Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 57.


__ADS_3

Ketiganya kembali ke kamar hotel. Mereka hendak menghabiskan liburan di Jepang sampai liburan sekolah selesai. Semua fasilitas hotel mereka pakai dengan puas. Makan enak terus dan bahkan kini mereka sudah punya kamar masing masing, tak perlu lagi berbagi kamar. Ada kala ketiganya berenang di kolam berenang yang ada di hotel dan kadang kala jalan-jalan kembali ke sekitaran tempat yang asyik di Jepang. Mereka puaskan jalan-jalan disana selama liburan.


Waktu terus berjalan. Detik, menit, jam, waktu dan hari demi hari telah berlalu, sampai akhirnya liburan sekolah pun selesai.


Rex,Naomi dan Ahmed kembali pulang. Bahkan Lou Han juga memberikan penerbangan gratis untuk pulang naik pesawat. Kini ketiganya sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Naomi bertemu kembali dengan Mamanya, mereka berpelukan kangen melepaskan rindu. Mamanya Naomi senang akhirnya Naomi kembali pulang.


Ahmed kembali ke hotelnya. Home sweet home. Ahmed merasa nyaman kembali ke kamarnya di hotel yang nyaman. Dan Rex ke rumahnya di apartemen. Kakek Dicky Han di tempatkan oleh orang-orangnya Ahmed agar Dicky Han tinggal saja di apartemennya Rex. Jadi ke sanalah Rex menemui Kakeknya. Ia kangen pada kakeknya. Saat sudah bertemu, Rex memeluk Kakeknya dengan erat.


“Kek, kangen. Kakek sehat dan baik saja kan?” Rex memeluk erat dan tersenyum bahagia.


“Kakek juga kangen. Syukurlah kau baik-baik saja Rex, kembali dengan selamat.” Dicky Han sangatlah merindukan Rex.


Keduanya masuk kedalam dan saling berbagi cerita.


Waktu berlalu dan masuk sekolah kembali. Hari ini adalah hari pertama kembali masuk sekolah. Kini Rex dan Naomi sudah kelas 3 SMA.


Rex dan Naomi pergi sekolah bersama-sama. Seperti biasa Ahmed yang sekarang mengantar dengan mobil. Turunlah Rex dan Naomi dari mobil. Dan seperti biasanya aura ketampanan Rex tak memudar, ia tetap nampak cool dan tampan. Sedangkan Naomi ya seperti biasanya, tetap gaya ala tomboinya.


Semua dibariskan di lapangan dan mulai di bagi kelasnya. Dan kebetulan saat ini Rex dan Naomi sekelas, sehingga mereka memutuskan duduk berdekatan kursi dan mejanya. Rex dan Naomi pun masuk ke kelasnya. Di dalam kelas mereka memilih tempat yang agak menyudut di belakang. Di sanalah keduanya duduk. Rex dan Naomi tersenyum bahagia.


Kemudian Brian masuk dengan Rere dan keduanya memutuskan duduk berdekatan juga. Mereka duduk di meja paling depan berdua. Lalu Jenny dan Jerry ternyata sudah pacaran dan memilih duduk bersama juga. Di kelas seakan sudah berpasangan saja duduknya ya hehehe. Hanya David yang tak nampak batang hidungnya. Naomi sempat mencari-cari juga, namun David tak kelihatan. Kemana anak itu?


Naomi mencoba menelepon ke hape David namun ternyata tak ada jawaban. Ia berusaha mengirimkan chat, namun masih ceklis satu. Akhirnya guru masuk dan memulai hari pertama pelajaran. Semuanya mulai belajar walau belum full belajar karena roster jadwal pelajaran belum di umumkan, tapi demi menjaga ketertiban maka guru tetap masuk kelas dan memberikan materi sementara.


Di lain tempat.


David sendirian di kamarnya. Ia terlihat suntuk, kesal, marah dan sedih. Mamanya dari luar kamar David  bolak balik memanggil David namun tak ada jawaban. Mia sedih melihat keadaan putranya. Namun jika Mia tak ada di rumah maka David akan keluar kamar, tapi hanya untuk makan saja dan ke kamar mandi. Selebihnya ia hanya berkurung diri di kamar.


Kembali ke sekolah.


Saat jam istirahat, Brian masih tak suka pada Rex, ia menatap sinis pada Rex. Namun sekarang Brian sudah merasa menang karena Rere dan dirinya sudah pacaran. Berita mereka akan bertunangan pun sudah banyak yang tahu. Di kabarkan beberapa bulan kemudian mereka akan tunangan. Rex menatap ke arah Rere, Rere pun sekilas menatap Rex. Namun keduanya sudah berada di arah yang berbeda. Kini Rex hanya memperhatikan Naomi. Apalagi Rex hendak tahu isi hati Naomi yang pernah ia dengar saat Rere mengucapkannya. Masih sebuah misteri bagi Rex.


Semuanya tak ada yang menyangka kalau Rex dan Naomi mengalami banyak hal selama liburannya. Yang dilihat kalau mereka hanya nampak seperti siswa SMA biasa, padahal sungguh pengalaman luar biasa yang sudah mereka lalui selama di Jepang.


Saat ini Rex dan Naomi duduk di tempat mereka biasanya.


“Rex, kok tak ada David ya. Ini kan hari pertama sekolah kembali. Apa dia gak kangen sekolah, ya?” Naomi melirik ke arah Rex. Tadi mereka baru saja makan di kantin dan sekarang berada di taman berdua.


“Gak tahu. Kau tanya saja Brian. Mereka kan temanan. Kenapa tanya David? Kau suka dia?” Rex bertanya sambil menyelidik.


“Bukan begitu. Hanya saja terakhir kali, kami nampak kurang baik. Dia seperti marah atau sedih begitu.”


“Nao....”


“Iya.”


“Apa kau tahu kalau David menyukaimu?” Rex menatap serius ke arah Naomi.


“Hah? Mana ada. Gak lah. Dia dan aku kan hanya berteman. Semenjak kau melupakan ku karena asyik pacaran dengan Rere, dia begitu baik padaku dan selalu bersama ku. Kami temanan.”


“Bisa jangan bahas Rere lagi. Lupakan dia. Kalau David ternyata suka padamu bagaimana?”

__ADS_1


“ ... “ Naomi terdiam. Ia tak bisa memikirkannya sampai kesitu.


Rex melihat eskpresi wajah Naomi. Nampaknya Naomi belum sadar kalau David menyukainya. Walau sebenarnya Rex tak tahu juga, tapi menurut laporan Ahmed kalau David memang menyukai Naomi. David menyimpan perasaan pada Naomi.


“Kenapa?”


“Tak apa. Tapi apa kau mau menemani ku menemui David. Kok aku jadi cemas padanya.”


“Selama liburan dia tak menghubungimu kah?”


“Tidak. kami tak ada kontak lagi. Bahkan sekarang ku hubungi tak bisa. Temani aku ya Rex, ya?” Naomi nampak memelas dan memohon. Ia terlihat sangat cute saat ini. Rex tak tahan melihat wajah imut dari Naomi, ia pun langsung menganggukkan kepalanya dan setuju saja. Naomi lalu terlihat senang dan girang.


Waktu terus berjalan hingga jam pelajaran di mulai kembali, kemudian terus berlalu hingga waktu pulang tiba.


Saat ini mobilnya Rex terparkir di dekat rumahnya David. Rex dan Naomi turun dari mobil, mereka meminta pak satpam membuka pintu gerbang rumah David. Namun pak satpam harus ijin dahulu, kebetulan Mama David saat ini keluar. Dan hanya ada David seorang yang di rumah. Seorang pembantu mendekati David. Ia mengetuk pintu kamar David.


David sebenarnya malas namun ketukan pintu tak berhenti, akhirnya David melangkah ke arah pintu kamarnya dan membuka pintunya.


“Ada apa?” tanya David ke pembantunya.


“Maaf Tuan muda, ada teman Tuan mencari Anda dan menunggu di luar gerbang.”


“Siapa?”


“Katanya namanya Naomi. Begitu kata pak satpam di luar Tuan muda.”


“Naomi?” gumam David. Ia sebenarnya sudah merindukan Naomi. Namun ia teringat, saat terakhir kali Naomi tak mempedulikannya. Malah sibuk dengan Rex. Ia terluka. Sedih, marah dan kesal. Namun tak dapat berbuat apa pun. Jadi walaupun hendak melihat Naomi tapi ia takut berharap kembali ke Naomi.


Sejujurnya David masih sangat menyukai Naomi. Ia tak pernah begitu suka pada seorang gadis sebelumnya. Hanya Naomi yang bisa meluluhkan hatinya. Dan sekarang ia takut tersakiti kembali. Tapi jujur, ia merindukan Naomi. Akhirnya David keluar dari kamarnya dan menyuruh pembantunya agar menyampaikan pada pak satpam supaya Naomi bisa masuk ke dalam rumah.


Satpam yang diberi tahu oleh pelayan segera membuka pintu gerbang depan. Naomi dan Rex pun masuk kedalam rumah. Kemudian pembantu membawa mereka untuk duduk di sofa ruangan tamu. Dan minuman pun disuguhkan kepada Rex dan Naomi yang di letakan di atas meja. Dua gelas es jeruk sudah di hidangkan di hadapan Rex dan Naomi. Kemudian pembantu pun undur diri.


Rex dan Naomi duduk bersebelahan. Mereka menatap rumah David yang besar namun terlihat sepi. Beberapa lukisan terpajang di dekat ruangan tamu. Rex dan Naomi meminum minumannya. Tak lama kemudian David pun muncul.


“Naomi....” Panggil David. Awalnya ia hendak tersenyum. Namun tak jadi karena melihat Rex di dekat Naomi.


Naomi menoleh ke arah David. Ia berdiri dan tersenyum ke arah David. Ah senyuman itu sudah lama di rindukan oleh David. Namun ada Rex sehingga membuat mood David kembali tak baik.


“David, apa kabarmu?”


David duduk di sofa seberang Naomi dan Rex. Naomi dan Rex kembali duduk setelah David ikut duduk juga.


“Baik saja.” Jawab David sedikit cuek dan dingin.


Naomi merasa ada yang salah.


“Kau marah padaku kah?”


“Tidak.”


“Lalu kenapa tak ke sekolah? Hari ini kita kan sekolah kembali. Dan kali ini kita sekelas semua.”

__ADS_1


“Aku sedang malas Nao. Apa kau hanya ingin bertanya hal ini saja kah?” David berharap Naomi mencarinya karena hal lain. Rupanya hanya bertanya kenapa tak sekolah. David merasa bersedih hati namun ia tutupi agar Naomi tak tahu.


“Aku....” Naomi bingung hendak berkata apa.


“David, Naomi hanya mencemaskan mu. Jika kau baik-baik saja dan tak ada masalah, kalau begitu kami pulang. Ayo Nao.” Rex menarik tangannya Naomi. Ingin sekali David menarik Naomi ke pelukannya dan menariknya ke sisinya, namun David menahannya.


Naomi kembali melihat ke arah David.


“Beneran kau tak marah padaku? Maafkan aku ya kalau ada salah. Sekolah lah esok ya Vid. Aku berharap kita masih teman baik. Aku pulang.” Ucap Naomi dan berlalu pergi dengan Rex.


David terenyuh hatinya. Ia cemburu melihat Rex membawa Naomi pergi.


“Hanya teman saja kah aku ini di mata dan di hati mu Naomi.” Gumam David seorang diri.


Rex dan Naomi kembali pulang. Beberapa saat kemudian sampailah di rumah mereka. Rex mengantar sampai depan rumah Naomi. Naomi pun pamitan kemudian ia turun. Rex pun pulang menuju apartemennya. Kini Rex dan kakeknya tinggal di apartemen mewahnya. Rumah lama kakeknya telah di jual Ahmed. Kata Ahmed agar tak kembali ke sana lagi, karena tinggal di apartemen lebih baik. Begitulah menurut Ahmed. Awalnya Dicky Han protes namun setelah bujuk rayu Rex akhirnya Dicky Han pun mau.


Saat ini Dicky Han sibuk dengan tanamannya, ada ruangan khusus yang di sediakan untuk kakeknya yang gemar bercocok tanam demi menghilangkan kebosanannya. Soalnya Kakeknya ini sudah tak kerja malam lagi. Sehingga untuk menghabiskan waktu, Dicky Han menanam beberapa tanaman yang ia tanam di pot-pot kecil dan ada yang di pot besar juga. Ruangan tersebut pun di kasi pencahayaan matahari. Sehingga tanaman tak kekurangan matahari. Sungguh di desain dan di rombak sedemikian rupa satu rungan tersebut untuk kakeknya. Seperti rumah kaca saja khusus tanaman ruangan satu tersebut.


Dan Rex saat ini di ruangan keluarga, ia sedang menonton Tv. Ahmed datang dan duduk di sebelah Rex. Ahmed seperti hendak menyampaikan sesuatu. Ahmed terlihat gusar sekali. Ia seakan mendapatkan berita yang kurang baik.


Rex bisa melihat kegelisahan Ahmed. Ia pun mematikan Tv dan melihat ke arah Ahmed.


“Ada apa?”


Ahmed pun memberanikan diri.


“Aku mendapatkan pesan dari Turki.”


Rex mengerutkan keningnya. Apa ada masalah kah? Namun masalah apa?


“Turki? Pesan apakah itu?”


“Kakek Anda. Baginda sultan saat ini sedang sakit. Ia takut kalau hidupnya tak akan lama lagi. Ia meminta hamba agar segera membawa dirimu kembali ke Turki.” Ahmed menyampaikan dengan kening yang semakin berkerut. Karena sebelumnya Ahmed dan Rex sudah sepakat setelah dua tahun mereka baru akan ke Turki. Tunggu Rex menyelesaikan sekolahnya. Ini baru saja mau jalan setahun. Masih ada sisa waktu setahun ke depan, tapi malah berita buruk terdengar.


“Lalu aku harus kesana kah? Tapi aku baru saja mulai sekolah kembali. Aku baru saja kelas 3 SMA, tak bisa kah di tunda hingga aku selesai sekolah. Apalagi ada kakek ku di sini, Naomi dan Rere.” Di saat kata terakhir Rex terdiam. Kenapa Rex merasa masih belum move on dari Rere. Ia masih mencintai Rere. Ia senang saat Rere menyambut cintanya. Namun sedih saat Rere menorehkan luka pada hatinya.


“Aku tahu. Aku tahu setelah dua tahun kita baru ke Turki, namun sekarang keadaannya sangatlah genting. Pihak-pihak yang tak bertanggung jawab bisa saja memanfaatkan keadaan Baginda kakek sultan yang sedang sakit. Beliau sudah tua dan penyakitan, kini sakitnya kambuh jadi meminta mu segera ke Turki. Tolong pertimbangkan.” Ahmed berharap agar Rex mau ke Turki.


Rex berpikir dan diam sesaat. Dia belum mau pergi, namun kasian dengan kakeknya yang di Turki saat ini yang sakit dan tak ada siapa pun di sisinya. Dan benar kata Ahmed, bisa saja orang lain memanfaatkan situasi saat ini.


“Aku akan pertimbangkan Ahmed, aku perlu bicara pada kakek Dicky Han.”


“Baiklah, namun ku harap jangan terlalu lama. Segera lah menjawab dan membuat keputusan.”


Bersambung....


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D

__ADS_1


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya. :D


__ADS_2