
“Apa yang bisa ku belikan untuk kado Rere dengan harga 500 ribu Nao? Aku pusing” Ujar Rex ke Naomi.
Naomi hanya berpandangan dengan Rex.
“Uang tabungan mu saja gabungkan Rex. Kan jadi makin banyak.” Usul Naomi ke Rex.
“Uang ini di tambah tabunganku masih kurang Nao. Hem....” Rex tertunduk lemas. Ia agak kecewa.
“Seharusnya bangga Rex. Karena telah menang tadi tim mu. Berbahagialah atas kemenanganmu”
“Makasih Nao. Tapi kan....”
“Rex, dengan uang segitu kau bisa beli boneka teddy bear yang besar serta coklat dan bunga untuk Rere. Berikan saja itu semua. Aku yakin Rere tetap suka. Kalau aku dikasi seperti itu pun, pasti akan senang juga” Naomi memberikan saran sekaligus menghibur Rex. Rex hanya diam.
Akhirnya keduanya pulang bersama. Namun pikiran Rex masih kurang puas. Ia ingin memberikan yang spesial untuk Rere pujaan hatinya.
Sampai di rumah pun Rex masih saja tak nyaman. Rex masih memikirkan bagaimana caranya bisa membelikan hadiah spesial pada Rere. Disaat pikirannya melamun seperti itu, sang kakek datang mendekatin Rex.
“Rex, sudah makan?” Ucap Dicky Han.
Rex menoleh.
“Sudah Kek. Kalau Kekek?”
“Sudah juga. Oh iya. Kakek mau pergi sebentar ya ke tempat teman kakek. Kau baik-baik ya dirumah.”
“Iya Kek”
Pergilah Dicky Han dan meninggalkan Rex sendirian. Saat sendirian di rumah, Rex masih terbengong sendirian. Bahkan sampai sore pun masih termenung tak menentu pikirannya melayang. Buku yang dipegangnya pun hanya jadi pajangan di tangan.
Sebuah suara terdengar menyapa dan memanggil Rex. Ahmed yang datang rupanya. Rex menyambut di depan pintu depan. Lalu keduannya masuk dan duduk di dalam rumah di kursi ala kadarnya. Ahmed melihat ke arah Rex dan menyerahkan sesuatu.
“Apa ini?” Ucap Rex.
“Hape, anda belum punya hape kan. Jadi saya berikan ini untuk anda. Harga murah kok cuma 20 juta. Saya pilihkan yang paling murah untuk anda” Ahmed menyerahkan sebuah kotak kecil yang didalamnya ada hape android yang terbaru tentunya. Rex menerimanya.
“Terima kasih Ahmed. Tapi panggillah namaku Rex saja. Kan kita sudah sepakat. Rasanya canggung. Dan lagi Hape seharga 20 juta terlalu mahal untuk ku. Bisa cukup untuk biaya hidup kami disini berapa lama lah itu”
“Baiklah. Harga hape segitu bukan masalah untuk kita. Sudah ada kartu simnya dan pulsanya juga paket kouta sudah ada juga. Rex tinggal menggunakannya saja. Oh iya. Sekalian ini. Black Card dan Gold Cardnya. Sebaiknya untuk Rex saja. Karena itu emang dari Kakek anda eh maksudnya kakek Rex di turki” Ahmed menyerahkan dua kartu sakti yang berisi banyak nominal uang yang tak terhingga pastinya.
Rex membulatkan kedua matanya lebar-lebar. Hape dan dua kartu sakti berada di tangannya. Namun dua kartu sakti tersebut di kembalikannya pada Ahmed. Ahmed mengerutkan keningnya.
“Kenapa?”
“Hape saja sudah mahal. Kartu itu tak usah” Tolak Rex.
__ADS_1
“Baiklah. tapi pegang lag Black Card ini. Jika ada yang di kehendaki maka akan bisa digunakan. Yang gold Card biar saya pegang”
“Baiklah” Akhirnya Rex terima saja karena di minta terus oleh Ahmed.
“Sendirian saja kah?”
“Iya. Kakek Dicky pergi keluar. Mungkin malam pulang sekalian makan malam dan pergi kerja juga. kakek kerja di malam hari biasanya.”
“Hem, kalau begitu kita pergi bersama keluar bagaimana?”
“Kemana?”
“Jalan-jalan. Ayolah”
Rex pun akhirnya mau. Ia pun menutup rumah dan menguncinya. Kunci ia selipkan di atas pintu. Karena di rumah tak ada benda berharga jadi ia tak takut kehilangan apa pun.
Pergi lah Rex dan Ahmed berdua. Namun Ahmed ternyata membawa sebuah sedan hitam yang mahal harganya. Rex dan Ahmed pun masuk kedalam mobil dan Ahmed menyetirnya. Kata Ahmed dia baru saja membeli mobil ini seharga 950 juta. Agar mudah kemana-mana dengan Rex. Awalnya rasanya tak perlu. Namun karena sudah bertemu Rex dan tak mungkin junjungannya naik taksi terus dengannya, akhirnya Ahmed membeli mobil tersebut. Syukurlah Ahmed pernah belajar nyetir jadi ia bisa menyupir sendirian.
Mereka pergi ke sebuah mall di pusat kota. Mall yang megah dan mewah. Sampai disana, mobil langsung diparkirkan dan mereka masuk ke mall untuk berjalan-jalan. Ahmed membawa Rex ke sebuah toko pakaian. Ia melihat gaya pakaian Rex sangat sederhana. Ia jadi ingin membelikan pakaian yang bagus dan mahal. Berbelanja lah mereka di toko pakaian tersebut. Memilih semua pakaian yang dianggap Ahmed bagus dan sesuai dengan style gaya anak muda untuk seumuran Rex.
Dirasanya pas, kemudian mereka membayar semua pakaian tersebut. Sudah ada berkantung-kantung tas belanja yang ada. Rex dan Ahmed saling melirik. Dengan belanjaan sebanyak itu siapa yang akan membawanya. Akhirnya Ahmed berkata pada pelayan toko untuk mengirimkan nanti ke alamat Rex saja. Bahkan Ahmed memberikan tip untuk biaya pengantarannya. Tentu saja pegawai toko senang.
Puas dari toko baju dan celana, lanjut ke toko sepatu dan sendal. Kembali lagi Ahmed memilihkan banyak sepatu juga sendal untuk Rex. Rex mulai protes. Karena ia rasa tak perlu hal tersebut. Namun Ahmed tetap membelikannya. Akhirnya kembali seperti membeli baju dan celana tadi. semua dikirimkan saja ke alamatnya Rex. Rex hanya bisa menurut akhirnya.
Pergi ke sebuah toko aksesoris, tas, topi, dasi, tali pinggang dan lain-lain. Kembali Ahmed membelikan banyak barang untuk Rex. Hingga akhirnya Rex melihat dompet cantik itu lagi. Dompet yang ingin ia hadiahkan untuk ulang tahun Rere. Ahmed melihat pandangan Rex.
“Bukan untuk ku. Tapi untuk Rere. Esok malam dia ulang tahun. Uang ku kurang” Rex tertunduk lesu.
Ahmed menepuk jidatnya dan malah tertawa geli melihat Rex saat mendengar ucapan Rex tadi.
“Apa Rex tak ingat kalau saat ini ada Black Card di tanganmu. Pakai saja dan beli lalu hadiahkan pada gadis pujaanmu”
Rex terbengong dan melihat ke arah Ahmed.
“Bagaimana kau tahu dia gadis pujaan ku?”
“Aku hanya menebak. Jadi belikan saja dengan Black Card yang ada di tanganmu” Ucap Ahmed kembali.
“Tidak lah. Itu bukan uangku” Rex menolak.
Kembali Ahmed menepok jidatnya.
“Itu jelas milik mu Rex. Gunakan saja sesukamu”
Rex menggelengkan kepalanya. Ia tak mau. Ia lalu pergi dari tempat tersebut. Ahmed kemudian berbicara pada pelayan toko untuk memesan dompet tersebut lalu dibungkus kado sekalian. Kemudian buat tulisan “Dari Rex” lalu kirimkan ke alamat rumah Rex. Ahmed pun membayarnya. Dan pelayan toko melaksanakan perintahnya Ahmed.
__ADS_1
Kemudian Ahmed mengejar Rex yang berjalan jauh di depannya. Saat mereka sudah bersisian mereka pun memutuskan pulang dan berakhirlah acara belanja-belanjaannya.
Sampalah di rumah Rex, Ahmed pun pamitan pulang. Kini hanya Rex sendirian di rumah. Namun baru saja ia melangkah masuk rumah dua buah mobil box besar datang ke arah rumah Rex dan berhenti di depannya. Petugasnya turun dan menurunkan beberapa barang belanjaan Rex tadi saat bersama Ahmed di mall.
Rex pun menyuruh untuk meletakkannya didalam rumah. Akhirnya satu persatu barang dimasukan kedalam rumah. Semua di tata rapi di dalam rumah. Hingga semua isi dari dua mobil box besar pun semuanya telah sudah diturunkan dan diletakan didalam rumah Rex. Kemudian mereka pamitan pulang. Dua mobil box besar tadi pun telah pergi.
Kini Rex menatap bingung dengan semua barang yang memenuhi rumahnya. Dicky Han pulang dan saat baru sampai, ia melihat begitu banyak barang disusun menggunung di dalam rumahnya. Dicky Han sangat kaget. Dan Rex pun bingung.
“Apa ini semua Rex? Sampai penuh rumah kita? Jalan dan bernafas pun jadi susah” Ucap kakek Rex, Dicky Han.
Bersambung....
Semua di masukan apa kagak sesak tuh rumah Rex ... Hehehe.
Oh iya. Covernya udah diganti sama pihak Noveltoon jadi cover Yang Yang (aktor cina yang tampan) sudah berubah ya diganti dengan cover baru NT. Semoga membawa Hoki untuk Author Aaammiiinnn.
Ada yang bingung antara kakek 70 tahun dan kakek 80 tahunan ya. Kalau Dicky Han itu kakek Rex yang berumur 70 tahun yang hidup bersama Rex selama ini dari umur 2 tahun hingga sebesar sekarang kelas 2 SMA.
Sedangkan Kakek yang berumur 80 tahunan itu, adalah Kakek sultannya di kerjaaan Turki yang meminta Ahmed mencari keturunan Anak Sultan. So ini dua kakek yang berbeda ya. Semoga di mengerti hehe.
Sama satu lagi ada komentar tapi di hapusnya. Gak tahu kok di hapus. Cuma saya jelaskan aja ya. tentang Putri Ailen. Namanya ada kok dan jelas sekali. Namanya Putri Ailen ( bukan dibaca alien ya) hehehe. Dia memang alien (Makhluk asing ya) hehehe. Semoga tidak membuat para pembaca kebingungan hahaha :D
Saksikan terus kelanjutannya ya kakak readers semua :) :D
Jangan lupa kasi bintang/rate 5 nya ya plus hadiah-hadiahnya ya :)
Klik like, klik vote, klik favorite dan kasi komennya ya :D
Thanks. Love you all :D
__ADS_1