
Saat Rex sedang berpikir dan Ahmed masih memandang ke arah Rex, Kiara mengambil pisau yang menancap pada tubuhnya Joe. Ia cabut dan menatap pisau tersebut.
Pandangan Kiara nampak kabur karena banyaknya air mata yang ia keluarkan. Masih dalam perasaan sedih sambil menatap pisau tersebut. Rex dan Ahmed melihat ke arah Kiara, mereka berdua berpikir kalau Kiara hendak menusuk ke arah mereka. Kiara melihat ke arah Rex dan Ahmed. Dan yang terjadi selanjutnya cukup mengejutkan Rex serta Ahmed. Kiara menusuk dirinya sendiri. Kiara pun tewas di samping jasadnya Joe. Ia menyusul Mariana dan Joe, ikut mati.
Nampaknya kesedihan yang mendalam membuatnya berpikiran untuk mengakhiri saja hidupnya. Rex menatap ke arah Ahmed. Ia menyuruh Ahmed membereskan tempat tersebut. Beberapa pengawal anggota Ahmed yang masih hidup segera bangkit kembali. Ahmed menyuruh mereka mengumpulkan semua mayat dan dijadikan satu. Kemudian wisma tersebut pun dibakar habis tak bersisa. Semua mayat di dalam pun ikut hangus beserta wisma juga hangus di lalap si jago merah.
Kemudian rombongan Rex dan Ahmed kembali ke istana.
Sampai di Istana, Rex langsung membersihkan dirinya. Kemudian ia pergi tidur.
Namun baru saja istirahat, suara kegaduhan terdengar kembali. Ahmed meminta ijin masuk. Padahal sekarang sudah larut malam hari. Rex bangun dan menuju pintu dan membukanya.
“Ada apa?” Rex menatap Ahmed yang nampak panik.
“Baginda Hasan Mustapa sekarat.”
“Kok bisa? Bukannya kondisinya mulai membaik.”
“Hamba tak tahu, namun sebaiknya Tuanku ikut hamba.” Ahmed mengajak Rex dan Rex mengikutinya.
Mereka berdua berjalan tergesa-gesa. Sampai di kamar Hasan Mustapa, beberapa istri dan selir juga beberapa putri kerajaan menunggui. Bahkan putri Sonia, Almira dan Miranda juga ada. Rex masuk bersamaan Ahmed ke dalam. Di lihatnya dokter istana memeriksa, Rex mendekat dan menanyakan.
“Bagaimana keadaan Sultan Hasan Mustapa?” Rex sangat cemas dengan keadaan Hasan Mustapa.
“Maafkan hamba Tuanku, keadaannya kritis kembali saat ini.” Dokter istana menunduk.
“Bagaimana bisa? Bukannya keadaannya mulai membaik.” Rex serasa tak percaya.
“Sultan Hasan Mustapa sudah usia lanjut, beliau juga punya penyakit lama ditambah kena tembakan beberapa waktu yang lalu. Walau sempat membaik, namun melihat sakit yang sudah lama di derita jadi sepertinya hamba tak bisa menjamin beliau bisa bertahan. Sesungguhnya selama ini beliau menahan sakit dan merahasiakan kondisinya Tuanku. Maafkan hamba.” Dokter istana meminta maaf.
Rex segera mendekati Hasan Mustapa. Hasan Mustapa tersenyum. Rex memegang tangannya Hasan Mustapa sekalian mengelus dengan lembut.
__ADS_1
“Rex, hidup ku sudah tak bisa bertahan lama lagi, ku serahkan negeri ini dan kerajaan ini di tanganmu. Berbahagialah selalu.” Hasan Mustapa tersenyum dan menghembuskan nafas terakhirnya.
“Semoga tenang di alam sana Yang mulia Hasan Mustapa.” Ucap Rex dan mencium punggung tangannya Hasan Mustapa dan mencium keningnya pula. Semua yang hadir pun menangis. Kini Hasan Mustapa telah tutup usia dan memejamkan matanya untuk selamanya. Para istrinya yang masih bersamanya dan selir juga putri pun menangis melihat Hasan Mustapa yang sudah wafat.
Esoknya pun segera di laksanakan pemakaman Sultan Hasan Mustapa. Ia di kuburkan di tempat kuburan para raja dan anggota kerajaan. tempat khusus yang sudah ada sejak turun temurun. Kerajaan sedang berduka begitu juga para anggota istana dan rakyatnya.
Sepeninggalan Hasan Mustapa, seminggu kemudian Rex diangkat menjadi sultan berikutnya di usianya yang masih muda. Mau tak mau Rex harus menerimanya dan menjalaninya. Rex pun belajar sambil memimpin serta melaksanakan tugasnya sebagai sultan. Ia juga tak meninggalkan sekolahnya yang masih SMA, Rex tetap menjalani sekolahnya walau di turki. Ahmed bilang kalau ia telah mengurus pertukaran pelajar untuk Rex, jadi dari sekolah lama ia melakukan pertukaran pelajar begitu supaya bisa ke turki. Dan jika nanti Rex hendak kembali ke sekolah yang sama dengan Naomi akan mudah dengan cara pertukaran pelajar tersebut kembali.
Waktu pun terus berlalu di turki. Keadaan sudah aman dan damai. Tak pernah ada kerusuhan atau pun tindak kejahatan lagi yang terdengar. Selama hampir 5 bulan pun telah Rex lalui di turki. Semuanya aman terkendali.
Saat ini siang hari, dan ia sudah lama tak mendengar kabarnya Naomi dan Kakek Dicky Han. Hampir lebih sebulan tak terdengar, Rex merasa gelisah. Ia meminta Ahmed menghubungi orang-orang mereka yang di tempatkan untuk menjaga Naomi dan kakeknya. Namun tak ada kabarnya juga. Ada rasa cemas dan kegundahan di hatinya Rex. Rex memanggil Ahmed untuk berbicara di ruang bacanya.
“Tuanku memanggil hamba.” Ahmed membungkuk dengan hormat. Walau Rex sudah menjadi sultan namun Rex tetap meminta Ahmed memanggilnya seperti itu saja. Karena Rex yang memintanya.
“Cari tahu kabarnya Naomi dan kakek Dicky Han? Orang-orang yang kau tempatkan masih menjaga di sekitar Naomi dan kakek Dicky kan?”
“Setahu hamba masih. Saya akan coba cari tahu. Permisi Tuanku.”
Esok harinya Ahmed datang kembali menghadap ke Rex. Ia mengatakan kalau para anak buah yang di tempatkan sudah tak ada. Lost kontak sudah. Hal tersebut membuat Rex cemas. Ia hendak memeriksa sendiri. Tapi tentu saja Ahmed melarangnya.
“Aku akan kembali kalau begitu.” Rex berencana kembali ke tempat dimana ada Naomi dan kakeknya Dicky Han.
“Tidak bisa Tuanku. Lalu bagaimana disini?” Ahmed menggeleng.
“Kau yang akan menggantikan ku sementara di sini.” Rex memerintahkan.
“Tidak. hamba tak mau.”
“Harus mau. Apa kau mau ku hukum?”
Kedua bola matanya Rex berputar dan menatap dengan malas.
__ADS_1
“Tuanku, tolong jangan mempersulit hamba.”
“Kerjakan saja, aku akan meminta putri Sonia juga menemani mu mengawasi di sini.”
Mendengar kata Sonia membuat wajahnya Ahmed berubah. Ia jadi merasa senang karena bisa berdekatan terus dengan Sonia.
“Sonia lebih dewasa dan kurasa kalian bisa jadi wakil ku di sini.”
“Lalu siapa yang akan menemani Anda kembali ke sana?”
“Aku akan membawa Tommy. Dia salah satu asuhan pengawal terbaikmu kan.”
“Baiklah. Kalau ada apa-apa harap segera menghubungi hamba Tuanku.” Ahmed berdoa semoga saja Rex baik baik saja dan terlindungi.
“Kau juga, Ahmed.” Rex tersenyum.
Akhirnya Rex pergi bersama Tommy, Turki serta kerajaan di minta Rex agar Ahmed dan Sonia sementara menjaganya. Rex hendak kembali memeriksa dan ingin tahu keadaan Naomi serta kakek Dicky Han disana, makanya ia hendak kembali. Namun hal yang mengejutkan akan segera di lihat Rex saat kembali. Ia bahkan tak menduga kenapa hal tersebut bisa terjadi.
Bersambung....
Apa yang terjadi ke Naomi dan Kakek Dicky Han, kenapa tak ada kabarnya ya ?
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
No plagiat ya :D
__ADS_1
Like sebanyaknya dan Vote sebanyaknya ya kak. Makasih kak. :D