Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 60.


__ADS_3

Naomi menatap ke arah Rex. Kedua pasang mata saling memandang dengan intens. Tak ada yang berkedip.


“Aku menyukaimu Rex.” Naomi seakan terhipnotis dengan tatapan Rex yang membuatnya kali ini malah berkata jujur.


Rex tertegun, ternyata benar Naomi menyukainya dan menyimpan perasaan untuknya. Sesaat Rex tertegun, namun 5 detik berikutnya Rex tersenyum akhirnya ia mengetahui isi hatinya Naomi. Naomi yang melihat Rex tersenyum kemudian tersadar.


“Waduh, apa yang ku lakukan?” keluh Naomi dalam hatinya. “Gawat. Aku harus cari alasan. Kan bikin malu aja.” Ucap Naomi kembali dalam hatinya. Ia menoleh ke arah lain dan membuang pandang. Tak mau melihat ke arah Rex. Rex mengerutkan keningnya.


“Kenapa?” Rex bertanya karena melihat Naomi bergeser darinya dan membuang pandang ke arah lain.


“Tak apa. Kita tadi bahas apa ya?” Naomi berpura-pura bodoh.


“Loh, tadi kau bilang menyukaiku kan?”


“Ah masa. Oh iya. Aku memang menyukaimu. Kan kau teman baik ku Rex. Hehehe....” Semoga kau percaya Rex ucap Naomi kembali dalam hatinya.


Rex merasa ada yang salah. Sudah jelas bukan begitu tadi dan pandangan matanya Naomi bisa terlihat jelas berbeda, kenapa sekarang beda lagi yang ia ucapkan. Naomi mengigit bibir bawahnya. Ia lalu memutar otak.


“Hey, kenapa kau kemari dan bertanya banyak hal? Sampai nanya David segala.” Naomi menatap Rex dengan tajam. Matanya menyipit menatap Rex. Rex langsung saja bersikap mode cool.


“Gak ada apa-apa. Hanya pikir mungkin ada masalah saja, jadi mencari mu.” Kilah Rex.


“Kau tak cemburu kan?” Naomi semakin menyelidik.


“Hahaha ... mana mungkin.” Rex berkilah.


“Oh iya. Mana mungkin. Sudahlah aku mau masuk ke dalam rumah.” Naomi mau masuk ke dalam rumah saja. Karena benar, mana mungkin Rex punya perasaan dengannya. Ia hanya teman bagi Rex.


“Nao, apa arti aku bagimu hanya teman?” kembali Rex bertanya, yang membuat Naomi melihat ke arah Rex kembali.


“...” Naomi bingung dengan perkataan Rex. Ini anak kenapa? Kesambet? Keluh Naomi dalam hatinya.


“Saat kita berciuman di Jepang di dekat pohon sakura. Saat itu bunga sakura bermekaran. Kau masih ingat kan Nao, apa yang kau pikirkan dan rasakan saat ciuman tersebut?” Rex menatap tajam.


Naomi tertegun dan terdiam. Hatinya masih berdebar tak karuan dan setiap mengingat hal tersebut malah membuatnya semakin susah melupakan Rex. Sejujurnya itu terasa manis di ingatan Naomi. Bahkan membuat debaran yang membuatnya seakan susah berpikir tenang.


“Aku....” Naomi bingung hendak berkata apa.


“Mau membuktikan sesuatu lagi kah?”


“Bukti apa?”


“Kiss me....”


Ucapan Rex barusan membuat kedua bola mata Naomi membulat sempurna. Ia seakan tak percaya dengan yang barusan di ucapkan oleh Rex. Anak ini sudah gila atau apa seh? Naomi tak mengerti.


“Jangan yang aneh-aneh Rex. Becanda gak boleh kelewatan. Gak lucu kali.” Naomi sudah mau masuk ke dalam rumahnya.


“Ayo kita ciuman kembali. Dan buktikan apa yang dirasakan oleh hatimu?” ajak Rex. Naomi membelalakkan kedua matanya menatap ke arah Rex.


“Rex, kita kan teman dari kecil. Jangan berbuat hal yang aneh. Sudah hentikan.”


“Baik, kalau begitu aku yang akan mencium mu, bagaimana?” Rex menaikan sebelah alisnya ke atas.


Naomi malah semakin heran.


“Nao, ayo kita berciu....” belum sempat Rex berucap, Naomi datang dan menutup mulut Rex dengan kedua tangannya. Ia lalu menggelengkan kepalanya. Ini bukan Rex yang ia kenal. Rasanya sangatlah aneh. Naomi rasa Rex sedang pusing karena masalah hendak ke Turki.


“Hentikan Rex!” usai berkata tersebut, Naomi menarik tangannya dan berbalik arah hendak masuk ke dalam rumahnya saja.


Namun baru saja berbalik, Rex malah menarik tubuh Naomi dan membaliknya mengarah ke hadapan Rex, kemudian Rex mengecup bibir manis milik Naomi. Naomi terkejut luar biasa namun hatinya kembali berdebar tak karuan. Rex semakin membawa tubuh Naomi melekat ke tubuhnya, ciumannya diperdalamnya dan Naomi akhirnya terbawa suasana dan membalas kecupan Rex. Rex dan Naomi seakan lupa dimana mereka saat ini berada. Keduanya malah melakukan kiss dengan sangat mesra layaknya sepasang kekasih yang lagi di mabuk asmara. Lupa kalau keduanya hanya berstatus teman saja. Bukan hanya Naomi yang lupa diri tapi Rex pun lupa diri.


Hingga keduanya puas mengecup dan kehabisan oksigen barulah kiss tersebut dihentikan. Wajah Naomi memerah, kini ia malu dan menyadari tindakannya. Beda lagi dengan Rex, ia menatap Naomi dengan lekat.


Naomi menatap ke arah Rex, namun karena malu ia segera berlari dan kabur dari Rex. Naomi langsung masuk rumah dan masuk ke dalam kamarnya.


Dan Rex menatap Naomi yang sudah hilang masuk ke dalam rumah.


“Apa yang ku lakukan barusan? Apa hatiku sudah berubah dan sudah move on dari Rere?” gumam Rex pada dirinya sendirian.

__ADS_1


Beda lagi dengan Naomi yang sudah di dalam kamar. Naomi menatap cermin dan merasa malu.


“Ya ampun. Apa yang barusan terjadi? Bagaimana nanti aku harus menghadapi Rex? Aku malu. Tapi kenapa Rex mencium ku? Aku juga kenapa bodoh sekali, malah membalas kecupannya. Hiks ... namun rasanya mendebarkan. Sama saat di jepang. Manis rasanya.” Naomi malah tersipu malu dan tersenyum girang.


“Ya ampun. Aku pasti sudah gila.” Naomi memukul-mukul kepalanya. Ia terlihat stres.


***


Malam harinya, Ahmed kembali mendatangi Rex. Ia ingin menanyakan keputusan Rex.


“Bagaimana?”


Ahmed menatap Rex. Keduanya saat ini di sofa sedang duduk berhadapan. Ahmed sengaja datang ke apartemen Rex agar mendapatkan jawabannya segera.


“Baiklah, aku akan ikut kau ke Turki. Namun dengan catatan, saat di sana sudah membaik aku kembali kemari. Karena aku harus melanjutkan sekolahku. Dan jagalah Naomi dan kakekku disini.” Akhirnya Rex memberikan sebuah keputusan yang sebenarnya masih berat di hatinya.


Ahmed tersenyum. Ia senang akhirnya Rex mau ke Turki.


“Kapan kita akan berangkat?” Ahmed langsung menanyakan keberangkatannya.


“Kau atur saja kapan. Aku akan ikut saja.”


“Baiklah. Kita deal. Setuju.”


“Ya. Deal.”


Rex dan Ahmed saling berjabat tangan tanda sudah sepakat.


***


Esoknya di sekolah.


Rex tadi pagi tak bertemu Naomi sehingga ia pergi ke sekolah sendirian. Dan di sekolah pun, Rex belum juga melihat tanda-tandanya Naomi. Rex jadi bingung kemana Naomi berada sekarang. Rex cari kesana kemari tapi tak ketemu. Di cari dekat taman juga tak ada. Akhirnya Rex ke kelas dan menunggu Naomi di kelas saja. Sedangkan Naomi saat ini berada di atas atap gedung sekolah. Ia bingung hendak bagaimana. Ia malu dan tak berani berjumpa dengan Rex. Ia jadi tak tahu harus bagaimana berhadapan dengan Rex.


Naomi jadi duduk termenung di atas atap gedung. David datang mendekati Naomi, ia pikir Naomi mungkin tak akan kemari lagi. Ini tempat yang kadang dimana David dan Naomi saling nongkrong berdua.


“Oh hai....” Naomi melihat sekilas saja ke David.


“Kau kenapa disini lagi? Bukannya sudah lama tak kemari?” David tersenyum. Walau ia sudah di tolak cintanya oleh Naomi namun David masih ingin tetap dekat dengan Naomi.


“Aku sedang sembunyi.”


“Kenapa?”


“Agar tak bertemu Rex.”


“Nanti saat jam masuk dan belajar kau akan tetap ketemu dia. Kan kalian tempat duduknya sebelahan.”


“Oh iya. Tukaran tempat duduk kau mau David, kan? Biar aku yang duduk dengan Agung sementara ini.”


“Sampai kapan? Aku juga malas sebelahan dengan Rex.” David tak mau duduk dengan yang di anggapnya sebagai rivalnya. Rival dalam bercinta walau sebenarnya David sudah kalah.


“Belum tahu. Tolong ya. Sementara saja.”


“Emang ada apa? Kalian bertengkar.”


“Bukan. Hanya Kiss. Eh....” Naomi menutup mulutnya. Ia keceplosan bicara dan hal tersebut telah melukai hati David. Bagaimana pun David masih menyukai Naomi.


“Kalian telah berciuman ya. Seharusnya kau bahagia kan. Kenapa malah melarikan diri.”


“Masalahnya aku, aku malu dan sepertinya ada yang salah. Ah entahlah. Tapi maafkan aku ya David. Kau pasti masih terluka dan malahan mendengar hal begini dari ku.” Naomi menunduk. Ia sebenarnya tak ingin menyakiti David.


“Lupakan saja. Yang penting kau sudah tahu perasaan yang ku simpan untuk mu. Dan aku juga sudah mencobanya.” David tersenyum lembut menatap Naomi. Naomi melihat ke arah David. David sungguh baik.


“Masalahmu bagaimana David?”


“Entahlah. Aku dan Mama masih berdiam. Aku malas berbicara dengan Mama. Dan dengan Brian otomatis kami sudah  bermusuhan. Dia mana mungkin menganggap ku teman lagi. Dari pada nanti bertengkar lagi lebih baik aku menjauhinya. Karena aku tak akan bisa mendengar Brian menghina Mamaku. Walau pun memang Mama ku salah tapi Papa Brian juga salah. Ah ... sudahlah. Lupakan masalah ku. Hanya membuat sakit kepala.” David menatap langit biru di atas kepalanya.


“Mereka membuatmu sakit kepala sedangkan aku membuatmu sakit hati. Maaf.” Lirih kata Naomi.

__ADS_1


David menyentuh kepala Naomi dan mengusap lembut rambutnya. Di saat itu Rex ternyata mencari sampai ke atas atap gedung sekolah. Rex melihat pemandangan yang tak begitu ia sukai.


“Apa yang sedang mereka lakukan berdua?” gumam Rex sendirian.


Rex datang mendekat. Naomi dan David melihat ke arah Rex yang baru saja datang. David menatap malas sedangkan Naomi menatap bingung. Ia hendak kabur saja. Naomi bangkit dan berdiri, begitu juga David mengikuti yang dibuat oleh Naomi.


“Aku masuk ke kelas dahulu ya. Sampai nanti ya David.” Naomi hendak pergi.


“Kita sama saja Nao.” Ucap David pula.


Namun Rex meraih lengan Naomi. Mereka pun saling tatap.


“Tunggu Nao. Kita perlu bicara.”


“Hal apa?” aku sedang tak mau membahas apa pun.”


“Baik. Tapi nanti kita bicara serius. Kau masuklah, karena aku ingin berbicara berdua dengan David disini.” Rex melepas lengan Naomi dan kemudian menatap David.


Naomi jadi ragu hendak pergi namun Rex dan David mengatakan untuk pergi masuk ke kelas duluan saja. Akhirnya Naomi pergi dan kini hanya tinggal Rex dan David berdua di atas atap gedung tersebut.


“Kau ingin berbicara apa Rex?”


“Kau menyukai Naomi? Maksudku punya perasaan terhadap Naomi?” Rex menatap serius pada David dan menanyakan langsung ke tepat sasaran.


David menatap tajam ke arah Rex. Kedua pemuda terlihat garang dan saling berhadapan.


“Lalu masalahnya apa? Aku tak takut padamu Rex. Walau sekarang kau sudah berubah, tak seperti dahulu. Hehehe padahal dulu kau sering kami tindas, bodoh dan miskin. Namun sekarang nasib baik yang kau terima. Berubah menjadi pandai dan kaya sekarang. Hebat, sekarang pujaan banyak gadis.” David menatap sinis.


“Tak usah bahas aku. Hanya ingin membahas Naomi.”


“Iya. Aku suka Naomi dan mencintainya. Bahkan semalam aku sudah mengutarakannya.” David terlihat sangat membara berhadapan dengan Rex sekarang.


Rex tak ada ekspresi. Ia terlihat biasa saja dan cool.


“Apa kau tahu tentang perasaan Naomi?”


“Tak peduli siapa pun yang ada di hatinya, aku tak masalah.”


“Kami telah berciuman, semalam juga kejadiannya.”


Rex mengatakan hal kejujuran dan David menatap ke arah Rex. Hatinya tercuil sakit.


“Jadi apa? Kau mau pamer gitu.” Hati David panas. Ia lalu menyerang Rex. Melayangkan sebuah tinju.


Rex menahan serangan David. Keduanya baku hantam. Saling pukul, tendang dan tinju. Tak ada yang mau mengalah. Jika David memukul maka Rex menangkisnya. Begitu juga saat Rex menendang dan meninju David maka akan di tangkis oleh David. Namun, Rex sekarang sangatlah lebih baik dan sekali lagi memukul ia tepat mengenai wajah David, David terhuyung dan sudut bibirnya pun berdarah. Di saat bersamaan David sempat menendang Rex hingga mengenai perutnya. Keduanya jatuh dan terlentang. Mereka sampai kehabisan nafas. Keduanya yang jatuh segera bangkit dan saling menatap.


“Tolong jaga Naomi ya, David?” Rex mengatakan sambil menatap David.


“Apa maksudmu?” David heran dengan perkataan Rex.


“Aku mau pergi jauh ke Turki.” Rex menatap langit dan berbaring di lantai atap gedung.


David masih terbengong.


“Pergi ke Turki???” David melirik ke arah Rex.


Bersambung....


Ah, Rex akan pergi jauh dan menitipkan Naomi pada David. Kok bilang gitu seh Rex??? Apa gak mau balik lagi apa ke piye nih.


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua 🤗😊😘


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya juga ya :D


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya :D

__ADS_1


__ADS_2