
Rex segera berlari bersama Ahmed menuju tempat aula pesta, namun acara pesta sudah gaduh dan porak poranda dengan seluruh tamu yang berlarian menyelamatkan dirinya masing-masing. Rex melihat kakeknya terluka kena tembakan. Semua pengawal mengelilingi Hasan Mustapa yang terluka demi melindunginya.
Rex dan Ahmed menghampiri Hasan Mustapa.
“Kakek ... bagaimana keadaanmu?” Rex terlihat cemas. Hasan mustapa melirik ke arah Rex dan akhirnya pingsan. Rex kaget dan segera memerintahkan agar sang kakek di bawa masuk ke tempat yang lebih aman. Ahmed pun segera melaksanakan perintah Rex di ikuti oleh para pengawal lainnya.
Sedangkan Rex menatap sekeliling, ia hendak tahu siapa pelakunya. Ia melihat seorang berpakaian serba hitam dan memakai penutup wajah. Rex memerintahkan semua pengawal memperketat penjagaan, sedangkan yang lainnya di suruh mengejar pelaku penembakan tersebut. Para pengawal melakukan perintahnya.
Rex juga meminta semua tamu untuk tenang dan kembali ke posisi semula. Dan akan di antar oleh beberapa pengawal lainnya agar ke tempat yang lebih aman. Sekalian memulangkan para tamu. Selanjutnya Rex juga ikut mengejar pelaku penembakan tersebut.
Di tengah taman si pelaku berkelahi dengan para pengawal sekalian ia menembak para pengawal juga. Rex datang dan segera menyerang juga. Ia menyerang pria berpakaian hitam tersebut. Saling pukul dan tendang pun di lakukan Rex. Dan saat pelaku hendak menembak ke arah Rex, dengan segera Rex menendang hingga senjatanya terlempar jauh. Kemudian ia menendang perut si pria baju hitam tersebut sampai jatuh tersungkur. Semua pengawal Rex kemudian mengarahkan senjatanya ke arah pria berpakaian serba hitam. Ia terpojok dan tak dapat lagi melawan. Akhirnya ia di borgol tangannya dan dibawa ke penjara istana.
Rex menyuruh para pengawal segera mengamankan dan sekalian menjaga pelaku agar tak lolos. Para pengawal melakukan perintah Rex. Sedangkan Rex segera berlari ke arah kamar kakeknya. Sampai di dekat kamar kakeknya, banyak dokter istana yang di tunjuk agar segera menolong si kakek. Hasan Mustapa kehabisan banyak darah, peluru yang terkena di dekat dadanya segera di keluarkan dan di obati lukanya. Syukur saja tak mengenai jantung sang kakek. Mereka bisa bernafas lega sekarang. Rex mendekat.
“Bagaimana keadaan kakek ku?”
Dokter melihat ke arah Rex.
“Yang mulia sudah tak apa. Namun perlu istirahat total. Mengingat Sultan Hasan Mustapa sudah punya sakit dan kini kena tembakan jadi ia perlu istirahat. Nampaknya pun beliau sedang pingsan.”
“Jadi kakek sudah tak apa kan?” Rex menatap kakeknya yang terbaring kemudian menatap dokter istana.
“Saat ini sudah tak apa Pangeran. Saya pamit undur diri.” Dokter pun pamitan dan keluar.
Kini Rex duduk di dekat ranjang kakeknya. Hasan Mustapa sudah sangatlah tua, usianya yang senja dan rapuh sudah membuatnya kesusahan, apalagi ada penyakit dan sekarang di tambah terkena tembakan. Kasian beliau. Kakek tua ini sudah lama bertahan, dia perlu istirahat. Saat di ranjangnya sang kakek tertidur lelap, nampak sangat damai.
Rex berpikir, nampaknya ia tak bisa kembali dengan cepat ke Naomi dan kakeknya Dicky Han.
Ahmed mendekat ke arah Rex. Ia membungkuk hormat.
“Tuanku, anda juga harus istirahat. Biarkan Sultan Hasan Mustapa istirahat di kamarnya.” Ujar Ahmed sambil mengatakannya di dekat Rex. Rex menganggukkan kepalanya. Ia segera keluar dari kamar sang kakek, sekalian berpesan pada Ahmed agar memperketat penjagaan di sekitar sang kakek. Ahmed pun segera melaksanakan perintah.
Kemudian Rex berjalan ke sekitar koridor istana. Ia kemudian bertanya ke salah satu pelayan, dimana penjara istana berada. Seorang pelayan mengatakan agar berjalan ke ruang bawah tanah, akhirnya Rex meminta seorang pengawal mengantarkannya. Rex belum hapal seluruh ruangan yang ada di istana.
Saat sudah sampai di ruang bawah tanah, tempat penjara istana, Rex segera menemui pelaku penembakan yang terkurung di balik jeruji besi. Rex menatap pria berpakaian serba hitam tersebut, kini ia tak lagi memakai penutup wajahnya.
“Siapa kau? Apa motif kau melakukan penyerangan?” Rex berbicara pada pria asing tersebut.
__ADS_1
Pria tersebut melihat ke arah Rex. Ia berdiri dan berjalan mendekat. Namun saat ini terhalang oleh jeruji besi.
“Aku hanya melaksanakan tugasku.”
“Kau siapa? Dan siapa yang menyuruhmu?”
“Tak tahu. Aku hanya orang suruhan. Saat di pasar aku diberikan sejumlah uang yang banyak untuk membunuh anggota kerajaan. Saat melakukan aksi ku yang terlihat hanya sultan Hasan Mustapa, jadi aku mengarahkan senjataku ke arahnya.”
“Siapa yang menyuruhmu?”
“Tak tahu. Ia mengenakan sebuah topeng.”
Ahmed datang mendekati Rex. Tadi ia heran tak menemukan Rex dimana pun, ternyata Rex di ruangan penjara bawah tanah istana. Akhirnya Ahmed menyusul. Kini Ahmed berdiri di samping Rex.
“Tuanku. Ku pikir Anda kembali ke kamar, ternyata kemari. Masalah penjahat ini akan hamba yang selesaikan.” Ujar Ahmed di depan Rex.
Rex mengangguk dan berjalan pergi serta di ikuti Ahmed. Saat sampai di depan kamarnya, Rex kembali melirik ke arah Ahmed.
“Ahmed, kenapa kau memanggilku Tuan? Kan sudah ku bilang panggil Rex saja.”
Rex akhirnya pasrah saja. Ia masuk ke kamar dan istirahat. Sedangkan Ahmed meminta para pengawal berjaga juga di sekitar Rex.
Di tempat lain.
Seorang pria asing berkebangsaan Inggris Paul Lister sedang duduk di sofanya dan mendapatkan laporan. Ia terlihat tak puas dan marah. Kemudian orang suruhannya pun pergi. Anastasya keluar dari kamarnya dan menuruni tangga kemudian duduk di samping Papanya.
“Papa, ada apa? Terlihat nampak kesal.” Anastasya melirik ke Papanya.
“Tak perlu memikirkan Papa, Ana. Oh iya, Ana putriku ... kau tahu kalau pangeran kerjaan Turki telah kembali kan?”
“Iya Papa.”
“Nah ... di saat itu terjadi insiden Sultan Hasan Mustapa tertembak.”
“Iya. Ana tahu. Saat itu Ana juga di sana Pa. Awalnya Ana hendak memanjat tembok dengan menaiki pohon untuk kabur eh malah jatuh dan bertemu pangeran tersebut, kemudian mendengar sultan Hasan Mustapa tertembak.” Ana menjelaskan kejadian yang terjadi di istana.
Paul kaget mendengarnya.
__ADS_1
"Jadi kau bertemu dengan Pangeran?"
“Iya Papa. Dia sangat tampan.” Ana tersipu malu.
Paul terdiam dan kemudian sedang berpikir. Sebuah ide terlintas di pikirannya.
“Anastasya, apa kau suka dengan pangeran tersebut?” Paul menatap putri satu-satunya tersebut.
“Gadis manapun pasti akan terpikat padanya Papa.”
“Dan kau?” Paul menatap menyelidik.
“Ana suka, tertarik juga, namun mana mungkin pangeran suka padaku Papa.” Ana sadar akan dirinya yang bukan kalangan putri raja. Namun ia adalah putri dari salah satu jendral besar yang sudah lama bertugas di turki. Kampung halaman mereka di inggris sudah lama di tinggalkan. Mengingat Mamanya sudah lama meninggal sewaktu Anastasya kecil, saat itu ia berumur 5 tahun Mamanya Eva Lister telah meninggal dunia. Hanya Papanya yang membesarkannya. Hingga mereka memutuskan tinggal di turki dan Papanya akhirnya di rekrut oleh kerajaan Turki karena prestasinya di inggris adalah seorang Laksamana yang cukup hebat.
Kini pangkat Jenderal besar telah di miliki oleh Papanya di turki. Dan kecantikan Anastasya siapa yang tak tahu. Seluruh di turki tahu tentang kecantikannya. Kedua bola matanya yang biru dan rambut panjangnya yang emas agak keabuan di warisi dari Papanya. Namun wajah cantiknya tentu dari Mamanya. Tapi sikap Anastasya berbeda dengan gadis kebanyakan. Ia tidak suka keramaian. Ia tak suka pesta. Ia tak suka peraturan dan semua hal yang di anggap ribet. Anastasya suka kebebasan. Ia walau berpakaian seperti seorang gadis namun sebenarnya ia tak bisa terlalu feminim. Ia memakai pakaian tersebut hanya demi kehormatan Papanya.
Paul tersenyum puas.
“Bagaimana kalau kau di jodohkan dengan pangeran? Pangeran kan belum menikah dan belum punya jodoh, Papa akan usulkan pada Yang Mulia Hasan Mustapa.” Ujar Paul di depan putrinya. Anastasya nampak tersipu malu. Nampaknya Anastasya setuju saja.
Sebuah rencana licik sedang di pikirkan oleh Paul. Ia berharap rencananya akan berhasil.
Bersambung....
Oh no ... Rex sedang jauh dari Naomi dan Anastasya malah muncul di dekat Rex.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
.
__ADS_1