
Setelah di lihat kembali, Rex terlihat pucat wajahnya serta dia berkeringat. Naomi pun mengecek keningnya Rex. Dan terasa sangatlah panas.
“Panas? Kau sakit kah Rex?” Naomi terlihat panik.
Naomi segera memanggil dokter. Dokter pun datang dan memeriksa Rex. Rex sakit demam. Demamnya sangatlah tinggi. Usai di periksa dokter pun memberikan obat ke Naomi. Naomi mengucapkan terima kasih.
Naomi akhirnya ijin tak masuk ke kampus. Dia ingin merawat Rex. Sekalian dia juga mengatakan ke pihak kampus kalau Rex sakit maka tak bisa masuk kuliah. Naomi merawat Rex yang sakit. Dengan telaten dia mengganti kompresnya Rex. Rex sesekali memanggil nama kakeknya. Nampaknya Rex teringat dan rindu pada kakeknya.
Satu hari satu malam demam Rex sangat tinggi, Naomi menjaganya semalaman. Setelah malam yang panjang Naomi pun tertidur di dekat kursi yang tak jauh dari ranjangnya Rex. Esok paginya Rex sudah membaik. Saat bangun dia melihat Naomi tertidur di dekat kursi yang ada di ruangan kamarnya.
Rex mendekat dan tampak kalau Naomi masih tertidur, dia nampak kelelahan. Rex segera mengangkat tubuhnya Naomi dan dibaringkannya di dekat ranjang. Dia pun menyelimuti tubuh Naomi dengan selimut.
Kemudian Rex melihat ada obat, dia pun meminumnya. Setelah itu Rex pergi mandi. Selesai mandi, Rex langsung berpakaian yang rapi. Naomi terbangun. Naomi yang sudah sadar melihat kok tak ada Rex, malah dirinya yang ada di atas ranjang.
Naomi bangkit, turun dari ranjang. Baru beberapa langkah Naomi malah bertabrakan dengan Rex yang baru saja memakai setelan kemejanya. Naomi kaget dan mundur beberapa langkah serta hampir jatuh. Rex segera menangkapnya.
Rex memeluk pinggang Naomi. Ada aroma sabun segar dari tubuhnya Rex yang bisa Naomi cium wanginya. Naomi mendorong tubuh Rex agar mereka berjauhan dan sekarang berdiri dengan posisi yang lebih stabil.
“Kau sudah bangun Rex? Sudah sembuh?” Naomi melihat ke arah Rex yang nampak lebih baik.
“Sudah. Obatnya juga sudah ku minum. Terima kasih telah menjagaku semalaman.” Rex mendekati Naomi dan mengecup puncak kepalanya Naomi. Dia membelai rambut Naomi dengan lembut.
Naomi melihat penampilan Rex yang rapi.
“Mau kemana?”
“Ke kampus. Semalam kita tak kuliah kan?”
“Tapi kau habis sakit, istirahat saja.”
“Aku sudah membaik. Percayalah.”
Rex menarik tangannya Naomi dan meletakkan tangan Naomi di keningnya. Setelah Naomi cek ternyata benar, dia sudah tak panas lagi. Tapi kenapa cepat sekali sembuhnya. Sakit tiba-tiba dan sembuh pun begitu. Anehnya.
Rex menatap Naomi.
“Tak bersiap. Ayo kita berangkat. Aku tunggu di meja makan sarapan bersama.”
“Baiklah.”
Naomi segera bersiap. Dan Rex menuju ruangan meja makan. Di meja makan sudah terhidang berbagai macam makanan untuk dimakan di pagi hari tersebut. Tak lama kemudian Naomi telah muncul dan ikut makan bersama. usai sarapan keduanya pergi ke kampus bersama-sama.
Naomi dan Rex kembali ke rutinitas biasanya. Dimana nanti Rex kuliah bersama Naomi dan pulangnya dia akan bersama Ahmed mengurus negara dan kerjaannya. Sedangkan Naomi setelah kuliah akan dia akan menyibukkan dirinya sendiri. Baik itu berkunjung ke tempat Sonia melihat dua putri kembar atau ke tempat Miranda hanya sekedar main-main.
Dulu Naomi memang tak betah. Tapi sekarang dia mulai betah dan terbiasa. Ada kalanya Naomi berlatih bela dirinya agar dia tak pernah melupakan seni bela dirinya. sesekali juga Rex ikut bersamanya berlatih bersama.
Masa-masa kuliah pun cepat berlalu. Rex dan Naomi pun segera skripsi dan sidang. Dan tak lama kemudian mereka berdua di nyatakan lulus kuliah dengan nilai yang sangat memuaskan untuk Rex dan untuk Naomi nilai yang bisa dikatakan bagus juga. Kini keduanya sudah resmi lulus dari kampusnya.
Selanjutnya Rex segera mengumumkan Naomi yang akan menikah dengannya. Semua tentu saja menyambut kabar gembira tersebut.
Seminggu setelah kelulusan, diadakanlah pesta pernikahan untuk Rex dan Naomi. Kali ini Naomi akan resmi menjadi permaisurinya Sultan. Mereka akan menjadi raja dan ratu. Banyak para gadis dan wanita yang iri melihat nasib Naomi yang begitu beruntung. Rex sudah tampan, berkuasa, dan kaya pula.
__ADS_1
Pernikahan dilakukan dengan sangat sakral. Dan pesta pernikahan dilakukan selama tiga hari tiga malam berturut-turut. Sungguh pesta yang sangat luar biasa. Rex memakai pakaian pengantin pria, dia nampak semakin gagah saja. Dan Naomi mengenakan pakaian putih sang pengantin wanita yang terlihat anggun dan menawan yang menambah kesan dirinya semakin cantik saja.
Naomi tersenyum bahagia selama acara pernikahan dan pestanya. Rex pun sama bahagianya. Usai berpesta keduanya pergi ke Jepang untuk berbulan madu. Selama di Jepang maka Ahmed lah yang membantu Rex mengurus kerajaan.
Di Jepang Naomi dan Rex terus menghabiskan waktu berdua saja. Selama hampir dua minggu mereka di Jepang. Bahkan sempat kembali pulang ke asal kota mereka dulu di besarkan untuk melihat makam Mama Naomi dan Kakek Dicky Han. Mereka berkunjung sekalian mengatakan kalau mereka kini sudah resmi menjadi suami istri.
Usai berkunjung ke kuburan, Rex dan Naomi bernostalgia ke rumah mereka dahulu. Ke rumah kakek Dicky, rumah Naomi , dan sekolah mereka dahulu. Tak lupa setelah itu mereka kembali ke Jepang lagi untuk menikmati kebersamaan mereka berdua.
Sambil mengenang masa-masa di Jepang yang pernah mereka lewati dan ke tempat bunga sakura yang dahulu Rex dan Naomi datangi. Keduanya nampak bahagia sekali.
Sambil bergandengan tangan dan berpelukan keduanya tersenyum bahagia dengan di temani bunga-bunga sakura yang bermekaran. Syukur saja kali ini datang pas dengan buang sakura yang bermekaran. Mereka jadi bisa melihat dan menikmati pemandangan yang indah ini. Setelah puas berbulan madu maka mereka berdua kembali ke Turki.
Saat kembali ke Turki, semua anggota istana menyambut dengan penuh suka cita. Rex dan Naomi menemui semua yang menyambutnya. Mereka semua berbahagia.
Setahun kemudian.
Sudah setahun Naomi berstatus istrinya Rex. Tak ada pekerjaan berat yang dilakukannya. Naomi merasa bosan. Sedangkan Rex selalu sibuk dengan pekerjaannya. Naomi heran sudah setahun berlalu kenapa dia belum hamil juga. ada perasaan risau di hatinya.
“Kenapa Yang Mulia?” Sonia bertanya. Saat ini Sonia, Miranda dan Naomi berkumpul bersama. di dekat taman di istana utama. Putri kembar Sonia sudah bisa berlari dan Miranda juga telah mempunyai bayinya seorang putri juga. Putrinya baru saja pandai berjalan. Terkadang masih suka jatuh. Putri Miranda di beri nama Humaira dan putri kembar Sonia di beri nama Safira dan Zafira.
Ketiga bocah nampak bermain bersama. Sonia dan Miranda tertawa melihat tingkah lucu anak-anaknya. Hanya Naomi yang merasa cemas. Jika begini maka dia bisa saja digantikan maksudnya bisa saja Rex mencari wanita lain. Karena hingga sekarang belum juga dia hamil
“Yang mulia?” Sonia kembali bertanya.
“Ah, maaf. Aku tak mendengar. Panggil saja aku Naomi, Sonia. Kita sudah sering membahas ini. Lagian dulu juga kau sudah memanggil namaku.”
“Itu sebelum Anda menikah. Kalau sudah menikah mana berani lagi hamba.” Sonia mengatakan alasannya.
“Ada apa? Ada masalah kah?” Sonia merasa agak aneh sikap Naomi. Seharian ini dia hanya terlihat murung.
“Aku hanya sedih. Kalian setelah menikah tak lama kemudian punya anak. Aku sudah setahun belum juga hamil. Aku takut Rex akan melirik yang lain.”
“Bersabarlah. Nanti Anda pasti juga akan hamil dan punya anak seperti kami.”
Miranda dan Sonia menghibur Naomi. Naomi pun merasa lebih baik.
Waktu terus berlalu dan Naomi masih belum hamil juga. Hal yang ditakutkannya jika begini terus dirinya akan tergantikan. Malam harinya saat Rex kembali ke kamar, dia melihat Naomi belum juga pergi tidur.
“Kenapa sayang?” Rex duduk di samping Naomi dan memeluknya.
“Tak apa.” Naomi menjawab singkat.
“Ceritalah. Akhir-akhir ini ku lihat kau sepertinya banyak pikiran.”
“Aku tak apa.”
“Benarkah?” alis mata Rex naik sebelahnya. Dia menatap tajam istrinya.
“Baiklah. Aku akan cerita.”
Naomi akhirnya menceritakan semuanya yang ada keluh kesah di hatinya. Rex mendengarkan lalu dia tersenyum. Rex memeluk tubuh Naomi makin erat. Dia kecup keningnya dan kedua matanya Naomi yang Naomi tutup saat Rex hendak mengecupnya.
__ADS_1
Setelah itu Rex kecup bibir manisnya Naomi. Keduanya pun saling membalas kecupan. Usai melakukannya Rex menggendong Naomi ala style bridal. Naomi kaget.
“Loh ... kenapa dan mau kemana?” Naomi melihat ke arah Rex.
“Ke ranjang, kita pergi tidur. Dan buat seorang pewaris untuk ku.” Rex menggoda Naomi dan mengedipkan sebelah matanya. Naomi terkekeh. Mereka pun menuju ranjang dan you know lah.
Dua minggu kemudian.
Naomi merasa lelah dan pusing. Dan terlihat pucat. Terkadang ada rasa mual dan muntah-muntah. Rex yang mendengar kabar Naomi sakit segera kembali menemui istrinya padahal dia saat ini hendak bertemu perdana menteri.
Saat sampai di kamar seorang dokter telah memeriksanya. Rex datang mendekat.
“Bagaimana keadaan ratu ku?”
“Yang mulia baik-baik saja. Dia hanya sedang hamil. Ini hanya masalah biasa untuk orang yang sedang hamil. Dan selamat Yang mulia, Anda sebentar lagi akan mempunyai seorang penerus." dokter mengatakan hal yang mengejutkan tapi membahagiakan.
Rex tertegun dan kemudian senyum cerah terlukis di wajahnya. Usai mengabarkan berita baik, dokter pun pamitan. Rex segera melihat istrinya.
Rex duduk di samping ranjang istrinya.
“Naomi. Terima kasih sayang.” Rex mengecup Naomi sekilas.
Naomi duduk dan melihat ke arah Rex.
“Selamat apa?” ternyata dokter belum mengatakan apa pun.
“Kau hamil sayang.”
“Benarkah?”
“Iya. Dokter yang mengatakan barusan saja. Apa kau tak tahu?”
“Aku tak tahu. Bahkan aku tak sadar kalau aku sudah hamil. Serius aku hamil?” Naomi kembali menanyakan.
“Iya sayangku.” Rex tersenyum dan Naomi pun tersenyum. Kini kebahagian mereka makin lengkap karena hadirnya anak dalam perutnya Naomi, penerusnya Rex.
Keduanya tersenyum dan berpelukan bahagia.
Rex dan Naomi tak perlu risau lagi karena sang penerus sudah ada. Rex dan Naomi hidup berbahagia sekarang di istana untuk selamanya.
The End (Tamat).
Maafkan segala kekurangan Author atau typo yang masih kadang bertebaran dan terima kasih untuk semua pembaca setia. Dan tolong komentar yang sopan ya gaes. Oke thanks.
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiah nya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
Sampai jumpa di next karya Author lainnya. Jika mau tahu karya Author berikutnya maka klik tanda Follow di profil Author yah. Oke, see you bye bye. 🤗
__ADS_1