
“Ke situ ... ke sanalah kita akan mencari permata birunya.” Rex menunjuk sebuah gunung yang menjulang dan terlihat agak jauh dari posisi mereka bertiga. Ahmed dan Naomi melihat arah yang di tunjuk oleh Rex. Ketiganya kemudian tersenyum. Mereka sekarang sudah menemukan lokasinya.
Ketiganya dengan langkah pasti terus berjalan menuju tempat yang Rex tunjuk barusan. Saat dalam perjalanan sebuah suara perkelahian terdengar. Rex dan yang lainnya pun melihat ke arah asal suara dan mencarinya. Mereka mendekat. Terlihat lah beberapa peserta sedang berkelahi. Namun mereka heran apa yang membuat mereka saling bertengkar.
Ada sekitar 10 orang yang masing-masing berkelahi satu lawan satu.
Setelah di amati dengan seksama ternyata di dekat mereka terlihat kotak X. Itu adalah makanan. Cuman ada 10 kotak kayu yang bertanda X. Beberapa sudah berhasil mengambil dua kotak dan kemudian kabur. Tersisa 8 kotak lagi. Naomi dan timnya segera menuju tempat tersebut.
Mereka berkelahi demi mendapatkan kotak tersebut. Seseorang kemudian datang menyerang Rex, karena di lihatnya Rex hendak mengambil makanan juga. Seorang pria bertubuh besar dan kekar bernama Mimo datang mendekat, ia hendak memukul Rex. Rex segera mengelak dan terjadilah baku hantam antara Rex dan Mimo.
Mimo dengan brutal melayangkan tinjunya, Rex menghindar dengan segera dan menghajar Mimo juga. Begitu juga Ahmed dan Naomi juga di serang. Mereka pun bertarung. Bahkan Ahmed di serang oleh dua orang pria sangar dari philipina. Naomi di hajar oleh wanita dari mesir. Mereka masing-masing berkelahi dengan lawannya.
Naomi melayang kan pedangnya dan di tahan oleh wanita mesir tersebut. Ia memakai sebuah pedang juga namun lebih kecil dari punya Naomi. Serang menyerang saling terjadi dengan Naomi dan wanita tersebut. Pedang Naomi terlempar jauh dan ia hampir saja di tusuk. Namun segera Naomi mengelak. Naomi pun mengambil pisau belati yang ia simpan di kedua kakinya. Sebuah pisau belati di lemparkan Naomi dan menancap ke arah kepala wanita tersebut. Wanita mesir itu tewas seketika.
Beda lagi dengan Ahmed, dua pria philipina menyerang dan bertubi-tubi bergantian melayangkan tinju untuk Ahmed. Ahmed mengelak beberapa kali. Ia pun melayangkan tinju dan tendangannya. Semua dihajarnya hingga babak belur. Bahkan pistolnya ia keluarkan dan mengenai dua pria tersebut. Mereka pun tewas keduanya di tangan Ahmed. Ahmed yang seorang prajurit dan pengawal khusus baginya hal begini sangatlah mudah.
Sedangkan Rex masih bertarung dengan Mimo. Mereka berdua sama hebatnya. Bahkan Rex tak sempat menggunakan panahnya. Akhirnya panahnya dijadikan sebuah penahan serangan dari Mimo. Kemudian Rex terkena pukulan dari Mimo dan terhuyung jatuh dengan keras pula.
Ahmed dan Naomi yang sudah selesai bertarung hendak membantu, namun rupanya Rex segera bangkit. Di saat Mimo hendak datang kembali untuk menyerang Rex, dengan sigap Rex mengambil busur dan anak panahnya kemudian mengarahkan ke arah Mimo. Beberapa anak panah di lesatkan dan Mimo mengelak. Namun Rex dengan kelincahannya akhirnya mengenai tubuh Mimo. Mimo pun terkena panah menembus jantungnya. Ia pun tumbang dan tewas.
Ahmed dan Naomi bernafas lega. Mereka lalu mendekati Rex dan memberikan kode. Yang lainnya masih sibuk bertarung tapi dengan cepat Rex dan timnya membawa dua kotak bertanda X dan segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
Mereka pergi menjauh dari pertempuran yang masih ada. Segera mereka mencari tempat berlindung. Naomi melihat sebuah pohon besar. Ia menunjuk agar mereka ke atas saja. Namun Rex berkata itu berbahaya. Sebaiknya mencari tempat lain. Mereka pun menemukan sebuah gua kecil dan masuklah mereka ke sana. Dan hujan pun mengguyur. Kebetulan tempat mereka bisa berteduh dari hujan. Ahmed membuat api untuk menerangi mereka sekalian agar mereka bisa hangat di saat malam dan hujan deras seperti ini.
Di saat Ahmed membuat api, Rex dan Naomi membuka kotak tersebut. Mereka beruntung mendapatkan dua kotak. Cukup sulit juga membukanya. Namun akhirnya terbuka juga. Begitu banyak makanan dan minuman yang ada di dalam kotak tersebut. Kotak kedua juga di buka banyak makanan. Sepertinya akan cukup untuk mereka sampai esok di jemput kembali.
Rex memberikan sebotol minuman pada Ahmed yang sudah susah payah membuatkan api. Dan api pun sudah menyala menerangi mereka. Ahmed menerima minumannya, ia pun diberikan makanan oleh Rex. Rex dan Naomi juga makan dan minum. Mereka makan dan minum dengan lahap. Sungguh lega dan mengenyangkan sekarang. Minuman ada, makanan ada, tempat berlindung ada dan senjata mereka juga masih ada.
LIRIK LAGU HUNGER GAMES – RUE’S LULLABY pun menemani moment mereka saat ini. Semoga dapat di bayangkan dan di nikmati oleh para pembaca.
deep in the meadow, under the willow
a bed of gr-ss, a soft green pillow
lay down your head, and close your sleepy eyes
__ADS_1
and when again they open, the sun will rise.
here it’s safe, here it’s warm
here the daisies guard you from every harm
here your dreams are sweet and tomorrow brings them true
here is the place where i love you.
deep in the meadow, hidden far away
a cloak of leaves, a moonbeam ray
forget your woes and let your troubles lay
and when again it’s morning, they’ll wash away.
here it’s safe, here it’s warm
here the daisies guard you from every harm
here your dreams are sweet and tomorrow brings them true
here is the place where i love you.
here is the place where i love you.
deep in the meadow, hidden far away
a cloak of leaves, a moonbeam ray
forget your woes and let your troubles lay
and when again it’s morning, they’ll wash away.
__ADS_1
here it’s safe, here it’s warm
here the daisies guard you from every harm
here your dreams are sweet and tomorrow brings them true
here is the place where i love you.
Hari ini melelahkan dan malam ini mereka bisa tidur dengan nyaman serta tenang tentunya.
Esok harinya.
Rex, Naomi dan Ahmed kembali melanjutkan perjalanannya. Setelah berjalan cukup jauh, sampailah mereka di gunung yang dimaksud oleh Rex. Di gunung tersebut ternyata ada air terjun yang mengalir dengan indah dan airnya nampak lah segar. Pemandangan yang indah. Sekelilingnya ditanami oleh bunga dan tanaman liar yang cantik. Air yang mengalir seperti sebuah sungai dan membentuk sebuah danau saja. Padahal airnya mengalir terus ke arah lain.
Rex dan Naomi serta Ahmed mendekati air terjun tersebut. Melihat keindahan dan kesejukan air yang ada membuat mereka hendak mandi saja.
Ketiganya pun masuk ke dalam air tersebut. Masih mengenakan pakaian masing-masing. Mereka mandi dengan pakaian yang masih lengkap.
Selesai di rasa segar, ketiganya naik kembali dan memeriksa sekeliling. Untuk mencari dimana permata biru yang mereka cari. Lelah mereka memeriksa setiap sudut namun tak ketemu. Gunung ada. Air ada. Namun dimana guanya. Mereka sibuk mencari ke sekeliling tapi tak menemukan goa atau pun permata tersebut. Ketiganya kini duduk di atas batu yang ada di dekat sungai tersebut.
Ahmed meminta minuman dan makanan pada Rex karena ia sudah mulai lapar, sehingga mereka pun makan dan minum lah ditempat tersebut bersama. Awalnya dua kotak namun sekarang tinggal satu kotak. Terpaksa kotaknya mereka bawa kemana-mana. Setelah puas memakan makanannya serta minum, mereka menyisakan sedikit lagi makanan dan minuman untuk berjaga-jaga pada keadaan nanti.
Kemudian fokus mencari kembali. Naomi melihat lambang naga hijau kembali dibalik air terjun.
“Itu dia....” Ucap Naomi dan Rex serta Ahmed melihat ke arah air terjun yang di tunjuk oleh Naomi. Pasti di sanalah permata birunya berada. Ketiganya bersemangat sekali. Ternyata ada sebuah goa di tutupi oleh air terjun yang mengalir terus di gunung tersebut.
Bersambung....
Hore ... tugas akan selesai nampaknya nih. Good job Rex, Naomi dan Ahmed :D
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
__ADS_1
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya. :D