Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 35.


__ADS_3

Rex menatap lurus ke arah Rere. Kedua pasang mata saling beradu.


Rere tersenyum.


“Iya” Rere menganggukan kepalanya. Rex tersenyum dan Rere pun sama. Keduanya tersenyum bahagia.


“Jadi sekarang kita resmi pacaran kan Re?” Rex memastikan sekali lagi.


“Iya” Rere mengiyakan.


Rex melonjak kegirangan di depan Rere. Bahkan ia langsung memeluk Rere. Saking senangnya lupa kalau mereka masih di sekolahan. Sebuah tatapan tajam mengarah ke mereka berdua dan berdeham seakan menyadarkan dua sejoli yang sedang di mabuk kasmaran. Rex dan Rere melepaskan pelukannya dan melihat asal suaran. Ternyata itu Naomi.


“Nao....” Ucap Rex ke Naomi.


“Ini sekolah ya. Ingat batasan” Naomi kemudian berlalu pergi setelah melewati Rex dan Rere. Rex bisa melihat sikap Naomi yang nampak lain dan berbeda.


Bel pelajaran berbunyi dan waktunya belajar. Semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing. Begitu juga dengan Rex dan Rere kembali ke kelasnya. Waktu terus berlanjut hingga akhirnya jam istirahat. Sewaktu jam istirahat, Rere mengajak Rex makan bersama di kantin. Pergilah mereka ke kantin untuk makan bersama. Begitu sampai di kantin, Rex mencoba menyapa Naomi namun Naomi langsung berlalu begitu saja. Akhirnya Rex membiarkan aja dan fokus bersama Rere.


Naomi pergi terus, ia tak selara makan dikantin. Apa lagi kalau dikantin harus melihat Rex dan Rere yang nampak bahagian serasa dunia milik mereka berdua saja. Ia tak tahan. Sehingga Naomi memilih menjauh saja. Bahkan tadi ia sempat mendengar pembicaraan Rere dan Rex kalau merka sudah jadian. Semakin membuat hati Naomi kalut dan sedih. Ia termenung duduk sendirian di taman sekolah. Di tempat yang dulu ia biasa habiskan bersama Rex. Jika di ingat, Naomi kangen masa-masa ia bersama Rex hanya berdua dulu.


Saat di kesendiriannya, David datang dan duduk disebelah Naomi. Naomi melirik ke arah David. David memberikan sekotak minuman jus ukuran mini dan dua bungkus roti. Naomi menerimanya.


“Makan lah” Ucap David. Ia memakan roti yang satunya bersama jus kotak yang ia punya juga.


Naomi juga mengikuti David, ia memakan rotinya dan meminum jus kotaknya. Mereka sama-sama diam. Cukup lama juga keduanya saling diam. Sampai roti dan jus kotak tersebut pun habis, keduanya diam. David melirik ke Naomi. Si cewek bar-bar hanya diam saja seharian ini. Sungguh beda dengan Naomi yang ia kenal.


“Nao....” David memanggil Naomi dan memecah kesunyian.


“Heemm” Naomi menjawab singkat.


“Jadi kau benar-benar suka dengan Rex kah?”


Naomi melirik ke David.


“Lupakan. Aku tak mau membahasnya” Ucap Naomi dan tak mau melihat ke arah David.


“Baiklah. Tapi jika kau butuh teman cerita, cari sajalah aku” David menatap Naomi dengan lembut. Baru kali ini David merasa peduli dengan seorang cewek. Biasanya ia hanya peduli teman satu gengnya. Atau ibunya. Namun kali ini entah kenapa ia ingin dekat dengan Naomi.


“Kau aneh”


Naomi berbicara sembarangan. Namun David tak peduli. Ia sudah biasa melihat Naomi kasar pada setiap cowok mana pun. Kecuali pada Rex. Naomi tak pernah kasar pada Rex. Bahkan mereka dekat dari kecil. Teman baik dari kecil.

__ADS_1


“Aku ingin dekat denganmu Naomi. Aku temanin kau disini ya”


Naomi mengerutkan keningnya, namun setelah itu masa bodohlah pikir naomi.


Disisi lain. Brian dan Jerry serta Jenny merasa kalau ada yang aneh dengan Rex. Mereka masih heran dari mana Rex bisa membeli dompet yang mahal tersebut dan sekarang naik mobil mewah lagi. Karena penasaran Brian serta Jerry dan jenny menghampiri Ahmed yang menunggu Rex di parkiran sekolah.


Saat ini Ahmed sedang bermain game di hapenya sambil menunggu Rex pulang sekolah. Ia di dalam mobil duduk dengan santuy sambil main. Brian, Jerry dan Jenny menghampiri Ahmed. Brian mengetuk kaca jendela mobilnya. Ahmed menyadari langsung membuka dan turun dari mobil. Ia menghentikan permainan gamenya.


Brian menatap ke Ahmed. Begitu pula Ahmed menatap ke arah Brian.


“Ada apa?” Tanya Ahmed.


Brian melihat tubuh kekar Ahmed dan wajah Ahmed yang cukup sangar. Ahmed agak menakutkan sebenarnya. Tapi Ahmed terlihat gagah dan lumayan tampan juga. Brian memberanikan diri untuk bertanya.


“Maaf Paman yang tadi malam kan? Masih ingat dengan aku?” Brian mencoba mengingatkan Ahmed. Ahmed nampak berpikir namun kemudian ia pun ingat.


“Oh iya. Kau pemuda yang meragukan dompet asli atau tidak kan?” Ahmed langsung to the point.


“Ah iya. Dan aku ingin bertanya boleh kan?”


“Tentu saja boleh. Apa kau masih meragukan harga dompet itu?”


“Bukan itu. Aku sudah percaya dompet itu asli dan semahal harganya. Namun aku cuma mau tahu, benarkan kau ini pelayannya Rex dan Rex itu tuanmu Paman?” Brian ingin memastikan.


“Maksudnya bagaimana?” Brian agak bingung.


“Paman bagaimana Rex bisa beli dompet mahal itu dan mobil mahal ini juga bagaimana?” Jenny ikut nimbrung.


“Iya. Apakah ini semua Rex yang beli?” suara Jerry pun terdengar.


Brian merasa kesal kepada dua orang teman sekelas nya itu. Dia tak mau kalau terlalu banyak yang nanya makan si paman tak mau menjawab. Brian melotot kepada Jerry dan jenny. Keduanya kali menutup rapat mulutnya.


“Hehe, teman-teman ku pada kepo ya. Paman bisa jelaskan pada kami satu persatu kan” Brian berharap kalau Ahmed akan ceritakan semuanya.


“Tentu saja semuanya benar” Ucap Ahmed.


“Dompet itu asli dan kalian kan sudah tahu. Dan memang Rex yang belikan. Aku yang pesan. Mobil ini pun sama. Ini aku yang belikan. Tapi ini semuanya adalah milik Rex. Rex memang tuanku dan aku adalah bawahannya. Semua itu adalah fakta” sambung kata Ahmed di depan Brian, Jerry dan Jenny.


“Lalu apakah Rex anak orang kaya? Tapi bukannya dia miskin?” kembali Brian memastikan.


“Hahaha ... kalian lucu sekali” Ahmed tertawa lepas melihat ketiga anak SMA tersebut. Sedangkan Brian, Jerry dan Jenny menatap bingung.

__ADS_1


“Dia malah melebihi orang kaya” Ahmed membanggakan Rex sebagai tuannya.


Brian, Jerry dan Jenny saling padang. Apa maksudnya tuh? Apakah maksudnya sebenarnya Rex itu adalah anak orang kaya gitu? Didalam benak Brian, Jerry dan Jenny memikirkan hal tersebut.


Namun kemudian Rex segera mendatangi mereka. Ternyata sewaktu Rex dan rere selesai makan bersama di kantin, saat mereka jalan, Rex melihat Brian mendekatin Ahmed. Kemudian Rex meminta Rere kembali duluan ke kelas. Dan dirinya menuju tempat Ahmed segera.


“Maksudnya bagaimana ya? Jadi Rex itu anak miskin apa anak orang kaya?” Brian, Jerry dan Jenny masih susah mencerna perkataan Ahmed. Soalnya tadi Ahmed seperti tertawa lepas jadi seakan berkata benar atau hanya lelucon. Brian bertanya kembali memastikan.


Ahmed menatap ketiga anak SMA di depannya. Kali ini wajahnya Ahmed sangatlah serius.


“Mobil ini milik Rex. Rex itu bukan hanya kaya, tapi melebihi kaya. Rex berkuasa tentunya dan dia tinggal bilang apa saja pasti akan bisa di beli. Aku ini bawahannya. Rex itu tuanku. Karena Rex itu adalah Anak Sul...” perkataan Ahmed terhenti oleh suara Rex.


“Ahmed!!!” Seru Rex.


Semua melihat ke arah Rex. Rex mendekat ke arah Ahmed. Ia menatap ke arah Ahmed kemudian ke Brian, Jerry dan Jenny.


Bersambung....


Ahay, Ahmed hampir membocorkannya. Tapi kenapa Rex hentikan ya??? kira-kira ada yang tahu gak ya hehe :D


Oh iya, selamat buat Rex dan Rere yang udah jadian. Akhirnya cinta Rex terbalaskan juga. ia mendapatkan dewi pujaan hatinya. Dan buat Naomi yang sabar ya. Jika dia judohmu maka tak akan kemana eak eak eak. Hehehe :D


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua J :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2