Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)

Anak Sultan (The Stupid Man To Be Smart Man)
Bab 54.


__ADS_3

“Aku Diego Martinez. Aku lah lawan kalian.” Diego pun mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Rex.


Keduanya saling menatap satu sama lain.


“Aku Rex.” Rex pun memperkenalkan dirinya. Kemudian Diego beralih ke arah Naomi dan Ahmed. Diego pun mengulurkan tangannya ke arah Naomi.


“Naomi Yamaguchi.” Naomi menyambut tangannya Diego.


“Diego Martinez.”


Kemudian beralih ke arah Ahmed.


“Ahmed.”


“Diego Martinez.”


Setelah selesai saling berkenalan, Diego undur diri pamitan. Ia sempat mengerlingkan sebelah matanya ke arah Naomi. Kemudian berlalu pergi.


Kini Naomi, Ahmed dan Rex saling pandang.


“Kapan akan di mulai satu lawan satunya?” Tanya Rex ke Naomi.


“Mungkin nanti malam, kita bersiap saja.” Naomi menjawab.


“Hebat ya, dari balapan lanjut ke perburuan di pulau dan sekarang duel satu lawan satu.” Ahmed cukup salut dengan The Death battle ini.


“Setahuku dahulu memang hanya duel satu lawan satu. Mungkin sekarang berkembang menjadi bervariasi caranya. Kita kembali dahulu ke kamar hotel dan bersiap untuk instruksi selanjutnya.” Ajak Naomi pada Rex dan Ahmed. Rex dan Ahmed pun setuju.


Rex, Naomi dan Ahmed kembali ke kamar hotelnya. Peserta lainnya pun sama. Di dalam kamarnya Rex, Naomi dan Ahmed masing-masing bersiap. Mereka mempersiapkan dirinya masing-masing. Makan siang sebentar dan lanjut bersiap kembali.


Malam harinya setelah makan malam, semua peserta di undang kembali oleh semua anak buahnya Lou Han. Kali ini pakaian masing-masing sangatlah berbeda. Pakaian masing-masing peserta berbeda dikarenakan mereka akan berduel, jadi mengenakan pakaian yang di rasa pas untuk bertarung.


Ahmed menggunakan pakaian serba hitam seperti layaknya seorang prajurit saja. Naomi mengenakan pakaian bertarungnya dan ia nampak seperti seorang prajurit wanita namun dengan kostum seperti Elektra. Sedangkan Rex mengenakan pakaian berwarna biru tua yang nampak seperti baju seragam judo saja. Mereka kini sudah siap. Tak lupa Naomi membawa pedang samurainya.


Semuanya berkumpul di ruangan aula tempat biasa mereka di kumpulkan. Naomi, Rex dan Ahmed sedang duduk menunggu. Begitu juga para peserta lain sibuk menunggu. Aiko datang dengan para rombongan ninja, namun tak ada Lou Han. Aiko berdiri di depan para peserta The Death Battle. Semua peserta berdiri.


Kemudian Aiko seperti melemparkan sebuah serbuk magis hingga sebuah lubang hitam keluar di tengah semua orang. Para peserta kaget luar biasa, begitu juga Rex, Naomi dan Ahmed. Ada kekuatan magis rupanya yang di miliki oleh Aiko.


“Aku telah membuka portal. Kalian masuk lah satu persatu ke dalam portal tersebut. Di sanalah kalian akan melakukan duel.” Aiko pun mempersilahkan kan para peserta untuk masuk ke arah portal yang di bukanya. Ternyata lubang hitam yang ditampilkannya adalah sebuah portal untuk berpindah tempat.


Satu persatu peserta masuk ke dalam portal tersebut, dan Rex juga Naomi serta Ahmed pun ikut masuk ke dalam portal. Begitu melewati portal, mereka langsung sampai ke sebuah arena bertarung yang nampak beda. Sekelilingnya nampak hanya bebatuan, dan di tengah ada seperti panggung ring untuk bertarung.


Semua peserta mengeliling tempat tersebut. Di dekat mereka ada sebuah singgasana tempat duduk. Ternyata Lou Han ada disana sudah duduk dengan santai sambil meminum wine minumannya juga ada buah-buahan di atas mejanya. Aiko duduk di dekat Lou Han. Lou Han yang sudah melihat para petarung The Death Battle, segera berdiri. Ia menyambut mereka semua.

__ADS_1


“Selamat datang ke arena pertarungan The Death Battle. Untuk duel pertama silahkan di mulai dan yang lainnya bisa duduk di meja dan kursi yang sudah di sediakan sambil menunggu gilirannya. Putaran ketiga duel pun di mulai sekarang.” Usai berkata Lou Han pun duduk kembali.


Kemudian Aiko maju berjalan ke depan. Ia memandang semua peserta.


“Duel pertama, perwakilan dari keluarga Nakizaki dan perwakilan dari keluarga Fernandes silahkan memasuki arena pertarungan. Aku Aiko Nakamura menyatakan silahkan di mulai.” Aiko pun kembali duduk ke tempatnya semula.


Rex, Ahmed dan Naomi memperhatikan duel pertama yang akan berlangsung. Keluarga Nakizaki ternyata seorang wanita cantik. Sedangkan dari keluarga Fernandes adalah seorang pria yang cukup sangar. Keduanya naik ke atas arena pertarungannya. Yang pria memasang kuda-kudanya. Dan si wanita pun bersiap. Langkah pertama di ambil si wanita, ia melakukan serangan pertama. Sang pria segera menangkis tendangan dari si wanita. Baku hantam pun terjadi di antara keduanya. Jurus keduanya sama hebatnya. Sepertinya keduanya emang sudah terlatih dari jauh hari dan sudah bersiap untuk hari ini. Namun di saat terakhir si wanita mendapatkan pukulan hantaman keras dari sang pria. Ia jatuh tersungkur. Sang pria menatap Aiko. Aiko memberikan kode untuk membuat mati. Karena dalam duel ini memang tak boleh ada kata kasian. Yang kalah haruslah mati.


Sang pria pun mematahkan kaki dan tangan si wanita. Si wanita menjerit kesakitan, kemudian sang pria memutar kepala wanita hingga si wanita pun akhirnya tewas. Sadis sekali memang. Namun itulah peraturan di The Death Battle. Tubuh mayat yang mati segera di singkirkan.


Dan pria yang dari keluarga Fernandes pun dinyatakan menang. Selanjutnya Aiko memanggil peserta berikutnya. Keluarga dari Yamamoto dan Tanaka, masing-masing naik ke atas arena. Mereka sama-sama pria. Keduanya pun langsung melakukan pertarungannya dan saling baku hantam, hingga akhirnya perwakilan keluarga Tanaka lah yang menang.


Lanjut ke duel ketiga, antara wanita bermarga Lee, ia berasal dari korea bertarung melawan wanita cina bermarga Hong. Keduanya sama tangkasnya. Sama-sama wanita yang kuat. Mereka menggunakan senjata. Yang satu mengunakan belati dan satunya mengunakan rantai besi yang panjang. Saling serang menyerang dan tak ada yang mau kalah. Hingga akhirnya wanita bermarga Lee menusuk wanita cina tersebut dengan belatinya. Ia terkena tusukan berkali-kali di perutnya hingga akhirnya tewas, dan menanglah wanita bermarga Lee tersebut.


Duel ke empat pun lanjut. Antara pria bertubuh besar dengan pria bertubuh kecil. Perwakilan keluarga Foster si badan besar dilihat dari wajah ia orang kulit putih ( bule) melawan perwakilan keluarga Chan yang bertubuh kecil, orang cina. Keduanya naik ke atas arena dan memulai pertarungannya. Si tubuh besar memulai pertarungannya, ia menyerang bertubi-tubi ke arah pria cina bertubuh kecil. Namun pria kecil gerakannya sangatlah gesit, hingga dengan cepat mengelak dan malah menyerang si tubuh besar. Pria bertubuh besar pun menerima pukulan hebat dari pria kecil. Ia pun merasakan sakit yang teramat. Si pria kecil tak membuang kesempatan. Ia naik ke atas pria tubuh besar dan memukul kepalanya. Tengkorak kepalanya pun di pukul sangatlah keras. Untuk selanjutnya tubuh besar pun jatuh terkulai lemas. Darah segar keluar dari hidungnya. Ia tewas dan menanglah si pria kecil orang cina tersebut.


Selanjutnya duel ke lima, antara tim Rex dan Diego Martinez. Aiko memanggil mereka berdua. Naiklah Diego ke atas panggung arena bertarung mereka, Rex hendak maju namun di cegah oleh Ahmed.


“Biar aku saja yang menghadapinya. Jika terjadi sesuatu padamu maka baginda kakek raja akan marah padaku. Biarkan aku bertaruh nyawa. Keselamatanmu adalah prioritas kami.” Ahmed mau menggantikan Rex. Karena mereka bertiga kan gak mungkin naik semua sekaligus. Lou Han dan Aiko pasti tak akan mengijinkan. Karena ini adalah duel satu lawan satu. Jadi di antara salah satu dari mereka bertiga yang akan maju.


“Tidak Ahmed. Aku yang akan maju. Aku yang mau pergi menggantikan Naomi, maka aku yang akan maju.” Rex sudah bulat tekadnya. Ia mencekal tangannya Ahmed.


Naomi menatap ke hadapan dua orang di hadapannya. Akhirnya ia yang berjalan dan naik ke atas arena. Rex sangatlah kaget. Ia segera mengejar Naomi. Namun Naomi sudah naik ke atas arena. Rex pun ikut naik.


“Tidak Nao, aku saja.” Ucap Rex ke Naomi. Naomi melihat ke arah Rex. Diego melihat ke arah dua orang di hadapannya. Sedangkan Ahmed menatap cemas dari tempatnya.


“Tak boleh dua orang melawan satu orang. Harus salah satu di antara kalian yang melawan Diego Martinez.” Aiko melarang dan menatap ke arah Rex dan Naomi.


“Biar ak....” belum selesai Naomi berkata namun Rex sudah memotong.


“Aku saja.” Rex langsung menawarkan dirinya. Di tempat duduknya Ahmed sudah sangatlah cemas. Naomi langsung menggeleng. Ia tak mau jika Rex yang maju, karena taruhannya nyawa tak bisa sembarangan.


Rex menghadap ke arah Naomi.


“Percayalah padaku Nao. Oke.” Rex memegang ke dua bahunya Naomi. Naomi berat hatinya untuk mengikhlaskannya.


Aiko dan Diego menatap ke arah dua orang tersebut.


“Sudah dip putuskan siapa yang maju kan?” tatap Aiko tajam.


“Hey bung, aku tak mau bertarung dengan wanita. Jadi sebaiknya kau saja yang bertarung denganku.” Diego menunjuk ke arah Rex. Rex pun menganggukkan kepalanya. Karena sudah di putuskan, Aiko segera menarik Naomi keluar dari arena pertarungan.


Naomi pun terpaksa turun karena sudah di seret oleh Aiko. Naomi kembali duduk di samping Ahmed. Mereka menatap ke arah Rex. Aiko pun kembali ke tempatnya. Kini Rex dan Diego mulai bersiap. Namun keduanya masih sama-sama diam. Mereka saling mengawasi gerak gerik lawannya.

__ADS_1


“Silahkan di mulai.” Ucap Rex pada Diego.


“Baiklah. Aku tak akan sungkan lagi.” Diego pun langsung melakukan penyerangan pada Rex.


Diego menyerang dan Rex menangkisnya. Keduanya mulai serang menyerang. Pukul, tendang dan tinju pun di keluarkan. Diego rupanya sangatlah terlatih. Tentu saja terlatih, karena Diego adalah atlet karate tingkat nasional rupanya di kotanya. Naomi dan Ahmed menatap cemas ke arah Rex.


Beberapa serangan dari Diego sangatlah berbahaya, dan Rex hanya menahannya. Kemudian tendangan mematikan di keluarkan Diego hingga Rex pun jatuh. Di saat itulah Naomi dan Ahmed sampai berdiri dari tempat duduknya. Mereka hendak menolong namun tentu saja tak bisa. Semua ninja ada di sekeliling mereka. Jika salah langkah mereka pun bisa saja di habisi di tempat.


Rex kembali bangun dan mulai kembali menyerang Diego. Ia tak boleh kalah, demi semua orang yang mencemaskannya.  Kembali baku hantam pun di lakukan. Beberapa kali Rex jatuh dan kini tubuhnya sudah banyak luka. Wajahnya pun babak belur. Sudah ada luka dan darah di sekitar alis atas di kanan matanya. Dan dagunya pun luka. Diego kembali menyerang dan membuat kaki Rex kesakitan.


Naomi tak kuasa dan tak tahan. Ia mendekati arena, seorang ninja mendekatinya.


“Aku hanya berdiri di dekat ring saja, please.” Naomi memelas. Ninja tersebut tak mengijinkan. Naomi pun terpaksa kembali duduk. Beda lagi Ahmed, dia sudah sangatlah frustasi melihat Rex di hajar habis-habisan oleh Diego hingga Rex jatuh berkali-kali.


Diego menampilkan senyumannya dan melirik ke arah Naomi.


“Jika pemuda ini kalah, kau jadi milik ku. Kau dengar itu girl.” Diego menunjuk ke arah Naomi. Naomi membuang muka.


Aiko dan Lou Han hanya tersenyum kecil.


“Ternyata dia sudah punya target Tuan.” Ucap Aiko pada Lou Han.


“Hahaha ... kita lihat saja selanjutnya.” Lou Han merasa ini menarik.


Rex melihat ke arah Diego dan Naomi. Ia kemudian kembali bangkit. Entah kekuatan dari mana, Rex kemudian kembali menyerang Diego. Padahal ia sudah hampir sekarat. Diego melihat Rex kembali bangkit segera menangkis serangan Rex. Keduanya kembali baku hantam. Dan Rex menyerang tanda vital dari Diego hingga Diego kesakitan. Tak cukup di situ, Rex menyerang sekitar kepala Diego yaitu memukul kedua telinga Diego, daerah sensitif tentunya. Diego kesakitan karena gendang telinganya seakan merespon rasa sakit akibat pukulan dari Rex. Bertubi-tubi tinju dan pukulan di layangkan Rex kepada Diego, dan sekali jurus tendangan mengenai perut Diego hingga Diego jatuh tersungkur.


Diego menahan sakit yang ia derita dan ia meringkuk kesakitan. Tersungkur di arena tersebut.


Lou Han pun langsung berkata : “Kill him!!!” Yang artinya bunuh dia, ucap Lou Han berseru pada Rex.


Semua pun bersorak “Kill him ... kill him ... kill him.”


Rex menatap semuanya.


Bersambung....


Nah, kelanjutannya akan seperti apa ya? Rex you are my hero. Jatuh bangun berkali-kali dan akhirnya bangkit lah Rex ku :D


Saksikan terus kelanjutannya ya kakak reader semua 🤗😊 :D


Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)


Klik like, klik vote, klik favorit dan kasi komennya ya :D

__ADS_1


Thanks. Love you all :D


No plagiat ya. :D


__ADS_2