Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 83.


__ADS_3

Semua mata melihat ke arah Naomi.


Rex memandang ke arah Naomi, dia bingung melihat ekspresi Naomi yang nampak lain tersebut. Rex pun memandang ke Ahmed dan meminta Ahmed meneruskan pertemuan kemudian melaporkan padanya. Rex berjalan ke arah Naomi dan menarik tangannya menjauhi yang lainnya. Naomi mengikuti jejak Rex. Mereka pun sampai ke ruang baca Rex.


“Ada apa Nao?”


“Kau akan punya banyak istri kah? Banyak selir dan harem begitu???” walau Naomi belum tahu arti kata harem tapi mendengar kata para istri dan selir saja sudah membuat darahnya mendidih.


Rex tertegun.


“Dengar dari mana?” Rex terheran.


“Gak penting tahu dari mana? Aku tak mau kalau harus berbagi.” Naomi tegas mengatakannya.


Rex menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


“Aku tak akan menduakan. Percayalah.”


“Aku sangsi. Melihat sekarang kau adalah seorang Sultan, Rex.” Naomi mendengus kesal dan membuang wajah. Dia tak mau melihat ke Rex, Naomi melihat ke arah lain.


Rex menghela napas panjang.


“Aku mau pergi saja kalau gitu. Biarkan aku ke Jepang.” Pinta Naomi.


“Eh ... gak boleh. Kau tetap disini.” Rex menolak tentunya.


“Bodo ah.” Naomi pergi meninggalkan Rex dan tak peduli walau di panggil Rex berkali-kali.


“Sial.” Rex kesal bukan main.


Naomi berlari dan masuk ke kamarnya. Ia sangatlah kesal. Sedangkan Rex, dia masih di ruangan bacanya. Duduk dengan perasaan kesal.


“Dari mana Naomi mendengar hal tersebut? Menyebalkan sekali.” gumam Rex sendirian.


Sekitar satu jam kemudian, Ahmed datang menghadap ke Rex. Dia melaporkan semua hasil pertemuan. Rex mendengarkan dengan seksama. Kemudian Ahmed hendak pamit keluar tapi dia melihat wajah gusar Rex membuatnya sangatlah bingung. Ahmed pun bertanya.


“Ada apa Tuanku? Apa ada masalah?” Rex bertanya hati-hati. Rex melirik ke Ahmed.


“Naomi sedang marah padaku. Aku heran dari mana dia mendengar kata selir, para istri dan harem.” Rex mengatakan hal yang diributkannya tadi dengan Naomi.


“Oh ... itukah masalahnya Nona Naomi datang ke balai pertemuan. Pantas saja wajahnya terlihat sangat marah.” Ahmed baru mengerti.


“Tapi Tuanku, masalah itu kan memang benar jadi cepat atau lambat Nona Naomi pasti akan tahu juga.” sambung Ahmed kembali. Rex lalu melotot tak suka.


“Kau menyebalkan ya Ahmed. Aku kan sudah bilang tak akan menikahi wanita lain lagi. Istri tak perlu banyak, tak mau para selir, dan tak mau harem untukku. Istriku hanya satu saja nanti. Paham!!!” Rex membentak marah.


Ahmed terdiam. Ia tak berani membantah.


Disisi lain, Naomi yang sedang berada di kamar masih merasa kesal. Dia berjalan mondar mandir di kamarnya. Perasaannya sangatlah tak enak. Merasa kesal dan marah, akhirnya Naomi pergi keluar tapi sebelumnya dia berganti pakaian orang biasa. Naomi menyelinap pergi keluar istana.


Akhirnya Naomi berada di luar istana. Sungguh Naomi merasa senang bisa keluar istana. Naomi memutuskan berjalan-jalan keluar. Dunia modern dan canggih seperti sekarang ini pun masih saja ada istana dengan begitu banyak peraturan, Naomi gak habis pikir apa bisa dia bertahan di dalam istana tersebut.

__ADS_1


Naomi memilih berjalan-jalan ke pasar lokal. Dia melihat berbagai orang-orang yang ada di pasar dan bermacam-macam penjual. Bahkan bermacam-macam yang di jual oleh para pedagang/penjual tersebut. Banyak pembeli tawar menawar dalam membeli dan memilih barang yang hendak mereka beli.


Naomi sangat senang dengan suasana yang khas seperti ini. Ada seorang penjual pernak pernik. Naomi melihat beberapa pernak pernik yang ada. Bahkan ada sebuah anting-anting cantik. Naomi tertarik melihatnya dan hendak membelinya. Tapi dia baru sadar kalau tak membawa uang. Akhirnya dengan wajah kecewa hanya bisa memandang anting-anting tersebut.


Cukup lama juga Naomi berjalan-jalan di sekitar pasar lokal tersebut. Sampai seharian. Di sore hari Rex mencari Naomi di kamarnya. Tapi saat di panggil berkali-kali tak ada juga jawaban dari Naomi. Akhirnya Rex masuk ke dalam kamarnya Naomi. Dan betapa kagetnya Rex melihat tak ada siapa pun di kamar Naomi. Rex bertanya ke penjaga dan pelayan yang selalu stay di depan pintu kamar ruangan Naomi tapi tak ada yang tahu.


“Kemana kau Naomi?” gumam Rex. Rex pun menyuruh semua pelayan dan penjaga untuk mencari keberadaan Naomi. Seluruh istana pun mulai sibuk mencari keberadaan Naomi.


Hari semakin sore dan Naomi baru sadar waktu yang dia habiskan sangat lama di luar. Naomi pun hendak kembali ke istana. Tapi ada keraguan kembali. Naomi merasa kalau di istana tak cocok untuknya. Naomi seakan merasa rindu dunia di luar istana. Padahal dia baru beberapa hari saja di istana.


Perutnya kemudian lapar. Naomi dari siang belum makan. Sehingga sekarang dia merasa lapar. Tapi dia tak bawa uang. Naomi jadi kebingungan sekarang, akhirnya dia memilih kembali ke istana saja. Karena pasti sekarang Rex akan sibuk mencarinya.


Saat di tengah jalan di daerah yang rawan dan sepi, tiga orang pria dewasa yang berstatus sebagai seorang preman melihat Naomi berjalan sendirian.


“Ada mangsa nih. Yuk kita sergap.” Ucap si jangkung pada si botak.


“Oke.” Jawab si botak.


“Asyik, cewek cantik lagi.” Si gendut kegirangan melihat target mereka.


Ketiganya mendekati Naomi dan mencegat jalan Naomi. Naomi hendak mengelak tapi ketiganya memblokir jalan Naomi.


“Nona cantik, temani kita dulu yuk.” Ucap si gendut pada Naomi.


“Kok sendirian seh, mau kemana cantik?” si jangkung pun bertanya.


Naomi hanya diam dan menatap tak suka pada ke tiga orang yang ada di depannya.


Naomi sudah mengepalkan tangannya. Dia bersiap hendak memukul ketiga pria di depannya. Tapi sebuah suara kemudian terdengar.


“Hey ... jangan ganggu tu cewek.” Seorang pemuda tampan dan terlihat dari negera asing datang mencegah tindakan tiga pria yang menggangu Naomi. Awalnya ia tak mau ikut campur tapi di lihatnya seorang gadis diganggu maka ia pun akhirnya datang untuk menolong Naomi.


Ketiga preman melihat ke arah pemuda tersebut. Naomi pun melihat ke arahnya.


“Siapa kau hah?” tanya si botak.


“Tak penting siapa aku.” Jawab si pemuda tersebut.


“Kita sikat saja.” Ucap si gendut.


“Ayo.” Si Jangkung pun sudah bersiap hendak menghajar si pemuda tersebut.


Namun Naomi segera menendang si gendut dan segera meninju ke arah si jangkung. Keduanya terpental jatuh dan kesakitan. Si botak memandang heran bahkan si pemuda menatap takjub ke arah Naomi. Gadis yang tangguh dan hebat berkelahi rupanya.


Si botak melihat kedua temannya yang kesakitan segera hendak menerjang memukul Naomi tapi pemuda tersebut mengeluarkan sihirnya. Ia mengibaskan tangannya ke udara dengan gerakan kecil dan sebuah hembusan angin malah membuat si botak terhempas menjauh dan ia terpental ke belakang dan badannya mendarat terhantam ke dinding dengan cukup kuat. Si botak pingsan.


Naomi menatap kaget dan heran. Eh kok bisa? Pikir Naomi heran. Si pemuda meraih tangannya Naomi dan membawanya lari, karena si jangkung dan si gendut sudah bangun dan hendak menangkapnya. Jadi Naomi dan pemuda tersebut berlari menjauh dari kejaran dua preman tersebut.


Keduanya berlari sangat kencang dan napasnya memburu. Setelah cukup jauh Naomi dan pemuda tersebut saling pandang.


“Kau siapa?” Naomi menatap pria asing tersebut.

__ADS_1


Pria asing tersebut mengulurkan tangannya “Perkenalkan namaku Arsyil  Whale. Panggil saja aku Arsyil atau AL.” Al kerap kali nama panggilan Arsyil. Dia menatap ke arah Naomi. Naomi pun mengulurkan tangannya.


“Naomi Yamaguchi. Panggil saja Naomi. Dan terima kasih. Tapi seharusnya tak perlu aku bisa mengatasi mereka.” Naomi menjelaskan seharusnya pemuda tersebut tak perlu menolongnya.


“Hey, Nona. Aku sudah terlanjur ikut campur. Aku tak tahu kalau kau bisa bela diri. Sungguh hebat.”


“Ya. Tapi tetap ku ucapkan terima kasih.”


“Sama-sama.” Keduanya berjabat tangan.


Kemudian suara perut lapar Naomi terdengar. Naomi merasa malu jadinya. Al yang mengetahui berpura-pura tak tahu. Tapi dia lalu menawarkan Naomi sesuatu.


“Kalau kau tak keberatan, mau ikut makan dengan ku. Kebetulan aku hendak makan.” Ajak Al pada Naomi. Naomi yang memang lapar tentu saja langsung mengangguk. Keduanya lalu masuk ke sebuah warung kecil dan ternyata itu warung mie.


Mereka memesan mie dua porsi dan juga minumannya. Sambil menunggu minuman, Naomi pun mengajak Al berbincang.


“Kau dari mana? Sepertinya bukan dari daerah sini.”


“Oh, iya. Cukup jauh dan kau tak akan tahu. Yang jelas aku bukan orang sini. Aku sedang mengembara karena sedang belajar ilmu dan memperdalam ilmu.”


“Hebat. Belajar sampai ke negeri orang.” Naomi memuji Al. Tapi ada sebuah tanda tanya di hati Naomi. Dia lalu bertanya kembali.


“Preman tadi terhempas dan terlempar jauh, apakah karena ulah mu?” Naomi memang cukup jeli. Dia bisa tahu dengan mudah kalau itu ulah Al.


Al awalnya hendak menyembunyikan saja jati dirinya, tapi Naomi ternyata cukup pintar.


“Iya. Itu aku.”


“Hebat sekali. Itu bukannya sebuah sihir. Lalu kau ini apakah sebenarnya?” Naomi menatap tajam.


“Hehehe, aku seorang penyihir tapi juga seorang pangeran.” Al langsung jujur pada Naomi. Naomi yang sedang minum seketika tersedak mendengarnya.


Bersambung....


Halo ... halo kakak pembaca sekalian. Kali ini Author hendak mengenalkan AL dari tokoh Author : LEADER  yang novelnya berjudul : Pangeran Tanpa Bakat.


Pengen kolab sesekali dengan tokoh Author Leader semoga para pembaca suka ya :D


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D


Kasi komen yang positif ya kak :D  Komentarnya mana komentarnya hehehe :D🤭🤣


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2