ia merasa perlu menyendiri saja. Sambil membaca buku pelajaran. Rex duduk di tempat biasa dulu ia dan Naomi sering bersama. Naomi mencari ke kelas Rex, namun Rex tak ada. Kemudian David mengajak Naomi ke kantin. Pergilah keduanya ke kantin. Makan bersama di kantin. Baru saja menyuap makanannya tiga sampai empat suap. Naomi berhenti makan. Padahal David sedang mengajaknya berbicara. Naomi berdiri. David melihat ke arah Naomi.


“Mau kemana Naomi?” tatap David heran.


“Aku sudah selesai. Aku duluan ya David.”


“Tapi makananmu belum habis Naomi.” David melarang Naomi pergi.


“Buat apa lagi kau urusin dia. Dia sudah ada Rere. Lagian bukankah dia sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit, kau tak perlu menungguinya lagi atau menjaganya.” David mulai protes. Semenjak Rex masuk rumah sakit, Naomi tak ada waktu lagi bersamanya. Dan Naomi sering meninggalkannya. David cemburu tentu saja.


“Rex dan Rere sudah putus. Aku hanya mau menghibur Rex.”


“Apa!!! Putus?” David kaget tentu saja. Karena ia baru tahu.


“Iya. Aku pergi ya.”


Belum sempat David berkata lagi, Naomi sudah pergi meninggalkan David seorang diri. David memanggil tapi Naomi sudah jauh. David merasa kesal.


“Sial. Naomi, kenapa di matamu hanya ada Rex? Apa tak ada aku di hati dan pikiranmu?” David menatap sedih.


Naomi membeli roti dan jus kotak. Ia berlari kesana kemari mencari Rex. Akhirnya Rex di temukan di tempat biasa dimana dulu Rex dan Naomi sering bersama. Naomi tersenyum  ke arah Rex. Ia datang mendekat dan duduk di sebelah Rex. Rex menyadari ada seseorang yang duduk di sebelah dan ia segera menoleh juga. Ternyata Naomi. Rex agak canggung saat tahu Naomi duduk di sebelahnya. Pasalnya Rex sudah tahu perasaan Naomi. Namun ia diam karena Rex mengingat pembicaraan Rere dan Naomi tadi. Walau Naomi belum mengakuinya tapi tak mungkin Rere berkata seperti itu kalau tak benar.


“Rex, makanlah. Kau belum makan kan” Naomi memberikan roti dan jus kotak yang tadi ia beli. Perkataan Naomi membuat Rex tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


Rex menerimanya. Ia masih terlihat canggung apalagi kalau menatap wajah Naomi, Rex belum berani.


“Kenapa?” Tanya Naomi menatap heran Rex.


“Tak apa. Makasih Nao.” Rex memakan roti tersebut dan meminum jus kotaknya. Naomi tersenyum.


“Aku mencemaskan mu Rex. Aku pikir perlu menghiburmu soalnya kan kau baru saja patah hati.” Ucap Naomi polos. Sontak saja hal tersebut membuat Rex terbatuk-batuk. Ia tersedak.


Naomi yang panik segera menepuk-nepuk pelan punggung belakang Rex.


“Tak apa-apa kan? Hati-hati lah. Makan lah dengan pelan. Minum coba” Ucap Naomi tanpa tahu kenapa Rex bisa tersedak.


Rex minum jus kotaknya.


“Ehem ... sudah, aku tak apa.”


Naomi kembali duduk dan Rex segera menghabiskan roti dan jusnya.


“Terima kasih Nao. Kau sudah mencemaskan ku. Tapi aku tak apa-apa. Jangan pikirkan Rere dan hubungan kami. Itu semua sudah berakhir seperti kata Rere” walau Rex masih belum bisa terima. Tapi tak mungkin ia memaksa Rere jika Rere sudah tak mau lagi bersama. Ia hanya bisa pasrah dengan keputusan dan pilihan Rere.


Ada kesedihan di mata Rex dan Naomi bisa melihat juga bisa merasakannya.


Rex kemudian menatap Naomi penuh dengan tanda tanya dan menatap Naomi dengan tajam.


“Nao....”


“Hem.”


“Apa kau pernah menyukai seorang cowok? Kalau ada, siapa dia?” Tanya Rex terus terang dan membuat Naomi membulatkan kedua bola matanya menatap Rex dengan kaget.


Bersambung....


Hayo ... mau dijawab apa nih ya?


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)

__ADS_1


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


__ADS_2