
Rex menghentikan langkahnya, dia melihat Al membuat bola-bola air. Tangan Al kemudian digerakan dan bola-bola air pun segera mengarah ke arah Rex.
Semua menatap kaget dan menahan napas. Mereka tak sangka kalau Al pandai ilmu sihir.
Bola-bola air mengarah ke arah Rex dan Rex segera menghindari bola-bola air tersebut. Untungnya bola-bola tersebut dapat di elakan oleh Rex. Tapi sebagai gantinya beberapa pot bunga yang terkena hancur terhempaskan setelah terkena bola-bola air tersebut. Syukurnya kalau bola-bola air tersebut dalam jumlah sedikit dan tak besar maka istana Rex tak hancur semua. Jika dalam jumlah besar maka akan hancur yang lain. Jadi cukup beberapa pot bunga saja yang terkena hancur.
“Hebat juga ya. Ternyata kau bisa sihir?” ujar Rex berkata dengan alis mata yang terangkat sebelah. Dia cukup salut dengan kemampuan Al.
“Terima kasih. Aku terdesak jadi terpaksa melakukannya. Maaf bunga-bunga mu rusak.”
“Oke. No problem.”
Naomi terkekeh dari samping. Naomi pun masuk ke arena. Dia mengambil pedang samurainya.
“Oke. Cukup kalian berdua. Kini giliran ku.” Naomi mengarahkan pedang samurainya ke Rex. Rex menatap heran Naomi dan Al pun tersenyum, Al menghindar ke samping. Kini Naomi hendak melawan Rex.
“Kau mau melawanku Nao?”
“Iya. Apa kau takut melawan perempuan?”
“Tidak. Hanya saja aku takut kau terluka.”
“I’m fine.” Naomi tersenyum kemudian dia segera menyerang Rex.
Rex menerima serangan Naomi yang sangat penuh kekuatan. Semua serangan Naomi ditangkis oleh Rex. Tendangan dan pukulan pun dilakukan oleh Naomi dan Rex dengan baik menerimanya. Semua yang melihat kagum bahkan Almira dan Miranda yang ikut menonton pun terkagum-kagum melihat Naomi. Ternyata Naomi gadis yang pandai bela diri. Banyak yang bergosip kalau Naomi latihan bela diri tapi tak ada yang melihat langsung. Kini banyak saksi mata yang bisa melihat Naomi yang sedang beraksi melawan Rex.
“Hebatnya. Wow.” Mata Almira berbinar-binar menatap ke arah Naomi yang baginya sendiri terlihat sangat keren.
“Iya. Hebat ya. Keren juga.” Miranda menambahkan. Dia pun kagum melihatnya.
Tak sampai disitu saja, Naomi mengarahkan semua jurusnya. Pukulan, tendangan, dan tinjunya serta seni bela diri samurainya. Rex benar-benar kewalahan meladeni serangan Naomi. Dia bisa melihat kalau Naomi ternyata sangat serius menyerangnya.
Rex tak mengeluarkan semua kekuatannya, karena dia tak mau menyakiti Naomi. Tapi semua serangan Naomi harus segera di hentikannya. Rex segera menangkis samurai Naomi dan dengan gerakan tiba-tiba Rex melempar samurai Naomi jauh, tapi Naomi segera melesat hendak menyambar kembali samurainya. Rex tak tinggal diam, Rex menendang Naomi yang membuat semua orang melihat kaget, bahkan Naomi pun kaget. Tapi tendangan tersebut segera Rex melesat berlari ke arah Naomi dan menangkap tubuhnya Naomi agar tak jatuh sakit.
Kini tubuh Naomi ada dalam pelukan Rex. Pedang Rex dibuangnya, dia menatap Naomi yang ada dalam pelukannya. Naomi terdiam dan melihat ke arah Rex. Semua yang melihat segera berpaling ke arah lain. Mereka jadi malu melihat adegan yang terlihat seperti orang yang lagi kasmaran.
“Turunkan aku.” Naomi menatap kedua mata Rex yang tajam seperti elang.
“Tidak. Acara latihan sudah selesai. Kau ikut aku.” Rex memandang Al dan pamitan. Al bisa memahaminya, dia hanya mengangguk tanda mengerti.
Rex pergi sambil terus menggendong Naomi ala style bridal. Dia membawa Naomi terus memasuki kamarnya.
Semua yang melihat sangatlah terheran-heran. Sepertinya lagi kasmaran berat. Sampailah keduanya di dalam kamar Rex. Ternyata Rex membawa Naomi ke dalam kamarnya dan merebahkan di atas ranjangnya.
“Kau tahu, kau membuat kita malu. Semua melihat ke arah kita.” Keluh Naomi pada Rex.
“Tak masalah. Kan nanti kita akan menikah. Atau kita menikah sekarang saja.” Ajak Rex dan mengedipkan mata nakalnya pada Naomi.
Naomi malah terkekeh. Rex tak melepaskan Naomi walaupun mereka saat ini ada di atas ranjang berdua.
__ADS_1
“Pergi, dan kenapa aku malah di ranjangmu. Ini kamarmu kan?” Naomi baru sadar kalau ini bukan kamarnya.
Rex terkekeh.
“Nanti kita akan sering menghabiskan waktu berdua di kamarku ini.”
“Jangan macam-macam ya Rex.”
“Apa kau tak mau menikah denganku?” Alis mata Rex kembali naik sebelah. Ciri khas Rex sekali ini.
“Kita masih harus menyelesaikan kuliah. Lagian tadi kau menendang ku.”
“Tapi aku segera menangkapmu dan menggendongmu sampai ke kamar kita.” Rex tersenyum.
“Kita?”
“Iya sayangku.”
Rex sudah tak tahan. Dia langsung mengulum bibir manis milik Naomi. Keduanya pun bermesraan. Meluapkan semua yang dirasakannya. Kesal, cemburu, marah dan kecewa disalurkan semuanya melalui kecupan mesra keduanya. Lama keduanya saling mengecup satu sama lain sampai melupakan waktu makan siangnya.
***
Kini hubungan Rex dan Naomi kembali membaik. Keduanya selalu menyempatkan waktunya untuk berduaan. Jika kuliah maka akan pergi bersama dan pulang bersama. jika di istana Rex selalu menyempatkan waktunya dengan Naomi. Kecuali jika Rex sibuk dengan kerjaannya maka Naomi hany akan sendiri.
Al merasa sudah terlalu lama di Turki. Kini saatnya dia berkelana kembali sambil terus mengasah kemampuannya. Di saat waktu makan siang, kebetulan Al makan siang bersama Naomi dan Rex yang saat ini sedang luang dan bisa bersama di istana. Karena itulah, Al mengutarakan maksudnya.
“Naomi dan Yang mulia Rex, aku hendak pamitan. Aku harus segera pergi dan memulai berkelana kembali agar bisa segera kembali ke negeri asalku juga.”
“Kenapa cepat sekali?” ujar Naomi.
“Apa pelayanan kami kurang memuaskan?” Rex berucap juga.
“Bukan. Bukan karena jamuannya. Jamuan dan pelayanan sangatlah memuasakan semuanya. Makanan enak dan tidur nyaman. Aku sudah cukup lama dan harus segera melanjutkan perjalananku. Terima kasih untuk semuanya.” Al menjelaskan semuanya.
“Baiklah kalau begitu.” Rex pun memahami perkataan Al.
“Hati-hatilah Al diperjalananmu.” Naomi tersenyum ramah.
“Terima kasih.”
Setelah makan siang bersama, Al pun benar-benar pamitan pergi.
Setelah kepergian Al, Miranda malah bersedih hati. Dia tak tahu kalau Al bakal cepat pergi saat tahu malah Al sudah pamitan dan pergi dari istana. Miranda menangis dan terus bersedih hati selama beberapa hari.
Perihal kesedihan hati Miranda akhirnya sampai ke telinga Rex. Dia mendengar sampai Miranda tak selera makan. Miranda pun sampai jatuh sakit. Rex dan Naomi pun akhirnya mendatangi kamar Miranda. Di dalam kamar Miranda sudah ada Sonia dan Almira yang membujuk untuk makan.
Rex dan Naomi mendekat dan bertanya ada apa? Ahmed pun ikut serta ke tempat tersebut karena menemani Rex.
“Ada apa ini? Kenapa dengan putri Miranda?”
__ADS_1
Rex melihat ke arah Almira dan Sonia.
“Sudah beberapa hari ini Miranda tak mau makan Yang mulia.” Almira yang mengatakannya.
“Kenapa?” Naomi kali ini bertanya.
“Dia patah hati.” Jawab Sonia.
“Hah?” Rex dan Naomi jadi saling pandang. Jadi masalah cinta.
“Patah hati dengan siapa?” Rex akhirnya penasaran.
Sonia maju dan menjelaskan, sedikit banyak Sonia tahu karena Almira sudah banyak cerita padanya.
“Miranda jatuh cinta pada pemuda yang pernah di bawa menginap di istana. Si AL kalau tidak alah namanya.”
“Hah?” Naomi dan Rex kaget.
“Karena Al sudah tak ada di istana dan pergi, Miranda sedih karena tak sempat mengutarakan isi hatinya. Apalagi AL tak mungkin kembali lagi ke Turki, membuat Miranda jadi patah hati. Sehingga sekarang dia jadi tak mau makan maka jatuh sakit.” Sonia menjelaskan.
“Ya ampun kirain kenapa? Kalau itu masalahnya maka lupakan. Aku akan menjodohkanmu dengan yang lain putri Miranda. Masalah hati akan terobati oleh cinta yang baru.” Usul Rex.
Naomi melirik ke arah Rex.
“Oh ... jadi cinta lama bisa di obati dengan cinta yang baru ya. jadi sudah lama lupa dengan yang lama?” Naomi melirik ke arah Rex dengan tatapan aneh. Rex merasakan tatapan aneh Naomi. Dia jadi berpikir, apa ini maksudnya cinta lama Rex adalah Rere? Rex jadi berpikir begitu. Rex terdiam dan tak mau merespon perkataan Naomi.
Hanya Naomi dan Rex yang paham perkataan Naomi. Sedangkan yang lainnya menatap bingung. Miranda berusaha duduk dibantu Almira.
“Tak apa Yang Mulia. Aku akan baik-baik saja.” Miranda berucap ke Rex.
“Tapi kau harus segera pulih putri. Aku ingin kau kembali sehat. Jadi bagaimana kalau kau di jodohkan saja dengan Ahmed, aku rasa itu adalah hal bagus.” Rex berucap dan membuat Sonia dan Ahmed terdiam terpaku di tempat. Keduanya saling pandang dan kedua matanya saling beradu. Sonia dan Ahmed kaget dengan ucapan Rex.
Bersambung....
OMG ... Rex mau jodohkan Miranda dengan Ahmed? Lalu bagaimana Sonia dan Ahmed?
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
Kasi komen yang positif ya kak :D Komentarnya mana komentarnya hehehe
:D
__ADS_1
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D