
Saat di buka ternyata sebuah Dompet cantik di dalam bungkusan kotak kado tersebut.
Semua memandang ke arah Dompet cantik tersebut. Mata Rere pun berbinar. Itu kan edisi terbatas dan dompet dari merek terkenal. Kok bisa Rex memberikannya. Bahkan tamu lainnya pun berdecak kagum melihat dompet cantik tersebut sambil melirik ke arah Rex. Dan Brian merasa ini tak benar. Bagaimana mungkin cowo miskin kayak Rex bisa beli dompet mahal edisi terbatas lagi. Pasti bohong ini. Ini pasti barang tiruan. Begitulah menurut Brian.
“Bagus banget” Ucap Rere. Ia mengambil dari tangannya Brian dan berlari ke arah Rex.
“Makasih Rex. Aku suka” Rere tersenyum. Rex pun tersenyum. Cuman Rex agak bingung juga kok dompet ya. dia aja gak tahu isinya apa. Hehehe kan Ahmed yang pesankan. Tapi dompet ini berbeda dengan yang dilihat Rex. Jadi apakah ini barang murah atau tiruan ya. pikir Rex.
“Iya. Sama-sama” Rex pun ikut tersenyum.
Brian memandang tak suka. Ia kembali bersuara karena tak puas.
“Re, jangan tertipu. Bisa saja itu palsu. Bukan asli.” Ucap Brian. Dan semua pun berpikiran begitu akhirnya. Karena mana mungkin Rex membeli dompet mahal. Dia kan miskin. Semua berpikiran yang sama.
Rex dan Brian saling bertatapan. Kedua mata mereka saling menatap tajam. Kedua pemuda tampan saling menatap tak suka. Rere memutar kedua bola matanya dengan malas. Ia menatap Brian semakin kesal.
“Brian, kau tak boleh berbicara yang tidak-tidak. Ini pesta ku. Kau mau merusak momentku. Walau pun ini palsu atau asli. Aku tetap akan suka. Karena Rex yang memberikan untuk ku” Ucap Rere tegas.
Scoot langsung menatap tajam ke arah putrinya. Rere bisa merasakan tatapan tajam dari Papanya.
“Re, tak usah kau bela. Coba tanya Rex dimana dia beli?” Brian memandang ke Rex dengan sinis.
Kembali semua perhatian mengarah ke Rex.
Rex yang ditatap hanya bersikap biasa saja. Naomi melangkah dan berdiri di samping Rex di ikutin oleh David juga. Naomi menarik tangan Rex untuk mengajaknya pulang saja. Toh cuma ejekan saja yang akan di lontarkan oleh Brian. Jadi sebaiknya mereka pulang. Itulah yang Naomi pikirkan saat ini.
“Rex, kita pulang saja. Sepertinya Brian hanya mau mempermalukanmu” Ajak Naomi berbisik ke Rex.
Rex menoleh ke Naomi dan tersenyum. Senyuman yang sekarang membuat hati Naomi bergetar dan sakit juga di saat bersamaan.
“Tidak perlu. Kita santai saja Nao” Rex bersikap santai.
Namun Naomi sudah terlihat cemas. Brian kembali membuka suaranya.
“Rex, dimana kau beli dan berapa harganya???” Tatap Brian lurus ke arah Rex.
“Aku tak tahu. Harganya pun tak tahu” Rex menjawab dengan jujur.
Jawaban Rex membuat semua mata mencemoohkannya. Bahkan Brian terkekeh mendengarkannya.
“Tak tahu. Hahaha ... jadi benar itu barang palsu. Hanya tiruan. Karena itu kau tak bisa mengatakannya kan. Lihat kalung yang sudah dipakai Rere. Itu dari ku. Harganya saja mahal sekitar 12 juta. Menurutmu bagaimana? Bisa kau belikan sama mahalnya seperti itu.”Ejek Brian.
Namun Mama Rere, Julia datang mendekat. Ia suka mengkoleksi barang branded dan mahal. Jadi ia bisa tahu dan mengenalinya. Apa lagi usaha Mama Rere bergerak dibidang penjualan tas dan dompet serta sepatu. Jadi ia ahlinya.
Mama Rere mengambil dompet di tangan Rere dan memperhatikan denga seksama. Ia lalu terkejut bukan main. Ternyata ini benaran asli. Bahkan ini edisi terbatas itu. Ia menatap ke arah Rex dan dompet bergantian. Serasa tak percaya namun kagum juga. Rere menatap ekspresi aneh Mamanya.
__ADS_1
“Kenapa Ma?”
“Ini asli Re, barang mahal dan branded. Edisi terbatas.” Ucap Julia yang mebuat semua yang mendengar terkejut dan tak percaya. Bahkan Brian sendiri seakan tak percaya.
“Mana mungkin cowok kere kayak Rex bisa membelinya Tante. Tante salah lihat kali” Ujar Brian.
“Tidak. Tante yakin. Tante kan bergerak dibidang dan usaha penjualan seperti ini jadi jelas Tante tahu mana palsu dan mana asli. Ini jelas yang asli. Kau beruntung Re.” Julia menatap putrinya dan menyerahkan kembali dompet cantik tersebut ke Rere. Rere tersenyum puas. Ia yakin penilaian Mamanya tak akan salah.
“Kau dengar Brian. Tak mungkin Mamaku salah” Ucap Rere kembali.
Brian terkejut dan tak terima. Bahkan Rex dan Naomi sendiri pun terkejut. Naomi kembali berbisik ke Rex.
“Rex, benerkah itu barang mahal edisi terbatas?”
“Tak tahu. Ahmed yang memesan”
Keduanya saling pandang. Sekarang Naomi bisa mengert. Ini ulah Ahmed rupanya. Pria dewasa yang menyupir mobil mereka tadi rupanya. Kebetulan Ahmed pun ikut masuk ke acara tersebut. Sedikit banyak ia mendengar keributan apa yang di bahas.
Naomi mencari sosok Ahmed. Ia berjalan mendekatin Ahmed yang kebetulan masih di dekat mereka juga. Ahmed sedang sibuk makan rupanya.
“Om....” Panggil Naomi.
“Aku?” Jawab Ahmed menoleh ke Naomi.
“Iyalah. Kan Om yang nyupir mobil tadi kan”
“Iya. Yang satu mobil tadi”
“Kenapa?” Ahmed menghentikan makannya.
Naomi pun berkisah dan berbisik sebentar. Ahmed hanya mengangguk dan mendengarkan.
Kembali ke situasi Rex yang mau dipermalukan Brian. Namun malah mendapatkan kenyataan berbeda. Tapi Brian masih tak bisa terima. Padahal Julia sudah katakan kalau dompet tersebut asli. Brian kembali menatap Rex.
“Hey cunguk. Dimana kau membelinya? Berapa harganya? Katakan yang sejujurnya kalau itu palsu kan?” Brian memaksa.
“Tidak. Maksudku aku tak tahu. Karena yang memesan bukan aku”
“Hah? Maksudmu siapa Rex? Kan itu dari mu?” Brian melotot ke arah Rex.
Rex jadi bingung. Di saat bingung tersebut, Ahmed datang bersama Naomi.
“Tunggu. Saya yang belikan” Ucap Ahmed dan semua melihat ke arah Ahmed.
Siapa pula pria dewasa itu pikir Brian.
__ADS_1
“Kau siapa?” Brian menatap tak suka.
“Aku pelayannya Tuan muda Rex. Perkenalkan saya bernama Ahmed” Ucap Ahmed.
Dan tentu saja semua kaget mendengar perkataan Ahmed. Pelayan? Tuan muda Rex?
Apa-apaan ini. Sebuah leluconkah? Atau Rex hanya mempermainkan mereka saja kah? Dan siapa pula orang yang mengaku-ngaku sebagai pelayan ini? Brian bertanya-tanya dalam hatinya. Bahkan semua orang sedang berbisik. Semua juga bertanya-tanya apa maksud semua perkataan Ahmed barusan.
Rere, Scoot dan Julia menatap bingung ke arah Rex dan Brian. Bahkan David, Jenny dn Jerry juga nampak bingung. Sebenarnya apa yang terjadi sih. Hanya Naomi dan Rex yang paham apa yang dimaksud oleh Ahmed. Naomi tersenyum puas melihat semua reaksi orang yang nampak aneh dan bingung.
Tapi Brian tak mudah percaya. Ia tak bisa percaya perkataan itu. Baginya itu hanya kebohongan. Namun faktanya yang dikatakan Ahmed adalah kebenaran. Rex adalah anak sultan. Keturunan Anak Sultan. Jadi yang dikatakan oleh Ahmed tentu saja benar. Ahmed adalah pelayannya dan Rex adalah tuannya. Itu adalah fakta sebenarnya.
“Kau ini siapa? Jangan buat cerita bohong” Brian tak percaya.
“Saya Ahmed berbicara sesungguhnya. Rex memang tuan saya. Saya yang memesankan dompet tersebut. Bahkan Bon pembeliannya masih ada. Namun Maaf tuan Rex. Dompet seharga 15 juta yang anda mau hadiahkan pada Nona Rere tak jadi di kirimkan pihak toko. Pihak toko menggantinya dengan dompet yang lebih baik edisi terbatas. Seharga 291 juta untuk satu dompet tersebut” Ahmed menjelaskan.
Semua terkaget dan tercengang mendengar penuturan dari Ahmed. Bahkan Naomi dan Rex sendiri saja kaget. Dan Brian juga nampak syok.
Bersambung....
Nah, kira-kira selanjutnya gimana ya? Apakah Ahmed membocorkan jati diri Rex yang seorang anak sultan. Hihi saksikan selanjutnya ya. :D
Hehe, Brian mau mempermalukan Rex eh malah dia yang salah langkah. Wadidau.
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1