Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 74.


__ADS_3

Rex sebelum berangkat, ia sempat menemui Hasan Mustapa dahulu. Rex menceritakan semua yang ia ketahui. Hasan Mustapa mulai menggelap wajahnya. Terlihat kalau Hasan Mustapa mengetahui tentang Mariana. Rex bisa melihat aura wajah Hasan Mustapa berubah saat Rex menceritakannya.


“Lalu siapa dia kek?” Rex tetap menyebut Hasan Mustapa Kakek. Karena di anggapnya seperti kakeknya sendiri.


“Mariana adalah selir dari raja terdahulu. Dia salah satu selir dari ayah handa raja ku....” Hasan Mustapa menghela nafas panjang. Ia bercerita tentang Mariana pada Rex dengan panjang lebar.


“Berarti semua penyerangan dan pembunuhan tersebut didalangi olehnya. Dia ternyata dendam dengan kejadian masa silam. Karena sudah lama mungkin tak banyak yang mengingatnya. Tapi aku masih ingat dia. Lalu apa yang akan kau lakukan Rex?” sambung Hasan Mustapa kembali.


“Kami akan menangkapnya dan dia akan di hukum sepantasnya.”


“Berhati-hatilah.”


“Baik.”


Rex pamitan dan keluar dari kamar Hasan Mustapa. Kini ia telah tahu dari Hasan Mustapa tentang Mariana. Di luar Ahmed sudah menunggu Rex, mereka langsung bersiap menuju wisma Mariana. Pergilah mereka ke sana secepatnya.


Di tempat lain.


Kiara sudah terlepas ikatannya. Ia dan Joe berlari terus sampai masuk ke hutan. Mereka pasti sekarang sudah menjadi buronan.


“Kita harus bagaimana?” tanya Kiara.


“Kita harus kembali ke wisma dan beritahukan Madam.” Jawab Joe.


“Percuma, mereka pasti akan menyergap kesana. Kita harus kabur Joe.”


“Kiara ... Madam masih di wisma. Kita harus menolongnya.”


“Tapi itu bahaya.”


“Apa kau lupa sudah banyak yang Madam lakukan untuk kita, kan?” Joe menatap gadis di depannya.


“Aku tahu. Tapi kita juga perlu kebahagian Joe. Sudah bertahun-tahun kita mengabdi, apa tak bisa kita sekarang....” Kiara belum sempat berkata namun Joe memotongnya.


“Tidak Kiara. Kita harus kembali ke wisma secepatnya, sebelum orang istana sampai sana. Ayo cepatlah.” Joe pun menarik tangannya Kiara.


Keduanya segera menuju Wisma.


Di wisma, Mariana sedang minum tehnya dan duduk dengan santainya. Beberapa penjaga ada di sekitar wisma. Ia tak tahu kalau bakal akan dilakukan penyergapan di wisma. Seorang penjaga melapor ke Mariana.


“Yang mulia, di luar ada Joe dan Kiara. Dan Joe nampak terluka.”


Mariana bangkit dari tempat duduknya. Ia segera menuju ruangan tengah dimana Joe dan Kiara ada. Mariana keluar dari kamarnya dan mendekati Joe dan Kiara. Terdapat banyak luka yang Joe alami.


“Joe....” Mariana mendekat.

__ADS_1


“Yang mulia, Anda sebaiknya lekas kabur. Mereka sudah tahu dan akan kemari datang menangkap. Kami saja susah payah baru bisa kabur kemari.” Ucap Joe.


Kiara hanya diam dari samping.


Mariana menghela nafas panjang. Ia menepuk pelan pundak Joe.


“Sudah ... tak apa. Kau dan Kiara pergilah. Selamatkan diri kalian. Aku akan disini saja. Mati hidup aku akan hadapi mereka.” Mariana tak takut dan tak gentar.


Joe dan Kiara menunduk.


“Yang mulia, ikutlah kami. Kita pergi bersama.” bujuk Kiara. Ia tahu pasti Joe akan sedih juga jika meninggalkan Madam Mariana di wisma sendirian.


Mariana menggeleng. Ia tetap teguh pada pendiriannya. Akhirnya Joe dan Kiara berdiri dan membungkuk memberi hormat pada Mariana. Mereka pun pamitan pergi. Semua penjaga yang ada di suruh Mariana agar bersiap. Semua penjaga di wisma pun berkumpul dan akan bersiap menunggu kedatangan orang-orang dari istana.


Rombongan Rex dan Ahmed telah sampai di wisma tersebut. Mereka pun langsung mengepung wisma dengan banyaknya anak buah Ahmed yang di kerahkan. Di dalam Mariana tetap duduk dengan santai di sofanya.


Dari pihak Ahmed dan Rex menyerang, pihak Mariana juga menyerang. Terjadilah perkelahian di antara kubu Rex dan kubu Mariana.


Pistol dan senjata terdengar dimana-mana. Saling serang menyerang yang ada di antara bawahan Rex dan Mariana. Namun kekalahan telak di alami Mariana. Karena jumlah mereka kalah banyak. Akhirnya semua bawahan Mariana tewas dan tinggallah hanya Mariana seorang.


Dari jauh, Joe dan Kiara saling berpandangan. Mereka mendengar suara tembakan berkali-kali.


“Kiara ... pergilah. Aku akan kembali untuk Madam.”


“Tidak, jangan tinggalkan aku. Aku tak mau sendirian lagi di dunia ini.”


Kiara menangis melihat Joe yang berjalan semakin jauh. Ia tak bisa di tinggalkan sendirian lagi. Jika harus mati baiknya mati bersama.


Di wisma, setelah di lihat Rex dan Ahmed para musuh sudah mati semua, mereka pun masuk ke dalam wisma. Di dalam wisma Rex hanya melihat seorang wanita yang sudah tua namun masih terlihat anggun dan menawan. Jika benar usianya seharusnya ia sudah sangatlah renta tapi ini terlihat sangatlah sehat. Para anak buah Ahmed mengelilingi Mariana. Ahmed dan Rex pun mendekat.


“Madam Mariana, Anda yang ikut kami secara suka rela atau harus di seret.” Rex berucap di hadapan Mariana yang masih santai duduk di sofanya.


Mariana bertatapan dengan Rex. Ia tersenyum.


“Hebat ... hebat sekali.” Mariana bertepuk tangan. Ia bangkit berdiri dan melihat ke arah Rex.


“Ikut kami dengan cara baik-baik atau tidak baik, Madam.” Ucap Ahmed ke Mariana.


Mariana malah menggoyangkan tangannya dan tubuhnya Ahmed tak bisa di gerakkan. Iya benar. Mariana punya kekuatan magis. Ia belajar dan membuat dirinya tetap awet dengan usia yang seharusnya tak seperti sekarang ini.


Rex melihat ada yang aneh. Ia melihat Ahmed yang susah bergerak. Semua anak buah di suruh Rex untuk menangkap Mariana. Dan dalam sekejap, Mariana hempaskan semuanya hingga semua anak buahnya Rex terlempar dan mereka luka-luka. Sedangkan Ahmed pun terlempar jauh.


Kini hanya Rex dan Mariana yang berhadapan.


“Kau mau membawaku dan menyeret ku, maka langkahi dahulu mayat ku.” Tatap Mariana garang.

__ADS_1


Rex segera menyerang Mariana, namun kembali Mariana mengerakkan tangannya hingga Rex tak dapat bergerak juga.


“Gawat....” keluh Rex dalam hatinya.


Ahmed segera bangkit dan menolong. Ia menyerang mariana, namun kembali dihempas Mariana. Ahmed kembali terjatuh dan terlempar jauh.


Rex masih tak dapat bergerak, ia memutar otaknya agar bisa mencari sebuah cara melawan Mariana. Namun ia seakan sulit bernafas. Mariana membuat gerakan seakan meremas sebuah benda dan mencekiknya yang hasilnya membuat Rex kesulitan bernafas. Rex sampai tertunduk dan berlutut karena kesusahan bernafas.


Ahmed mengeluarkan pisau dari balik pakaiannya, ia lemparkan dan tepat mengenai perutnya Mariana. Mariana pun merasakan sakit di perutnya sehingga Rex pun terbebas dari sihirnya Mariana. Ia mendekati Mariana. Mariana yang belum siap merespon Rex segera di tikam oleh Rex dan tepat mengenai jantung Mariana. Mariana tak kuasa menahannya. Seketika wajahnya berubah mengerikan dan sihirnya melemah sehingga menunjukan wajah asli Mariana.


“Go to the Hell....” ucap Rex kembali menikam jantungnya Mariana. Mariana pun jatuh tewas.


Dan Joe baru tiba. Ia melihat Mariana berubah dan kemudian tewas. Seketika Joe sedih sekaligus marah. Joe pun hendak menyerang Rex dari belakang namun Rex cepat tanggap, ia ambil senjata yang ia tancapkan ke Mariana dan berbalik kemudian menikam Joe. Joe pun terkena tusukan pada perutnya. Darah segar merembes dari perutnya. Bahkan beberapa kali tikaman ia terima, Joe jatuh tersungkur. Kiara datang dan menangis. Ia memeluk tubuhnya Joe. Kiara juga menyusul rupanya, dan saat sampai malah melihat Joe tertikam. Kini Kiara menangis sambil memeluk Joe.


“Tidak!!! jangan tinggalkan aku, Joe.” Isak tangisan Kiara. Namun Joe hanya sekilas melihat Kiara dan mengelus wajahnya Kiara kemudian ia pun tewas. Mariana tewas dan Joe pun tewas. Hanya Kiara yang hidup sekarang.


Rex mendekati Ahmed dan membantunya berdiri.


“Kau tak apa kan?”


“Tak apa Tuanku. Hanya luka saja. Hehe.” Ahmed malah terkekeh.


Mereka kemudian melihat ke arah Kiara. Kiara masih sedih dan nangis tersedu-sedu.


“Apa yang harus kita lakukan selanjutnya Tuanku?” Ahmed menatap Rex dan meminta keputusannya.


“Bereskan tempat ini, semua mayat jadikan satu kemudian bakar tempat ini beserta mariana dan anak buahnya semua.”


“Lalu wanita muda itu bagaimana?” Ahmed menunjuk ke arah Kiara yang masih menangis.


Rex melihat ke arah Kiara. Ada rasa sedih namun ia harus waspada karena bagaimanapun Kiara adalah antek musuh. Walaupun semua musuh sudah mati sekarang. Tapi Kiara patut d waspadai.


Saat Rex sedang berpikir dan Ahmed masih memandang ke arah Rex, Kiara mengambil pisau yang menancap pada tubuhnya Joe. Ia cabut dan menatap pisau tersebut.


Bersambung....


Akhirnya para musuh mati dah. Semoga sekarang kerajaan Turki aman dan sejahtera ya. Namun apa yang hendak di lakukan oleh Kiara ya dengan pisau tersebut??


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :)  :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D


Thanks. Love you all :D

__ADS_1


No plagiat ya :D


Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D


__ADS_2